Kamis, 12 Februari 2009

Jangan Takut untuk Berkompetisi


Dengar Apa Kata Pak Jawaharhal

Beberapa teman yang memiliki blog pribadi saya anjurkan untuk mengikuti kompetisi blog yang diadakan Djarum Black. Ada yang menyambut sangat positif, ada pula yang langsung keder tak percaya diri.


Kawan, mantan PM India Jawaharlal Nehru yang kesohor itu pernah berkata: “Success often comes to those who dare to act. It seldom goes to the timid who are ever afraid of the consequences.” Artinya kira-kira; sukses seringkali diraih oleh mereka yang berani bertindak. Sukses jarang sekali berpihak pada mereka yang penakut yang selalu takut pada konsekuensi-konsekuensi.

Ungkapan ini terasa pas diperdengarkan bagi mereka yang tidak begitu yakin terhadap kemampuan diri mereka sendiri, sehingga seringkali muncul pertimbangan-pertimbangan yang memberatkan. Tahukah engkau, kawan, karena sikap kurang percaya diri dan fokus pada pertimbangan-pertimbangan, kita kian jauh kepada tujuan yang kita inginkan.

Saya cukup apresiatif kepada teman satu kantor saya, sebut saja namanya Wance. Saat saya beritahu mengenai Djarum Black Blog Competition, dia langsung teringat ‘nasib’ blog bikinannya. Malang, karena sudah lama tak terurus rupanya, si Wance lupa paswordnya sendiri. Namun ia tidak kehilangan akal (otaknya masih nangkring di jidatnya rupanya!), ia pun langsung membuat username baru sehingga terciptalah sebuah blog baru bikinannya yang langsung diikutkan di ajang Djarum Black Blog Competition.

Hebatnya, artikel di blog si Wance yang berkenaan dengan kompetisi tentu saja, sudah lebih banyak terposting daripada postingan saya sendiri yang notabene telah lebih dulu meregistrasi kepesertaan di ajang bergengsi ini hebat yah...

Bagi saya dan mungkin bagi si Wance yang ngakunya masih teman saya itu:-P, tak penting apakah nanti kami akan masuk dalam nominasi atau tidak. Kalaupun masuk, tentu kami tak bakal sanggup menolak takdir yang datang mak…Poin dari keikutsertaan ini, menurut hemat kami adalah keberanian mengambil langkah demi menggapai tujuan yang kita inginkan. Jangan menyerah pada konsekuensi-konsekuansi, karena arwah Pak Jawaharlal, mungkin akan sangat tidak simpatik kepada kita nantinya. Maksudnya kalau langkah yang kita ambil itu tidak sejalah dengan pemikiran beliau, kan kita sendiri yang rugi, boi…

Jadi, saya anjurkan kepada kawan-kawan boi and gels sekalian, jangan menyia-nyiakan kesempatan yang ada, mumpung masih muda, bung! Meskipun kesempatan tersebut kelihatannya sepele saja (yang penting positif yah) dan termasuk remeh-temeh kelihatannya, hajar aja bleh. Sukses buat kita semua!

Selasa, 10 Februari 2009

Canon EOS 450D

Dua minggu lalu, saya seperti mendapat durian runtuh. Seorang teman melego kamera pro senilai Rp8 juta dengan hanya setengah harga kepada saya.

Sejak memiliki kamera pro sendiri merk Canon EOS 450D, kini saya mulai (lebih) mencintai dunia fotografi. Saya membeli digital SLR ini dari seorang teman yang kebelet pengen memiliki gadget blackberry yang saat ini memang sedang mewabah di kalangan anak muda. Meski saya beli dalam kondisi seken, namun kondisinya masih bagus loh.. Masih ada garansinya lagi. Beruntung benar awak nih…

Sekedar informasi, Canon EOS 450D dilengkapi dengan fitur-fitur canggih seperti fungsi Integrated Cleaning System, 14 bit analog-digital (A/D) conversion, 2 AF modes dan tentunya diperkuat dengan prosesor gambar DIGIC III. Perpaduan seluruh teknologi ini akan menghasilkan foto dengan kualitas prima. Kamera jenis ini didesain khusus tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan para fotografer profesional, namun juga para pemula seperti saya yang menggemari dunia fotografi.

