<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163</id><updated>2011-07-28T20:25:37.467+07:00</updated><category term='Antara Tebing Tinggi dan Bogor'/><title type='text'>zili blog zili blog zili blog zili blog zili blog zili</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>94</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-4501390477958755465</id><published>2009-06-19T11:30:00.001+07:00</published><updated>2009-06-19T11:58:03.882+07:00</updated><title type='text'>Terima Kasih Doank….</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Sjsa0vED7NI/AAAAAAAABD4/fkSw87TrhqQ/s1600-h/paris.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 166px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Sjsa0vED7NI/AAAAAAAABD4/fkSw87TrhqQ/s200/paris.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348898475721616594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hi Guys…(bahasa gaul neh)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue cuma mau ngucapin terima kasih banyak kepada teman-teman, para pengunjung setia yang sudah mau repot mampir, membaca, liat-liat foto atau apalah (melototoin muke gue yang ngguanteng kale? wkkkkkkk), di halaman blog gue. Nggak tahu kenapa, akhir-akhir ini gue agak males posting artikel baru. Hmmmm….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mungkin karena seabrek kerjaan yang nggak ada habis-habisnya neh… Betul seh kalo dipikir-pikir yang namanya kerjaan itu nggak bakal pernah ada habisnya. Tinggal pintar-pintar manusianya mengatur dan memanfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk kegiatan yang positif, salah satunya menulis (yang baik-baik tentu saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh, cuma ingin nulis ini doing kok, karena udah lama buanget blog ini “terbengkalai” dan mati suri. Selamat beraktifitas, terima kasih banyak sekali lagi yahh. Jangan berhenti berkreativitas dalam bidang apa pun yang kamu sukai. Sukses yahhh….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-4501390477958755465?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/4501390477958755465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=4501390477958755465&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/4501390477958755465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/4501390477958755465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/06/terima-kasih-doank.html' title='Terima Kasih Doank….'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Sjsa0vED7NI/AAAAAAAABD4/fkSw87TrhqQ/s72-c/paris.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-1971113169114953128</id><published>2009-04-01T13:15:00.009+07:00</published><updated>2009-04-03T09:42:41.495+07:00</updated><title type='text'>Tragedi Situ Gintung</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdMLPUc3wmI/AAAAAAAABDA/EvFeW6FTJIQ/s1600-h/Situ+Gintung+Edit.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 311px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdMLPUc3wmI/AAAAAAAABDA/EvFeW6FTJIQ/s400/Situ+Gintung+Edit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319607942670434914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jangan Hanya Saling Menyalahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa (31/3) kemarin, bersama rekan-rekan kantor, saya berkesempatan meninjau langsung lokasi bencana Situ Gintung di Cirendeu, Tangerang Selatan. Dalam kesempatan tersebut, kami juga menyalurkan bantuan tandon (tanki) dan air bersih kepada para relawan dan pengungsi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kelima, pasca tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung pada Jumat (27/3) pagi, suasana di lokasi kejadian, saat saya dan teman-teman kantor terjun langsung ke lokasi, masih diliputi kedukaan yang mendalam. Ratusan pengungsi yang terdiri dari orangtua, remaja dan anak-anak masih diliputi suasana pilu karena didera perasaan kehilangan, baik harta benda maupun karena ditinggal orang-orang yang disayangi secara tragis. Sampai hari ini tercatat korban yang meninggal berjumlah 100 orang, sementara yang belum diketemukan berjumlah 14 orang.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdVqBZ7-ysI/AAAAAAAABDw/6Bl0dFiHEGM/s1600-h/1+SG.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdVqBZ7-ysI/AAAAAAAABDw/6Bl0dFiHEGM/s200/1+SG.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320275107182987970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdVp4sgMugI/AAAAAAAABDo/WSuu-xtOP4E/s1600-h/2+SG.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdVp4sgMugI/AAAAAAAABDo/WSuu-xtOP4E/s200/2+SG.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320274957547911682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hati siapa yang tak remukredam menyaksikan kegundahan para orangtua yang kehilangan anak terkasih, para anak yang kehilangan orangtua tercinta, suami kehilangan isteri, menantu yang kehilangan mertua, mertua kehilangan menantu, kakek kehilangan cucu,,, Belum lagi harta benda yang ludes dilindas air bah yang hanya dalam waktu sepersekian menit saja. Coba bayangkan kalau musibah tersebut menimpa kita atau keluarga kita? Rasakan kepedihan dan kehilangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di televisi saya menyaksikan seorang Ayah yang kehilangan isteri dan ketiga putranya. Terlihat betapa Sang Ayah begitu depresi menerima kenyataan seluruh belahan jiwanya pergi untuk selamanya. Ada pula kisah sepasang orangtua dari Lampung yang tak kuat menahan tangis karena anak gadis kesayangannya ikut menjadi korban. Lalu kisah seorang kakek yang selamat karena tersangkut di pohon, namun naas, seluruh keluarganya (anak, isteri, menantu dan cucunya) menjadi korban.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdVpo_PGZ4I/AAAAAAAABDg/SWaYeR7IfjM/s1600-h/3+SG.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdVpo_PGZ4I/AAAAAAAABDg/SWaYeR7IfjM/s200/3+SG.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320274687698560898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdVpgQkMv-I/AAAAAAAABDY/_2SoV35bpsc/s1600-h/4+SG.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdVpgQkMv-I/AAAAAAAABDY/_2SoV35bpsc/s200/4+SG.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320274537731637218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdVpXff6z3I/AAAAAAAABDQ/-lZIS3X0dOM/s1600-h/5+SG.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdVpXff6z3I/AAAAAAAABDQ/-lZIS3X0dOM/s200/5+SG.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320274387121393522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di televisi pula saya menyaksikan para pejabat sibuk mencari pembenaran sendiri dan saling tuding menyalahkan pihak lain. Ada pula kisah yang kurang simpatik saat segelintir mahasiswa mendemo kunjungan kedua Wapres HM. Jusuf Kalla karena dituding hanya mencari popularitas. Ya ampun, kenapa &lt;em&gt;sih &lt;/em&gt;kita menjadi begitu kekanak-kanakan? Kenapa kita tidak pernah mau belajar dari kegagalan dan bencana? Kenapa kita selalu penuh curiga satu sama lain? Kenapa kita tidak berpegangan erat dan bekerja bersama membantu apa yang bisa kita lakukan? Semoga sekecil apapun yang bisa kita lakukan, bermanfaat adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, adakah kalangan &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/04/tragedi-situ-gintung.html"&gt;&lt;strong&gt;Black Community&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; juga ikut bergabung bersama ratusan relawan di Situ Gintung? Mudah-mudahan ada yah, kalaupun tidak ada anggaplah saya sebagai perwakilannya hehe…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-1971113169114953128?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/1971113169114953128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=1971113169114953128&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1971113169114953128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1971113169114953128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/04/tragedi-situ-gintung.html' title='Tragedi Situ Gintung'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdMLPUc3wmI/AAAAAAAABDA/EvFeW6FTJIQ/s72-c/Situ+Gintung+Edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-3486590688411932317</id><published>2009-03-30T09:09:00.002+07:00</published><updated>2009-03-30T09:22:21.566+07:00</updated><title type='text'>Postingan Ke-21 DBBC</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdAs1Egt0BI/AAAAAAAABCw/5AbuubG7y3I/s1600-h/black0001.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdAs1Egt0BI/AAAAAAAABCw/5AbuubG7y3I/s200/black0001.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318800450180206610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Meniru Model Kampanye Djarum Black  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini kita sering mendengar janji-janji politik yang bertebaran baik melalui spanduk-spanduk di tepi jalan, brosur yang dibagikan para pengamen dan tukang parkir, berita yang terekam oleh awak media, atau melalui iklan di televisi. Janji-janji tersebut semakin marak pada pada masa-masa kampanye terbuka seperti sekarang, menjelang Pemilu legislatif alias Pileg tanggal 9 April 2009.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa-masa kampanye terbuka yang akan berakhir pada 5 April 2009, para Caleg dan elit politik sibuk tebar pesona kemana-mana. Seolah berubah 180 derajat, mereka begitu perhatian dengan nasib rakyat. Janji-janji manis pun bertaburan seolah mercon yang ditembakkan ke cakrawala malam indah bukan buatan. Janji-janji tersebut seperti soal Sembako murah, kemudahan mencari kerja, program pro petani, pendidikan gratis blablabla.. &lt;em&gt;So Sweet&lt;/em&gt;… Apakah Anda percaya? Biarkan hati nurani Anda yang menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji-janji, pada dasarnya merupakan salah satu cara untuk menarik simpati seseorang atau orang banyak. Tak bisa dipungkiri, janji-janji mengandung aura motivasi dan punya daya gerak luar biasa secara psikologis. Pada kasus janji-janji kampanye, banyak yang terbuai namun kemudian banyak pula yang tersadar ternyata janji tinggalah janji karena berhenti hanya sebatas slogan. Bila sudah begini, tentunya model kampanye konvensional sudah tidak cocok lagi digunakan dan harus diganti dengan strategi kampanye kreatif yang lebih simpatik dan meyakinkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye kreatif tersebut salah satunya mungkin bisa mencontoh kampanye pemasaran yang dipakai &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/postingan-ke-21-dbbc.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum  Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, yang terbukti berhasil mensinergikan kampanye pemasaran secara &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;offline&lt;/em&gt; sehingga &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; Djarum Black menancap kuat di masyarakat, terutama di tengah-tengah komunitas bentukannya, yakni &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/postingan-ke-21-dbbc.html"&gt;&lt;strong&gt;Black Community&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain keberhasilan mensinergikan kampanye politik secara  &lt;em&gt;online &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;offline&lt;/em&gt; adalah seperti yang diterapkan Obama ketika bertarung memperebutkan kursi kepresidenan AS. Tak hanya sukses mengkomunikasikan ide-ide soal perubahan (&lt;em&gt;change&lt;/em&gt;) di forum debat, presiden pertama di Amerika yang berkulit hitam itu juga sukses membangun jaringan rakyat (&lt;em&gt;offline&lt;/em&gt;) berbasis komunitas dan kemudian diwadahi secara apik melalui website pribadi/blog maupun melalui situs jejaring sosial (&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu maksud saya, Boi. Oya, sewaktu menyelesaikan postingan ini, hati saya sedikit tenang dan senang. Ada apakah gerangan? Cuma berkaitan dengan postingan saya kali ini yang tercatat sebagai postingan ke-21 keikutsertaan saya pada &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/postingan-ke-21-dbbc.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum  Black Blog Competition&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; (DBBC) yang diadakan Djarum Black. Artinya, secara administrasi posisi saya cukup aman karena salah satu syarat DBBC harus memuat minimal 20 artikel dengan &lt;em&gt;keyword&lt;/em&gt;. Seperti para Caleg yang berdebar-debar menantikan pengumuman KPU, hati saya pun juga sama berdebarnya menantikan pengumuman DBBC. &lt;em&gt;Hmm….&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-3486590688411932317?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/3486590688411932317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=3486590688411932317&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3486590688411932317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3486590688411932317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/postingan-ke-21-dbbc.html' title='Postingan Ke-21 DBBC'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SdAs1Egt0BI/AAAAAAAABCw/5AbuubG7y3I/s72-c/black0001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-781506482046312623</id><published>2009-03-25T08:40:00.003+07:00</published><updated>2009-03-27T08:24:31.983+07:00</updated><title type='text'>“New Wave Marketing Award” Djarum Black</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/ScmOuLLJocI/AAAAAAAABCo/pEmVPQBPukQ/s1600-h/cp-black.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/ScmOuLLJocI/AAAAAAAABCo/pEmVPQBPukQ/s200/cp-black.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316937759012266434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bukti Kesungguhan Menggarap Potensi Kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi informasi yang saya dapat dari hasil penelusuran di &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt; mengenai raihan &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/new-wave-marketing-award-djarum-black.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum  Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Berkat strategi marketing yang dijalankan, Djarum Black diganjar predikat New Wave Marketing Award (NWMA). Hebat yah…&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, pencapaian ini sudah cukup lama diraih Djarum Black, yakni pada 31 Juli 2008 lalu, persisnya. Predikat ini diberikan oleh sebuah lembaga konsultan di bidang pemasaran, MarkPlus, yang menganggap Djarum Black berhasil mengintegrasikan kampanye pemasaran &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;offline&lt;/em&gt; berbasis komunitas sehingga &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; Djarum Black menancap kuat di benak target market. Penjualan Djarum Black pun meningkat setelah melakukan kampanye pemasaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye pemasaran &lt;em&gt;offline &lt;/em&gt;yang dimaksud adalah; Djarum Black sebagai sebuah &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; (merek dagang) telah secara positif menggalang komunitas &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt;, yakni &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/new-wave-marketing-award-djarum-black.html"&gt;&lt;strong&gt;Black Community&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Dan, sudah tidak diragukan &lt;em&gt;concern&lt;/em&gt; Djarum Black menggelar even-even positif bagi komunitas bentukannya seperti &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/new-wave-marketing-award-djarum-black.html"&gt;&lt;strong&gt;Black Innovation Award&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/new-wave-marketing-award-djarum-black.html"&gt;&lt;strong&gt;Black Motodify&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/new-wave-marketing-award-djarum-black.html"&gt;&lt;strong&gt;Autoblacktrhough&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; maupun &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/new-wave-marketing-award-djarum-black.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum  Black Blog Competition&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Sedangkan kampanye pemasaran &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; sendiri adalah hadirnya situs seperti www.autoblackthrough.com sebagai salah satu terobosan besar dalam proses penggalangannya di dunia maya.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, meski berita ini telah cukup lama dirilis, namun tetap relevan mengingat, seperti dikemukakan Founder dan CEO MarkPlus Hermawan Kartajaya, kondisi perekonomian Indonesia yang saat itu dikejutkan oleh laju inflasi yang melonjak menjadi 11,03% pada Juni 2008. Tingginya laju inflasi ini tentu saja mengkhawatirkan perekonomian tanah air karena menyebabkan terjadinya penurunan daya beli masyarakat. Berikutnya, para investor dan pelaku usaha juga akan mengerem ekspansi usahanya dikarenakan permintaan konsumen yang menurun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, Hermawan mendorong para pemasar untuk mulai melupakan perang harga dan mulai menerapkan strategi pemasaran kreatif sehingga bisa keluar dari krisis dan tampil menjadi pemenang. Berhubung saat itu MarkPlus memberikan penghargaan NWMA kepada Djarum Black, tentu kita paham maksud strategi pemasaran kreatif yang dimaksud Hermawan tentu seperti apa yang telah dilakukan oleh Djarum Black dengan suksesnya mengintegrasikan kampanye pemasaran &lt;em&gt;online &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;offline&lt;/em&gt;. Sukses!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-781506482046312623?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/781506482046312623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=781506482046312623&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/781506482046312623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/781506482046312623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/new-wave-marketing-award-djarum-black.html' title='“New Wave Marketing Award” Djarum Black'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/ScmOuLLJocI/AAAAAAAABCo/pEmVPQBPukQ/s72-c/cp-black.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-7206381504012660044</id><published>2009-03-20T08:54:00.003+07:00</published><updated>2009-03-20T12:52:12.904+07:00</updated><title type='text'>Pemilu 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/ScL4kaE4lkI/AAAAAAAABCg/rR_9d0erCZM/s1600-h/pemilu.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 109px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/ScL4kaE4lkI/AAAAAAAABCg/rR_9d0erCZM/s200/pemilu.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315083814609393218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Belajar Menerima Kekalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berkompetisi, rasanya sulit mencari orang yang tidak siap menang. Kebanyakan orang justru tidak siap kalah. Padahal, tidak siap kalah sungguh sangat dekat-dekat dengan penyakit gila nomor empat belas (?).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan lalu, saya ingat pernah menonton berita di televisi yang menayangkan nasib tragis seseorang, sebut saja si Pulan, yang menderita sakit gila karena kalah dalam pemilihan bupati di Pulau Jawa. Besar dugaan Pulan stres lantaran tidak siap kalah. Harta-bendanya ludes untuk biaya pencalonan, utangnya menumpuk di mana-mana, dan satu lagi (sungguh ini bukan contoh yang patut ditiru), isteri tercintanya malah pergi meninggalkannya di saat-saat Pulan sedang terpuruk begitu rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus si Pulan cuma salah satu contoh mereka yang tidak siap kalah dalam berkompetisi. Jadi, hati-hati saja buat para Caleg yang akan bertarung pada Pemilu 9 April nanti. Salah-salah, kalau tidak siap mental malah akan mengalami nasib tragis seperti si Pulan. &lt;em&gt;Kan&lt;/em&gt; kasihan pemerintah baru nantinya, akan tambah bebannya, misal sepersekian persen saja dari puluhan ribu Caleg tersebut tidak siap kalah (saya tidak bisa bayangkan panti-panti rehabilitasi dan rumah-rumah sakit jiwa bakal kebanjiran pasien baru).:-P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, agar tidak mengalami nasib seperti si Pulan, tentunya kita--maksud saya lebih kepada para Caleg--harus memiliki mental siap kalah. Dalam arti niat harus kembali diluruskan, bahwa pencalonan ini tidak semata-mata hanya mengejar jabatan yang pada akhirnya berimplikasi pada rusaknya tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara akibat sikap culas, arogan, serakah, sombong dan tidak peka kepada kepentingan masyarakat luas. Segala hal harus diperhitungkan secara matang dan rasional, termasuk perhitungan keuangan agar ketika kalah tidak terlalu terpuruk dan tidak sampai gila seperti Pulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri, saat memutuskan mengikuti &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/pemilu-2009.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Blog Competition&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; per 9 Februari lalu, sudah siap kalah dan siap menang (kalau menang seh sudah sesiap-siapnya, boi). Yups, meskipun setiap peserta yang mengikuti kompetisi yang diselenggarakan &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/pemilu-2009.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; ini tidak berkorban sedemikian besar layaknya menjadi Caleg, toh sikap siap kalah juga harus dipupuk dari hal yang kecil supaya kita lebih siap di kala menghadapi kompetisi yang lebih besar. Selamat berkompetisi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-7206381504012660044?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/7206381504012660044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=7206381504012660044&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7206381504012660044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7206381504012660044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/pemilu-2009.html' title='Pemilu 2009'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/ScL4kaE4lkI/AAAAAAAABCg/rR_9d0erCZM/s72-c/pemilu.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-4098262311870030451</id><published>2009-03-17T08:39:00.005+07:00</published><updated>2009-03-17T08:55:53.281+07:00</updated><title type='text'>Black Community</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Sb8BIu21CLI/AAAAAAAABCY/AnplJEZwCaQ/s1600-h/other_events76.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 157px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Sb8BIu21CLI/AAAAAAAABCY/AnplJEZwCaQ/s200/other_events76.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313967334849054898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bukan Komunitas Perdukunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pertama mendengar kata-kata &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/black-community.html"&gt;&lt;strong&gt;Black Community&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; alias komunitas hitam, bayangan anda mungkin sama seperti pada waktu saya pertama kali mendengar kata-kata ini.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa universal, warna mengandung makna sesuatu. Pink misalnya, sangat identik dengan kaum hawa yang feminim. Biru identik dengan perdamaian dan pengayoman, merah keberanian, hijau warna keagamaan umat Islam, abu-abu digambarkan untuk mereka yang tidak memiliki kejelasan sikap (biasanya dalam politik), putih diartikan bersih dan suci. Lalu bagaimana dengan warna hitam? Itulah masalahnya, banyak yang mendefenisikan warna ini kebalikan dari defenisi warna putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tak terlalu berlebihan bila banyak yang ketika pertama kali mendengar kata-kata &lt;em&gt;Black Community&lt;/em&gt;, akan membayangkan sebuah komunitas negatif seperti perkumpulan para begundal-begundal jalanan atawa perkumpulan mereka yang termotivasi pada dunia mistik perdukunan (sering disebut dunia hitam). Kalau masih belum percaya cobalah ketik &lt;em&gt;black community&lt;/em&gt; di &lt;em&gt;search engine &lt;/em&gt;maka anda akan memperoleh &lt;em&gt;feedback&lt;/em&gt; yang berupa-rupa informasi, termasuk yang bernada agak sumbang alias negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tentu berbeda dengan &lt;em&gt;Black Community&lt;/em&gt; yang mengusung &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/black-community.html"&gt;&lt;strong&gt; Djarum Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; dalam setiap kegiatannya. Jangan harap anda akan menemukan hal-hal negatif pada komunitas para kreator ini. Sebaliknya, anda justru akan menemukan segudang kegiatan anak-anak muda yang memiliki citarasa tinggi dalam berinovasi. Jadi, kata-kata &lt;em&gt;black &lt;/em&gt;sebenarnya bukan untuk diasosiasikan secara makna tradisional, tetapi lebih kepada pencitraan produk Djarum Black yang seluruh kemasannya nyaris diselubungi warna gelap. Begitu boi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri, dan teman-teman sekalian yang juga sebagai peserta &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/black-community.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Blog Competition&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; yang disponsori Djarum Black, mungkin juga bisa digolongkan ke dalam &lt;em&gt;Black Community&lt;/em&gt;. Jadi, untuk disebut &lt;em&gt;Black Community &lt;/em&gt;tidak mesti harus memiliki mobil atawa motor berwarna hitam, toh? (Mungkin).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-4098262311870030451?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/4098262311870030451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=4098262311870030451&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/4098262311870030451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/4098262311870030451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/black-community.html' title='Black Community'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Sb8BIu21CLI/AAAAAAAABCY/AnplJEZwCaQ/s72-c/other_events76.