Jumat, 13 Februari 2009

Djarum Black Slimznation


It's Competition

Para blogger atau tetamu sekalian yang kebetulan membaca postingan di blog ini, mohon maaf bila tema yang ditulis dalam blog ini terkesan agak dipaksakan supaya si keyword bisa tercover dalam artikel. Maklum ini demi memenuhi persyaratan kompetisi chhoooiiyyy:-P..

Membaca artikel berjudul "Final Djarum Black Slimznation Invaders Ramaikan Tutup Tahun 2008, Jakarta (31/12)", yang di posting di www.autoblackthrough.com, saya tiba-tiba membayangkan betapa gemuruh dan meriahnya suasana acara ketika itu. Apalagi event ini diselenggarakan bertepatan dengan malam tutup tahun 2008. Hmm ashoooyyyyy….

Final Invaders... itulah tema yang diusung Djarum Black dalam acara Djarum Black Slimznation yang digelar tanggal 31 Desember 2008 di Embassy itu. Event ini memang acara terakhir Invaders untuk tahun 2008 brurr,, setelah sebelumnya diadakan di dua kota yaitu Jakarta dan Bali. Yang istimewa, bila acara sebelumnya menggaet DJ ternama seperti John Digweed, Nick Warren dan Sasha (siapa ini?) untuk menghibur para clubbers, kali ini acara terakhir di tahun 2008 turut memboyong Funkagenda dan Karizma sebagai sang aktor di balik turn table-nya (gitu chooong..!!).

Mendengar nama-nama DJ yang ikut meramaikan acara Djarum Black Slimznation seperti John Digweed, Nick Warren, Sasha, Funkagenda dan Karizma, rasanya sudah cukup menggambarkan betapa hebohnya acara ini yah... Sayang gw (biar kerenan pakai gw!) ga ada di tempat waktu acara ini berlangsung. Andai saja gw ada di TKP tentunya acara akan tambah bergemuruh dan meriah hahahaha….(Ngaco yah?).

Oke, hanya inilah yang bisa gw (masih gw nih?) tulis untuk Djarum Black Slimznation (hehe keliatan bgt maksa buat masukin keyword-nya yah). Bukan, maksud “saya”, kita anak-anak muda akan sangat mendukung kegiatan apapun, berbentuk apapun dan di manapun, sepanjang positif dan bisa merangsang kreasi, edukasi, imajinasi, inovasi, periuk nasi, blablabla….

Kamis, 12 Februari 2009

Djarum Black Slimz


Apresiasi Terhadap Pedagang Kecil

Sudah lebih tiga tahun Mbak’e Titi berdagang rokok menggunakan gerobak di pinggir jalan dekat kantorku di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Dari mulai kemalingan hingga gerobaknya diciduk aparat Kamtib, adalah segelintir pengalaman yang cukup menyedihkan bagi pedagang kecil asal Kuningan ini.

Kawan, bangsa ini ga mungkin bisa menyepelekan begitu saja kontribusi para wirausahawan rendah terhadap pertumbuhan ekonomi makro (hmm..hebat yah bahasanya, padahal ga ngerti loh hehe). Lanjut yah, tanpa adanya mereka, rasanya mustahil perekonomian kita bisa stabil. Makanya, sudah sepatutnya kita harus memberikan apresiasi kepada para pedagang kecil seperti Mbak’e Titi yang telah ikut menghidupkan perekonomian bangsa.

Namun, perlakuan aparat terhadap mereka terkadang sangat menyedihkan. Seringkali, dengan alasan mengganggu ketertiban umum, aparat Kamtib melakukan penyerobotan seenaknya aset milik para pedagang kecil tersebut.

Secara pribadi saya tidak begitu terganggu dengan keberadaan para penggerak roda perekonomian di level paling bawah itu. Malah sebaliknya, saya pikir eksistensi mereka cukup membantu meringankan para konsumen yang merasa terlalu ribet bila harus pergi ke supermarket atau swalayan hanya untuk membeli sebungkus rokok atau sebotol minuman dingin, misalnya. (Oh, pemerintah, pemerintah, tolong jangan mengkambinghitamkan pedagang kecil!).