Itu hanya segelintir keunggulan kamera yang memiliki 9 titik AF yang cepat dan akurat dengan titik tengah yang dapat bekerja lebih cepat dengan lensa bukaan f/2.8. Saya sendiri sebetulnya belum terlalu paham teknik fotografi. Sama seperti orang awam lainnya, selama ini saya hanya asal jepret dengan sense of art seadanya saja. Namun, ketahuilah kawan, meski hanya otodidak dan amatir, saya cukup berbangga karena jepretan saya pernah menghiasi cover sebuah majalah instansi loh hehehe…

Dengan kamera ini, saya berharap sedikit demi sedikit bisa mengembangkan kemampuan teknis fotografi. Syukur-syukur bisa menunjang kegemaran saya menulis di blog pribadi. Apalagi bila blog pribadi tersebut kini diikutkan pada kontes Djarum Black Blog Competition. Suer, ini kontes blog pertama saya sejak saya mulai nge-blog di penghujung 2007 lalu loh..

Syukur-syukur, dengan kamera ini saya bisa mengabadikan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan even Djarum Black seperti Djarum Black Slimz, Djarum Black Slimznation, Djarum Black Motodify, Djarum Black Night Slalom, Autoblackthrough, Autoblacktrhough Goes to Campus, Blackinnovationawards, Blackinnovationawards Goes to Campus, Black in News, Black Car Community, Black Motor Community atau Black Community hehehe…

Senin, 09 Februari 2009

MLM dan Djarum Black Blog Competition


Berpikir, Berbuat dan Berbuah Positif

Akhir-akhir ini saya menggandrungi sebuah dunia baru yang bagi sebagian orang mungkin agak sedikit ‘beler’ bila mendengarnya, multy level marketing alias MLM. Tak hanya bermanfaat secara ekonomi, bergelut di dunia satu ini ternyata baik untuk pengembangan kerpribadian. Itu bagi yang berpikir positif dan mau berusaha, tentunya.


Boi, banyak hal yang bisa kita lakukan dalam hidup ini yang membuat kita bisa meningkatkan taraf hidup baik secara intelektual, kepribadian, sosial bahkan finansial. Hal tersebut ternyata tidak terlalu sulit untuk dilakukan sepanjang ada kemauan dan keberanian untuk memulai. Dan, satu lagi jangan pernah takut untuk gagal karena kesuksesan dibangun dari banyak kegagalan. Begitulah kata-kata orang bijak, boi.

Secara sadar, saya mulai melakukan apa yang dipetuahkan para bijak bestari; berpikir positif, melakukan hal positif, untuk meraih hal yang juga positif. Saya memilih bergabung di bisnis MLM karena saya pikir hal tersebut cukup rasional dan positif untuk dilakukan oleh siapa saja, dengan modal investasi yang tidak terlalu besar tentunya. Karena banyak sekali MLM yang beredar di pasaran, saya pun memilih MLM yang memiliki karakteristik yang saya anggap cukup baik reputasinya, minimal di mata saya.

That's right, boi, ibarat bercocok tanam, saat ini saya baru menyebar bibit sembari mencari-cari pupuk dan formulasi yang cocok agar tanaman saya lekas berbuah. Tidak muluk impian saya terjun di bisnis MLM; saya ingin memiliki relationship dengan banyak orang, sembari mengembangkan kemampuan komunikasi saya. Kalaupun di kemudian hari saya dinilai berhasil di bidang ini, itu saya anggap sebagai bonus saja.

Oya, saya pun tak pernah melupakan hobi sedari kecil, yakni menulis. Namun karena kesibukan baru di dunia MLM itu, belakangan saya sudah agak jarang mem-posting blog pudel saya dengan artikel baru. Tetapi, sebuah berita baik dan terkesan 'kompor' nyatanya memompa semangat saya untuk lebih banyak menghasilkan tulisan lagi. Berita baik tersebut adalah kompetisi blog yang diselenggarakan oleh Djarum Black atau dikenal dengan Djarum Black Blog Competition.