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5798928494917045033</id><published>2009-03-16T09:00:00.002+07:00</published><updated>2009-03-16T09:09:19.513+07:00</updated><title type='text'>Djarum Black Car Community</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Sb20xEYeFvI/AAAAAAAABCQ/4dsIoTI3dWA/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 159px; height: 163px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Sb20xEYeFvI/AAAAAAAABCQ/4dsIoTI3dWA/s200/untitled.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313601890450020082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hitamnya Punyaku tak Sehitam Punyamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul postingan saya kali ini mungkin terdengar agak sedikit ngaco dan nggak nyambung. Tapi tak mengapa, bukan itu tujuannya, yang penting &lt;em&gt;keyword&lt;/em&gt;-nya boi…&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, tak banyak yang saya tahu mengenai komunitas yang satu ini atau apapun yang saya tulis mengenai &lt;em&gt;keyword&lt;/em&gt; yang berhubungan dengan &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/djarum-black-car-community.html"&gt;&lt;strong&gt; Djarum Black Blog Competition &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; yang saya ikuti. Berbekal informasi yang saya himpun dari &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt;, lalu saya hubung-hubungkan menurut selera saya, maka jadilah postingan-postingan barakadut yang salah satunya anda baca saat ini. Hehe mudah-mudahan nyambung meski terkesan agak dipaksa-paksain biar &lt;em&gt;keyword&lt;/em&gt;-nya muncul.. (dasar!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/djarum-black-car-community.html"&gt;&lt;strong&gt; Djarum Black Car Community &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; (DBCC), dari namanya saja orang mungkin sudah bisa menebak bahwa DBCC merupakan komunitas atau perkumpulan bagi mereka yang memiliki kendaraan roda empat alias mobil dari berbagai jenis mulai MPV, SUV, sedan, jeep dan lain-lain. Sesuai namanya lagi, tentunya kendaraan tersebut mutlak harus berwarna hitam (&lt;em&gt;black&lt;/em&gt;) choi. Serta, masih menurut informasi yang terpercaya, akan menjadi nilai tambah tersendiri bila mobil tersebut telah mengalami sentuhan modifikasi misalnya pada velg atau body kits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah boi sekilas mengenai DBCC ini. Lepas dari apa saja sebenarnya kegiatan DBCC, sungguh saya salut dengan kejelian manajemen &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/djarum-black-car-community.html"&gt;&lt;strong&gt; Djarum Black &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; mengangkat hal-hal yang berhubungan dengan &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; menjadi bagian dari strategi marketing.  Kini, berkat &lt;em&gt;concern&lt;/em&gt; Djarum Black yang begitu kuat terhadap hal-hal yang berhubungan dengan dunia otomotif, rasanya sulit memisahkan &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; ini dengan apapun yang berhubungan dengan otomotif, terutama dunia modif-memodif. Jadi pada hemat saya, Djarum Black telah menerapkan strategi pemasaran yang sangat brilian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus pula saya akui, sebenarnya saya juga punya benda berwarna hitam loh (?). Namun saya tidak yakin dengan benda tersebut saya bisa menjadi anggota DBCC. Maklum, setelah saya ingat-ingat benda berwarna hitam yang saya miliki itu (tentu bukan  sebuah mobil) hanyalah sebuah tas berwarna hitam yang selalu saya bawa setiap pergi ke kantor. Jadi, sehitam-hitamnya punyaku tentunya masih hitam punyamu huahahaha.. (ngaco!).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5798928494917045033?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5798928494917045033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5798928494917045033&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5798928494917045033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5798928494917045033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/djarum-black-car-community.html' title='Djarum Black Car Community'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Sb20xEYeFvI/AAAAAAAABCQ/4dsIoTI3dWA/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5141211256562411585</id><published>2009-03-13T08:05:00.004+07:00</published><updated>2009-03-13T08:14:41.732+07:00</updated><title type='text'>Black Motor Community</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SbmyoOZW63I/AAAAAAAABCI/j7uqRtPV4y8/s1600-h/1_909355197m.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 177px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SbmyoOZW63I/AAAAAAAABCI/j7uqRtPV4y8/s200/1_909355197m.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312473639589178226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jauh dari Citra Geng Motor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat video kekerasan geng motor mencuat di media beberapa waktu lalu, banyak pihak dibuat kaget oleh ulah sekumpulan anak muda berandalan yang berlaku bak para bromocorah. Sejak itu, citra geng motor sontak menjadi jelek dan menjadi cibiran masyarakat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih lekat dalam ingatan kita, dalam rekaman video amatir yang diambil oleh salah satu dari anggota geng motor di salah satu daerah, lalu disiarkan oleh hampir seluruh tivi nasional beberapa waktu lalu, terlihat bahwa ketika beraksi anak-anak muda itu begitu terorganisir layaknya perkumpulan profesional (melebihi militer malah). Ketika mengeksekusi target di sebuah lokasi, aksi mereka sangat cepat dan sistemik sehingga aparat keamanan saja tidak sempat mengambil tindakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada rekaman lain diperlihatkan bagaimana para calon anggota geng motor, yang rata-rata berusia remaja, digojlok alias diplonco oleh para pentolan geng. Tanpa sebab yang jelas, para calon anggota geng motor yang hanya memakai celana kolor dipukuli oleh seniornya. Terlihat pula sesama calon anggota geng motor diadu sembari diteriaki kata-kata kasar oleh para seniornya mirip di arena sabung ayam. Jadi, tak berlebihan ketika terjun ke jalanan, para anggota geng motor ringan saja melakukan kekerasan karena sedari awal mereka sudah dikenalkan dengan budaya kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita berharap budaya kekerasan tidak ada dalam kamus mereka yang tergabung dalam &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/black-motor-community.html"&gt;&lt;strong&gt; Black Motor Community&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; (BMC), yang--katanya--saat ini hampir ada di setiap daerah di Indonesia. Apalagi, BMC mengusung sebuah &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; yang sudah dikenal sebagai &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; yang sangat &lt;em&gt;concern &lt;/em&gt;mensponsori kegiatan-kegiatan otomotif, yakni &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/black-motor-community.html"&gt;&lt;strong&gt; Djarum Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.  Jadi sangat mustahil bila BMC dibelokkan menjadi komunitas serupa geng motor karena yang saya dengar, para calon anggota BMC dibekali oleh persyaratan yang cukup ketat tidak hanya sekedar memiliki motor berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pihak Djarum Black sebagai pembina (&lt;em&gt;supporting&lt;/em&gt;) sendiri, tentunya sudah memiliki rambu-rambu atau semacam &lt;em&gt;legal-drafting&lt;/em&gt; untuk para BMC sehingga tidak melenceng dari arah kebijakan perusahaan maupun hukum yang berlaku. Karena akan sangat membahayakan sebuah &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; yang sudah dikenal memiliki reputasi bagus kalau saja komunitas yang di-&lt;em&gt;support&lt;/em&gt; habis-habisan (organisasi sayap kalau di politik praktis) disusupi orang-orang bermental bromocorah. Sukses untuk BMC!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5141211256562411585?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5141211256562411585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5141211256562411585&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5141211256562411585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5141211256562411585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/black-motor-community.html' title='Black Motor Community'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SbmyoOZW63I/AAAAAAAABCI/j7uqRtPV4y8/s72-c/1_909355197m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-2309040610357613127</id><published>2009-03-11T13:21:00.004+07:00</published><updated>2009-03-16T09:22:43.190+07:00</updated><title type='text'>Black in News</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SbddHARwQoI/AAAAAAAABCA/floy9Go_Z04/s1600-h/2539114908_82bdd11e8f.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SbddHARwQoI/AAAAAAAABCA/floy9Go_Z04/s200/2539114908_82bdd11e8f.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311816660421722754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang Informatif dan Yang Segar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/black-in-news.html"&gt;&lt;strong&gt; Black Community&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, program yang satu ini sudah tidak asing lagi. Program informatif seputar otomotif, hobi, tempat-tempat unik, teknologi terbaru, dan tentu saja berisi liputan seputar kegiatan yang disponsori &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/black-in-news.html"&gt;&lt;strong&gt; Djarum Black &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; itu, kini telah memasuki episiode ke 100. Hebat yah…&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lupa sejak kapan mulai menggemari program &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/black-in-news.html"&gt;&lt;strong&gt; Black in News &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; (BiN), yang tayang di Trans7 setiap Kamis pukul 23.00 WIB. Kalau tidak salah sejak saya memiliki tivi sendiri deh, yang saya beli dengan hasil keringat saya sendiri, dan luar biasanya, sungguh ini di luar kebiasaan yang patut dikenang:-D, tivi 14 inchi merek LG tersebut saya beli kontan alias cash, sekitar satu tahun yang lalu… Dan, kalau tidak salah lagi, sejak itu pula saya mulai mengenal program BiN:-P &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus saya akui, dan saya tidak peduli bila pengakuan ini akhirnya menggolongkan saya pada kelompok orang-orang &lt;em&gt;katro&lt;/em&gt; bin &lt;em&gt;ndeso&lt;/em&gt;, karena saya hampir tidak pernah melewatkan acara Empat Mata, yang sekarang berganti Bukan Empat Mata, yang dipandu oleh si Kumis Lele Tukul Arwana, yang kebetulan juga tayang di stasiun yang sama. Sehabis acara ini, bisa dipastikan saya sudah terbuai di alam mimpi, boi.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, akan berbeda halnya bila saya menonton pada Kamis malam. Setelah usai menonton tingkah pola Tukul bersama bintang tamunya, mata saya bisa dipastikan belum mau diajak kompromi selain usai menuntaskan program “Black in News” (saat mengucapkannya harus disertai dengan membentang kedua belah telunjuk dan ibu jari membentuk piramida).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa saja yang menarik dari BiN? Bukan sensasi bukan pula gosip seperti halnya program &lt;em&gt;infotainment&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;reality show&lt;/em&gt; yang belakangan membanjir di hampir seluruh stasiun televisi. BiN menarik dan kenapa bisa bertahan hingga episode 100 saya kira karena sifatnya yang informatif dan dikemas secara menarik sehingga mengena para pemirsa, yang kebanyakan kawula muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, boi, dan ini yang tidak bisa dipungkiri, karena host alias presenternya yang cantik-cantik dan semlohai (dibaca: seksi) seperti Aline Tumbuan, Rahmah Umayya, Caroline Soerachmat dan Imelda Therine. Merekalah bidadari-bidadari yang menjelma saban Kamis malam mengantar pria-pria kesepian--seperti saya--ke peraduan dengan tanpa sadar, seringkali tanpa sadar, sembari menarik bibir ke atas hyoo hehe(?)...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-2309040610357613127?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/2309040610357613127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=2309040610357613127&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2309040610357613127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2309040610357613127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/black-in-news.html' title='Black in News'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SbddHARwQoI/AAAAAAAABCA/floy9Go_Z04/s72-c/2539114908_82bdd11e8f.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5225361197349986220</id><published>2009-03-10T12:36:00.007+07:00</published><updated>2009-03-16T09:14:32.954+07:00</updated><title type='text'>Pemilu 2009 Sudah di Ambang Pintu</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SbX_g6FsRaI/AAAAAAAABB4/JlK5Fola3yU/s1600-h/G2hLbjWz9iz1ywo1z1gXL6dIo1_500.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SbX_g6FsRaI/AAAAAAAABB4/JlK5Fola3yU/s200/G2hLbjWz9iz1ywo1z1gXL6dIo1_500.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311432276367394210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemilih jangan Asal Pilih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan lagi, tepatnya tanggal 9 April 2009, bangsa Indonesia akan menggelar pesta akbar perhelatan demokrasi yang disebut Pemilihan Umum (Pemilu). Bagi yang tercatat sebagai pemilih, dianjurkan untuk menggunakan hak yang dimiliki dengan sebaik-baiknya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, tiap kali saya bepergian ke beberapa daerah, bahkan hingga ke pelosok-pelosok desa, saya melihat betapa semaraknya daerah-daerah tersebut oleh iklan warna-warni berisi sosialisasi para calon wakil rakyat (&lt;em&gt;maklum, Pemilu suu dekat&lt;/em&gt;). Berbagai macam bentuk dan ukuran media sosialisasi tersebut dipajang seenaknya di pinggir-pinggir jalan, di pasar, terminal, pertigaan jalan, di kaca-kaca belakang angkutan umum, di atas pertokoan atau bahkan di pepohonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja hampir seluruh kandidat tersebut tidak saya kenal, kecuali hanya satu-dua tokoh nasional yang tampangnya sudah cukup familiar. Yang saya cukup takjub, bila saya perhatikan foto-foto mereka yang bak para artis dan foto model dadakan itu, tak sedikit dari mereka berusia relatif cukup muda. Amboi, mudah-mudahan niat mereka menjadi wakil rakyat sungguh-sungguh untuk maksud yang baik, tidak semata-mata karena kalah dalam berkompetisi di tengah sulitnya mencari pekerjaan di republik ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semboyan yang diusung para caleg pun beragam, benar-benar membuai orang-orang yang membacanya. Selain retorika kata-kata alias jargon politik yang disesaki janji-janji surga, cara mereka menarik perhatian pemilih dilakukan dengan berbagai rupa; melalui dunia maya ber-&lt;em&gt;facebook &lt;/em&gt;atau ber-&lt;em&gt;friendster&lt;/em&gt; ria, atau melalui media ruang terbuka. Yang seru ada caleg yang cukup kreatif memakai kostum superhero-heroan ketika memasarkan dirinya (wahai, betulkah lembaga wakil rakyat sekarang membutuhkan sosok superhero beneran?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat betapa kreatifnya para caleg memasarkan diri dan berlomba-lomba membentuk image positif bagi dirinya sendiri itu, saya pun terpikir alangkah serunya bila ada yang mau membuat semacam lomba, seperti halnya &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/pemilu-2009-sudah-di-ambang-pintu.html"&gt;&lt;strong&gt; Djarum Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; mengadakan kompetisi bagi para &lt;em&gt;black community&lt;/em&gt; semisal &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/pemilu-2009-sudah-di-ambang-pintu.html"&gt;&lt;strong&gt; Djarum Black Blog Competition &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/pemilu-2009-sudah-di-ambang-pintu.html"&gt;&lt;strong&gt; Djarum Black Innovation Award &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; atau &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/pemilu-2009-sudah-di-ambang-pintu.html"&gt;&lt;strong&gt; Autoblacktrough &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Nah, untuk lomba Caleg Award alias kompetisi memasarkan diri ini, mungkin bisa memasukkan kategori seperti terkreatif, ternarsis, termehek-mehek atau teerrrlaalluuu... Kan lumayan, kalaupun tidak “jadi” bisa dapat hadiah hiburan hehe... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan saya, ini serius yah, mari kita gunakan hak pilih kita dengan sebaik-baiknya. Jangan karena takut fatwa MUI kita pun seperti terpaksa menggunakan hak pilih. Memilih dengan hati dan pengetahuan jejak rekam (&lt;em&gt;track record&lt;/em&gt;) caleg penting karena nasib bangsa ini sangat tergantung pada keputusan kita di bilik suara nanti. Sudah banyak kasus-kasus tidak terpuji para wakil rakyat seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), hingga kasus asusila yang mencoreng citra lembaga wakil rakyat “Djang Terhormat”. Jangan lagi orang-orang seperti ini menjadi wakil kita, setuju?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5225361197349986220?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5225361197349986220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5225361197349986220&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5225361197349986220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5225361197349986220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/pemilu-2009-sudah-di-ambang-pintu.html' title='Pemilu 2009 Sudah di Ambang Pintu'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SbX_g6FsRaI/AAAAAAAABB4/JlK5Fola3yU/s72-c/G2hLbjWz9iz1ywo1z1gXL6dIo1_500.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-1265494986830490049</id><published>2009-03-06T09:34:00.005+07:00</published><updated>2009-03-16T11:27:12.519+07:00</updated><title type='text'>Djarum Black Innovation Award Goes to Campus</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SbCQYDcjr5I/AAAAAAAABBw/4xw9YGV64Qk/s1600-h/news_77_3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SbCQYDcjr5I/AAAAAAAABBw/4xw9YGV64Qk/s320/news_77_3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309902703586160530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Setiap Orang Selayaknya Memiliki Kreativitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari visi bisnis &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/djarum-black-innovation-award-goes-to.html"&gt;&lt;strong&gt; PT. Djarum&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; (produsen &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/djarum-black-innovation-award-goes-to.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;) sebagai sebuah perusahaan profesional, kita patut apresiatif pada institusi yang berdiri pada 21 April 1951 ini atas perhatiannya terhadap kegiatan-kegiatan positif yang ditujukan bagi generasi muda. Salah satunya even &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/djarum-black-innovation-award-goes-to.html"&gt;&lt;strong&gt; Djarum Black Innovation Award Goes to Campus&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; (BIA GtC).&lt;/strong&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya menaruh kata kunci “BIA GtC” (diketik lengkap) di &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt;, saya dituntun pada banyak web yang mencatat topik satu ini baik dalam bentuk rilis maupun artikel singkat. Tak semua saya buka karena di alamat &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/djarum-black-innovation-award-goes-to.html"&gt;&lt;strong&gt; www.blackinnovationawards.com&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; sudah cukup mewakili informasi yang saya butuhkan untuk membuat sebuah tulisan yang, tentunya memaktub &lt;em&gt;keyword&lt;/em&gt; yang saya inginkan hehe… &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Saya tertarik pada satu liputan berjudul: &lt;em&gt;Djarum BIA Goes To Campus (23/11) Depok, Everbody has its Own Creativity yang diposting&lt;/em&gt; pada 24 Desember 2008. Kata-kata “Everbody has its Own Creativity” ini rupanya dikutip dari pernyataan si cantik Caroline Soerachmat yang saat itu bertugas selaku MC atau Host di acara BIA GTC Gunadarma (23/12). Caroline yang namanya sudah tak asing di kalangan &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/djarum-black-innovation-award-goes-to.html"&gt;&lt;strong&gt; black community&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; karena merupakan Reporter &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/djarum-black-innovation-award-goes-to.html"&gt;&lt;strong&gt; Black in News&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; ini memang tidak jauh-jauh dari penyelenggaraan BIA GtC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Caroline, dengan adanya ajang BIA GtC setidaknya mampu menunjukkan kalau kreatifitas memang milik semua orang dan tidaklah selalu dilandasi dengan kualitas akademis serta materi semata. Tentu saja dengan tidak melupakan salah satu tujuan utama dari kreatifitas itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Arti BIA itu buat gue adalah wadahnya buat orang-orang kreatif yang out &lt;em&gt;of the box-minded dan should to be different from the others&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;I'm sure &lt;/em&gt;apapun kreatifitas itu harus dapat membantu orang lain karena kreatifitas itu bukan untuk membantu diri sendiri tapi dengan juga membantu orang lain itu merupakan salah satu hal yang luar biasa termasuk dalam BIA ini,” ujar Caroline yang memiliki gaya bertutur memikat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caroline melihat sepanjang perjalanan BIA GtC, antusias besar dari para mahasiswa untuk mengikuti ajang ini tergolong sangat tinggi. Apalagi dengan adanya sesi workshop atau brain exercise di dalam item acara BIA GtC sendiri, kreatifitas yang muncul dari pemecahan masalah sederhana diakui banyak bermunculan dari para calon inovator muda. &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, sukses untuk BIA GtC 2009!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-1265494986830490049?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/1265494986830490049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=1265494986830490049&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1265494986830490049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1265494986830490049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/djarum-black-innovation-award-goes-to.html' title='Djarum Black Innovation Award Goes to Campus'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SbCQYDcjr5I/AAAAAAAABBw/4xw9YGV64Qk/s72-c/news_77_3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-524325929468976333</id><published>2009-03-05T08:54:00.010+07:00</published><updated>2009-03-16T09:18:02.645+07:00</updated><title type='text'>Delapan Hari di Gorontalo</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Sa8x-MKh4wI/AAAAAAAABBo/sJ4ugs8l_sw/s1600-h/grtlo+edit+600.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Sa8x-MKh4wI/AAAAAAAABBo/sJ4ugs8l_sw/s320/grtlo+edit+600.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309517430180143874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tak Perlu Keliling Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama delapan hari, 24 Februari-3 Maret, saya berada di Provinsi Gorontalo untuk sebuah urusan pekerjaan. Sungguh, orang-orangnya, alamnya, kotanya, atau makanannya sangat mengena di hati saya. Apalagi bila ingat sup kaldu kaki sapi nasi kuning yang membuat perut saya &lt;em&gt;krunyuk-krunyuk&lt;/em&gt; bila mengingatnya…&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya berada di Limboto (Ibukota Kabupaten Gorontalo), yang berjarak sekitar 12 km dari ibukota provinsi, saya agak kaget melihat sebuah menara yang menjulang setinggi 65 meter persis di atas perempatan jalan di jantung kota itu. Menyaksikan menara yang belakangan saya ketahui bernama &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/delapan-hari-di-gorontalo.html"&gt;&lt;strong&gt; Menara Keagungan Limboto&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, saya tiba-tiba ingat Menara Eiffel di Prancis sana. Benar-benar serupa tapi tak sama hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun harus mengakui ada benarnya juga lagu berjudul &lt;em&gt;Tak Perlu Keliling Dunia&lt;/em&gt; yang dilantunkan penyanyi remaja nan cantik, Gita Gutawa. Tak perlu harus bersusah payah jauh-jauh, merogoh kocek dalam-dalam pergi ke Prancis hanya untuk sekedar berfose di dekat menara legendaris itu. Toh kalau di &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/delapan-hari-di-gorontalo.html"&gt;&lt;strong&gt; Bumi Hulontalo&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; sudah ada menara yang sedemikian mirip dan megahnya, meski dalam banyak hal berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya Kawan, sebenarnya banyak tempat-tempat menarik di provinsi ke 32 Indonesia yang resmi terbentuk pada 2001. Namun, hanya beberapa tempat saja yang saya bisa kunjungi, salah satunya menara Eiffel from Limboto itu. Selama delapan hari di sana, saya lebih banyak menghabiskan waktu di hotel, &lt;em&gt;ngadem&lt;/em&gt;, sembari mengerjakan laporan yang menumpuk. Selebihnya paling saya keluar untuk urusan pekerjaan karena memang suhu udara di sana mungkin dua kali lipat panasnya dari suhu di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, selama delapan hari lebih, saya nyaris mengabaikan blog butut saya yang kebetulan saya ikutkan pada kompetisi &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/delapan-hari-di-gorontalo.html"&gt;&lt;strong&gt; Djarum Black Blog Competition&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. &lt;em&gt;Dus&lt;/em&gt;, melihat potensi anak-anak mudanya, rasanya tak terlalu berlebihan bila Gorontalo dijadikan sebagai salah satu tempat even-even yang diselenggarakan oleh &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/delapan-hari-di-gorontalo.html"&gt;&lt;strong&gt; Djarum Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, mungkin di masa-masa yang akan datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-524325929468976333?