Saya pun tidak begitu paham apakah ada korelasi antara aktivitas pedagang kecil yang membuka lapak/gerobak di pinggir-pinggir jalan dengan tingkat kemacetan lalu lintas. Kalaupun memang terbukti ada, seperti di pasar tumpah itu, saya pikir yah peraturan memang harus ditegakkan. Namun bagaimana dengan yang hanya berdagang secara sendiri-sendiri di pinggir jalan dan tidak sampai memakan badan jalan seperti Mbak’e Titi dong…

Saat gerobak Mbak'e Titi diciduk aparat Kamtib beberapa bulan lalu, ia terlihat sangat terpukul. Bagaimana tidak, gerobak yang diciduk tersebut adalah satu-satunya alat baginya untuk mencari nafkah. Coba pikir, umpamanya dalam satu hari ada sekitar seribu gerobak yang diciduk aparat. Sudah barang tentu kejadian ini akan sangat berpengaruh pada panjualan prodak-prodak seperti rokok, atau makanan dan minuman ringan.

Jadi, menurut hemat saya, para pengusaha besar yang rantai distribusi prodaknya hingga menyentuh para pedagang kecil ini, sudah seharusnya memberikan apresiasi kepada mereka. Terutama para pengusaha yang prodaknya cukup laku seperti prodak dari PT. Djarum yang baru-baru ini mengeluarkan prodak bernama Djarum Black Slimz.

Suer, ini bukan dibuat-buat, saat saya bertanya kepada Mbak’e Titi bagaimanakah penjualan Djarum Black Slimz di gerai eh gerobaknya, ternyata cukup laris loh (hehe bukan karena mau ikut kompetisi yah). Ia juga sangat senang saat saya membidikkan lensa kamera ke arahnya, termasuk saat saya suruh-suruh memamerkan Djarum Black Slimz ala SPG-SPG profesional. Mbak’e mau aja.

Satu saja keyword dari Mbak’e Titi kepada saya, katanya ia tidak akan menolak bila suatu saat Djarum Black Slimz memberikan apresiasi, sekaligus promosi prodak tentunya, berupa bantuan gerobak Djarum Black Slimz kepada pedagang kecil seperti dirinya hehehe….

Jangan Takut untuk Berkompetisi


Dengar Apa Kata Pak Jawaharhal

Beberapa teman yang memiliki blog pribadi saya anjurkan untuk mengikuti kompetisi blog yang diadakan Djarum Black. Ada yang menyambut sangat positif, ada pula yang langsung keder tak percaya diri.


Kawan, mantan PM India Jawaharlal Nehru yang kesohor itu pernah berkata: “Success often comes to those who dare to act. It seldom goes to the timid who are ever afraid of the consequences.” Artinya kira-kira; sukses seringkali diraih oleh mereka yang berani bertindak. Sukses jarang sekali berpihak pada mereka yang penakut yang selalu takut pada konsekuensi-konsekuensi.

Ungkapan ini terasa pas diperdengarkan bagi mereka yang tidak begitu yakin terhadap kemampuan diri mereka sendiri, sehingga seringkali muncul pertimbangan-pertimbangan yang memberatkan. Tahukah engkau, kawan, karena sikap kurang percaya diri dan fokus pada pertimbangan-pertimbangan, kita kian jauh kepada tujuan yang kita inginkan.

Saya cukup apresiatif kepada teman satu kantor saya, sebut saja namanya Wance. Saat saya beritahu mengenai Djarum Black Blog Competition, dia langsung teringat ‘nasib’ blog bikinannya. Malang, karena sudah lama tak terurus rupanya, si Wance lupa paswordnya sendiri. Namun ia tidak kehilangan akal (otaknya masih nangkring di jidatnya rupanya!), ia pun langsung membuat username baru sehingga terciptalah sebuah blog baru bikinannya yang langsung diikutkan di ajang Djarum Black Blog Competition.