Secara khusus saya ucapkan terima kasih kepada Djarum Black. Adanya kabar baik ini membuat saya semakin terpacu untuk menulis banyak hal, terutama berkaitan dengan kompetisi tentu saja, dan mem-postingnya di blog saya. Berharap saya akan lebih banyak anak muda yang memiliki semangat untuk memperbaiki diri dengan jalan berpikir, berbuat, dan, siapa tahu, bisa berbuah positif. Bravo, para boi dan gels blogger!

Jumat, 02 Januari 2009

Selamat Tahun Baru 2009


Semoga Jadi Tahun yang Lebih Baik

Beberapa teman bertanya kepada saya, kurang lebih maksud pertanyaan mereka: bagaimanakah acara malam pergantian tahun baru saya, di mana merayakannya, dengan siapa, mengapa, meriahkah bla-bla-bla...


Jujur, walaupun saya bukanlah orang yang tak terlalu ambil pusing dengan berbagai macam perayaan, anniversary, milad atau apalah namanya, tapi tak urung saya juga seringkali terseret arus ikut-ikutan suasana, terutama suasana pergantian malam tahun baru yang memang agak berbeda dengan malam-malam biasa. Maklum, di malam tahun baru, hampir semua orang bergembira; besar-kecil-tua-muda. Ada yang menunjukkan kegembiraannya dengan menyulut petasan, meniup terompet, menyaksikan pesta kembang api, konvoi kendaraan bermotor dan sebagainya. Macam-macamlah pokoknya ekspresi setiap orang dalam menyambut tahun baru.

Nah, ekspresi saya dalam menyambut tahun baru 2009, mungkin sedikit berbeda dari kebanyakan orang. Singkatnya, malam pergantian tahun baru 2009 sungguh tak begitu berkesan bagi saya alias sama seperti malam-malam biasa. Sialnya momen malam pergantian tahun baru tahun lalu juga terulang lagi di malam tahun baru 2009. Ini semua--mungkin--karena pada malam yang sama, saya baru tiba dari Surabaya. Selama 2 hari, tanggal 29-30 Desember, saya ditugaskan oleh kantor tempat saya bekerja untuk memenuhi undangan PDAM Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Layaknya remaja-remaja yang lain:-P, sebenarnya saya sudah ada rencana untuk ikut-ikutan larut dalam suasana malam tahun baru bersama seseorang. Tapi demi tugas Negara, akhirnya rencana ini saya putuskan untuk dibatalkan, meski pada akhirnya saya harus menerima komplen karena keputusan sepihak saya tersebut. Kepada orang yang saya maksud, tanpa mengurangi rasa sayang sedikitpun, saya minta maaf untuk waktu dan suasana yang tidak berpihak kepada kita:-(

Saya tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 19.30 WIB, atau sekitar empat setengah jam jelang tutup tahun 2008. Sesampainya di Jakarta, saya benar-benar capai sekali. Maklum perjalanan Jember-Surabaya memakan waktu sekitar 4 jam dengan kendaraan, sementara Surabaya-Jakarta sekitar 1 jam dengan pesawat. Itupun belum dihitung perjalanan dalam kota dan delay 1,5 jam di Bandara Juanda. Jadi tak begitu perduli saya dengan riuh-rendah warga kota yang sudah mengambil ancang-ancang untuk merayakan pergantian tahun. Entah, energi dan perasaan saya serasa terkuras. Pikiran saya tertuju pada satu tempat favorit saya: Pulau Kapuk. Cepat-cepat saya ingin berlayar mengarungi lautan mimpi yang saya harap menyenangkan seperti pada malam pergantian tahun yang dirayakan oleh banyak orang di muka bumi ini.