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/524325929468976333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=524325929468976333&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/524325929468976333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/524325929468976333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/03/delapan-hari-di-gorontalo.html' title='Delapan Hari di Gorontalo'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Sa8x-MKh4wI/AAAAAAAABBo/sJ4ugs8l_sw/s72-c/grtlo+edit+600.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-3453028910416636122</id><published>2009-02-23T14:06:00.012+07:00</published><updated>2009-03-16T09:28:06.288+07:00</updated><title type='text'>Djarum Black Innovation Awards 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SaJPOv5JCII/AAAAAAAABBA/QOgzvYrvrMU/s1600-h/dr-mikaousui.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 174px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SaJPOv5JCII/AAAAAAAABBA/QOgzvYrvrMU/s200/dr-mikaousui.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305890425788762242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Belajar Menjadi Bangsa yang Unggul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bicara inovasi, Jepang adalah sebuah negara yang sangat pas untuk dijadikan percontohan. Melalui ajang &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-innovation-awards-2009.html"&gt;&lt;strong&gt; Black Innovation Awards&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; (BIA) 2009, yuu mari kita dukung bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan unggul dalam bidang inovasi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun di bawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam bidang teknologi. Ketika restorasi Meiji (&lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-innovation-awards-2009.html"&gt;&lt;strong&gt;Meiji-ishin&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;) atau masa perubahan (revolusi) struktur politik dan sosial di tahun 1866 sampai 1869, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan mulai membuka diri pada negara luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan sumberdaya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain. Tanpa bermaksud membanding-bandingkan, coba Kawan perhatikan kondisi sumberdaya alam negeri kita yang melimpah (baca: &lt;em&gt;gemah ripah lohjinawi&lt;/em&gt;), namun rakyatnya masih banyak yang hidup melarat, di bidang lain pun setali tiga uang alias &lt;em&gt;samimawon&lt;/em&gt; (tapi mudah-mudahan tidak permanen yah hehe)..  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentetan bencana di Jepang pada 1945 tidak membuat bangsa ini habis. Dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, kekalahan dalam beberapa perangnya, &lt;em&gt;dus&lt;/em&gt; dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo, tidak membuat bangsa ini jatuh terpuruk berlama-lama. Berkat disiplin dan kerja keras yang sudah menjadi urat nadi mereka, Jepang akhirnya bisa bangkit dari keterpurukan dan kini menjadi salah satu negara yang sangat maju hampir di segala bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, dalam beberapa tahun pasca rentetan bencana di tahun 1945 itu, Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Beberapa perusahaan yang hampir bangkrut, seperti perusahaan elektronik milik Matsushita Konosuke yang usahanya hampir tersingkir di tahun 1945, masih mampu merangkak mulai dari nol sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Begitupun dengan Akio Morita yang awalnya jadi tertawaan ketika menawarkan produk Cassete Tape-nya tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SaJPkEP3kWI/AAAAAAAABBI/oCavNAeDz6k/s1600-h/kursi.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 196px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SaJPkEP3kWI/AAAAAAAABBI/oCavNAeDz6k/s200/kursi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305890792030048610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kawan, Jepang sebenarnya bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Tengok saja Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman. Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics, tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah hingga akhirnya bisa diterima oleh banyak negara di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan didiplin dan kerja keras, bangsa kita pun sebenarnya bisa menjadi besar, terutama dalam bidang inovasi dan teknologi, seperti halnya bangsa Jepang. Apalagi kini &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-innovation-awards-2009.html"&gt;&lt;strong&gt; PT. Djarum&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; (produsen &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-innovation-awards-2009.html"&gt;&lt;strong&gt; Djarum Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;), sebagai sebuah perusahaan yang sangat peduli pada kreasi dan inovasi anak-anak muda Indonesia, ikut memfasilitasi dengan menggelar &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-innovation-awards-2009.html"&gt;&lt;strong&gt; Black Innovation Awards 2009&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Melalui ajang ini kita harapkan bisa mencetak para inovator yang akan membawa bangsa kita menjadi bangsa yang besar dalam bidang inovasi dan teknologi. Yuu mari…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-3453028910416636122?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/3453028910416636122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=3453028910416636122&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3453028910416636122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3453028910416636122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-innovation-awards-2009.html' title='Djarum Black Innovation Awards 2009'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SaJPOv5JCII/AAAAAAAABBA/QOgzvYrvrMU/s72-c/dr-mikaousui.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-8986585316663877819</id><published>2009-02-20T08:49:00.007+07:00</published><updated>2009-03-16T09:33:15.587+07:00</updated><title type='text'>Fenomena Ponari dan Program CSR PT. Djarum</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZ0WCZNlTRI/AAAAAAAABA4/fSYdhro2-EQ/s1600-h/ponari-sweat.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 271px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZ0WCZNlTRI/AAAAAAAABA4/fSYdhro2-EQ/s320/ponari-sweat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304420166495718674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cibiran Mahalnya Biaya Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah beberapa minggu ini, kita dihebohkan oleh bocah cilik asal Jombang, Jawa Timur, bernama &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/fenomena-ponari-dan-program-csr-pt.html"&gt;&lt;strong&gt;Ponari&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; yang tiba-tiba memiliki kemampuan  mengobati berbagai penyakit dengan sebuah batu yang dicelupkan ke dalam air minum (baca: air kobokan).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah pada suatu hari Ponari sedang bermain di bawah guyuran hujan deras ditingkahi sambaran petir. Tiba-tiba bocah kelas III SD itu kemasukan hawa panas, seperti baru terkena sambaran petir. Saat itulah, tiba-tiba muncul batu sebesar kepalan tangan, berwarna kehitaman. Batu ini, oleh Ponari, dibawa pulang. Oleh neneknya, batu itu sempat dibuang. Namun, menurut cerita, batu tersebut muncul kembali di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihwal berita Ponari bisa mengobati penyakit, terjadi setelah salah seorang tetangganya menderita sakit. Tanpa sadar, Ponari memberi minuman air putih, yang dicelupi batu itu. Menurut pengakuan beberapa warga dusun, orang yang diberi minuman Ponari bisa sembuh. Peristiwa ini menjadi bahan pembicaraan warga di lingkungan tempat tinggal Ponari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, dari mulut ke mulut cerita itu pun menyebar ke berbagai tempat: bahwa di Dusun Kedungsari, muncul dukun tiban yang bisa mengobati segala macam penyakit. Puluhan ribu orang pun kemudian berbondong-bondong ke sana. Calon pasien yang datang kebanyakan adalah warga yang frustrasi karena penyakitnya tak kunjung sembuh meski sudah berobat ke dokter. Ada pula yang karena tak sanggup dengan tingginya biaya pengobatan di rumah sakit, akhirnya memilih pengobatan ala Ponari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa fenomena Ponari, seorang anak bau kencur yang sebelumnya sangat miskin kini mendadak kaya-raya (penghasilannya dari mengobati orang kabarnya Rp60 juta per hari). Ia juga sangat terkenal dan mulai memiliki magnet tersendiri. Bayangkan Gubernur Jawa Timur dan Menteri Kesehatan pun pernah terlibat adu argumen di media massa dikarenakan makin hari jumlah pasien Ponari makin membengkak sehingga membuat gerah berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, pamong praja dan departemen yang mengurusi masalah kesehatan. Tragisnya, akibat berdesak-desakan sewaktu antre di gang sempit menuju tempat praktek sang dukun cilik, beberapa orang tewas terinjak-injak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya Gubernur Jatim Soekarwo, beberapa pihak menuding fenomena Ponari merupakan cermin dari buruknya layanan dan mahalnya biaya kesehatan, meski kemudian ditampik oleh Menteri Kesehatan Dr. Siti Fadilah Supari. Bahkan tanpa tedeng aling-aling, seperti dikutip dari situs &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/fenomena-ponari-dan-program-csr-pt.html"&gt;&lt;strong&gt;www.tempointeraktif.com&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Menkes malah menyalahkan rasionalitas masyarakat. “Ada hubungannya dengan kejiwaan,” tandasnya ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, kita tentu memiliki opini sendiri berkenaan dengan fenomena Mponori eh, Ponari ini. Sebagai orang yang beradab, kita percayakan saja kepada pemerintah untuk melakukan langkah-langkah yang terbaik bagi kepentingan masyarakat. Selebihnya kita bisa menaruh harap pada perusahaan-perusahaan besar seperti &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/fenomena-ponari-dan-program-csr-pt.html"&gt;&lt;strong&gt;PT. Djarum&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; (produsen &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/fenomena-ponari-dan-program-csr-pt.html"&gt;&lt;strong&gt; Djarum Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;) melalui program Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR)-nya. Misalnya, pada saat PT Djarum  menggelar even-even besar, bisa diselingi aksi sosial semisal pengobatan gratis untuk masyarakat kurang mampu. Bravo PT Djarum, Bravo Djarum Black!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-8986585316663877819?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/8986585316663877819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=8986585316663877819&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/8986585316663877819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/8986585316663877819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/blog-post_20.html' title='Fenomena Ponari dan Program CSR PT. Djarum'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZ0WCZNlTRI/AAAAAAAABA4/fSYdhro2-EQ/s72-c/ponari-sweat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5366238269594567045</id><published>2009-02-19T15:15:00.015+07:00</published><updated>2009-03-16T09:56:33.611+07:00</updated><title type='text'>Autoblackthrough Goes to Campus 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZz-yU5F0GI/AAAAAAAABAw/dhu_js6gCXQ/s1600-h/local438_1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 157px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZz-yU5F0GI/AAAAAAAABAw/dhu_js6gCXQ/s200/local438_1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304394601690681442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Baghi yang Mudha, yhang Punya Ghayaa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/autoblackthrough-goes-to-campus-2009.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Autoblackthrough Goes to Campus&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; merupakan salah satu ajang yang digagas &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/autoblackthrough-goes-to-campus-2009.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; untuk mendorong minat para pencinta modifikasi, khususnya di kalangan mahasiswa tanah air. Dengan adanya acara ini diharapkan para mahasiswa bisa menyalurkan minat mereka pada hal-hal yang positif, imajinatif dan inovatif di bidang modifikasi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan dunia modifikasi di tanah air terbilang cukup pesat, hal ini bisa dilihat dari banyaknya even yang diadakan berkenaan dengan modif-memodif, terutama gelaran yang digagas &lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt;, yakni &lt;strong&gt;Autoblackthrough (ABT) Goes to Campus&lt;/strong&gt;. Sebagai penggagas, rupanya Djarum Black melihat &lt;em&gt;trend&lt;/em&gt; modifikasi mobil yang digandrungi kalangan muda ini membutuhkan wadah yang tepat agar hasrat dan kreatifitas mereka bisa ditampung di arena kompetisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai institusi kampus baik di dalam maupun di luar Jakarta, telah pernah menjadi venue gelaran ABT Goes to Campus ini. Sebut saja Universitas Warmadewa Denpasar, Undip Semarang, Universitas Sam Ratulangi Manado, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Esa Unggul dan lain-lain. Hampir di setiap gelaran ABT Goes to Campus, menunjukkan animo yang cukup besar dari para otomania. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, kalau kita berbicara hobi modif memodif mobil, tentunya kita berbicara pada sebuah kondisi dimana finansial menjadi sangat menentukan. Artinya, tidak bisa dipungkiri loh, modif-memodif adalah sebuah hobi yang mahal dan penuh prestise tinggi. Mungkin hanya mereka yang berada pada strata sosial tertentulah yang bisa menyalurkan hasrat modif-memodif ini. Jadi, sungguh beruntung bagi mereka yang memiliki talenta luar biasa, dan talenta itu didukung oleh kondisi yang sangat memungkinkan bagi penyaluran ke arah yang positif.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi para pemuda yang kondisi ekonomi keluarganya pas-pasan seperti saya, tidak usah berkecil hati, Kawan. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menyalurkan hobi kita pada hal-hal yang positif, dan hobi tersebut tidaklah terlalu menguras kocek. Contohnya hobi menulis di blog. Dan ternyata, PT Djarum tak hanya memberi penyaluran bagi mereka yang memiliki hobi yang &lt;em&gt;difficult to find&lt;/em&gt;, tapi juga memberi penyaluran bagi yang menyukai dunia kepenulisan melalui media blog. Ajang tersebut, yakni &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/autoblackthrough-goes-to-campus-2009.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Blog Competition&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, tentu saja sangat kita apresiasi sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, banyak cara dan banyak kesempatan untuk maju kalau kita mau berusaha. Seperti kata &lt;strong&gt;Kak Rhoma&lt;/strong&gt;; ”…Baghi yang mudha, yhang punya ghaya… Rambathe ratha hayo. Singhsingkanh lenganhh bajuh kalau kitha mau majuh…”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5366238269594567045?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5366238269594567045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5366238269594567045&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5366238269594567045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5366238269594567045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/fenomena-ponari-dan-program-csr-pt.html' title='Autoblackthrough Goes to Campus 2009'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZz-yU5F0GI/AAAAAAAABAw/dhu_js6gCXQ/s72-c/local438_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-6351408809623191515</id><published>2009-02-17T10:56:00.003+07:00</published><updated>2009-02-17T11:04:49.995+07:00</updated><title type='text'>Autoblackthrough</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZo2mJXSmuI/AAAAAAAABAo/ED6I8ba2W5E/s1600-h/Black-lead.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZo2mJXSmuI/AAAAAAAABAo/ED6I8ba2W5E/s200/Black-lead.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303611540158716642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kiblat Modifikasi Mobil di Tanah Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang termasuk awam seperti saya, kata-kata “Autoblackthrough” adalah kata-kata yang asing. Namun tidak bagi mereka yang telah sering mengikuti even ini tentunya… &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sebuah surat kabar &lt;em&gt;online&lt;/em&gt;, saya mendapat informasi even &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/autoblackthrough.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Autoblackthrough&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; ternyata merupakan ajang modifikasi yang keberadaannya ternyata menjadi salah satu barometer atau kiblat modifikasi mobil di Tanah Air. Hebat yah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengusung tema ”The Hottest Hi-Tech Modified Motorshow,” ajang ini juga membuktikan eksistensinya dengan tingginya animo peserta dan pengunjung, mulai dari tahun 2004 hingga 2008, dengan jumlah partisipan mencapai lebih dari 1.000 mobil dan angka pengunjung di enam kota lebih dari 200 ribu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tahap awal atau tahap penjaringan best of the best, panitia menggelar even ini di beberapa kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Medan, Makassar, Balikpapan dan Jakarta. Para pemenang di tiap kota akan diadu untuk memperebutkan trofi The Champion of Final Battle D Black Autoblackthrough yang digelar di penghujung tahun di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berkesempatan menyaksikan performa mobil-mobil keren hasil modifikasi para jawara-jawara di tiap kota, para pengunjung bakal dihibur dengan berbagai acara mulai dari acara Glow-go Dance, Live Band Performance, Fashion Show, Pool Attraction, Black Lounge, GameXone, Djarum Black Photo Garage, dan ajang pemilihan Miss Autoblackthrough yang dipandu oleh MC berbakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan Intelligent Lighting dan non-stop musik, serta permainan apik para DJ profesinal pada turn table, akan membuat pengunjung larut dalam suasana entertainment yang tak ditemukan di ajang serupa lainnya. Jadi kita tunggu saja even ini di tiap kota yang telah ditentukan, dan kemudian grand final yang akan diadakan di Jakarta di penghunjung tahun 2009 nanti!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-6351408809623191515?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/6351408809623191515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=6351408809623191515&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6351408809623191515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6351408809623191515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/autoblackthrough.html' title='Autoblackthrough'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZo2mJXSmuI/AAAAAAAABAo/ED6I8ba2W5E/s72-c/Black-lead.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-1781674427972179199</id><published>2009-02-16T13:58:00.009+07:00</published><updated>2009-02-16T14:20:05.428+07:00</updated><title type='text'>Djarum Black Night Slalom 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZkP8W0rz5I/AAAAAAAABAg/rf2o2hkgM9U/s1600-h/yarris.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 126px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZkP8W0rz5I/AAAAAAAABAg/rf2o2hkgM9U/s200/yarris.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303287565798592402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengintip dari Jurnal Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi, dalam perjalanan dari Bogor menuju Jakarta menumpang KRL Ekonomi, iseng-iseng saya membeli sebuah koran lokal, Jurnal Bogor. Di halaman olahraga saya temui artikel mengenai liputan kejuaraan &lt;a href=" http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-night-slalom-2009.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Night Slalom 2009&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; di Kota Hujan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang seribu sayang, koran yang rencananya akan saya jadikan sumber penulisan mengenai even Djarum Black Night Slalom 2009 yang digelar di Bogor Nirwana Residence, 14 Februari 2009 tersebut, tertinggal di &lt;em&gt;counter &lt;/em&gt;pulsa di Stasiun Kalibata saat saya membeli pulsa Esia. Hmm…sialing kaing sialing kaing…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran moral nomor 1.350 pun saya petik; Ketika kita mendapat sesuatu yang sangat berguna bagi misi yang sedang kita jalani, akan terjadi &lt;em&gt;eufhoria&lt;/em&gt; alias kesenangan yang berlebihan. Tanpa kita sadari kita sering melupakan hal yang temeh dan lebih fokus pada tujuan ketimbang proses atau alat yang telah kita miliki. Jadi, seperti apapun suasana yang kita hadapi, jangan terlena dan tetaplah selalu waspada! Itu pelajaran moralnya, boi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kehilangan salah satu sumber informasi, tentu saya tidak sampai kehilangan akal. Apa gunanya teknologi internet yang membuat kita bisa mengakses informasi apapun dalam hitungan detik, terlebih bila &lt;em&gt;keyword&lt;/em&gt; yang kita masukkan di &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt; berhubungan dengan sebuah even yang cukup menyita perhatian. Dan, even tersebut adalah Djarum Black Night Slalom 2009, yang sudah tidak diragukan lagi kehebohannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa artikel yang saya temui di dunia maya, saya dapati informasi Djarum Black Night Slalom 2009 mendapat animo yang cukup luar biasa dari khalayak pencinta otomotif. Peslalom asal Jawa Barat, Andriana Yunial akhirnya berhasil merebut juara di kelas umum dengan catatan waktu terbaik 31,40 detik. Di kelas A1 Slalom, peringkat pertama ditempati M. Hermawan dari DKI Jakarta dengan catatan waktu 1:4,45 detik, dan di kelas F diraih Dika CH. dari Jawa Timur dengan waktu 0:32,04 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, Djarum Black Night Slalom 2009 juga memiliki Kategori Wanita Pemula yang untuk peringkat pertama diraih oleh Anna dari Jawa Timur dengan catatan waktu 1:14,72detik dan Kejuaraan Tim Club yang peringkat pertamanya diraih tim HRVRT (Dika CH, M Hermawan, Rihan Variza) dengan catatan waktu 3:17,21 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even Djarum Black Night Slalom 2009 akan dilanjutkan di kota lainnya yakni Solo 28 Februari 2009, Malang 30 Mei 2009, Denpasar 13 Juni 2009, Serang pada 24 Oktober 2009, Bandung 14 November 2009 dan Grand Final di Jakarta pada 28 November 2009. &lt;em&gt;So...prepare your car, prepare your heart and let's joint the event&lt;/em&gt;, begitu pesan dari salah satu postingan di situs &lt;strong&gt;www.autoblackthrough.com&lt;/strong&gt; bruur..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-1781674427972179199?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/1781674427972179199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=1781674427972179199&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1781674427972179199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1781674427972179199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-night-slalom-2009.html' title='Djarum Black Night Slalom 2009'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZkP8W0rz5I/AAAAAAAABAg/rf2o2hkgM9U/s72-c/yarris.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-4074538791575262265</id><published>2009-02-13T16:34:00.005+07:00</published><updated>2009-02-16T15:19:15.900+07:00</updated><title type='text'>Djarum Black Motodify</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZVBM14qL8I/AAAAAAAABAI/2fvCABQiN7M/s1600-h/local417_2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZVBM14qL8I/AAAAAAAABAI/2fvCABQiN7M/s200/local417_2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302215825177587650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Salut untuk Para Kreator!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir di setiap pelenyelenggaraan &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-motodify.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Motodify&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; yang digelar oleh &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-motodify.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; baik dalam skala lokal, regional maupun nasional, selalu dipenuhi antusiasme para pencinta motor. Itu yang saya baca di beberapa artikel ketika memasukkan keyword &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-motodify.