Hebatnya, artikel di blog si Wance yang berkenaan dengan kompetisi tentu saja, sudah lebih banyak terposting daripada postingan saya sendiri yang notabene telah lebih dulu meregistrasi kepesertaan di ajang bergengsi ini hebat yah...

Bagi saya dan mungkin bagi si Wance yang ngakunya masih teman saya itu:-P, tak penting apakah nanti kami akan masuk dalam nominasi atau tidak. Kalaupun masuk, tentu kami tak bakal sanggup menolak takdir yang datang mak…Poin dari keikutsertaan ini, menurut hemat kami adalah keberanian mengambil langkah demi menggapai tujuan yang kita inginkan. Jangan menyerah pada konsekuensi-konsekuansi, karena arwah Pak Jawaharlal, mungkin akan sangat tidak simpatik kepada kita nantinya. Maksudnya kalau langkah yang kita ambil itu tidak sejalah dengan pemikiran beliau, kan kita sendiri yang rugi, boi…

Jadi, saya anjurkan kepada kawan-kawan boi and gels sekalian, jangan menyia-nyiakan kesempatan yang ada, mumpung masih muda, bung! Meskipun kesempatan tersebut kelihatannya sepele saja (yang penting positif yah) dan termasuk remeh-temeh kelihatannya, hajar aja bleh. Sukses buat kita semua!

Selasa, 10 Februari 2009

Canon EOS 450D

Dua minggu lalu, saya seperti mendapat durian runtuh. Seorang teman melego kamera pro senilai Rp8 juta dengan hanya setengah harga kepada saya.

Sejak memiliki kamera pro sendiri merk Canon EOS 450D, kini saya mulai (lebih) mencintai dunia fotografi. Saya membeli digital SLR ini dari seorang teman yang kebelet pengen memiliki gadget blackberry yang saat ini memang sedang mewabah di kalangan anak muda. Meski saya beli dalam kondisi seken, namun kondisinya masih bagus loh.. Masih ada garansinya lagi. Beruntung benar awak nih…

Sekedar informasi, Canon EOS 450D dilengkapi dengan fitur-fitur canggih seperti fungsi Integrated Cleaning System, 14 bit analog-digital (A/D) conversion, 2 AF modes dan tentunya diperkuat dengan prosesor gambar DIGIC III. Perpaduan seluruh teknologi ini akan menghasilkan foto dengan kualitas prima. Kamera jenis ini didesain khusus tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan para fotografer profesional, namun juga para pemula seperti saya yang menggemari dunia fotografi.

Itu hanya segelintir keunggulan kamera yang memiliki 9 titik AF yang cepat dan akurat dengan titik tengah yang dapat bekerja lebih cepat dengan lensa bukaan f/2.8. Saya sendiri sebetulnya belum terlalu paham teknik fotografi. Sama seperti orang awam lainnya, selama ini saya hanya asal jepret dengan sense of art seadanya saja. Namun, ketahuilah kawan, meski hanya otodidak dan amatir, saya cukup berbangga karena jepretan saya pernah menghiasi cover sebuah majalah instansi loh hehehe…

Dengan kamera ini, saya berharap sedikit demi sedikit bisa mengembangkan kemampuan teknis fotografi. Syukur-syukur bisa menunjang kegemaran saya menulis di blog pribadi. Apalagi bila blog pribadi tersebut kini diikutkan pada kontes Djarum Black Blog Competition. Suer, ini kontes blog pertama saya sejak saya mulai nge-blog di penghujung 2007 lalu loh..