Saya tahu di luar sana jutaan orang sedang berdebar-debar menunggu detik-detik pergantian tahun, yang setiap orang berbeda-beda cara pandang dalam memaknainya, sementara saya sudah terbang entah kemana. Keesokan harinya saya bangun pukul 05.00 WIB. Itulah geliat pertama saya di tahun 2009. Setelah Subuhan, saya menyetel tivi yang menayangkan kemeriahan pesta tahun baru dari berbagai belahan dunia, lengkap dengan kejadian-kejadian--baik yang menyengkan pun yang menyedihkan. Di beberapa tempat terjadi kebakaran jelang tutup tahun, sementara penghuninya sedang asyik merayakan malam tahun baru di tempat lain. Tak terhitung jumlah kecelakaan lalu-lintas yang juga meningkat. Di Thailand ada satu tempat hiburan malam yang terbakar dan menewaskan puluhan orang di dalamnya akibat petasan yang digunakan untuk menyambut pergantian malam tahun baru.

Saat menyetel tayangan infotainmen, saya menyaksikan beberapa selebriti ditanya oleh wartawan mengenai harapan (resolusi) di tahun baru 2009. Saat pertanyaan serupa saya ajukan pada diri saya sendiri, saya hanya menjawab--nyaris tak terdengar karena memang hanya saya yang mendengar--saya ingin lebih baik dari tahun kemarin. Saya pikir pembaca blog ini juga memiliki keinginan yang sama agar di tahun 2009 kita menjadi lebih baik dalam segala bidang. Selamat tahun baru Masehi 2009. Sukses untuk kita semua!

Jumat, 12 Desember 2008

Marcella Zalianty versus Agung Setiawan


Perang Pencitraan Kasus Marcella-Agung

Hampir tiap hari di media, khususnya infotainmen, publik disuguhi pemberitaan mengenai kasus penganiayaan dan pelecehan seksual yang diduga diotaki artis cantik Marcella Zalianty (MZ) terhadap rekan bisnisnya, Agung Setiawan (AS), yang seorang desainer interior. Kejadian berlangsung di sebuah hotel di Jakarta, tanggal 2 Desember lalu.


Uniknya, dan tambah naiklah nilai berita (news value) kasus ini, karena melibatkan kakak-beradik pembalap nasional Ananda Mikola (AM) dan Moreno Suprapto (belakangan Moreno hanya ditetapkan sebagai saksi). Sontak, dunia pergosipan pun bertanya-tanya, ada hubungan apakah AM (yang memang lebih menonjol pemberitaan kontroversial ketimbang prestasinya) dengan MZ hingga yang bersangkutan rela melumuri tangannya dengan perbuatan tercela (lagi-lagi seperti yang dituduhkan). Lebih tak masuk akal, perbuatan tersebut dilakukan AM yang sebenarnya tidak ada sangkut-pautnya dengan hubungan bisnis antara MZ dan AS.

Karena menyangkut dua public figure, tentu saja kasus ini banyak menyita perhatian rekan-rekan media. Dan karena mendapat publikasi gratis, kedua kubu (baik yang diwakili pengacara, kerabat/keluarga, teman masing-masing atau entah siapa lagi) sama-sama melakukan pembelaan (counter) menurut versinya, yang ujung-ujungnya ditujukan untuk saling menyerang pihak lawan. Inilah yang saya maksud proses menata pencitraan diri alias merebut simpati publik.

Yang paling seru dari kasus ini adalah munculnya statement pihak-pihak yang mengaku telah ditipu oleh AS. Momen ini tentu saja dimanfaatkan dengan begitu sempurna oleh kubu MZ dan AM untuk membentuk opini publik mengenai siapa sebenarnya sosok AS. Sampai di sini, posisi kubu MZ yang sebelumnya terpuruk, lalu berada sedikit di atas angin. Maka ranah hukum telah sedikit bergeser ke ranah publik.

Lalu bagaimana dengan substansi hukum? Saya bukanlah orang yang mengerti benar soal ini. Tapi menilik dari pemberitaan media tampaknya polisi bergeming (baca: tetap pada pendiriannya). Pihak kepolisian tampaknya tidak terpengaruh dengan perang opini yang terjadi diantara dua kubu ini. Polisi tetap pada sangkaan awal, yakni dugaan penganiayaan dan pelecehan seksual yang dilakukan MZ, AM beserta beberapa pelaku lainnya. Maka polisi pun menetapkan MZ dan AM cs sebagai tersangka atau calon pesakitan penghuni jeruji besi!