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Motodify&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; di search engine.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya memang seperti itulah, bung. Even yang sangat ditunggu para bikers mania di seantro nusantara ini selalu menjadi semacam muara bertemunya ide, kreasi, inovasi, prestasi dan hal-hal lainnya yang positif di bidang otomotif. Jadi tak terlalu mengada-ngada bila setiap digelarnya Djarum Black Motodify hampir selalu disesaki antusiasme para penggila motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri sempat mengira orang-orang yang gemar memodifikasi motor adalah orang-orang gila dan kurang kerjaan. Bayangkan, motor yang masih dalam kondisi mulus bahkan ada yang baru keluar dari dealer yang dibeli dengan harga jutaan rupiah rela dipreteli seperti perlakuan terhadap ikan bakar saja (hingga keliatan tulang-tulangnya loh!). Entah berapa fulus yang dihabiskan untuk membeli perkakas (onderdil) yang diperlukan untuk menciptakan sebuah karakter motor yang diinginkan. Hmm… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa, seperti yang gw bilang tadi, orang-orang yang gila memodifikasi motor adalah orang-orang yang kurang waras dan kurang kerjaan. Namun, anggapan ini perlahan-lahan mulai sirna setelah saya melihat beberapa motor hasil modifikasi yang diikutkan pada beberapa lomba (terutama) yang memang luar biasa, brur. Nilai sebuah motor modifikasi yang berhasil memenangkan lomba, atau minimal dipandang unik dan nyentrik, ternyata bisa dua hingga tiga kali lipat dari harga awal motor tersebut tatkala belum dimodif. Lumayan kan hobi nyentrik ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja motor milik John Syahrul yang berhasil meraih predikat The Best Black Bike se-Indonesia raya di ajang Djarum Black Motodify 2008. Bukan main pokoknya kreasi pria asal Pekanbaru ini. Ia merubah Suzuki Satria FU miliknya menjadi lebih sangar bergaya superbike ala Yamaha R6. Pokoknya top pisan dan salutlah buat para kreator motodify dan terutama penyelenggara tentunya, &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-motodify.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-4074538791575262265?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/4074538791575262265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=4074538791575262265&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/4074538791575262265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/4074538791575262265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-motodify.html' title='Djarum Black Motodify'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZVBM14qL8I/AAAAAAAABAI/2fvCABQiN7M/s72-c/local417_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-4511905939258795675</id><published>2009-02-13T09:09:00.006+07:00</published><updated>2009-02-13T09:30:55.233+07:00</updated><title type='text'>Djarum Black Slimznation</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZTWyt5qsUI/AAAAAAAABAA/KDaLD5HJq-s/s1600-h/local512_3ok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZTWyt5qsUI/AAAAAAAABAA/KDaLD5HJq-s/s200/local512_3ok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302098828125188418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;It's Competition&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Para blogger atau tetamu sekalian yang kebetulan membaca postingan di blog ini, mohon maaf bila tema yang ditulis dalam blog ini terkesan agak dipaksakan supaya si keyword bisa tercover dalam artikel. Maklum ini demi memenuhi persyaratan kompetisi chhoooiiyyy:-P..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca artikel berjudul "&lt;em&gt;Final Djarum Black Slimznation Invaders Ramaikan Tutup Tahun 2008, Jakarta (31/12)&lt;/em&gt;", yang di posting di &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-slimznation.html"&gt;&lt;strong&gt;www.autoblackthrough.com&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, saya tiba-tiba membayangkan betapa gemuruh dan meriahnya suasana acara ketika itu. Apalagi event ini diselenggarakan bertepatan dengan malam tutup tahun 2008. Hmm ashoooyyyyy….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Final Invaders... itulah tema yang diusung &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-slimznation.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; dalam acara &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-slimznation.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Slimznation&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; yang digelar tanggal 31 Desember 2008 di Embassy itu. Event ini memang acara terakhir Invaders untuk tahun 2008 brurr,, setelah sebelumnya diadakan di dua kota yaitu Jakarta dan Bali. Yang istimewa, bila acara sebelumnya menggaet DJ ternama seperti John Digweed, Nick Warren dan Sasha (siapa ini?) untuk menghibur para clubbers, kali ini acara terakhir di tahun 2008 turut memboyong Funkagenda dan Karizma sebagai sang aktor di balik turn table-nya (gitu chooong..!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar nama-nama DJ yang ikut meramaikan acara Djarum Black Slimznation seperti John Digweed, Nick Warren, Sasha, Funkagenda dan Karizma, rasanya sudah cukup menggambarkan betapa hebohnya acara ini yah... Sayang gw (biar kerenan pakai gw!) ga ada di tempat waktu acara ini berlangsung. Andai saja gw ada di TKP tentunya acara akan tambah bergemuruh dan meriah hahahaha….(Ngaco yah?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, hanya inilah yang bisa gw (masih gw nih?) tulis untuk Djarum Black Slimznation (hehe keliatan bgt maksa buat masukin keyword-nya yah). Bukan, maksud “saya”, kita anak-anak muda akan sangat mendukung kegiatan apapun, berbentuk apapun dan di manapun, sepanjang positif dan bisa merangsang kreasi, edukasi, imajinasi, inovasi, periuk nasi, blablabla….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-4511905939258795675?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/4511905939258795675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=4511905939258795675&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/4511905939258795675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/4511905939258795675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/djarum-black-slimznation.html' title='Djarum Black Slimznation'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZTWyt5qsUI/AAAAAAAABAA/KDaLD5HJq-s/s72-c/local512_3ok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-1588144901200371272</id><published>2009-02-12T16:59:00.013+07:00</published><updated>2009-02-16T13:24:51.201+07:00</updated><title type='text'>Djarum Black Slimz</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZkGIe6mGhI/AAAAAAAABAY/fbc3zQGV4Tg/s1600-h/Mba+titi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZkGIe6mGhI/AAAAAAAABAY/fbc3zQGV4Tg/s320/Mba+titi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303276779013020178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apresiasi Terhadap Pedagang Kecil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sudah lebih tiga tahun Mbak’e Titi berdagang rokok menggunakan gerobak di pinggir jalan dekat kantorku di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Dari mulai kemalingan hingga gerobaknya diciduk aparat Kamtib, adalah segelintir pengalaman yang cukup menyedihkan bagi pedagang kecil asal Kuningan ini.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, bangsa ini ga mungkin bisa menyepelekan begitu saja kontribusi para wirausahawan rendah terhadap pertumbuhan ekonomi makro (hmm..hebat yah bahasanya, padahal ga ngerti loh hehe). Lanjut yah, tanpa adanya mereka, rasanya mustahil perekonomian kita bisa stabil. Makanya, sudah sepatutnya kita harus memberikan apresiasi kepada para pedagang kecil seperti Mbak’e Titi yang telah ikut menghidupkan perekonomian bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perlakuan aparat terhadap mereka terkadang sangat menyedihkan. Seringkali, dengan alasan mengganggu ketertiban umum, aparat Kamtib melakukan penyerobotan seenaknya aset milik para pedagang kecil tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi saya tidak begitu terganggu dengan keberadaan para penggerak roda perekonomian di level paling bawah itu. Malah sebaliknya, saya pikir eksistensi mereka cukup membantu meringankan para konsumen yang merasa terlalu ribet bila harus pergi ke supermarket atau swalayan hanya untuk membeli sebungkus rokok atau sebotol minuman dingin, misalnya. (Oh, pemerintah, pemerintah, tolong jangan mengkambinghitamkan pedagang kecil!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun tidak begitu paham apakah ada korelasi antara aktivitas pedagang kecil yang membuka lapak/gerobak di pinggir-pinggir jalan dengan tingkat kemacetan lalu lintas. Kalaupun memang terbukti ada, seperti di pasar tumpah itu, saya pikir yah peraturan memang harus ditegakkan. Namun bagaimana dengan yang hanya berdagang secara sendiri-sendiri di pinggir jalan dan tidak sampai memakan badan jalan seperti Mbak’e Titi dong…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat gerobak Mbak'e Titi diciduk aparat Kamtib beberapa bulan lalu, ia terlihat sangat terpukul. Bagaimana tidak, gerobak yang diciduk tersebut adalah satu-satunya alat baginya untuk mencari nafkah. Coba pikir, umpamanya dalam satu hari ada sekitar seribu gerobak yang diciduk aparat. Sudah barang tentu kejadian ini akan sangat berpengaruh pada panjualan prodak-prodak seperti rokok, atau makanan dan minuman ringan. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZP1IQ8k5yI/AAAAAAAAA_4/9C51f_UHqfg/s1600-h/news_6_3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZP1IQ8k5yI/AAAAAAAAA_4/9C51f_UHqfg/s200/news_6_3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301850708682008354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menurut hemat saya, para pengusaha besar yang rantai distribusi prodaknya hingga menyentuh para pedagang kecil ini, sudah seharusnya memberikan apresiasi kepada mereka. Terutama para pengusaha yang prodaknya cukup laku seperti prodak dari PT. Djarum yang baru-baru ini mengeluarkan prodak bernama &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/bantuan-gerobak-djarum-black-slimz.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Slimz&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suer, ini bukan dibuat-buat, saat saya bertanya kepada Mbak’e Titi bagaimanakah penjualan Djarum Black Slimz di gerai eh gerobaknya, ternyata cukup laris loh (hehe bukan karena mau ikut kompetisi yah). Ia juga sangat senang saat saya membidikkan lensa kamera ke arahnya, termasuk saat saya suruh-suruh memamerkan Djarum Black Slimz ala SPG-SPG profesional. Mbak’e mau aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu saja keyword dari Mbak’e Titi kepada saya, katanya ia tidak akan menolak bila suatu saat Djarum Black Slimz memberikan apresiasi, sekaligus promosi prodak tentunya, berupa bantuan gerobak Djarum Black Slimz kepada pedagang kecil seperti dirinya hehehe….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-1588144901200371272?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/1588144901200371272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=1588144901200371272&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1588144901200371272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1588144901200371272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/bantuan-gerobak-djarum-black-slimz.html' title='Djarum Black Slimz'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZkGIe6mGhI/AAAAAAAABAY/fbc3zQGV4Tg/s72-c/Mba+titi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-6320732745030680610</id><published>2009-02-12T14:33:00.008+07:00</published><updated>2009-02-12T15:08:25.466+07:00</updated><title type='text'>Jangan Takut untuk Berkompetisi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZPWLru0c3I/AAAAAAAAA_w/a0jYSoR_Z8A/s1600-h/nehru_3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 163px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZPWLru0c3I/AAAAAAAAA_w/a0jYSoR_Z8A/s200/nehru_3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301816682551210866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dengar Apa Kata Pak Jawaharhal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teman yang memiliki blog pribadi saya anjurkan untuk mengikuti kompetisi blog yang diadakan &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/jangan-takut-untuk-berkompetisi.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Ada yang menyambut sangat positif, ada pula yang langsung keder tak percaya diri.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, mantan PM India &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/jangan-takut-untuk-berkompetisi.html"&gt;&lt;strong&gt;Jawaharlal Nehru&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; yang kesohor itu pernah berkata: “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Success often comes to those who dare to act. It seldom goes to the timid who are ever afraid of the consequences&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.” Artinya kira-kira; sukses seringkali diraih oleh mereka yang berani bertindak. Sukses jarang sekali berpihak pada mereka yang penakut yang selalu takut pada konsekuensi-konsekuensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ini terasa pas diperdengarkan bagi mereka yang tidak begitu yakin terhadap kemampuan diri mereka sendiri, sehingga seringkali muncul pertimbangan-pertimbangan yang memberatkan. Tahukah engkau, kawan, karena sikap kurang percaya diri dan fokus pada pertimbangan-pertimbangan, kita kian jauh kepada tujuan yang kita inginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cukup apresiatif kepada teman satu kantor saya, sebut saja namanya Wance. Saat saya beritahu mengenai &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/jangan-takut-untuk-berkompetisi.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Blog Competition&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, dia langsung teringat ‘nasib’ blog bikinannya. Malang, karena sudah lama tak terurus rupanya, si Wance lupa paswordnya sendiri. Namun ia tidak kehilangan akal (otaknya masih nangkring di jidatnya rupanya!), ia pun langsung membuat username baru sehingga terciptalah sebuah blog baru bikinannya yang langsung diikutkan di ajang Djarum Black Blog Competition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, artikel di blog si Wance yang berkenaan dengan kompetisi tentu saja, sudah lebih banyak terposting daripada postingan saya sendiri yang notabene telah lebih dulu meregistrasi kepesertaan di ajang bergengsi ini hebat yah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya dan mungkin bagi si Wance yang ngakunya masih teman saya itu:-P, tak penting apakah nanti kami akan masuk dalam nominasi atau tidak. Kalaupun masuk, tentu kami tak bakal sanggup menolak takdir yang datang mak…Poin dari keikutsertaan ini, menurut hemat kami adalah keberanian mengambil langkah demi menggapai tujuan yang kita inginkan. Jangan menyerah pada konsekuensi-konsekuansi, karena arwah Pak Jawaharlal, mungkin akan sangat tidak simpatik kepada kita nantinya. Maksudnya kalau langkah yang kita ambil itu tidak sejalah dengan pemikiran beliau, kan kita sendiri yang rugi, boi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saya anjurkan kepada kawan-kawan boi and gels sekalian, jangan menyia-nyiakan kesempatan yang ada, mumpung masih muda, bung! Meskipun kesempatan tersebut kelihatannya sepele saja (yang penting positif yah) dan termasuk remeh-temeh kelihatannya, hajar aja bleh. Sukses buat kita semua!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-6320732745030680610?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/6320732745030680610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=6320732745030680610&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6320732745030680610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6320732745030680610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/jangan-takut-untuk-berkompetisi.html' title='Jangan Takut untuk Berkompetisi'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZPWLru0c3I/AAAAAAAAA_w/a0jYSoR_Z8A/s72-c/nehru_3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-644615828716358326</id><published>2009-02-10T12:24:00.010+07:00</published><updated>2009-02-10T13:34:48.560+07:00</updated><title type='text'>Canon EOS 450D</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Dua minggu lalu, saya seperti mendapat durian runtuh. Seorang teman melego kamera pro senilai Rp8 juta dengan hanya setengah harga kepada saya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak memiliki kamera pro sendiri merk &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html"&gt;&lt;strong&gt;Canon EOS 450D&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, kini saya mulai (lebih) mencintai dunia fotografi. Saya membeli digital SLR ini dari seorang teman yang kebelet pengen memiliki &lt;em&gt;gadget&lt;/em&gt; blackberry yang saat ini memang sedang mewabah di kalangan anak muda. Meski saya beli dalam kondisi seken, namun kondisinya masih bagus loh.. Masih ada garansinya lagi. Beruntung benar awak nih…&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZEeFxctE8I/AAAAAAAAA_g/_-VUJzrHBNg/s1600-h/450d.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZEeFxctE8I/AAAAAAAAA_g/_-VUJzrHBNg/s200/450d.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301051320913695682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekedar informasi, Canon EOS 450D dilengkapi dengan fitur-fitur canggih seperti fungsi Integrated Cleaning System, 14 bit analog-digital (A/D) conversion, 2 AF modes dan tentunya diperkuat dengan prosesor gambar DIGIC III. Perpaduan seluruh teknologi ini akan menghasilkan foto dengan kualitas prima. Kamera jenis ini didesain khusus tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan para fotografer profesional, namun juga para pemula seperti saya yang menggemari dunia fotografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya segelintir keunggulan kamera yang memiliki 9 titik AF yang cepat dan akurat dengan titik tengah yang dapat bekerja lebih cepat dengan lensa bukaan f/2.8. Saya sendiri sebetulnya belum terlalu paham teknik fotografi. Sama seperti orang awam lainnya, selama ini saya hanya asal jepret dengan &lt;em&gt;sense of art &lt;/em&gt;seadanya saja. Namun, ketahuilah kawan, meski hanya otodidak dan amatir, saya cukup berbangga karena jepretan saya pernah menghiasi cover sebuah majalah instansi loh hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kamera ini, saya berharap sedikit demi sedikit bisa mengembangkan kemampuan teknis fotografi. Syukur-syukur bisa menunjang kegemaran saya menulis di blog pribadi. Apalagi bila blog pribadi tersebut kini diikutkan pada kontes &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Blog Competition&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Suer, ini kontes blog pertama saya sejak saya mulai nge-blog di penghujung 2007 lalu loh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur-syukur, dengan kamera ini saya bisa mengabadikan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan even Djarum Black seperti &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Slimz&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Slimznation&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Motodify&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Night Slalom&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html"&gt;&lt;strong&gt;Autoblackthrough&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html"&gt;&lt;strong&gt;Autoblacktrhough Goes to Campus&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html"&gt;&lt;strong&gt;Blackinnovationawards&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html"&gt;&lt;strong&gt;Blackinnovationawards Goes to Campus&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html"&gt;&lt;strong&gt;Black in News&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html"&gt;&lt;strong&gt;Black Car Community&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html"&gt;&lt;strong&gt;Black Motor Community&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html"&gt;&lt;strong&gt;Black Community&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; hehehe…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-644615828716358326?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/644615828716358326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=644615828716358326&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/644615828716358326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/644615828716358326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/canon-eos-450d.html' title='Canon EOS 450D'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SZEeFxctE8I/AAAAAAAAA_g/_-VUJzrHBNg/s72-c/450d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-7638748593982245021</id><published>2009-02-09T09:59:00.019+07:00</published><updated>2009-02-10T07:59:05.826+07:00</updated><title type='text'>MLM dan Djarum Black Blog Competition</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SY_gN4igsfI/AAAAAAAAA_Q/3ID2Cnk1RF4/s1600-h/beat-competition.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SY_gN4igsfI/AAAAAAAAA_Q/3ID2Cnk1RF4/s200/beat-competition.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300701815558418930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berpikir, Berbuat dan Berbuah Positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini saya menggandrungi sebuah dunia baru yang bagi sebagian orang mungkin agak sedikit ‘beler’ bila mendengarnya, &lt;em&gt;multy level marketing&lt;/em&gt; alias MLM. Tak hanya bermanfaat secara ekonomi, bergelut di dunia satu ini ternyata baik untuk pengembangan kerpribadian. Itu bagi yang berpikir positif dan mau berusaha, tentunya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boi, banyak hal yang bisa kita lakukan dalam hidup ini yang membuat kita bisa meningkatkan taraf hidup baik secara intelektual, kepribadian, sosial bahkan finansial. Hal tersebut ternyata tidak terlalu sulit untuk dilakukan sepanjang ada kemauan dan keberanian untuk memulai. Dan, satu lagi jangan pernah takut untuk gagal karena kesuksesan dibangun dari banyak kegagalan. Begitulah kata-kata orang bijak, boi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sadar, saya mulai melakukan apa yang dipetuahkan para bijak bestari; berpikir positif, melakukan hal positif, untuk meraih hal yang juga positif. Saya memilih bergabung di bisnis MLM karena saya pikir hal tersebut cukup rasional dan positif untuk dilakukan oleh siapa saja, dengan modal investasi yang tidak terlalu besar tentunya. Karena banyak sekali MLM yang beredar di pasaran, saya pun memilih MLM yang memiliki karakteristik yang saya anggap cukup baik reputasinya, minimal di mata saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's right, boi, ibarat bercocok tanam, saat ini saya baru menyebar bibit sembari mencari-cari pupuk dan formulasi yang cocok agar tanaman saya lekas berbuah. Tidak muluk impian saya terjun di bisnis MLM; saya ingin memiliki &lt;em&gt;relationship&lt;/em&gt; dengan banyak orang, sembari mengembangkan kemampuan komunikasi saya. Kalaupun di kemudian hari saya dinilai berhasil di bidang ini, itu saya anggap sebagai bonus saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, saya pun tak pernah melupakan hobi sedari kecil, yakni menulis. Namun karena kesibukan baru di dunia MLM itu, belakangan saya sudah agak jarang mem-posting blog pudel saya dengan artikel baru. Tetapi, sebuah berita baik dan terkesan 'kompor' nyatanya memompa semangat saya untuk lebih banyak menghasilkan tulisan lagi. Berita baik tersebut adalah kompetisi blog yang diselenggarakan oleh &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/kompetisi-blog.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; atau dikenal dengan &lt;a href="http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/kompetisi-blog.html"&gt;&lt;strong&gt;Djarum Black Blog Competition&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus saya ucapkan terima kasih kepada Djarum Black. Adanya kabar baik ini membuat saya semakin terpacu untuk menulis banyak hal, terutama berkaitan dengan kompetisi tentu saja, dan mem-postingnya di blog saya. Berharap saya akan lebih banyak anak muda yang memiliki semangat untuk memperbaiki diri dengan jalan berpikir, berbuat, dan, siapa tahu, bisa berbuah positif. Bravo, para boi dan gels blogger!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-7638748593982245021?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/7638748593982245021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=7638748593982245021&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7638748593982245021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7638748593982245021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/02/kompetisi-blog.html' title='MLM dan Djarum Black Blog Competition'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SY_gN4igsfI/AAAAAAAAA_Q/3ID2Cnk1RF4/s72-c/beat-competition.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-8200542053214370329</id><published>2009-01-02T10:01:00.004+07:00</published><updated>2009-01-02T14:41:15.526+07:00</updated><title type='text'>Selamat Tahun Baru 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SV2FEVcPWYI/AAAAAAAAA-Y/vByn0tQ-aYc/s1600-h/rhtrhgrhrh.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SV2FEVcPWYI/AAAAAAAAA-Y/vByn0tQ-aYc/s200/rhtrhgrhrh.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286527847124392322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semoga Jadi Tahun yang Lebih Baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teman bertanya kepada saya, kurang lebih maksud pertanyaan mereka: bagaimanakah acara malam pergantian tahun baru saya, di mana merayakannya, dengan siapa, mengapa, meriahkah bla-bla-bla...