Syukur-syukur, dengan kamera ini saya bisa mengabadikan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan even Djarum Black seperti Djarum Black Slimz, Djarum Black Slimznation, Djarum Black Motodify, Djarum Black Night Slalom, Autoblackthrough, Autoblacktrhough Goes to Campus, Blackinnovationawards, Blackinnovationawards Goes to Campus, Black in News, Black Car Community, Black Motor Community atau Black Community hehehe…

Senin, 09 Februari 2009

MLM dan Djarum Black Blog Competition


Berpikir, Berbuat dan Berbuah Positif

Akhir-akhir ini saya menggandrungi sebuah dunia baru yang bagi sebagian orang mungkin agak sedikit ‘beler’ bila mendengarnya, multy level marketing alias MLM. Tak hanya bermanfaat secara ekonomi, bergelut di dunia satu ini ternyata baik untuk pengembangan kerpribadian. Itu bagi yang berpikir positif dan mau berusaha, tentunya.


Boi, banyak hal yang bisa kita lakukan dalam hidup ini yang membuat kita bisa meningkatkan taraf hidup baik secara intelektual, kepribadian, sosial bahkan finansial. Hal tersebut ternyata tidak terlalu sulit untuk dilakukan sepanjang ada kemauan dan keberanian untuk memulai. Dan, satu lagi jangan pernah takut untuk gagal karena kesuksesan dibangun dari banyak kegagalan. Begitulah kata-kata orang bijak, boi.

Secara sadar, saya mulai melakukan apa yang dipetuahkan para bijak bestari; berpikir positif, melakukan hal positif, untuk meraih hal yang juga positif. Saya memilih bergabung di bisnis MLM karena saya pikir hal tersebut cukup rasional dan positif untuk dilakukan oleh siapa saja, dengan modal investasi yang tidak terlalu besar tentunya. Karena banyak sekali MLM yang beredar di pasaran, saya pun memilih MLM yang memiliki karakteristik yang saya anggap cukup baik reputasinya, minimal di mata saya.

That's right, boi, ibarat bercocok tanam, saat ini saya baru menyebar bibit sembari mencari-cari pupuk dan formulasi yang cocok agar tanaman saya lekas berbuah. Tidak muluk impian saya terjun di bisnis MLM; saya ingin memiliki relationship dengan banyak orang, sembari mengembangkan kemampuan komunikasi saya. Kalaupun di kemudian hari saya dinilai berhasil di bidang ini, itu saya anggap sebagai bonus saja.

Oya, saya pun tak pernah melupakan hobi sedari kecil, yakni menulis. Namun karena kesibukan baru di dunia MLM itu, belakangan saya sudah agak jarang mem-posting blog pudel saya dengan artikel baru. Tetapi, sebuah berita baik dan terkesan 'kompor' nyatanya memompa semangat saya untuk lebih banyak menghasilkan tulisan lagi. Berita baik tersebut adalah kompetisi blog yang diselenggarakan oleh Djarum Black atau dikenal dengan Djarum Black Blog Competition.

Secara khusus saya ucapkan terima kasih kepada Djarum Black. Adanya kabar baik ini membuat saya semakin terpacu untuk menulis banyak hal, terutama berkaitan dengan kompetisi tentu saja, dan mem-postingnya di blog saya. Berharap saya akan lebih banyak anak muda yang memiliki semangat untuk memperbaiki diri dengan jalan berpikir, berbuat, dan, siapa tahu, bisa berbuah positif. Bravo, para boi dan gels blogger!

Jumat, 02 Januari 2009

Selamat Tahun Baru 2009


Semoga Jadi Tahun yang Lebih Baik

Beberapa teman bertanya kepada saya, kurang lebih maksud pertanyaan mereka: bagaimanakah acara malam pergantian tahun baru saya, di mana merayakannya, dengan siapa, mengapa, meriahkah bla-bla-bla...


Jujur, walaupun saya bukanlah orang yang tak terlalu ambil pusing dengan berbagai macam perayaan, anniversary, milad atau apalah namanya, tapi tak urung saya juga seringkali terseret arus ikut-ikutan suasana, terutama suasana pergantian malam tahun baru yang memang agak berbeda dengan malam-malam biasa. Maklum, di malam tahun baru, hampir semua orang bergembira; besar-kecil-tua-muda. Ada yang menunjukkan kegembiraannya dengan menyulut petasan, meniup terompet, menyaksikan pesta kembang api, konvoi kendaraan bermotor dan sebagainya. Macam-macamlah pokoknya ekspresi setiap orang dalam menyambut tahun baru.