Sebagai penonton, saya senang bukan main menyaksikan kasus yang bak lakon sinetron berjudul Tersandung-sandung ini. Lumayan untuk hiburan sebelum dan sehabis kerja seharian di kantor hehe.. Tapi tunggu dulu bro, bukan karena saya senang melihat orang susah (SMOSH), tapi karena saya sebagai penonton merasa terhibur, persis seperti apa yang menjadi cita-cita berdirinya tayangan infotainmen: media hiburan! Hmm..kalo sudah begini ingin rasanya saya kembali ke dunia infotainmen, tapi sebagai seorang produser hahaha..

Mari kita tunggu saja perkembangan kasus ini. Bagi yang punya akal sehat, hendaknya bisa menjadikan tontonan ini sebagai sebuah pembelajaran. Dan hukum di negeri ini kita harapkan sebagai suatu keniscayaan tak sekedar menegakkan benang basah. Demi hukum pula jangan sampai ada privelese (pengistimewaan) pada kasus yang melibatkan para pesohor negeri ini. Bila memang AS terbukti melakukan penipuan seperti yang banyak disangkakan kepadanya, tak bisa tidak hukum juga harus memandangnya dengan obyektif dan tak perlu malu-malu untuk unjuk gigi, eh taring!

Salam hangat!

Selasa, 02 Desember 2008

Manajemen Waktu


Hari yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi

Pagi ini Jakarta tidak seperti hari-hari sebelumnya yang lembab. Hari ini Jakarta sangat cerah. Mudah-mudahan secerah hati orang-orang yang membaca blog ini. Amin.


Pagi ini, seperti biasa, saya berangkat ke kantor pukul 08.15 WIB. Sebelum berangkat saya sempatkan mencuci pakaian beberapa potong terlebih dahulu. Lumayan olahraga ringan. Mulai awal Desember ini, saya harus lebih mengetatkan jadwal harian saya karena saya harus mencuci sendiri! Maklum Si Mbak tukang cuci mulai bulan ini sudah tidak lagi mencuci di tempatku. Katanya ia mau pulang kampung aja, mungkin mau membangun kampung tercinta dengan kapasitasnya sendiri.

Oya, ngomong-ngomong soal mencuci sendiri, sebenarnya ada hikmah yang bisa kita petik dari sana. Nggak percaya kan? Coba deh mulai mencuci sendiri! Hikmahnya adalah kita bisa menghemat biaya bulanan, tul kan? Tapi tunggu dulu, hikmah lainnya yang tak kalah hebat ternyata mencuci mengajarkan kita manajemen waktu.

Jujur, bukannya saya sombong, saya sendiri sudah terbiasa mencuci sendiri sejak di bangku kelas 1 SMU. Sebenarnya orangtua saya sih nggak tega melihat saya mencuci sendiri:-P Tapi karena saya sadar usia mengharuskan saya untuk memikul tanggung jawab dalam porsi yang saya bisa, akhirnya saya putuskan untuk mencuci sendiri.

Kalau saya perhatikan, tak sedikit teman-teman, saudara-saudara, mungkin juga para orangtua yang jadwal mencucinya seminggu sekali. Dengan pola seperti ini, sudah bisa dipastikan pakaian menumpuk menunggu giliran untuk dicuci (kayak antre beras aja yah?). Belum lagi rendamannya yang sampai beberapa hari lamanya hmm..sedap... Dua-duanya, baik yang ditumpuk maupun yang direndam, sama saja: selain menciptakan polusi pemandangan (apalagi CD yang tergantung dimana-mana kayak batman), hal ini juga menciptakan polusi udara! Belum lagi polusi suara (kegaduhan) akibat banyak yang komplen hahaha...

Dan, terpaksa saya harus jujur lagi, dari dahulu hingga sekarang, saya paling tidak suka menumpuk pakaian kotor hingga beberapa hari seperti itu. Bukannya mau naikin mutu sendiri yah, saya selalu mengupayakan minimal 1-2 hari sekali untuk mencuci. Bukan apa-apa dengan pola seperti ini selain mengurangi polusi dimana-mana, mencucinya juga akan lebih ringan dibanding mencuci seminggu sekali!

