Jumat, 07 Desember 2007

Ada Apa dengan Perubahan Iklim?


Ini Serius Lohh…

Nusa Dua, Bali, saat ini sedang di puncak sorotan dunia. Ini berkaitan dengan perhelatan akbar Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim dan Pemanasan Global (UNFCCC), yang berlangsung tanggal 3-14 Desember 2007. KTT ini dihadiri sedikitnya sepuluh ribu peserta dari 189 negara.

Blogger, perubahan iklim atau bahasa kerennya climate change, beberapa tahun terakhir sudah sangat mengkhawatirkan. Inilah salah satu poin yang dibahas oleh pemimpin dunia di KTT Nusa Dua, Bali. Jadi, ini serius loh...

Kata para ahli, perubahan iklim bisa menimbulkan dampak yang sangat merugikan kehidupan umat manusia. Dampak tersebut sudah kita rasakan saat ini seperti tidak menentunya musim hujan dan kemarau, lalu suhu udara terasa panas menyengat, kekeringan di mana-mana, kebakaran hutan, banjir, tanah longsor, serta munculnya berbagai wabah penyakit. Cape deeyyy…

Fenomena ini tentunya membuat kualitas hidup manusia, terutama di negara miskin seperti Indonesia, menjadi semakin terpuruk. Perubahan iklim memperparah tingkat kemiskinan penduduk dunia. Ini serius loh! Belum lagi dampak lain perubahan iklim yang seringkali tidak kita sadari adalah mencairnya es di Kutub Utara sono. Mencairnya es di kutub ini, masih menurut para ahli, dalam prosesnya terjadi secara perlahan alias slow motion. Namun, meski proses pencairan es di Kutub Utara terjadi secara perlahan-lahan, tapi jangan dianggap sepele, dampaknya akan sangat terasa bagi generasi mendatang loh...

Lagi-lagi menurut para ahli, terus mencairnya lapisan es di Kutub Utara dalam empat tahun terakhir membuat Benua Arktik menyusut hingga ke ukuran yang terkecil dalam seabad terakhir. Sampai dengan September 2007 lalu, seperti dilaporkan Dewan Arktik (Arctic Council) yang terdiri dari 250 ilmuan, luas area es di Laut Arktik menciut menjadi hanya 2,05 juta mil atau setara dengan 5,31 juta kilometer persegi. Jika hal ini terus terjadi, kata para ahli, sebelum berakhirnya abad ke-21 Kutub Utara akan mengalami musim panas yang sepenuhnya tanpa es! :-(

Blogger, jika hal tersebut benar-benar terjadi, tentu kita bertanya-tanya: “Kemanakah gerangan larinya lelehan bongkahan es di Kutub Utara yang mencair itu?” Kata para ahli, larinya yah ke laut juga. Masa ke kotak amal sih? :-P Ini artinya permukaan air laut dunia akan semakin meningkat. Duhai, meningkatnya permukaan air laut (intrusi) bisa menimbulkan pasang yang berlebihan bahkan bisa menenggelamkan daratan! Kejadian pasang yang dialami sebagian wilayah Jakarta Utara dan Tangerang belum lama ini merupakan contoh yang sangat nyata. Masya ampun, serius kan!?

Menurut para ahli, fenomena alam ini terjadi karena peningkatan suhu bumi alias pemanasan global. Hampir semua ahli yakin, pemanasan global (global warming) terjadi karena terperangkapnya panas matahari di dalam atmosfer bumi. Hal itu disebabkan oleh makin banyaknya jumlah berbagai gas rumah kaca (greenhouse gases). Di antaranya termasuk karbon dioksida yang berasal dari gas buangan kendaraan bermotor dan industri. Nah, Kota Jakarta, yang setiap hari macet itu, ternyata menyumbang kontribusi yang tidak kecil bagi percepatan pemanasan global!

Wah pinter yah kamu…? Ini serius tauk! :-P

Blogger, melalui forum ini, duhai, marilah sama-sama kita lebih bijak dalam bersikap. Mari kita sama-sama “mendinginkan” bumi, meski cara yang bisa kita tempuh tidak terlalu signifikan mengurangi dampak pemanasan global yang sudah di ambang mengkhawatirkan ini. Toh kalau kesadaran telah dimiliki oleh banyak orang di dunia ini, tentu tidak sulit untuk menghambat fenomena perubahan iklim. Cara sederhana tersebut antara lain:

1. Matikan listrik ketika tidak digunakan. Usahakan jangan meninggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger HP, TV atau komputer serta alat-alat elektronik lainnya dari stop kontak. Meskipun listrik tidak mengeluarkan emisi karbon, tetapi ternyata pembangkit listrik PLN menggunakan bahan bakar fosil penyumbang besar emisi.

2. Jika anda memakai AC aturlah suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24º C. Tutuplah pintu dan jendela selama AC menyala dan gunakan timer (untuk AC, TV, microwave, oven, magic jar, dll).

3. Menanam pohon di lingkungan sekitar kita. Hal ini sangat bermanfaat untuk menambah rindang halaman rumah dan untuk penghijauan sehingga suasana terasa lebih dingin. Selanjutnya atur pengeluaran atau pembuangan asap pada kendaraan kita agar asap tidak menambah parah polusi di daerah kita. Jika perlu, bagi mereka yang punya kendaraan pribadi, apa salahnya menggunakan kendaraan umum ketika berangkat bekerja. Toh dengan cara ini selain bisa menghemat pengeluaran, juga bisa menurunkan kadar pengeluaran emisi karbon.

4. Bagi anda yang suka membakar kertas, stop sekarang juga. Hematlah penggunaan kertas karena bahan baku kertas tersebut berasal dari kayu. Dan tidak bisa dipungkiri industri kertas adalah salah satu penyebab maraknya illegal logging.

5. Jangan bakar sampah plastik karena pembakaran plastik bisa menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Sebaiknya dikumpulkan saja untuk didaur ulang.

That's very simple kan? Seperti kata Aa Gym kuncinya 3 M; mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil, dan mulai dari sekarang! Mari sama-sama kita katakan: "Stop Global Warming!"

(Tulisan ini disarikan dari berbagai sumber online demi perbaikan kualitas hidup kita semua, serta masa depan generasi mendatang)


1 komentar:

DeAsy F54 mengatakan...

Setuju, mari katakan "Stop Global Warmin!" Ayooo.....