Selasa, 02 Desember 2008

Manajemen Waktu


Hari yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi

Pagi ini Jakarta tidak seperti hari-hari sebelumnya yang lembab. Hari ini Jakarta sangat cerah. Mudah-mudahan secerah hati orang-orang yang membaca blog ini. Amin.


Pagi ini, seperti biasa, saya berangkat ke kantor pukul 08.15 WIB. Sebelum berangkat saya sempatkan mencuci pakaian beberapa potong terlebih dahulu. Lumayan olahraga ringan. Mulai awal Desember ini, saya harus lebih mengetatkan jadwal harian saya karena saya harus mencuci sendiri! Maklum Si Mbak tukang cuci mulai bulan ini sudah tidak lagi mencuci di tempatku. Katanya ia mau pulang kampung aja, mungkin mau membangun kampung tercinta dengan kapasitasnya sendiri.

Oya, ngomong-ngomong soal mencuci sendiri, sebenarnya ada hikmah yang bisa kita petik dari sana. Nggak percaya kan? Coba deh mulai mencuci sendiri! Hikmahnya adalah kita bisa menghemat biaya bulanan, tul kan? Tapi tunggu dulu, hikmah lainnya yang tak kalah hebat ternyata mencuci mengajarkan kita manajemen waktu.

Jujur, bukannya saya sombong, saya sendiri sudah terbiasa mencuci sendiri sejak di bangku kelas 1 SMU. Sebenarnya orangtua saya sih nggak tega melihat saya mencuci sendiri:-P Tapi karena saya sadar usia mengharuskan saya untuk memikul tanggung jawab dalam porsi yang saya bisa, akhirnya saya putuskan untuk mencuci sendiri.

Kalau saya perhatikan, tak sedikit teman-teman, saudara-saudara, mungkin juga para orangtua yang jadwal mencucinya seminggu sekali. Dengan pola seperti ini, sudah bisa dipastikan pakaian menumpuk menunggu giliran untuk dicuci (kayak antre beras aja yah?). Belum lagi rendamannya yang sampai beberapa hari lamanya hmm..sedap... Dua-duanya, baik yang ditumpuk maupun yang direndam, sama saja: selain menciptakan polusi pemandangan (apalagi CD yang tergantung dimana-mana kayak batman), hal ini juga menciptakan polusi udara! Belum lagi polusi suara (kegaduhan) akibat banyak yang komplen hahaha...

Dan, terpaksa saya harus jujur lagi, dari dahulu hingga sekarang, saya paling tidak suka menumpuk pakaian kotor hingga beberapa hari seperti itu. Bukannya mau naikin mutu sendiri yah, saya selalu mengupayakan minimal 1-2 hari sekali untuk mencuci. Bukan apa-apa dengan pola seperti ini selain mengurangi polusi dimana-mana, mencucinya juga akan lebih ringan dibanding mencuci seminggu sekali!

Hhhh...hari yang cerah seperti hari ini, benar-benar hari yang cerah untuk mencuci. Satu saja yang masih kurang, bo.. Meski cerah tetapi jiwa ini masih saja sepi (seperti dahulu)! Maklum karena masih mencuci sendiri hikshiks...

1 komentar:

Abid mengatakan...

Makanya cepetan nikah....
btw, kyknya skarang makin sering "ziarah" ke bogor :D