&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, walaupun saya bukanlah orang yang tak terlalu ambil pusing dengan berbagai macam perayaan, anniversary, milad atau apalah namanya, tapi tak urung saya juga seringkali terseret arus ikut-ikutan suasana, terutama suasana pergantian malam tahun baru yang memang agak berbeda dengan malam-malam biasa. Maklum, di malam tahun baru, hampir semua orang bergembira; besar-kecil-tua-muda. Ada yang menunjukkan kegembiraannya dengan menyulut petasan, meniup terompet, menyaksikan pesta kembang api, konvoi kendaraan bermotor dan sebagainya. Macam-macamlah pokoknya ekspresi setiap orang dalam menyambut tahun baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ekspresi saya dalam menyambut tahun baru 2009, mungkin sedikit berbeda dari kebanyakan orang. Singkatnya, malam pergantian tahun baru 2009 sungguh tak begitu berkesan bagi saya alias sama seperti malam-malam biasa. Sialnya momen malam pergantian tahun baru tahun lalu juga terulang lagi di malam tahun baru 2009. Ini semua--mungkin--karena pada malam yang sama, saya baru tiba dari Surabaya. Selama 2 hari, tanggal 29-30 Desember, saya ditugaskan oleh kantor tempat saya bekerja untuk memenuhi undangan PDAM Kabupaten Jember, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya remaja-remaja yang lain:-P, sebenarnya saya sudah ada rencana untuk ikut-ikutan larut dalam suasana malam tahun baru bersama seseorang. Tapi demi tugas Negara, akhirnya rencana ini saya putuskan untuk dibatalkan, meski pada akhirnya saya harus menerima komplen karena keputusan sepihak saya tersebut. Kepada orang yang saya maksud, tanpa mengurangi rasa sayang sedikitpun, saya minta maaf untuk waktu dan suasana yang tidak berpihak kepada kita:-(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 19.30 WIB, atau sekitar empat setengah jam jelang tutup tahun 2008. Sesampainya di Jakarta, saya benar-benar capai sekali. Maklum perjalanan Jember-Surabaya memakan waktu sekitar 4 jam dengan kendaraan, sementara Surabaya-Jakarta sekitar 1 jam dengan pesawat. Itupun belum dihitung perjalanan dalam kota dan delay 1,5 jam di Bandara Juanda. Jadi tak begitu perduli saya dengan riuh-rendah warga kota yang sudah mengambil ancang-ancang untuk merayakan pergantian tahun. Entah, energi dan perasaan saya serasa terkuras. Pikiran saya tertuju pada satu tempat favorit saya: Pulau Kapuk. Cepat-cepat saya ingin berlayar mengarungi lautan mimpi yang saya harap menyenangkan seperti pada malam pergantian tahun yang dirayakan oleh banyak orang di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu di luar sana jutaan orang sedang berdebar-debar menunggu detik-detik pergantian tahun, yang setiap orang berbeda-beda cara pandang dalam memaknainya, sementara saya sudah terbang entah kemana. Keesokan harinya saya bangun pukul 05.00 WIB. Itulah geliat pertama saya di tahun 2009. Setelah Subuhan, saya menyetel tivi yang menayangkan kemeriahan pesta tahun baru dari berbagai belahan dunia, lengkap dengan kejadian-kejadian--baik yang menyengkan pun yang menyedihkan. Di beberapa tempat terjadi kebakaran jelang tutup tahun, sementara penghuninya sedang asyik merayakan malam tahun baru di tempat lain. Tak terhitung jumlah kecelakaan lalu-lintas yang juga meningkat. Di Thailand ada satu tempat hiburan malam yang terbakar dan menewaskan puluhan orang di dalamnya akibat petasan yang digunakan untuk menyambut pergantian malam tahun baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menyetel tayangan infotainmen, saya menyaksikan beberapa selebriti ditanya oleh wartawan mengenai harapan (resolusi) di tahun baru 2009. Saat pertanyaan serupa saya ajukan pada diri saya sendiri, saya hanya menjawab--nyaris tak terdengar karena memang hanya saya yang mendengar--saya ingin lebih baik dari tahun kemarin. Saya pikir pembaca blog ini juga memiliki keinginan yang sama agar di tahun 2009 kita menjadi lebih baik dalam segala bidang. Selamat tahun baru Masehi 2009. Sukses untuk kita semua!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-8200542053214370329?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/8200542053214370329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=8200542053214370329&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/8200542053214370329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/8200542053214370329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2009/01/selamat-tahun-baru-2009.html' title='Selamat Tahun Baru 2009'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SV2FEVcPWYI/AAAAAAAAA-Y/vByn0tQ-aYc/s72-c/rhtrhgrhrh.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-7636511082441892177</id><published>2008-12-12T13:14:00.018+07:00</published><updated>2008-12-13T10:24:19.212+07:00</updated><title type='text'>Marcella Zalianty versus Agung Setiawan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SUIESDUbDWI/AAAAAAAAA-Q/nKwzy7w-o9w/s1600-h/monkey_king.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 164px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SUIESDUbDWI/AAAAAAAAA-Q/nKwzy7w-o9w/s200/monkey_king.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278786421406764386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perang Pencitraan Kasus Marcella-Agung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tiap hari di media, khususnya infotainmen, publik disuguhi pemberitaan mengenai kasus penganiayaan dan pelecehan seksual yang diduga diotaki artis cantik Marcella Zalianty (MZ) terhadap rekan bisnisnya, Agung Setiawan (AS), yang seorang desainer interior. Kejadian berlangsung di sebuah hotel di Jakarta, tanggal 2 Desember lalu.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, dan tambah naiklah nilai berita (&lt;em&gt;news value&lt;/em&gt;) kasus ini, karena melibatkan kakak-beradik pembalap nasional Ananda Mikola (AM) dan Moreno Suprapto (belakangan Moreno hanya ditetapkan sebagai saksi). Sontak, dunia pergosipan pun bertanya-tanya, ada hubungan apakah AM (yang memang lebih menonjol pemberitaan kontroversial ketimbang prestasinya) dengan MZ hingga yang bersangkutan rela melumuri tangannya dengan perbuatan tercela (lagi-lagi seperti yang dituduhkan). Lebih tak masuk akal, perbuatan tersebut dilakukan AM yang sebenarnya tidak ada sangkut-pautnya dengan hubungan bisnis antara MZ dan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena menyangkut dua &lt;em&gt;public figure&lt;/em&gt;, tentu saja kasus ini banyak menyita perhatian rekan-rekan media. Dan karena mendapat publikasi gratis, kedua kubu (baik yang diwakili pengacara, kerabat/keluarga, teman masing-masing atau entah siapa lagi) sama-sama melakukan pembelaan (&lt;em&gt;counter&lt;/em&gt;) menurut versinya, yang ujung-ujungnya ditujukan untuk saling menyerang pihak lawan. Inilah yang saya maksud proses menata pencitraan diri alias merebut simpati publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling seru dari kasus ini adalah munculnya &lt;em&gt;statement&lt;/em&gt; pihak-pihak yang mengaku telah ditipu oleh AS. Momen ini tentu saja dimanfaatkan dengan begitu sempurna oleh kubu MZ dan AM untuk membentuk opini publik mengenai siapa sebenarnya sosok AS. Sampai di sini, posisi kubu MZ yang sebelumnya terpuruk, lalu berada sedikit di atas angin. Maka ranah hukum telah sedikit bergeser ke ranah publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan substansi hukum? Saya bukanlah orang yang mengerti benar soal ini. Tapi menilik dari pemberitaan media tampaknya polisi bergeming (baca: tetap pada pendiriannya). Pihak kepolisian tampaknya tidak terpengaruh dengan perang opini yang terjadi diantara dua kubu ini. Polisi tetap pada sangkaan awal, yakni dugaan penganiayaan dan pelecehan seksual yang dilakukan MZ, AM beserta beberapa pelaku lainnya. Maka polisi pun menetapkan MZ dan AM cs sebagai tersangka atau calon pesakitan penghuni jeruji besi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penonton, saya senang bukan main menyaksikan kasus yang bak lakon sinetron berjudul &lt;em&gt;Tersandung-sandung&lt;/em&gt; ini. Lumayan untuk hiburan sebelum dan sehabis kerja seharian di kantor hehe.. Tapi tunggu dulu bro, bukan karena saya senang melihat orang susah (SMOSH), tapi karena saya sebagai penonton merasa terhibur, persis seperti apa yang menjadi cita-cita berdirinya tayangan infotainmen: media hiburan! Hmm..kalo sudah begini ingin rasanya saya kembali ke dunia infotainmen, tapi sebagai seorang produser hahaha.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tunggu saja perkembangan kasus ini. Bagi yang punya akal sehat, hendaknya bisa menjadikan tontonan ini sebagai sebuah pembelajaran. Dan hukum di negeri ini kita harapkan sebagai suatu keniscayaan tak sekedar menegakkan benang basah. Demi hukum pula jangan sampai ada privelese (pengistimewaan) pada kasus yang melibatkan para pesohor negeri ini. Bila memang AS terbukti melakukan penipuan seperti yang banyak disangkakan kepadanya, tak bisa tidak hukum juga harus memandangnya dengan obyektif dan tak perlu malu-malu untuk unjuk gigi, eh taring! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-7636511082441892177?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/7636511082441892177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=7636511082441892177&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7636511082441892177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7636511082441892177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/12/marcella-zalianty-versus-agung-setiawan.html' title='Marcella Zalianty versus Agung Setiawan'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SUIESDUbDWI/AAAAAAAAA-Q/nKwzy7w-o9w/s72-c/monkey_king.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-3997871501600664579</id><published>2008-12-02T10:31:00.005+07:00</published><updated>2008-12-11T14:43:35.943+07:00</updated><title type='text'>Manajemen Waktu</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/STStvLelUFI/AAAAAAAAA94/mHaH8EBf-Uw/s1600-h/baca+koran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/STStvLelUFI/AAAAAAAAA94/mHaH8EBf-Uw/s200/baca+koran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275032089604214866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hari yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini Jakarta tidak seperti hari-hari sebelumnya yang lembab. Hari ini Jakarta sangat cerah. Mudah-mudahan secerah hati orang-orang yang membaca blog ini. Amin. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini, seperti biasa, saya berangkat ke kantor pukul 08.15 WIB. Sebelum berangkat saya sempatkan mencuci pakaian beberapa potong terlebih dahulu. Lumayan olahraga ringan. Mulai awal Desember ini, saya harus lebih mengetatkan jadwal harian saya karena saya harus mencuci sendiri! Maklum Si Mbak tukang cuci mulai bulan ini sudah tidak lagi mencuci di tempatku. Katanya ia mau pulang kampung aja, mungkin mau membangun kampung tercinta dengan kapasitasnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, ngomong-ngomong soal mencuci sendiri, sebenarnya ada hikmah yang bisa kita petik dari sana. Nggak percaya kan? Coba deh mulai mencuci sendiri! Hikmahnya adalah kita bisa menghemat biaya bulanan, tul kan? Tapi tunggu dulu, hikmah lainnya yang tak kalah hebat ternyata mencuci mengajarkan kita manajemen waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, bukannya saya sombong, saya sendiri sudah terbiasa mencuci sendiri sejak di bangku kelas 1 SMU. Sebenarnya orangtua saya sih nggak tega melihat saya mencuci sendiri:-P Tapi karena saya sadar usia mengharuskan saya untuk memikul tanggung jawab dalam porsi yang saya bisa, akhirnya saya putuskan untuk mencuci sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya perhatikan, tak sedikit teman-teman, saudara-saudara, mungkin juga para orangtua yang jadwal mencucinya seminggu sekali. Dengan pola seperti ini, sudah bisa dipastikan pakaian menumpuk menunggu giliran untuk dicuci (kayak antre beras aja yah?). Belum lagi rendamannya yang sampai beberapa hari lamanya hmm..sedap... Dua-duanya, baik yang ditumpuk maupun yang direndam, sama saja: selain menciptakan polusi pemandangan (apalagi CD yang tergantung dimana-mana kayak batman), hal ini juga menciptakan polusi udara! Belum lagi polusi suara (kegaduhan) akibat banyak yang komplen hahaha...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, terpaksa saya harus jujur lagi, dari dahulu hingga sekarang, saya paling tidak suka menumpuk pakaian kotor hingga beberapa hari seperti itu. Bukannya mau naikin mutu sendiri yah, saya selalu mengupayakan minimal 1-2 hari sekali untuk mencuci. Bukan apa-apa dengan pola seperti ini selain mengurangi polusi dimana-mana, mencucinya juga akan lebih ringan dibanding mencuci seminggu sekali!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhhh...hari yang cerah seperti hari ini, benar-benar hari yang cerah untuk mencuci. Satu saja yang masih kurang, bo.. Meski cerah tetapi jiwa ini masih saja sepi (seperti dahulu)! Maklum karena masih mencuci sendiri hikshiks...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-3997871501600664579?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/3997871501600664579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=3997871501600664579&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3997871501600664579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3997871501600664579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/12/manajemen-waktu.html' title='Manajemen Waktu'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/STStvLelUFI/AAAAAAAAA94/mHaH8EBf-Uw/s72-c/baca+koran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5711453350070382421</id><published>2008-10-29T10:27:00.004+07:00</published><updated>2008-10-29T10:46:19.450+07:00</updated><title type='text'>Sepuluh Kepribadian Billionair</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SQfceWxt-qI/AAAAAAAAA9o/RJlpt4EfpQg/s1600-h/usb-business-cards.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SQfceWxt-qI/AAAAAAAAA9o/RJlpt4EfpQg/s200/usb-business-cards.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262417103674014370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Keberanian untuk berinisiatif.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah letak keunikan utama pengusaha kelas kakap dunia. Mereka selalu punya ide-ide jenial. Sebagai contoh, lihat saja si Raja Real Estate Donald Trump. Kebangkitannya dari bangkrut beberapa tahun yang lalu sekarang sudah membuahkan lebih dari sekedar kerajaan properti belaka. Ada boneka Donald, ada seri TV The Apprentice, ada online university TrumpUniversity.com, bahkan ada t-shirt "You're Fired" dan buku-buku best-sellernya. Semua berangkat dari inisiatif belaka, yang bisa kita pelajari dan tiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Tepat waktu.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selalu menepati janji dan tepat waktu karena ini adalah bukti kemampuan memanage sesuatu yang paling terbatas di dalam hidup kita, yaitu waktu. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis. Respek terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan partner bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Senang melayani dan memberi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang billionaire pasti mempunyai kepribadian sebagai pemimpin dan seorang pemimpin adalah pelayan dan pemberi. The more you give to others, the more respect you get in return. Syukur-syukur kalau ada karma baik sehingga mendapat kebaikan juga dari orang lain. Paling tidak dengan memberi dan melayani, kita sudah menunjukkan kepada dunia betapa berlimpahnya kita. Alam bawah sadar kita akan terus membentuk blue print sukses berdasarkan kemampuan memberi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Membuka diri terlebih dahulu.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pernah Anda bertemu orang yang selalu mau bertanya soal hal-hal pribadi tentang orang lain namun tidak pernah mau membuka diri? Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, yang pasti mereka akan sangat sulit untuk mencapai kesuksesan karena dua hal ini adalah lawan dari unsur-unsur yang membangun sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, sesuatu yang dicari oleh para partner bisnis sejati. (Siapa yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Senang bekerja sama dan membina hubungan baik dengan para partner bisnis.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Teamwork jelas adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Donald Trump dan Martha Stewart pun mempunyai tim-tim mereka yang sangat loyal sehingga mereka bisa mencapai sukses luar biasa. "No man is an island, kita semua perlu membangun network kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses semakin terbuka lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Senang mempelajari hal-hal baru.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kembali kita mengambil contoh Pak Trump yang baru saja membuka online university. Apakah beliau adalah ahli pendidikan? Seorang profesor? Jelas tidak, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung mengaplikasikannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya.Dunia bisnis baginya adalah tempat bermain yang luas dan tidak terbatas. Kuncinya hanya satu: senang belajar dan mencari hal-hal baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lance Armstrong pernah berkata, "There are two kinds of days: good days and great days." Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Jangan sekali-kali mengeluh di dalam bisnis, walaupun suatu hari mungkin Anda akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal adalah kesempatan untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana Anda gagal tetap adalah agood day (hari yang baik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Berani menanggung resiko.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jelas, tanpa ini tidak ada kesemp atan sama sekali untuk menuju sukses.Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day (lihat di atas). So, untuk apa takut? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negative sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. "Comfortable in their own skin".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alias nyaman dengan diri sendiri tanpa perlu berusaha menut up-nutupi sesuatu maupun supaya tampak "lebih" dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan billionaire yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Saya yakin tidak ada. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda mempunyai kepribadian seorang billionaire? Hanya Anda yang bisa menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dikutip dari Milis Empat Lawang 29 Oktober 2008&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5711453350070382421?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5711453350070382421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5711453350070382421&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5711453350070382421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5711453350070382421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/10/sepuluh-kepribadian-billionair.html' title='Sepuluh Kepribadian Billionair'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SQfceWxt-qI/AAAAAAAAA9o/RJlpt4EfpQg/s72-c/usb-business-cards.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-8413836823056679557</id><published>2008-10-27T13:00:00.006+07:00</published><updated>2008-12-11T14:36:53.502+07:00</updated><title type='text'>Pasif Income yang Mencengangkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=zili"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="430" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-8413836823056679557?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/8413836823056679557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=8413836823056679557&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/8413836823056679557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/8413836823056679557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/10/pasif-income-yang-mencengangkan.html' title='Pasif Income yang Mencengangkan'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5378207711194230853</id><published>2008-10-20T11:11:00.003+07:00</published><updated>2008-12-11T14:50:56.076+07:00</updated><title type='text'>Aceh Damai dan Kehangatan Para Tukang Ledeng</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SPv6pJY18KI/AAAAAAAAAqA/8-0x1V2xdlE/s1600-h/500+jantho+ok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SPv6pJY18KI/AAAAAAAAAqA/8-0x1V2xdlE/s320/500+jantho+ok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259072574686884002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Artis pun Mendadak Tampil Santun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selama lima hari, 13-17 Oktober 2008, saya mendapat tugas luar ke Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Ini lawatan pertama saya ke sana. Satu hal yang perlu dicatat, Aceh adalah bumi yang damai, aman dan tentram.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan tragedi memilukan (gempa dan tsunami) yang meluluhlantakkan Aceh pada 26 Desember 2004 lalu. Atau konflik horizontal sipil-militer yang telah berlangsung berpuluh-puluh tahun lamanya dan menelan ribuan nyawa tak terhingga. Aceh kini, berbeda dari Aceh dahulu. Aceh kini adalah Aceh yang bangkit dari keterpurukan dan dengan penuh semangat menata masa depan yang lebih cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya kesan inilah yang saya tangkap selama melakukan kunjungan ke Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie dan Kota Banda Aceh. Selama dalam perjalanan ke tiga tempat tersebut, yang terkadang harus melewati kawasan hutan berbukit yang jauh dari keramaian, sama sekali saya tidak menemui kejadian yang tidak diinginkan. Yang saya temukan justru orang-orang Aceh yang ramah, para pengungsi di barak-barak yang tetap optimis memandang hari esok. Sungguh, orang Aceh adalah orang-orang yang kuat dan tabah. Terbukti dengan konflik yang terjadi selama ini, ditambah dengan tragedi gempa dan tsunami, mereka tetap bersemangat menjalani hari-hari. Saya yakin rakyat Aceh begitu mensyukuri perdamaian yang saat ini mereka rengkuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terbilang kata yang ingin saya tuangkan selama mengunjungi Bumi Serambi Mekah. Di Aceh Besar saya diajak menginap oleh rekan-rekan tukang ledeng di sana, di salah satu Water Treatment Plant (WTP) milik PDAM Tirta Mountala Kab. Aceh Besar yang letaknya persis di kaki Bukit Barisan yang berjarak sekitar 30 km dari Kota Jantho. Meski hembusan udara pegunungan seperti mencucuk tulang, namun suasana kekeluargaan yang ditunjukkan oleh rekan-rekan di sana begitu hangat hingga saya serasa lupa dengan kekakuan dingin udara malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Banda Aceh pun saya nyaris menemukan kehangatan serupa yang ditunjukkan oleh rekan-rekan di PDAM Aceh Besar. Saya sangat senang diajak berkeliling Kota Banda Aceh yang masih dalam tahap renovasi dan rekonstruksi. Saya diajak melihat kampung-kampung pesisir, daerah yang paling parah terkena terjangan tsunami seperti Tibang, Perumnas Lingke, Ulee Lheu, Lamprik dan lain-lain. Alhamdulillah, segala bantuan berbentuk rumah dan infrastruktur pendukung lainnya yang dibangun lembaga donor dalam dan luar negeri telah kelihatan hasilnya. Setidaknya hampir sebagian besar masyarakat yang menjadi korban bencana telah mendapatkan hunian yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Raya Baiturrahman adalah tempat persinggahan saya yang paling mengesankan. Saya sangat bersyukur, bila selama ini hanya bisa melihat masjid nan megah ini dari kalender atau dari klip adzan Magrib, akhirnya saya bisa menjejakkan kaki dan melakukan sholat berjamaah di sana. Satu hal yang paling unik di masjid ini, selain bentuk bangunan dan sejarah besarnya di masa lalu, adalah banyaknya burung walet yang sejak beberapa tahun belakangan menjadikan masjid ini sebagai kediaman oleh para mahluk cantik itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jam-jam sore, kita bisa menyaksikan pemandangan yang menakjubkan di atas atap/kubah dan di cakrawala masjid. Mahluk-mahluk mungil itu hilir mudik terbang ke sana kemari menghiasi langit yang mulai meneduh. Ada yang bertengger di atas pepohonan di sekitar masjid, namun lebih banyak yang nangkring di atas atap/kubah. Jumlahnya mungkin jutaan. Bayangkan hampir tidak ada sisi lowong di atas atap/kubah masjid yang tidak ditempati oleh burung-burung bernilai ekonomi tinggi itu. Padahal, tak sedikit penduduk di sekitar yang menyulap rumah mereka menjadi sarang burung walet. Namun entah kenapa, si cantik lebih menyukai areal masjid sebagai tempat persinggahan mereka. Luar bisa, Allah menghadiahkan karunia yang besar bagi umat Islam di Aceh. Mudah-mudahan pengurus masjid bisa memanfaatkan potensi ini untuk kepentingan umat. