Selasa, 15 Januari 2008

Ayat Ayat Cinta


“Hati Saya Gerimis Membacanya”

“Sungguh takjub aku baca buku itu. Mengharukan, romantis. Sungguh membuat hatiku luluh membacanya. Bayangin, baru sekali ini aku baca buku sampai bisa meneteskan air mata. Ayat Ayat Cinta judul buku itu, hatiku gerimis baca buku itu…” Yos Mahyudi, pembaca dan pengagum Ayat Ayat Cinta.

Saat diminta oleh seseorang untuk membelikannya sebuah novel berjudul Ayat Ayat Cinta, saya sudah mulai curiga. Tumben-tumbenan nih orang minta dibeliin novel? Biasanya kalau nggak CD berisi lagu-lagu kesukaan, ia minta dibeliin oleh-oleh makanan or sejenis barang lainnya. Hmm…saya jadi ingin tahu seperti apa sih isi novel tersebut.

Saya pun pergi ke TB Gramedia Matraman, di kawasan Jakarta Timur, untuk membeli buku yang dimaksud. Tapi sayang, kata penjaganya, buku tersebut telah habis. Tambah penasaran hati saya. Dan akhirnya, waduh, dengan sangat terpaksa karena telah berkeliling ke sana kemari mencari buku tersebut tidak ketemu, saya lalu memutuskan pergi ke toko buku loakan di Pasar Senen. Dapat sih, tapi saya kurang begitu tahu apakah buku yang saya dapat tersebut asli apa bajakan.

Sebelum saya memberikan buku tersebut kepada seseorang yang saya maksud, saya pun iseng membaca lembar demi lembar novel ini. Saya pada dasarnya memang gemar membaca, terutama jenis fiksi. Tapi akhir-akhir ini saya jarang tertarik untuk membaca kecuali benar-benar membuat saya penasaran. Dan rasa penasaran itu akhirnya benar-benar terjawab setelah usai saya membaca Ayat Ayat Cinta.

Novel setebal 403 halaman karya sastrawan muda Habiburrahman El Shirazy ini benar-benar bisa memberikan inspirasi bagi yang membacanya. Novel bersetting Mesir ini benar-benar bertenaga dan kuat dalam penokohan, kaya dan detil dalam penuturan, benar-benar tidak ada lembar yang sia-sia. Setiap kalimat memberi kita informasi dan inspirasi dalam kehidupan dan akidah kita. Pemahaman kita tentang Islam menjadi bertambah, ayat-ayat yang diselipkan benar-benar terkesan alami dan tidak dipaksakan. Dan yang tak kalah penting novel ini benar-benar sangat romantis dan humanis. Hati saya bergetar membacanya.

Usai membaca buku ini saya pun kembali membeli satu lagi Ayat Ayat Cinta untuk saya hadiahkan kepada adik saya yang saat ini sedang menempuh studi di IPB. Saya yakin dia senang membacanya. Oya, katanya ada pula versi layar lebarnya yah? Hmm…saya jadi penasaran ingin menontonnya juga…

1 komentar:

Ani mengatakan...

Setuju, novel ini bagus sekali, aku sudah baca. Dibanding karya kang Abik yang lain, inilah yang paling bagus menurutku.