Nah, ekspresi saya dalam menyambut tahun baru 2009, mungkin sedikit berbeda dari kebanyakan orang. Singkatnya, malam pergantian tahun baru 2009 sungguh tak begitu berkesan bagi saya alias sama seperti malam-malam biasa. Sialnya momen malam pergantian tahun baru tahun lalu juga terulang lagi di malam tahun baru 2009. Ini semua--mungkin--karena pada malam yang sama, saya baru tiba dari Surabaya. Selama 2 hari, tanggal 29-30 Desember, saya ditugaskan oleh kantor tempat saya bekerja untuk memenuhi undangan PDAM Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Layaknya remaja-remaja yang lain:-P, sebenarnya saya sudah ada rencana untuk ikut-ikutan larut dalam suasana malam tahun baru bersama seseorang. Tapi demi tugas Negara, akhirnya rencana ini saya putuskan untuk dibatalkan, meski pada akhirnya saya harus menerima komplen karena keputusan sepihak saya tersebut. Kepada orang yang saya maksud, tanpa mengurangi rasa sayang sedikitpun, saya minta maaf untuk waktu dan suasana yang tidak berpihak kepada kita:-(

Saya tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 19.30 WIB, atau sekitar empat setengah jam jelang tutup tahun 2008. Sesampainya di Jakarta, saya benar-benar capai sekali. Maklum perjalanan Jember-Surabaya memakan waktu sekitar 4 jam dengan kendaraan, sementara Surabaya-Jakarta sekitar 1 jam dengan pesawat. Itupun belum dihitung perjalanan dalam kota dan delay 1,5 jam di Bandara Juanda. Jadi tak begitu perduli saya dengan riuh-rendah warga kota yang sudah mengambil ancang-ancang untuk merayakan pergantian tahun. Entah, energi dan perasaan saya serasa terkuras. Pikiran saya tertuju pada satu tempat favorit saya: Pulau Kapuk. Cepat-cepat saya ingin berlayar mengarungi lautan mimpi yang saya harap menyenangkan seperti pada malam pergantian tahun yang dirayakan oleh banyak orang di muka bumi ini.

Saya tahu di luar sana jutaan orang sedang berdebar-debar menunggu detik-detik pergantian tahun, yang setiap orang berbeda-beda cara pandang dalam memaknainya, sementara saya sudah terbang entah kemana. Keesokan harinya saya bangun pukul 05.00 WIB. Itulah geliat pertama saya di tahun 2009. Setelah Subuhan, saya menyetel tivi yang menayangkan kemeriahan pesta tahun baru dari berbagai belahan dunia, lengkap dengan kejadian-kejadian--baik yang menyengkan pun yang menyedihkan. Di beberapa tempat terjadi kebakaran jelang tutup tahun, sementara penghuninya sedang asyik merayakan malam tahun baru di tempat lain. Tak terhitung jumlah kecelakaan lalu-lintas yang juga meningkat. Di Thailand ada satu tempat hiburan malam yang terbakar dan menewaskan puluhan orang di dalamnya akibat petasan yang digunakan untuk menyambut pergantian malam tahun baru.

Saat menyetel tayangan infotainmen, saya menyaksikan beberapa selebriti ditanya oleh wartawan mengenai harapan (resolusi) di tahun baru 2009. Saat pertanyaan serupa saya ajukan pada diri saya sendiri, saya hanya menjawab--nyaris tak terdengar karena memang hanya saya yang mendengar--saya ingin lebih baik dari tahun kemarin. Saya pikir pembaca blog ini juga memiliki keinginan yang sama agar di tahun 2009 kita menjadi lebih baik dalam segala bidang. Selamat tahun baru Masehi 2009. Sukses untuk kita semua!