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pulang ke Jakarta, saya juga sempat diajak berkeliling oleh Direktur PDAM Tirta Daroy, Pak Junaidi. Setelah membeli oleh-oleh khas Aceh, saya diajak Pak Junaidi meninjau pantai Lok Ngah di Aceh Besar yang sangat indah. Seperti daerah-daerah pesisir lainnya, daerah ini juga tak luput dari terjangan tsunami. Namun kini telah mulai berbenah menjadi daerah industri dan daerah wisata nan cantik. Setelah mengitari wilayah ini hampir setengah jam, Pak Junaidi yang orang lapangan itu, juga berbaik hati mengantar saya ke Bandara Sultan Iskandar Muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sekarang saya sudah di Jakarta, saya tentu tidak akan lupa dengan keramahtamahan rekan-rekan dari PDAM Aceh Besar, PDAM Pidie dan PDAM Kota Banda Aceh. Saya tidak mungkin lupa dengan rasa khas Mie Aceh yang lezat, atau kedahsyiatan kopi Ulee Kareng yang hmmm...membuat kepala saya melayang-layang. Saya akan selalu mengenang kehangatan saat bermalam bersama rekan-rekan tukang ledeng di Bukit Jantho. Saya tentu tidak akan lupa saat menyaksikan kapal tongkang PLTD Apung yang terdampar di Kampung Punge Balangcut. Kapal berbobot mati 200 ton itu dahulunya berada di Pelabuhan Ulee Lheu yang berjarak sekitar 4 km dari tempatnya kini terdampar. Kapal milik Pertamina itu, kini menjadi semacam monumen untuk mengenang kedahsyiatan gelombang tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan dari WTP Jabal Gafur milik PDAM Pidie ke kantor pusat PDAM Pidie di Sigli, kami juga sempat berpapasan dengan iring-iringan mobil rombongan mantan deklarator GAM Hasan Tiro yang mengunjungi tanah kelahirannya, Pidie, yang telah lebih 30 tahun tidak disambanginya. Meski tidak bertatap muka secara langsung dengan Wali (sebutan masyarakat Aceh untuk Teungku Hasan Muhammad di Tiro), saya yakin pemikiran kami, pemikiran rakyat Aceh tidak begitu jauh berbeda. Aceh damai adalah impian. Aceh yang besar dan maju adalah harapan semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, ada satu hal lagi yang membuat saya geli, yang saya temui di Aceh ini. Di Jakarta saya temui banyak sekali &lt;em&gt;billboard&lt;/em&gt; salah satu operator selular yang memajang pose artis cantik Luna Maya atau Asmirandah yang berpakaian sedikit seksi. Tapi yang saya temukan di Aceh berbeda 180 derajat! Di sana saya menemukan Luna Maya dan Asmirandah tampil dalam balutan busana muslimah yang anggun layaknya perempuan-perempuan Aceh. &lt;em&gt;Hmm&lt;/em&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5378207711194230853?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5378207711194230853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5378207711194230853&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5378207711194230853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5378207711194230853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/10/aceh-damai-dan-kehangatan-para-tukang_20.html' title='Aceh Damai dan Kehangatan Para Tukang Ledeng'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SPv6pJY18KI/AAAAAAAAAqA/8-0x1V2xdlE/s72-c/500+jantho+ok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-7705770025656924444</id><published>2008-10-20T09:53:00.000+07:00</published><updated>2008-10-20T10:06:34.714+07:00</updated><title type='text'>Peace Peace Peace</title><content type='html'>Peace Peace Peace&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-7705770025656924444?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/7705770025656924444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=7705770025656924444&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7705770025656924444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7705770025656924444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/10/peace-peace-peace.html' title='Peace Peace Peace'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-6941897058683617635</id><published>2008-07-24T08:38:00.003+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:34.388+07:00</updated><title type='text'>Bila ‘Paratidaknormal’ Ngerjain Paranormal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SIfdk1F52hI/AAAAAAAAApY/dJtW1EAzI-8/s1600-h/Dukun2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SIfdk1F52hI/AAAAAAAAApY/dJtW1EAzI-8/s200/Dukun2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226389517383621138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ini pengalaman yang juga cukup menggelikan. Kisah yang tak seharusnya ditiru oleh mereka yang bekerja penuh dedikasi dan profesionalisme tinggi. Sebuah keusilan yang berangkat dari rasa penasaran dan rasa ingin tahu yang besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman ini terjadi sekitar penghujung tahun 2006 lalu. Waktu itu saya masih bekerja di dunia infotainmen sebagai reporter. Suatu hari, karena tidak tahu harus liputan kemana lagi, tiba-tiba muncul ide nyeleneh dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;driver&lt;/span&gt; saya; wawancara dengan salah satu paranormal kondang di negeri ini! Temanya terserah, yang penting bisa ketemu dan wawancara!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya ogah. Bukan apa-apa, disamping karena tidak ada delegasi dari koordinator liputan, berurusan dengan paranormal membuat hati saya dag-dig-dug. Takut disantet dan diguna-guna coy! Mending kalo diguna-guna tambah keren, kalo diguna-guna nggak kawin-kawin? Wah bisa berabe dunk..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, kami mendapat konfirmasi sang paranormal bersedia diwawancara di kediamannya. Dalam perjalanan ke rumah sang paranormal ini, terus terang hati saya kebat-kebit. Saya takut si paranormal tahu kalau wawancara yang akan kami lakukan adalah wawancara main-main. Tapi syukurnya si paranormal tidak mencium gelagat kami. Hehe mungkin si paranormal udah jarang puasa Senin-Kemis jadi kesaktiannya menurun drastis kali yah:-D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah si paranormal, kami disambut oleh dua orang penjaga berseragam kepolisian dan seorang berseragam hitam-hitam. Setelah menyebut maksud dan tujuan, kami pun diantar masuk ke dalam. Luar biasa rumah si paranormal ini. Arsitekturnya seperti istana raja-raja jaman Majapahit kali. Mungkin cukup itu kelunya. Yang jelas, kalau ditaksir dalam bentuk rupiah kediaman si paranormal ini sekitar Rp5 milyar lebih. Belum lagi dua mobil mewah yang terparkir di garasi di salah satu sudut bangunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menakjubkan profesi paranormal di negeri ini yah? Pejabat eselon I, bahkan menteri mungkin jarang yang memiliki kekayaan seperti si paranormal. Kecuali, kalau si pejabat melakukan korupsi. So, ada yang berniat menjadi paranormal? Sayangnya, tidak ada akademi khusus atau perguruan tinggi keparanormalan ya?:-(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis di pekarangan rumah, kami bertemu dengan si paranormal yang saat itu lagi asyik bermain catur dengan temannya. Si paranormal menyambut kedatangan kami dengan senang hati. Seperti paranormal pada umumnya, ia mengenakan pakaian serba hitam. Kalau diperhatikan, mungkin lebih mirip dandanan para seniman yang lebih suka seadanya dan seenaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbasa-basi, kami lalu diajak masuk ke dalam istana sang paranormal. Ufffss, sampai di sini dulu yah. Soalnya butuh tenaga ekstra untuk melanjutkan kisah yang dramatis ini:-P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-6941897058683617635?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/6941897058683617635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=6941897058683617635&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6941897058683617635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6941897058683617635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/07/bila-paratidaknormal-ngerjain.html' title='Bila ‘Paratidaknormal’ Ngerjain Paranormal'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SIfdk1F52hI/AAAAAAAAApY/dJtW1EAzI-8/s72-c/Dukun2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-7806675413023119012</id><published>2008-07-11T07:37:00.005+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:34.547+07:00</updated><title type='text'>Telepon Seluler</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SHasBehZWRI/AAAAAAAAApQ/6XM-Bswx1QI/s1600-h/handphone1.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SHasBehZWRI/AAAAAAAAApQ/6XM-Bswx1QI/s200/handphone1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221549959355652370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memiliki HP, dewasa ini bukanlah hal yang luar biasa. Tukang parkir, tukang sayur, bahkan pemulung sudah ada yang memiliki HP. Saya jadi ingat waktu saya baru memiliki HP sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu duduk di bangku SLTP kelas 3, sekitar tahun 1995, saya ingat di rumah orangtua saya baru pasang telepon rumah. Pada waktu itu, telepon rumah termasuk benda yang cukup prestisius. Bisa dibilang, hanya mereka yang berada dari kalangan menengah ke atas saja yang bisa memiliki perangkat ini (tentu saja untuk ukuran orang kampung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai remaja yang baru tumbuh alias ABG, saya senang sekali. Dalam pergaulan dengan teman-teman sekolah, otomatis gengsi saya sedikit bertambah. Saya pun benar-benar memanfaatkan sarana milik orangtua ini untuk keperluan halo-halo dengan teman-teman. Sudah barang tentu saya gunakan juga untuk keperluan merayu cewek-cewek haha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, memiliki telepon rumah sudah dianggap biasa. Memasuki tahun 2000 ponsel alias telepon seluler alias HP mulai menjadi barang yang “wah”! Di tahun ini, selain orang-orang berkantong tebal, tidak semua orang bisa memilikinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa terkagum-kagum bila melihat ada orang yang menenteng HP. Mengetahui harganya yang cukup mahal ketika itu, memegangnya pun saya tidak berani, meski hanya sekedar memegang dalam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2004 saya pun akhirnya merasakan memiliki HP sendiri. HP pertama yang saya miliki Nokia. Saya lupa tipenya. HP berbodi bongsor ini tentu saja saya beli dalam kondisi seken, mungkin juga sudah dalam kondisi &lt;em&gt;seventeen&lt;/em&gt;. Soal fitur jangan ditanya, bisa telepon dan SMS saja sudah merupakan kebanggaan tersendiri yang sukar dilukiskan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pada telepon rumah, memiliki HP juga membuat saya senang bukan main. Meski kenyataannya masih kere, menenteng HP membuat saya serasa menjadi eksekutif muda. Lucunya, berbulan-bulan setelah itu, hampir tidak ada yang menelepon, selain sesekali saja ada yang SMS. Maklum waktu itu orang yang punya HP masih sedikit, dan perang tarif murah juga belum segencar sekarang (&lt;em&gt;relasi situ  aja kalee yang masih kurang banyak dan kurang berbobot!?&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun tak kehilangan akal. Untuk menambah “prestise” saya di muka orang-orang, saya menyetting HP butut saya yang masih suka nge-&lt;em&gt;drop&lt;/em&gt; itu dengan settingan alarm yang bunyinya saya sesuaikan dengan panggilan masuk. Pas saya lagi sama teman-teman, lagi di bis kota, terminal atau lagi di pasar sekalipun (hanya di kamar mandi saja yang &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt;) HP saya bunyi. Karena sudah tahu itu cuma settingan, saya pun pasang aksi seolah-olah itu telepon masuk dari seseorang. Jadilah, saya terlihat seperti orang yang penting sendiri hahaha...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, pengalaman yang cukup malu-maluin ini. Terkadang benda bisa membuat kita mabuk kepayang juga yah… Ternyata!!??:-P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-7806675413023119012?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/7806675413023119012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=7806675413023119012&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7806675413023119012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7806675413023119012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/07/telepon-seluler.html' title='Telepon Seluler'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SHasBehZWRI/AAAAAAAAApQ/6XM-Bswx1QI/s72-c/handphone1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-8568735410840221737</id><published>2008-07-09T15:14:00.007+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:34.720+07:00</updated><title type='text'>Orang Pintar Belum Tentu Bijaksana</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SHXs-EfmyQI/AAAAAAAAAog/mJU6G5FHJ6g/s1600-h/ZILI+PUYENG+1+600ok.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SHXs-EfmyQI/AAAAAAAAAog/mJU6G5FHJ6g/s400/ZILI+PUYENG+1+600ok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221339894108309762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Orang pintar minum tolak angin. Begitu bunyi sebuah iklan jamu yang terkenal. Namanya juga iklan tidak ada yang tidak wajar di &lt;em&gt;jingle&lt;/em&gt; iklan tersebut. &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu masih bekerja di kantor B (tidak usah disebut kantor apa dan di mana), saya mempunyai bos yang hampir sebagian besar karyawannya tidak menyukai sepak terjangnya. Berbagai julukan jelek disematkan kepada si bos. Bagaimana tidak, gaya kepemimpinannya arogan, emosional dan sering menganggap bawahan sebelah mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bos yang satu ini sangat jeli soal melihat kesalahan bawahannya, namun sering kali menutup mata ketika ada bawahan yang berprestasi dan menguntungkan perusahaan. Dan sudah bisa ditebak tidak ada mekanisme &lt;em&gt;reward&lt;/em&gt; dalam kepemimpinannya yang pongah kecuali: &lt;em&gt;punishment, punishment and punishment&lt;/em&gt;! Sadis bener…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantor C saya juga menemukan bos yang wataknya tidak terlalu berbeda dengan bos di kantor B. Malah mungkin lebih parah. Bos yang satu ini sangat gemar menjatuhkan orang lain di hadapan banyak orang, namun ketika ‘kesalahan’-nya disentil sedikit saja, dia bereaksi seperti orang yang kebakaran jenggot. Bahasa kelas pinggirnya dia ini (mungkin) tipe orang yang pandai menjilat ke atas dan gemar menendang ke bawah. Hmm..cukup horor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu di kantor A saya juga punya bos yang sangat &lt;em&gt;down to earth &lt;/em&gt;kepada bawahan. Istilah jaman sekarang bos gaul. Tapi sayang ketika sudah bersinggungan dengan &lt;em&gt;fullus&lt;/em&gt;, dia berlaku tidak &lt;em&gt;fair&lt;/em&gt;. Ia, dengan alasan yang dibuat-buat, mengatur pembagian “jatah” yang lebih menguntungkan pribadinya. Setelah itu, sudah bisa dipastikan semua yang pernah merasakan sepak terjangnya akhirnya mundur teratur. &lt;em&gt;Ogah&lt;/em&gt; bekerja sama lagi dengan si bos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga bos di atas, secara intelegensi, mereka ini bisa dibilang orang-orang pintar. Kalau tidak pintar mana mungkin mereka bisa menduduki posisi yang strategis di tempatnya masing-masing. Pengalaman ini membuat mata saya terbuka: Orang pintar belum tentu bijaksana. Itu saja pesannya. Salam hangat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-8568735410840221737?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/8568735410840221737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=8568735410840221737&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/8568735410840221737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/8568735410840221737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/07/orang-pintar-belum-tentu-bijaksana.html' title='Orang Pintar Belum Tentu Bijaksana'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SHXs-EfmyQI/AAAAAAAAAog/mJU6G5FHJ6g/s72-c/ZILI+PUYENG+1+600ok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5407190879343669856</id><published>2008-07-07T09:27:00.003+07:00</published><updated>2008-07-07T09:33:36.165+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.glitterfy.com/"&gt;&lt;img src="http://img19.glitterfy.com/188/glitterfy213239T174D33.gif" alt="Glitter Words" border=0 /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.glitterfy.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5407190879343669856?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5407190879343669856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5407190879343669856&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5407190879343669856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5407190879343669856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/07/glitterfy.html' title=''/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-6486430469451021855</id><published>2008-07-04T17:22:00.008+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:34.934+07:00</updated><title type='text'>Ayo 'Nge-Blog'!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SHLYvngSHsI/AAAAAAAAAoI/CEpD5KVsCxo/s1600-h/blog-im.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SHLYvngSHsI/AAAAAAAAAoI/CEpD5KVsCxo/s200/blog-im.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220473230645665474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan Takut Dibilang Narsis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kandidat Presiden Amerika Barack Obama bukanlah seorang narsisme. Seperti saya, ia orang yang pintar dan kreatif:-( Ia sadar betul memanfaatkan kekuatan situs atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; pribadi untuk meraih simpati calon pemilih. Jadi, jangan sungkan memanfatkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; seperti sohib saya si Barack itu:-D&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara terminologi, narsis atau narsisme adalah sebutan untuk orang yang senang membangga-banggakan diri, orang yang senang memuji-muji kehebatannya sendiri, blablabla.. Sialnya, para &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt; sering dikait-kaitkan dengan predikat ini. Mereka dianggap sebagai orang-orang yang narsis. Ringkasnya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; sering dikonotasikan sebagai media orang-orang narsis. Sadis yah!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Barack Obama, di luar kemampuannya memikat calon pemilih yang amat rasional di dunia nyata, telah membuktikan sendiri kehebatan menjadi seorang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt;. Melalui situs pribadinya, Obama mampu mendulang simpati lebih banyak dari pesaingnya, Hillary Clinton, pada saat konvensi partai (lihat situs &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;www.barackobama.com&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;www.my.barackobama.com&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Obama, tokoh lain yang memanfaatkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; untuk kampanye adalah Presiden Perancis Nicolas Sarkozy. Lalu ada Perdana Menteri China When Jiabou, yang tidak cukup terkenal di dunia nyata (lokal) namun begitu populer di dunia maya (global). Sama dengan Obama, kedua tokoh ini tidak harus malu menyatakan diri sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt; yang mengelola dan memelihara situs pribadinya secara rutin. Mereka juga tidak sungkan memajang foto-foto koleksi pribadi di Facebook dan menjawab testi-testi dari para pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kemampuan menarik simpati di dunia nyata, dampak memiliki &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; ternyata sangat luar biasa. Sebagai contoh, sebuah artikel yang ditulis Pepih Nugraha di Harian Kompas belum lama ini menyebut, pada 6 Juni 2008, pendukung Obama di Facebook baru 864.832 &lt;span style="font-style:italic;"&gt;netter&lt;/span&gt;. Belum sampai dua minggu, pendukungnya sudah 1 juta! Demikian pula di Twitter, pada 17 Juni pendukungnya 998.901, yang apabila dihitung-hitung ada 135 pendukung baru setiap 20 menitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nge-blog&lt;/span&gt; juga dialami Wen Jiabou. Berkat usahanya mengkapling ”ruangan” di Facebook, plus berkat kepedulian dan kehadirannya mengunjungi korban gempa bumi Sichuan, popularitasnya sebagai politisi meningkat dengan menduduki 10 besar politisi dunia. Meski tidak sefantastis Obama di urutan pertama yang menggaet lebih dari 1 juta pendukung, Wen didukung 20.136 &lt;span style="font-style:italic;"&gt;netter&lt;/span&gt;.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri sendiri, fenomena figur masyarakat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nge-blog&lt;/span&gt; juga sudah mulai terlihat, meski persentasenya sangat kecil. Tercatat artis Sandra Dewi yang baru-baru ini meluncurkan blog pribadi, lalu ada Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan politisi yang juga berlatar belakang artis, Angelina Sondakh, yang sudah sejak lama memiliki situs pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sangat naif bila masih ada anggapan yang mengatakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; adalah medianya orang-orang narsissshhh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-6486430469451021855?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/6486430469451021855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=6486430469451021855&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6486430469451021855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6486430469451021855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/07/ayo-nge-blog.html' title='Ayo &apos;Nge-Blog&apos;!!!'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SHLYvngSHsI/AAAAAAAAAoI/CEpD5KVsCxo/s72-c/blog-im.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5034705091321390041</id><published>2008-05-20T15:54:00.010+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:35.164+07:00</updated><title type='text'>From ‘Singgefou’ To Minangkabau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SDvRo2iKDUI/AAAAAAAAAnw/dHw8-drJPvk/s1600-h/orchard%2Broad.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SDvRo2iKDUI/AAAAAAAAAnw/dHw8-drJPvk/s200/orchard%2Broad.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204984294120492354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pesawat 'Delay' dan Kelalaian Karena Belanja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dengan memanfaatkan fasilitas &lt;em&gt;wireless&lt;/em&gt; gratis yang disediakan pihak hotel, saya buka juga blog kesayangan yang sudah lama tidak di-posting ini…&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini, saya dan teman-teman kantor, plus bos rupanya, tiba di Bandara Internasional Minangkabau sekitar pukul setengah sepuluh. Dari Bandara Soekarno Hatta, sebenarnya kami berangkat dengan penerbangan pertama Garuda pukul 06.05 WIB, namun pesawat &lt;em&gt;delay&lt;/em&gt; hingga satu jam lamanya. Oya, kami datang ke Minangkabau untuk keperluan pekerjaan. Selebihnya, biasa, jalan-jalan hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menulis catatan ini, saya sedang duduk sendiri di Lobi Hotel Pangeran Beach, Kota Padang, tempat kami rencananya menginap sampai hari Minggu, 25 Mei 2008. Di lobi hotel, tadinya saya berdua teman saya Agung, yang asyik menjeprat-jepret obyek yang tak jelas. Tapi kemudian dia memutuskan untuk istirahat di kamar. Payah emang dia:-P. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal teman saya itu, saya bingung apa yang harus saya lakukan, sementara untuk istirahat di kamar hotel saya sungkan:-(. Saya juga sudah sempat buka-buka &lt;em&gt;email&lt;/em&gt; melalui laptop yang saya bawa dari kantor. Dengan memanfaatkan fasilitas &lt;em&gt;wireless&lt;/em&gt; gratis yang disediakan pihak hotel, saya buka juga blog kesayangan yang sudah lama tidak diposting ini. Akhirnya saya putuskan untuk menulis artikel untuk blog sajalah. Lagian saya ingat komplen beberapa teman saya soal blog saya yang belakangan jarang diposting artikel baru. Hehe rupanya masih ada juga yang &lt;em&gt;care&lt;/em&gt; sama blog saya ini:-)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SDvN12iKDRI/AAAAAAAAAnY/PjIfQs5GU-E/s1600-h/for+blog1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SDvN12iKDRI/AAAAAAAAAnY/PjIfQs5GU-E/s320/for+blog1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204980119412280594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yah yang akan saya tulis? Soal Ranah Minang nan Rancak Bana? Wah belum banyak yang saya ketahui karena hari-hari yang kami lewati di sini juga belum banyak. Belum banyak cerita untuk diceritakan selain masakan Ikan Bakar di sebuah restoran lesehan, di salah satu sudut kota yang kami cicipi tadi siang. Belum banyak. Jadi saya belum bisa bercerita banyak tentang nagari yang indah ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Paling saya mau menyentil sedikit soal lawatan kami, ciee,,, saya dan teman-teman kantor maksudnya, eh, bos juga rupanya, beberapa hari lalu ke Negeri Singa Air Putih, Singapura.