Hhhh...hari yang cerah seperti hari ini, benar-benar hari yang cerah untuk mencuci. Satu saja yang masih kurang, bo.. Meski cerah tetapi jiwa ini masih saja sepi (seperti dahulu)! Maklum karena masih mencuci sendiri hikshiks...

Rabu, 29 Oktober 2008

Sepuluh Kepribadian Billionair


1. Keberanian untuk berinisiatif.
Di sinilah letak keunikan utama pengusaha kelas kakap dunia. Mereka selalu punya ide-ide jenial. Sebagai contoh, lihat saja si Raja Real Estate Donald Trump. Kebangkitannya dari bangkrut beberapa tahun yang lalu sekarang sudah membuahkan lebih dari sekedar kerajaan properti belaka. Ada boneka Donald, ada seri TV The Apprentice, ada online university TrumpUniversity.com, bahkan ada t-shirt "You're Fired" dan buku-buku best-sellernya. Semua berangkat dari inisiatif belaka, yang bisa kita pelajari dan tiru.

2. Tepat waktu.
Selalu menepati janji dan tepat waktu karena ini adalah bukti kemampuan memanage sesuatu yang paling terbatas di dalam hidup kita, yaitu waktu. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis. Respek terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan partner bisnis.

3. Senang melayani dan memberi.
Seorang billionaire pasti mempunyai kepribadian sebagai pemimpin dan seorang pemimpin adalah pelayan dan pemberi. The more you give to others, the more respect you get in return. Syukur-syukur kalau ada karma baik sehingga mendapat kebaikan juga dari orang lain. Paling tidak dengan memberi dan melayani, kita sudah menunjukkan kepada dunia betapa berlimpahnya kita. Alam bawah sadar kita akan terus membentuk blue print sukses berdasarkan kemampuan memberi ini.

4. Membuka diri terlebih dahulu.
Pernah Anda bertemu orang yang selalu mau bertanya soal hal-hal pribadi tentang orang lain namun tidak pernah mau membuka diri? Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, yang pasti mereka akan sangat sulit untuk mencapai kesuksesan karena dua hal ini adalah lawan dari unsur-unsur yang membangun sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, sesuatu yang dicari oleh para partner bisnis sejati. (Siapa yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius?)

5. Senang bekerja sama dan membina hubungan baik dengan para partner bisnis.
Teamwork jelas adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Donald Trump dan Martha Stewart pun mempunyai tim-tim mereka yang sangat loyal sehingga mereka bisa mencapai sukses luar biasa. "No man is an island, kita semua perlu membangun network kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses semakin terbuka lebar.

6. Senang mempelajari hal-hal baru.
Kembali kita mengambil contoh Pak Trump yang baru saja membuka online university. Apakah beliau adalah ahli pendidikan? Seorang profesor? Jelas tidak, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung mengaplikasikannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya.Dunia bisnis baginya adalah tempat bermain yang luas dan tidak terbatas. Kuncinya hanya satu: senang belajar dan mencari hal-hal baru.

7. Jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama.
Lance Armstrong pernah berkata, "There are two kinds of days: good days and great days." Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Jangan sekali-kali mengeluh di dalam bisnis, walaupun suatu hari mungkin Anda akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal adalah kesempatan untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana Anda gagal tetap adalah agood day (hari yang baik).

8. Berani menanggung resiko.
Jelas, tanpa ini tidak ada kesemp atan sama sekali untuk menuju sukses.Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day (lihat di atas). So, untuk apa takut? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari kan?

9. Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat).
Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negative sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.

10. "Comfortable in their own skin".
Alias nyaman dengan diri sendiri tanpa perlu berusaha menut up-nutupi sesuatu maupun supaya tampak "lebih" dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan billionaire yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Saya yakin tidak ada. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain.

Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.

Apakah Anda mempunyai kepribadian seorang billionaire? Hanya Anda yang bisa menjawab.

Dikutip dari Milis Empat Lawang 29 Oktober 2008