Jumat, 12 Desember 2008

Marcella Zalianty versus Agung Setiawan


Perang Pencitraan Kasus Marcella-Agung

Hampir tiap hari di media, khususnya infotainmen, publik disuguhi pemberitaan mengenai kasus penganiayaan dan pelecehan seksual yang diduga diotaki artis cantik Marcella Zalianty (MZ) terhadap rekan bisnisnya, Agung Setiawan (AS), yang seorang desainer interior. Kejadian berlangsung di sebuah hotel di Jakarta, tanggal 2 Desember lalu.


Uniknya, dan tambah naiklah nilai berita (news value) kasus ini, karena melibatkan kakak-beradik pembalap nasional Ananda Mikola (AM) dan Moreno Suprapto (belakangan Moreno hanya ditetapkan sebagai saksi). Sontak, dunia pergosipan pun bertanya-tanya, ada hubungan apakah AM (yang memang lebih menonjol pemberitaan kontroversial ketimbang prestasinya) dengan MZ hingga yang bersangkutan rela melumuri tangannya dengan perbuatan tercela (lagi-lagi seperti yang dituduhkan). Lebih tak masuk akal, perbuatan tersebut dilakukan AM yang sebenarnya tidak ada sangkut-pautnya dengan hubungan bisnis antara MZ dan AS.

Karena menyangkut dua public figure, tentu saja kasus ini banyak menyita perhatian rekan-rekan media. Dan karena mendapat publikasi gratis, kedua kubu (baik yang diwakili pengacara, kerabat/keluarga, teman masing-masing atau entah siapa lagi) sama-sama melakukan pembelaan (counter) menurut versinya, yang ujung-ujungnya ditujukan untuk saling menyerang pihak lawan. Inilah yang saya maksud proses menata pencitraan diri alias merebut simpati publik.

Yang paling seru dari kasus ini adalah munculnya statement pihak-pihak yang mengaku telah ditipu oleh AS. Momen ini tentu saja dimanfaatkan dengan begitu sempurna oleh kubu MZ dan AM untuk membentuk opini publik mengenai siapa sebenarnya sosok AS. Sampai di sini, posisi kubu MZ yang sebelumnya terpuruk, lalu berada sedikit di atas angin. Maka ranah hukum telah sedikit bergeser ke ranah publik.

Lalu bagaimana dengan substansi hukum? Saya bukanlah orang yang mengerti benar soal ini. Tapi menilik dari pemberitaan media tampaknya polisi bergeming (baca: tetap pada pendiriannya). Pihak kepolisian tampaknya tidak terpengaruh dengan perang opini yang terjadi diantara dua kubu ini. Polisi tetap pada sangkaan awal, yakni dugaan penganiayaan dan pelecehan seksual yang dilakukan MZ, AM beserta beberapa pelaku lainnya. Maka polisi pun menetapkan MZ dan AM cs sebagai tersangka atau calon pesakitan penghuni jeruji besi!

Sebagai penonton, saya senang bukan main menyaksikan kasus yang bak lakon sinetron berjudul Tersandung-sandung ini. Lumayan untuk hiburan sebelum dan sehabis kerja seharian di kantor hehe.. Tapi tunggu dulu bro, bukan karena saya senang melihat orang susah (SMOSH), tapi karena saya sebagai penonton merasa terhibur, persis seperti apa yang menjadi cita-cita berdirinya tayangan infotainmen: media hiburan! Hmm..kalo sudah begini ingin rasanya saya kembali ke dunia infotainmen, tapi sebagai seorang produser hahaha..

Mari kita tunggu saja perkembangan kasus ini. Bagi yang punya akal sehat, hendaknya bisa menjadikan tontonan ini sebagai sebuah pembelajaran. Dan hukum di negeri ini kita harapkan sebagai suatu keniscayaan tak sekedar menegakkan benang basah. Demi hukum pula jangan sampai ada privelese (pengistimewaan) pada kasus yang melibatkan para pesohor negeri ini. Bila memang AS terbukti melakukan penipuan seperti yang banyak disangkakan kepadanya, tak bisa tidak hukum juga harus memandangnya dengan obyektif dan tak perlu malu-malu untuk unjuk gigi, eh taring!

Salam hangat!