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebenarnya, sebelum tiba di Kota Padang ini, kami pun juga ada pekerjaan kantor di Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) selama enam hari dari tanggal 11-16 Mei 2008. Di Batam kami menginap di Hotel Holiday Inn di daerah Marina pesisir. Oya, jauh sebelumnya, teman-teman sudah kasak-kusuk untuk memanfaatkan kesempatan tersebut untuk juga mengunjungi Singapura yang dari Kota Batam tinggal menyebrang naek fery. Ah sudahlah, tak ada salahnya juga saya sesekali berleye-leye mencicipi negara tetangga hehe…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jumat pagi, 16 Mei 2008, kami akhirnya menyebrang dari Pelabuhan Batam Centre ke Pelabuhan Harbourfront Singapura. Perjalanan menggunakan fery menempuh waktu sekitar 50 menit. Untuk menyebrang setiap orang harus membeli karcis seharga Rp90 ribu, dan pajak fiscal Rp500 ribu per orang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari Harbourfront, yang terhubung dengan stasiun kereta api bawah tanah yang supercanggih itu, kami menuju Orchard Road, yang merupakan salah satu tempat teramai di kota transit ini. Atas saran seorang teman, kami memutuskan menginap di Apartemen Lucky Plaza di Orchard, yang kebetulan bersebelahan dengan Mount Elizabeth Hospital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, rupanya salah satu apartemen yang kami sewa, dikelola orang Indonesia yang berasal dari Pontianak. Apartemen di sini juga banyak yang disulap menjadi kamar seperti kost-kostan yang disewakan murah-meriah bagi turis berkantong seadanya seperti kami:-) ini. Kami mengambil empat kamar yang satu kamarnya seharga Sing. $60 atau sekitar Rp420.000 per malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Sabtu 17 Mei 2008, tentunya setelah puas berkeliling dan belanja di Takasimaya, Bugis Junction, dan entah apalagi nama toko dan mal yang sudah kami jelajahi, serta Lucky Plaza tentunya, kami kembali ke Pulau Batam untuk mengejar penerbangan Garuda pukul 16.05 WIB. Tapi karena kelalaian sendiri, karena terlalu asyik belanja bareng ibu-ibu itu, kami harus mengundurkan kepulangan kami hingga keesokan harinya dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam hoho…&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SDvSFGiKDVI/AAAAAAAAAn4/ApPFx5ERlXM/s1600-h/for+blog+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SDvSFGiKDVI/AAAAAAAAAn4/ApPFx5ERlXM/s200/for+blog+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204984779451796818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Huh, sangat menyesal kami tidak sempat mengunjungi Patung Singa Air Marlion, di daerah City Hall, yang merupakan lambang dari negeri Lee Kuan Yew ini. Ini semua, setidaknya, gara-gara ibu-ibu yang &lt;em&gt;keukeh&lt;/em&gt; lebih mementingkan urusan belanja ketimbang mengunjungi tempat-tempat eksotik di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya bu, kalau belanja inga-inga dong. Lagian ngapain jauh-jauh belanja mahal-mahal ke sana toh di Mangga Dua dan Tanah Abang jauh lebih murah. Dan itung-itung cinta produk dalam negeri yah nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yo weslah. Hari ini, Selasa, 20 Mei 2008, tepat dua hari setelah lawatan kami ke Batam-Singapura-Jakarta, dan kami sudah berada di Nagari Minangkabau. Dan teman saya si Agung itu, yang tadinya dia sudah turun dari kamar ketika artikel ini baru setengah jadi, eh dia sudah masuk ke kamar hotel lagi. Katanya dia mau pergi keliling Kota Padang naik angkot, tapi ia mau ganti celana pendek dulu katanya. Mungkin biar dikira turis beneran kali:-D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5034705091321390041?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5034705091321390041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5034705091321390041&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5034705091321390041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5034705091321390041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/05/from-singgefou-to-minangkabau.html' title='From ‘Singgefou’ To Minangkabau'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/SDvRo2iKDUI/AAAAAAAAAnw/dHw8-drJPvk/s72-c/orchard%2Broad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-8610126061907661681</id><published>2008-03-17T13:26:00.012+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:35.281+07:00</updated><title type='text'>Film Ayat Ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R94Sosm7rCI/AAAAAAAAAl4/-Dq6G9ugX3s/s1600-h/ayat2cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R94Sosm7rCI/AAAAAAAAAl4/-Dq6G9ugX3s/s200/ayat2cinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178597111901170722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Si Ucok pun Tak Tahan untuk Tidak Menangis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pada saat ke Bogor seminggu sebelumnya, saya janjian ketemu seseorang di Bogor Trade Mall untuk nonton &lt;em&gt;Ayat Ayat Cinta &lt;/em&gt;(AAC). Namun sayang tiket pada jam pertunjukan yang kami inginkan telah habis terjual sehingga hari itu kami urung nonton.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu pagi tanggal 15 Maret 2008. Saya dan sohib baru saya, Mifta Pohan alias si Ucok, bertemu seorang sahabat yang saya kenal ketika saya masih bekerja di dunia &lt;em&gt;infotainment&lt;/em&gt;. Sahabat saya ini, seorang reporter, bernama Barata. Kami menemuinya untuk sebuah urusan di kantornya, Indigo, di daerah Cilandak, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis bertamu ke Kantor Indigo, rupanya si Ucok (yang juga merupakan adik kandung artis Annisa Pohan itu), benar-benar menepati janjinya mengajak saya nonton AAC yang diangkat dari novel fenomenal berjudul sama karya Ust. Habiburrahman El Shirazy. Setelah menimbang-nimbang, si Ucok memutuskan mengarahkan kemudinya ke Pondok Indah Mall (PIM) 1. Sebagai orang yang diajak, saya mah nurut aja &lt;em&gt;ateuh&lt;/em&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, sehabis makan di salah satu restoran PIM 1, kami nonton AAC pada jam pertunjukan 14.00 WIB. Luar biasa, setelah sekitar dua minggu diputar serentak di seluruh bioskop Indonesia jaringan 21, penonton AAC tetap saja berjubel! Untung kami sudah pesan tiket satu jam sebelum pertunjukan dimulai, sehingga kami tidak perlu bersusah payah antri seperti yang lain. &lt;em&gt;Hmm&lt;/em&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, setelah sebelumnya tuntas membaca novel AAC, saya memang kurang begitu yakin versi layar lebarnya akan sebagus novelnya. Dari kacamata seorang yang awam di dunia perfilman, saya memiliki beberapa catatan khusus soal film ini. Mudah-mudahan bisa menjadi masukan bagi pihak yang terkait (produser, penulis skenario, sutradara dll.) yang kabarnya juga bakal mengulang kesuksesan film AAC dengan mengangkat cerita dari novel-novel karya Kang Abik lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menurut saya, film berdurasi sekitar 120 menit ini terlalu mengedepankan romantisme hubungan pria-wanita (meski dibingkai dalam perspektif etika pergaulan dan poligami dalam Islam), ketimbang mengeskplorasi tema lain seperti indahnya toleransi yang diajarkan dalam Islam, yang di dalam novel digambarkan hubungan bertetangga antara Fahri Cs. dan keluarga Maria Girgis yang menganut Kristen Koptik. Dalam film, saya tidak melihat adegan-adegan saat Fahri Cs. (sebelum Fahri menikah dengan Aisha), diajak makan bersama keluarga Maria di sebuah restoran elit di Mesir. Saya juga tidak melihat fragmen saat Fahri memberi kejutan berupa kado ultah kepada Madam Nahed (ibunya Maria), dan Yousef (adik Maria) sebagai bentuk toleransi yang ditunjukkan Fahri. Tadinya saya berharap ada adegan yang menggambarkan betapa senangnya Madam Nahed saat mendapat &lt;em&gt;surprise&lt;/em&gt; dari Fahri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saja pembuat film ini jeli, menurut saya fragmen seperti ini sangat penting ditampilkan untuk menambah kekuatan cerita. Ini juga menjadi benang merah yang menjadi alasan dan jawaban penonton mengapa Madam Nahed alias si Nyonya Boutros harus rela dan tanpa keragu-raguan menerima Fahri sebagai menantunya, meskipun niat Fahri memperistri Maria semata-mata untuk menuruti keinginan istrinya, Aisha dan untuk menolong Maria dari kondisi komanya (disamping untuk menyelamatkan Fahri dari tuduhan pemerkosaan oleh Noura). Pembuat film nyatanya lebih tertarik menitikberatkan bentuk toleransi Fahri kepada Maria secara individu, bukan kepada keluarganya secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, saya kurang begitu &lt;em&gt;sreg&lt;/em&gt; dengan pilihan yang jatuh pada Zaskia Adya Mecca yang memerankan Noura, si gadis teraniaya anak si Muka Dingin Bahadur. Bukan karena akting Zaskia, tapi lebih karena kurang &lt;em&gt;matching&lt;/em&gt;-nya wajah dan karakter seorang Zaskia dengan karakter seorang Noura yang bengis dan pendendam. Seharusnya pembuat film ini bisa menggiring emosi penonton untuk membenci karakter Noura. Tapi karena si imut Zaskia yang memerankan Noura, agaknya penonton seperti saya agak susah untuk memiliki perasaan seperti itu. Jadi intinya, tampang Zaskia yang imut dan sangat Melayu itu tidak cocok memerankan Noura yang berdarah Arab dan memiliki sifat bengis. Saya lebih &lt;em&gt;sreg&lt;/em&gt; kalau Zaskia memerankan tokoh Nurul (diperankan Melanie Putria), si gadis patah hati anak pemilik salah satu pesantren dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu, saya pikir secara keseluruhan film ini sudah lumayan bagus. AAC adalah film yang menurut saya paling berbobot dibanding film-film Indonesia lainnya yang pernah saya tonton. Tema poligami dan romantisme hubungan pria-wanita (dalam perspektif Islam) yang menjadi daya tarik utama film ini, begitu indah ditampilkan secara visual oleh sang sutradara Hanung Bramantyo. Meski katanya, dari sisi pengambilan gambar hampir seluruhnya tidak dilakukan di Mesir. Begitu pula dengan pesan (&lt;em&gt;message&lt;/em&gt;) keislamannya, disampaikan sangat wajar dan terkesan tidak dipaksakan. Seperti adegan saat Maria, si Gadis Koptik yang Aneh, membacakan surah Mariyam di hadapan Fahri dalam sebuah bus, adegan pembelaan yang dilakukan Fahri kepada Alicia dan Aisha di dalam metro, atau adegan &lt;em&gt;tallaqi&lt;/em&gt; Fahri kepada Syaikh Utsman Abdul Fattah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarang sebuah film bisa menghipnotis seseorang hingga berderai-derai seperti yang terjadi pada sohib saya si Ucok Pohan. Sehabis nonton si Ucok mengaku kepada saya dari mulai pertengahan film (saat Maria dan Nurul digambarkan tercabik-cabik perasaannya mengetahui Fahri menikah dengan Aisha, lalu serangkaian tuduhan keji yang dialamatkan kepada Fahri, atau saat Maria di ujung hayatnya meminta menjadi makmum bersama Aisha yang diimami sang suami Fahri, hingga antiklimaks saat Fahri bahagia bersama Aisha), si Ucok mengaku ia tak kuasa menitikkan airmata! Apalagi manakala kejadian-kejadian menyayat hati itu diiringi lantunan nan syahdu penyanyi Rossa dari album &lt;em&gt;Ayat Ayat Cinta&lt;/em&gt;, atau suara serak Ust. Jeffry Al Buchori yang menyenandungkan &lt;em&gt;Istighfar&lt;/em&gt;. Hehe tak sangka saya, si Ucok yang berbadan tinggi besar dan bermuka agak sedikit garang itu, luluh juga hatinya menonton film ini:-P. &lt;em&gt;Cok, cok, cemen kali kau!&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri? Hehe meski tak separah si Ucok rasanya sulit melupakan begitu saja esensi dari film ini. Kalau saja saya dalam posisi Fahri, saya juga rasanya sulit menolak dua hati seperti Aisha dan Maria:-P. Yang jelas, semisal saya dalam posisi Fahri yah, saya akan belajar dan berusaha untuk mendekati adil, meski kata si Saiful, teman satu kostnya Fahri, sangat tidak mungkin menerapkan konsep adil dalam perkara poligami:-). &lt;em&gt;Wallahualam&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-8610126061907661681?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/8610126061907661681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=8610126061907661681&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/8610126061907661681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/8610126061907661681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/03/film-ayat-ayat-cinta.html' title='Film Ayat Ayat Cinta'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R94Sosm7rCI/AAAAAAAAAl4/-Dq6G9ugX3s/s72-c/ayat2cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-6744587232060103412</id><published>2008-03-10T13:36:00.005+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:35.342+07:00</updated><title type='text'>Betapa Susah Jadi Orang Susah</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R9Tar8m7rBI/AAAAAAAAAlw/nqp2lGCwiiQ/s1600-h/KRL+150.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R9Tar8m7rBI/AAAAAAAAAlw/nqp2lGCwiiQ/s200/KRL+150.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176002320294194194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bogor-Jakarta yang Tak Terlupakan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Duh, lama nian daku tak mem-posting artikel baru. Maklum, bukan karena nggak nemu internet tapi karena rutinitas kerjaan yang begitu menyita waktu. Satu lagi, karena belakangan ini saya lagi gandrung main &lt;em&gt;game&lt;/em&gt; komputer &lt;em&gt;war-war&lt;/em&gt;-an. Jadi waktu untuk menulis di blog agak sedikit terabaikan. Duileehh,,,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang baru ada sedikit waktu untuk menulis di blog lagi. Mungkin karena momen yang akan saya utarakan di sini agak sedikit menyebalkan, jadi terasa sayang untuk dilewatkan begitu saja. Sebuah pengalaman yang terjadi pagi tadi, di atas KRL “&lt;em&gt;Economy Class&lt;/em&gt;” jurusan Bogor-Jakarta yang membuat hatiku luluhlantak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini ceritanya. Libur kantor selama 3 hari (Jumat, Sabtu dan Minggu) alias &lt;em&gt;long nice weekend&lt;/em&gt; kemarin, saya manfaatkan berkunjung ke rumah seorang kerabat di daerah Leuwiliang, Bogor. Singkat kata, tiba waktu pulang. Senin pagi, sehabis subuh, saya sudah pamitan dengan tuan rumah untuk kembali ke Jakarta. Di St. Bogor saya &lt;em&gt;nyampai&lt;/em&gt; sekitar pukul 06.45 WIB.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membeli karcis seharga Rp2.500,- dan (juga) setelah sempat mencicipi sepiring nasi goreng pinggiran, saya putuskan untuk naik salah satu KRL yang lagi ‘ngetem’. Sial, KRL yang saya naiki ternyata ada gangguan teknis. Kelihatannya ada sedikit gangguan di sistem pelistrikannya. Melihat gelagat akan ada pemunduran jadwal keberangkatan, saya putuskan untuk pindah ke KRL lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, KRL dari Bogor tujuan Jakarta memiliki dua rute. Satu ke St. Tanah Abang dan satunya lagi ke St. Beos Kota. Sementara tujuan saya St. Kalibata. Dua rute KRL ini pasti akan melewati St. Kalibata karena perpecahan rute akan terjadi di St. Manggarai (sebelum St. Kalibata). Jadi tak masalah KRL manapun yang saya naiki pastilah melewati tujuan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi alamak, seperti halnya KRL pertama yang urung saya tumpangi, KRL kedua juga disesaki penumpang! &lt;em&gt;Cepe deh&lt;/em&gt;! Dalam hati saya membatin; alamat di pemberhentian berikutnya penumpang senasib sepenanggungan akan semakin bertambah. Dan benar saja, saat KRL telah melaju dan singgah di beberapa stasiun, penumpang bukannya surut, malah tambah berjubel. Bayangkan satu gerbong yang kapasitas maksimalnya sekitar 120 penumpang diisi sekitar 700-an lebih penumpang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah perjalanan Bogor-Jakarta hari ini terasa begitu panjang dan melelahkan. Waktu tempuh yang hanya sekitar 45 menit serasa seperti perjalanan seharian. Riweh. Sesak. Seperti kelelep, teriak seorang penumpang di dalam sana. Kasihan bapak-bapak, ibu-ibu renta dan penumpang wanita (untung tak terlihat yang bawa anak-anak). Mereka harus berjuang lebih keras untuk bertahan hingga stasiun tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah suasana dimana oksigen menjadi ‘barang’ yang sedikit berkurang kualitasnya, ada-ada saja ulah beberapa penumpang yang agak konyol. Celetukan dan banyolan mereka di tengah suasana yang bak berada di dalam kaleng Sardinces itu, bagi saya agak sedikit menghibur. Apalagi saat melihat seorang pria latah dikerjain habis-habisan oleh teman-temannya. Tapi kasihan juga sih, mukanya jadi pucat pasi setengah matang karena kelelahan. Persis kayak ikan kaleng Sardinces benaran. “Hormaaat graaaakkkkkk!” pekiknya saat teman disebelahnya melatahi dengan ucapan lain. Hehe yang lain pada mesem-mesem capek melihatnya. Siapa suruh jadi orang latah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba persis di depan saya seorang bapak-bapak berusia sekitar 40 tahun berteriak kehilangan HP. Suasana pun bertambah riuh. Teman si Bapak mencoba untuk &lt;em&gt;miscall&lt;/em&gt; tapi tidak ada nada tunggu. Yah bapak, kenapa juga nggak ati-ati udah tau keadaan lagi kacau... Si bapak lalu berujar pendek yang sayup kudengar; &lt;em&gt;ikhlas, ikhlas dah saya&lt;/em&gt;… Persis kejadian yang saya alami belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhh…akhirnya. Setelah berjibaku hampir 45 menit di dalam KRL yang penuh sesak, saya pun tiba di stasiun tujuan. Lega rasanya meski kaki sebelah kiri saya agak sedikit lunglai dan sakit akibat berdesak-desakan. Satu hal yang ingin saya sampaikan kepada pihak pengelola jasa perkeretaapian, tolonglah benahi persoalan seperti ini. Tolong dijaga agar muatan tidak melebihi kapasitas, ya Pak. Kasihan orang susah tambah susah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-6744587232060103412?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/6744587232060103412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=6744587232060103412&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6744587232060103412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6744587232060103412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/03/betapa-susah-jadi-orang-susah.html' title='Betapa Susah Jadi Orang Susah'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R9Tar8m7rBI/AAAAAAAAAlw/nqp2lGCwiiQ/s72-c/KRL+150.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-2989438273514009128</id><published>2008-02-15T12:55:00.002+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:35.474+07:00</updated><title type='text'>Valentine is Bad Day</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R7UrOqp2nqI/AAAAAAAAAlo/OEKG2aViryw/s1600-h/sad_smiley.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R7UrOqp2nqI/AAAAAAAAAlo/OEKG2aViryw/s200/sad_smiley.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167083678445510306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tetap Waspada di Manapun Kau Berada&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Valentine Days, bagi banyak orang mungkin hari yang penuh makna dan suka-cita. Bagi saya sebaliknya. Atau mungkin saya yang terlalu subyektif yah? Entahlah, pokoknya hari dimana banyak orang merayakannya sebagai hari kasih sayang itu, saya justru ditimpa kemalangan. Kesian deh eloh...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman buruk saya ini mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi para pembaca. Terlebih bagi mereka yang tinggal, beraktifitas, atau akan bepergian ke kota besar seperti Jakarta. Tetaplah waspada akan orang-orang di sekitar anda (di bis kota, angkot, kapal, kereta, pasar, terminal dll.). Jangan mudah percaya dengan wajah yang ramah dan cantik sekalipun. Siapa tahu dibalik itu tersimpan akal-bulus yang bakal merugikan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup saya saja yang mengalami dan terpaksa harus mengatakan: “&lt;em&gt;Valentine is bad day&lt;/em&gt;!” Tapi untuk valentine tahun ini saja yah… Tahun depan saya yakin Tuhan akan melipat-gandakan kasih sayangnya untuk saya dan juga buat kita semua. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini ceritanya. Kamis (pagi) kemarin, atau bertepatan dengan hari dimana orang-orang mengenalnya dengan istilah valentine, saya dan seorang rekan mendapat tugas kantor ke luar kota. Tujuan saya kali ini adalah Kota Bogor. Untuk menghemat waktu dan ongkos, dari Jakarta saya memilih naik KRL Ekonomi. Dari Stasiun Kalibata, sebelum meneruskan perjalanan ke Bogor, saya harus bertemu rekan saya dulu di Stasiun Lenteng Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rumah saya tidak memiliki firasat apa pun. Yang saya rasakan justru hari itu saya tidak begitu bersemangat dan juga tidak begitu konsentrasi. Mungkin keadaan saya yang seperti inilah yang dibaca dan dimanfaatkan orang. Padahal KRL yang saya tumpangi pagi itu tidak begitu penuh sesak, meski saya juga tidak kebagian tempat duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru menyadari telah kehilangan sesuatu ketika saya sudah turun dari kereta dan telah menjejakkan kaki di Stasiun Lenteng Agung. Seperti air terjun, seketika luruh hati saya mendapati HP yang saya taroh di dalam mini &lt;em&gt;bag&lt;/em&gt; dan dikaitkan di ikat pinggang celana bagian depan, telah raib entah kemana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wasalam&lt;/em&gt;, begitulah yang terjadi. HP kesayangan saya merk Sony Ericsson K610i yang saya beli lebih dari setahun yang lalu itu, benar-benar telah berpindah tangan. Sedikit saya menyesali diri akibat keteledoran saya. Andai waktu bisa berbalik sepersekian menit saja, mungkin saya bisa memperbaiki keadaan yang tidak menguntungkan ini. Tapi mana mungkin waktu bisa di-&lt;em&gt;rewind&lt;/em&gt; seperti memutar kaset rekaman. Ah, tidak mungkinlah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lets bygone be bygone&lt;/em&gt;, yang lalu biar berlalu. Kata orang Betawi barang udah ilang apa mo dikate. Yang ilang kagak usah disesali tapi harus dijadiin pelajaran supaya lebih ati-ati, nyok! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya saya lekas-lekas mem-blokir nomor saya di Grafari Telkomsel, Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta. Keinginan saya cuma satu; menyelamatkan nomor saya yang sudah saya gunakan hampir 2 tahun dan, satu lagi, saya ingin cepat-cepat membuang kenangan yang tidak begitu baik di hari valentine tahun ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-2989438273514009128?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/2989438273514009128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=2989438273514009128&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2989438273514009128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2989438273514009128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/02/valentine-is-bad-day.html' title='Valentine is Bad Day'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R7UrOqp2nqI/AAAAAAAAAlo/OEKG2aViryw/s72-c/sad_smiley.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-3467612427534442994</id><published>2008-02-13T15:15:00.009+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:35.696+07:00</updated><title type='text'>Ririn Dwi Ariyanti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R-cFpECYwrI/AAAAAAAAAmI/1yAKOR8dVRI/s1600-h/sep_015.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R-cFpECYwrI/AAAAAAAAAmI/1yAKOR8dVRI/s320/sep_015.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181116099329573554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Manusia Jangan Egois”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kata Ririn, mengapa sering terjadi banjir karena manusia suka menyepelekan alam. Kita harusnya menyayangi alam karena alam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nggak&lt;/span&gt; bisa didaur ulang. Banjir terjadi terus, jadi manusia &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nggak&lt;/span&gt; boleh egois hanya memikirkan kehidupan sekarang. Pikirkan untuk beberapa tahun ke depan, untuk alam yang bisa dinikmati oleh generasi-generasi mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, langit di Timur Jakarta begitu bersahabat. Seraut wajah cantik khas Melayu terlihat sedang diwawancarai awak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;infotainment&lt;/span&gt;. Seperti biasa, ia begitu bersemangat dengan bibir yang tak henti-hentinya mengembang. Di luar sana, puluhan penggemarnya dengan setia menunggui dara kelahiran Jakarta, 6 November 1985 yang hari itu sedang syuting sebuah sinetron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai diwawancarai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;infotainment&lt;/span&gt;, Ririn dengan ramah menerima kami. Beberapa hari sebelumnya, Ririn memang telah berjanji bertemu di sebuah rumah mewah di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur, yang dijadikan tempat syuting sinetron berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cahaya&lt;/span&gt;. Seperti seorang sahabat yang telah lama tak bersua, Ririn dengan antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina yang baru lulus November 2007 ini, air adalah kebutuhan primer yang sama besar artinya dengan nafas kita. Manusia tanpa air mustahil bisa hidup. Air adalah kebutuhan yang sangat penting. Kita minum dan membersihkan diri dengan air. Jadi, kata artis muda yang bermain bagus dalam beberapa sinetron seperti &lt;em&gt;Ada Apa dengan Cinta&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Bukan Diriku&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Cincin&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Impian Cinderella&lt;/em&gt; ini, sudah selayaknya bila kita menghargai keberadaan air dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita harus menjaga air dari pencemaran. Karena kalau kita &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; bisa &lt;em&gt;dapetin&lt;/em&gt; air yang bagus, dampaknya mempengaruhi kesehatan kita &lt;em&gt;banget&lt;/em&gt;. Kalau air yang &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; bagus itu, baju warna putih kalau diucuci bisa berubah kuning lama-lama. Terus untuk diminum bau, kalau dimasak yah &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; sehat. Akhirnya bisa jadi penyakit buat tubuh kita. Makanya air harus kita jaga dari pencemaran,” cerocos Ririn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang paling gampang untuk menjauhkan air dari pencemaran, adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Setiap orang, kata dara yang mengaku setiap hari bisa minum sampai 3 liter air ini, pasti bisa melakukannya asalkan ada kesadaran.  &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R_3TycdCPII/AAAAAAAAAmw/7zIYhKWMoQU/s1600-h/Ucok+Pohan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R_3TycdCPII/AAAAAAAAAmw/7zIYhKWMoQU/s320/Ucok+Pohan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187535209385573506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Kesadaran dari diri kita sendiri itu sangat penting. Contohnya ayah saya paling marah kalau lihat anaknya buang sampah sembarangan. Saat lagi di mobil misalnya, &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; usah buang sampah di dalam mobil. Nanti kalau sudah sampai di rumah baru dibuang di tempat yang benar. Ini saja sudah sangat membantu menjaga keseimbangan alam &lt;em&gt;kok&lt;/em&gt;,” ujar bungsu dari 2 bersaudara pasangan Amelia Rusanti dan Sudirman Riantonoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa sudah lebih 15 menit kami berbincang santai di sela-sela &lt;em&gt;break&lt;/em&gt; syuting pemeran Talita di sinetron &lt;em&gt;Cahaya&lt;/em&gt; ini. Yang menyenangkan raut mantan kekasih Benny Mulya ini tidak berubah seperti di awal-awal wawancara. Ia tetap ceria dan murah senyum. Dan, keceriaannya itu kontan bertambah tatkala saya memintanya berpose di depan kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pokoknya saya berharap PDAM bisa terus meningkatkan pelayanannya untuk masyarakat. Kalau bisa &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt; air yang diproduksi bisa langsung diminum, meskipun untuk mewujudkan ini sepertinya butuh waktu yang lama. Mudah-mudahan saja hal ini bisa diwujudkan. Kalau itu sudah bisa terealisasi yang senang &lt;em&gt;kan&lt;/em&gt; masyarakat juga, dan itu untuk kesehatan juga,” imbuh Ririn. &lt;em&gt;Ya deh&lt;/em&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pondok Kelapa, Kamis, 31 Januari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zili, Rosa Hilda dan si Ucok Pohan, yang terakhir adalah pemrakarsa sekaligus penggemar berat si Ririn:-P&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-3467612427534442994?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/3467612427534442994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=3467612427534442994&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3467612427534442994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3467612427534442994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/02/ririn-dwi-ariyanti.html' title='Ririn Dwi Ariyanti'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R-cFpECYwrI/AAAAAAAAAmI/1yAKOR8dVRI/s72-c/sep_015.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-6032432261984163398</id><published>2008-02-11T07:38:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:35.806+07:00</updated><title type='text'>Sriwijaya FC Ukir Sejarah Baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R6-ZnKp2nmI/AAAAAAAAAlI/hy0kCPmHOQg/s1600-h/sriwijaya.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R6-ZnKp2nmI/AAAAAAAAAlI/hy0kCPmHOQg/s200/sriwijaya.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165516195771096674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Raih ‘Double Winner’ Liga Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Setelah cukup lama tidak mem-&lt;em&gt;posting&lt;/em&gt; artikel baru--karena kesibukan di sana-sini--saya tentunya tidak ingin melewatkan satu kesempatan langka untuk turut ber-&lt;em&gt;eufhoria&lt;/em&gt;. Sekedar ikut merayakan kemenangan tim idola saya; Sriwijaya FC Laskar Wong Kito Galo! :-P&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan sebentar carut-marut dunia persepakbolaan kita di bawah naungan PSSI, lupakan soal keributan-keributan para suporter bola yang kerap terjadi, lupakan soal sepinya prestasi pemain lokal yang berkualitas, lupakan soal prestasi timnas kita yang tidak cukup membanggakan, dan lupakan soal kegamangan kita menatap masa depan persepakbolaan tanah air. Pokoknya lupakan dulu yang sedih-sedih deh:-D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai warga Sumsel di perantauan, tak usah diragukan lagi saya adalah salah seorang yang turut berbahagia dan bangga atas kemenangan Sriwijaya FC versus PSMS dengan skor 3-1 yang digelar Minggu malam, 10 Februari 2008 di Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung. Kemenangan ini dicatat sebagai sejarah baru di blantika persepakbolaan tanah air sebuah tim mampu mengawinkan (&lt;em&gt;double winner&lt;/em&gt;) Copa Indonesia dan Liga Indonesia dalam satu musim! Hebat yah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain saya dan warga Sumsel lainnya, para pemain dan &lt;em&gt;official&lt;/em&gt;, tentunya ada dua orang yang paling berbahagia atas kemenangan tim berjuluk ‘Laskar Wong Kito’ ini. Yang pertama, siapa lagi kalau bukan sang arsitek &lt;strong&gt;Rahmat Darmawan&lt;/strong&gt;. Di bawah kepemimpinan pelatih yang menjadi kandidat kuat pelatih timnas pengganti Ivan Kolev ini, Sriwijaya FC yang baru berusia 3 tahun mampu menjadi tim terbaik di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, siapa lagi kalau bukan Gubernur Sumsel &lt;strong&gt;Syahrial Oesman&lt;/strong&gt;. Di televisi terlihat Pak Syahrial tak henti-hentinya mengumbar senyum sembari mengangkat Piala Liga Djarum Indonesia. Terlepas dari ketidakjelasan berapa besar uang rakyat (yang diambil dari APBD) yang sudah tersedot untuk mengorbitkan Sriwijaya FC, tak bisa dipungkiri dengan kemenangan ini Pak Syahrial telah membuat warga Sumsel terhibur dan bangga memiliki tim sekuat Sriwijaya FC. Ini merupakan &lt;em&gt;credit point &lt;/em&gt;tersendiri bagi yang bersangkutan menjelang Pilkada Sumsel yang rencananya bakal digelar November 2008. “Sukses untuk Pak Syahrial!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar &lt;em&gt;eufhoria &lt;/em&gt;kemenangan tim kuning Sriwijaya FC, ada hal yang patut dicatat dari sosok pelatih PSMS &lt;strong&gt;Freddy Mulli&lt;/strong&gt; saat mengomentari kemenangan tim lawan. Saat diwawancarai Anteve secara &lt;em&gt;on the spot &lt;/em&gt;usai laga yang mendebarkan itu, Freddy dengan sportif mengakui keunggulan Sriwijaya FC. Bak seorang pujangga Freddy mengatakan kalimat yang  begitu dalam secara makna, “Yang terindah itulah juara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bravo Sriwijaya FC! Bravo dunia sepakbola tanah air! Bravo untuk saya sendiri hehehe…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-6032432261984163398?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/6032432261984163398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=6032432261984163398&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6032432261984163398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6032432261984163398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/02/sriwijaya-fc-ukir-sejarah-baru.html' title='Sriwijaya FC Ukir Sejarah Baru'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R6-ZnKp2nmI/AAAAAAAAAlI/hy0kCPmHOQg/s72-c/sriwijaya.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-1073823871447644896</id><published>2008-02-02T11:00:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:36.174+07:00</updated><title type='text'>Banjir Lagi, MPDT Aje Bang Fauzi…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R6Z3W7_qGTI/AAAAAAAAAkw/aKhVamJz6f0/s1600-h/MPDT.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R6Z3W7_qGTI/AAAAAAAAAkw/aKhVamJz6f0/s400/MPDT.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162945258772371762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hujan yang mengguyur Jakarta dan Bogor dua hari belakangan ini, praktis membuat sebagian besar wilayah ibu kota lumpuh. Di mana-mana lalu-lintas mandek. Air menggenang di jalanan bahkan di rumah-rumah penduduk, menambah pilu warga ibu kota yang baru saja lepas dari masalah serupa seminggu sebelumnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Duh&lt;/span&gt;, ibu kota…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ibu kota yang sebagian besar lumpuh dan semrawut akibat banjir, kontan membuat sebuah harian nasional  menggerutu. Dalam editorialnya, harian tersebut (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Media Indonesia&lt;/span&gt; edisi Sabtu, 2 Februari 2008) menyebut kondisi ini sudah memasuki tahap memalukan negara. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Malu memiliki ibu kota negara yang bukan hanya mengalami macet dan semrawut, tetapi juga tiap kali musim hujan datang berubah menjadi sungai dan waduk&lt;/span&gt;.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat beralasan apa yang dikemukakan sebagian besar media kita. Apalagi bila melihat simbol-simbol sebuah bangsa seperti bandara internasional mendadak harus berhenti beroperasi. Seperti yang terjadi Jumat kemarin, Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup akibat banjir. Tak hanya itu, areal istana negara yang konon, selama ini bebas banjir juga tak luput dari genangan air setinggi 1 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah mengapa kondisi ini tidak juga bisa diatasi? Mengapa kita semua (yah masyarakat, juga pemerintah dan DPR) tidak pernah belajar dari masa lalu dan dari negara lain? Padahal banyak orang pintar di negara kita? Tapi percuma juga sih kalau kita tidak punya kesadaran dan komitmen untuk keluar dari kondisi ini. Waduh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari solusi mengatasi banjir dengan membangun Banjir Kanal Timur dan Kanal Barat, yang belum juga terealisasi akibat terbentur masalah pembebasan lahan, pemerintah sebenarnya sudah tahu ada solusi lain dan sangat brilian untuk mengatasi persoalan multi-kompleks ibu kota. Solusi itu adalah dengan membangun dan mengimplementasikan konsep pengelolaan sumberdaya air perkotaan secara terpadu atau bahasa kampung saya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Integrated Urban Water Resources Management&lt;/span&gt; (IUWRM):-P &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R6Z4wb_qGVI/AAAAAAAAAlA/8XG4p8PdTEg/s1600-h/Terowongan+.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R6Z4wb_qGVI/AAAAAAAAAlA/8XG4p8PdTEg/s200/Terowongan+.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162946796370663762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah wawancara khusus saya dengan salah seorang penggagas konsep ini (&lt;strong&gt;Dr. Ir. Firdaus Ali, M.Sc&lt;/strong&gt;) di kampus UI Depok belum lama ini, Firdaus mengemukakan perihal metode ini. Menurut dosen FT-UI ini, salah satu solusi yang pada dasarnya tidak terkendala pembebasan lahan adalah dengan membangun suatu sistem terowongan bawah tanah multi-guna (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Multi Purpose Deep Tunnel&lt;/span&gt; atau MPDT). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara-negara maju sistem terowongan bawah tanah sudah sangat familiar. Kalau anda hobi nonton film-film &lt;span style="font-style:italic;"&gt;action&lt;/span&gt; barat seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Die Hard&lt;/span&gt; yang dibintangi Bruce Willis, kita bisa saksikan terowongan yang dimaksud itu. Di dalam terowongan inilah beberapa obyek vital seperti saluran pipa air, gas, telepon dan listrik di tempatkan. Bahkan di dalam terowongan ini juga bisa difungsikan sarana transportasi seperli tol dan jalur kereta api. Kebayang kan kalau kita punya sistem perkotaan seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih, menurut Firdaus Ali, biaya yang dibutuhkan untuk merealisasikan konsep ini sangat besar. Untuk membangun MPDT sejauh 22 kilometer di bawah kota Jakarta dibutuhkan investasi sebesar Rp17, 2 triliun! Toh biaya ini bukan hal yang mustahil bila selama ini kita sanggup menanggung kerugian akibat banjir yang mencapai Rp18,7 triliun dan kerugian akibat kemacetan yang mencapai Rp43 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sih sepakat, pilih membangun MPDT ketimbang menanggung kerugian yang sudah jelas kita rasakan seperti selama ini. Disamping modern, kita juga bisa merasakan multimanfaat jangka panjang dalam rangka mengatasi beragama persoalan kota seperti kelangkaan air baku, kemacetan, banjir dll. Anda bagaimana?:-D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-1073823871447644896?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/1073823871447644896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=1073823871447644896&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1073823871447644896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1073823871447644896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/02/banjir-lagi-mpdt-aje-bang-fauzi.html' title='Banjir Lagi, MPDT Aje Bang Fauzi…'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R6Z3W7_qGTI/AAAAAAAAAkw/aKhVamJz6f0/s72-c/MPDT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-63250373972671377</id><published>2008-01-29T10:31:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:36.263+07:00</updated><title type='text'>Jangan Remehkan Tukang Ojek</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R56eg7_qGQI/AAAAAAAAAkY/zHaRxXq9tEY/s1600-h/Tukang+Ojek+200.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R56eg7_qGQI/AAAAAAAAAkY/zHaRxXq9tEY/s320/Tukang+Ojek+200.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160736511710861570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pejabat Manfaatkan Jasa Tukang Ojek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kejadian unik di balik pemakaman Pak Harto di Astana Giri Bangun, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin kemarin. Sejumlah pejabat terlihat naik ojek menuju areal pemakaman. Mo ngirit Pak? Atau sebagai bentuk penghormatan terakhir buat Sang Jendral Besar?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pemandangan yang tak biasa. Sejumlah pejabat Ring-1 seperti Andi Mallarangeng, Menteri Perhubungan Jusman Syafei Djamal, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, serta Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Senin kemarin terlihat sedang naik ojek motor. Rupanya ini bukan karena mo ngirit atau sebagai bentuk penghormatan terakhir buat Pak Harto, atau juga malah ingin mengajarkan kepada rakyat bagaimana caranya berhemat loh. Bukan. Ini lebih karena terpaksa karena hampir seluruh akses menuju areal pemakaman macet total!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya di Karanganyar yang terkena macet, jalanan di Jakarta yang dilewati oleh iring-iringan mobil jenazah Pak Harto dari Cendana menuju bandara, juga mengalami kondisi serupa. Teman sekantor saya hanya bisa ngomel-ngomel karena ia harus memilih memutar naek angkot untuk menghindari macet. Hari biasa saja macetnya sudah minta ampun, apalagi dengan kondisi seperti itu. Hehe coba kalo naek ojek mungkin bisa sedikit mengurangi kemacetan yah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri bersyukur karena tiap hari hampir tidak pernah dipusingkan dengan persoalan macet yang bisa bikin stres. Maklum rumah kontrakan saya dengan kantor jaraknya tak lebih dari 100 meter. Tapi yang namanya tinggal di Ibukota pasti tidak akan lepas dengan persoalan satu ini. Kalau sudah terbentur dengan kondisi ini semestinya kita sudah bisa mengantisipasi semisal pergi lebih awal atau memanfaatkan angkutan yang bisa meminimalisir macet seperti naek &lt;span style="font-style:italic;"&gt;busway&lt;/span&gt;, kereta api, dan…ojek tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, ngomong-ngomong soal tukang ojek dan meninggalnya Pak Harto memang seperti membincangkan langit dan bumi. Jauh sekali. Meninggalnya Pak harto tak ada urusannya dengan eksistensi tukang ojek. Tapi bagi tukang ojek di Karanganyar lain lagi. Meninggalnya Pak Harto tentu saja mengandung berkah tersendiri. Salah seorang tukang ojek bernama Sutikno mengaku selama dua jam bisa mengantongi uang jasa antar sekitar Rp 350 ribu. Rata-rata ia mengantar tamu-tamu resmi yang ikut mengantar Pak Harto ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Wah senangnya (maksudnya para tukang ojeknya!):-P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir catatan singkat ini, saya hanya bisa mengucapkan; ‘Selamat jalan Pak Harto’ dan ‘Selamat mengantarkan Pak Harto eh, selamat mengantarkan para pelayat dengan selamat untuk para abang-abang tukang ojek’ maksudnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-63250373972671377?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/63250373972671377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=63250373972671377&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/63250373972671377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/63250373972671377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/01/jangan-remehkan-tukang-ojek.html' title='Jangan Remehkan Tukang Ojek'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R56eg7_qGQI/AAAAAAAAAkY/zHaRxXq9tEY/s72-c/Tukang+Ojek+200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-7937801101518061643</id><published>2008-01-26T16:04:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:36.660+07:00</updated><title type='text'>Pakis Monyet alias Pakis Kera</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R51AT7_qGMI/AAAAAAAAAj4/lKBO65Et0-0/s1600-h/2+pakis+800+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R51AT7_qGMI/AAAAAAAAAj4/lKBO65Et0-0/s400/2+pakis+800+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160351459302840514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanaman Hias Eksotik nan Sensitif&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanaman hias satu ini sungguh unik. Bentuk dan bulunya mirip monyet alias kera. Makanya nama yang disandangnya pun beragam; Pakis Monyet, Pakis Sun Go Kong, Pakis Hanoman dan Pakis Emas. Tapi ada pula yang menyebutnya Ayam Emas.  &lt;em&gt;Hmm&lt;/em&gt;...?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya pertama kali melihat tanaman ini, waktu berkunjung ke rumah teman di Pagar Alam, Sumatera Selatan, pertengahan Oktober 2007 lalu. Dari kejauhan saya sudah mulai tertarik dengan bentuknya yang unik seperti monyet. Sungguh saya taklah menyangka itu adalah tanaman hias! Sejenis palm berjenggot.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah itu rasa tertarik saya dengan sendirinya sirna seperginya saya dari kota berhawa sejuk, Pagar Alam. Namun sekarang, saya benar-benar tidak menyangka ternyata tanaman ini sudah mulai merambah Ibukota. Peminatnya pun lumayan banyak. Kebetulan, saya punya teman yang juga tinggal di Jakarta dan berasal dari Pagar Alam. Eh ternyata teman tadi juga sudah merambah bisnis ini. Ya sudah, akhirnya saya putuskan untuk membantunya mencari pasar. Itung-itung buat nambah-nambah jajan anak:-D&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R51AoL_qGNI/AAAAAAAAAkA/GYCA0lYEBBQ/s1600-h/1+pakis+800.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R51AoL_qGNI/AAAAAAAAAkA/GYCA0lYEBBQ/s200/1+pakis+800.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160351807195191506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengamati respon terhadap tanaman ini, sebuah tabloid ibukota memprediksi pakis monyet bakal menggeser eksistensi bonsai di pelataran bisnis florikultura. Salah seorang pemilik nurseri Agung Flora Jakarta yang diwawancarai mengaku harga yang ditawarkan untuk pakis monyet mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu untuk yang berdiameter 17 cm. Sedangkan untuk ukuran diameter 24 cm dibandrol Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu. Pemilik nurseri ini mengaku, hampir tiap hari mampu menjual 4-6 pot pakis monyet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ajang pameran, konon pakis monyet sempat mengguncang pasar loh. Ini mungkin karena bentuknya yang aneh dan jarang dijumpai di Indonesia. Hanya yang dikhawatirkan para penjual, importir tanaman dari Thailand ikut bermain untuk mematikan pasar tanaman nan unik ini. Oya, hampir sebagian besar pakis monyet yang sekarang beredar di Ibukota ternyata berasal dari Pagar Alam, Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Asal usul pakis monyet&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik keunikannya, ternyata spesies ini juga mengandung nilai historis. Menurut beberapa sumber, tanaman pakis monyet ini berasal dari negeri Tiongkok. Sebelumnya, tanaman ini telah populer dengan nama &lt;em&gt;Golden Chicken&lt;/em&gt; (ayam emas). Ada pula yang menyebutnya Pakis Emas, Pakis Sun Go Khong (itu loh tokoh kera dalam cerita klasik Cina) atau Pakis Hanoman, tokoh kera dalam kisah Ramayana. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R51BBr_qGOI/AAAAAAAAAkI/zYOCeCNbkY4/s1600-h/3+pakis+800.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R51BBr_qGOI/AAAAAAAAAkI/zYOCeCNbkY4/s200/3+pakis+800.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160352245281855714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masih dari cerita yang beredar, di negeri rumpun bambu pakis monyet biasa terlihat dan ditanam di dalam permukiman atau tempat tinggal orang terpandang di zaman kerajaan atau pejabat-pejabat zaman dulu. Bahkan ia ditanam di sekitar luasnya area ruang balairung kerajaan di zaman Tiongkok kuno. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mungkin sempat tenggelam ditelan zaman atau bisa jadi mulai langka peredarannya, tanaman ini dianggap antik. Dan di zaman modern ini, pakis monyet  kembali muncul, sehingga tak heran bila kolektor berburu tanaman unik ini untuk diletakkan di dalam tempat tinggal mewah. Sebab, tanaman ini memang cocok ditaruh di dalam ruangan. Itu sesuai dengan proses perkembang-biakannya sebagai tanaman &lt;em&gt;in-door&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanaman &lt;em&gt;so&lt;/em&gt; sensitif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman ini ternyata seperti memiliki perasaan saja yah. Ia ternyata sangat sensitif seperti anak perempuan:-P. Sesuai anjuran, tanaman ini harus disediakan tempat yang teduh. Bila tidak, maka pertumbuhannya makin melambat. Terkena air pun juga dilarang, karena jika kadar airnya terlalu banyak, maka akan busuk. Pakis monyet sebaiknya diletakkan di tempat teduh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara penyiramannya dengan merendamkan tanaman di atas media yang sudah diberi air. Itu dilakukan untuk menghindari daun pakis monyet agar tidak cepat rusak. Kalau panas berlebih pun, maka akan memperlambat tumbuhnya daun. Tanaman ini akan tampak lebih eksotik bila ketinggiannya telah mencapai lebih dari 50 cm. &lt;strong&gt;(Dikutip sebagian dari Tabloid Galeri)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;jual pakis monyet jual pakis kera jual pakis hanoman jual pakis emas...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R51BX7_qGPI/AAAAAAAAAkQ/FTDprBKa-cY/s1600-h/jpg+pakis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R51BX7_qGPI/AAAAAAAAAkQ/FTDprBKa-cY/s400/jpg+pakis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160352627533945074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-7937801101518061643?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/7937801101518061643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=7937801101518061643&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7937801101518061643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7937801101518061643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/01/pakis-monyet-alias-pakis-kera.html' title='Pakis Monyet alias Pakis Kera'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R51AT7_qGMI/AAAAAAAAAj4/lKBO65Et0-0/s72-c/2+pakis+800+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-7275017295672495662</id><published>2008-01-24T13:30:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:36.833+07:00</updated><title type='text'>Polemik di Balik Sakitnya Pak Harto</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R5hNwhtZG5I/AAAAAAAAAiY/AcTQ68cO-QE/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R5hNwhtZG5I/AAAAAAAAAiY/AcTQ68cO-QE/s320/9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158958869230721938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seberapa Perlu Memaafkan Beliau?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berita mengenai sakitnya mantan Presiden Soeharto akhir-akhir ini banyak menghiasi pemberitaan di media massa. Seiring dengan itu, polemik maaf-memaafkan dan soal status hukum bagi mantan penguasa Orde Baru itu juga ikut mengemuka.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, kalau kita perhatikan media massa akhir-akhir ini, selain isu mengenai politik, bencana alam, impor kondom bekas, aliran sesat, kelangkaan minyak tanah, kenaikan harga kedelai dan kebutuhan pokok lainnya &lt;em&gt;blablabla&lt;/em&gt;, isu lain yang tak kalah hangat dibicarakan saat ini adalah soal sakitnya Pak Harto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebegitu pentingnya pembahasan mengenai sakitnya Pak Harto, hingga membuat para ‘kuli tinta’ rela menunggui rumah sakit tempat beliau dirawat sekedar mengetahui perkembangan kesehatannya. Sampai-sampai media perlu juga melakukan investigasi ke pemakaman keluarga Pak Harto di Solo, hingga mewawancarai paranormal segala. &lt;em&gt;Hmm&lt;/em&gt; sakitnya saja sudah sebegini heboh, bagamaina kalau--misalnya--beliau meninggal yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar sakitnya Pak Harto, kita ketahui terjadi pro dan kontra di masyarakat atas kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat Pak Harto semasa ia menjadi presiden. Perlukah masyarakat memaafkan beliau? Perlukan proses hukum atas ‘Bapak Pembangunan’ dilanjutkan meski beliau dalam keadaan sakit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kemanusiaan, kita tentu sepakat untuk memafkan sajalah bapak kita ini. Terlepas dari banyaknya kesalahan, kita juga tidak bisa mengabaikan begitu saja jasa-jasa beliau bagi bangsa ini. Toh berbicara dosa tentunya urusan masing-masing dengan Tuhan. Tapi kalau soal hukum saya sepakat harus diselesaikan menurut mekanisme yang berlaku. Ini sebagai pembelajaran bahwa hukum di negara ini memang tidak pandang bulu mau dia rakyat jelata atau mantan presiden sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, secara pribadi saya sungguh sangat prihatin dengan kondisi Pak Harto. Melihat paras rentanya yang sakit-sakitan, yang dikejar-kejar oleh sorotan kamera wartawan, seperti tak pernah terbayangkan akan seperti ini saat melihat beliau berkuasa dahulu. Selama berkuasa ia seperti tak tersentuh (&lt;em&gt;untouchable&lt;/em&gt;), gagah perkasa seolah tak mengenal kata ‘lemah tak berdaya’. Sayangnya kini beliau benar-benar menjelma bak bayi yang tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pelajaran bagi siapa pun, terlebih bagi seorang pemimpin. Bahwa kekuasaan tidak pernah abadi. Bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang harus kita pertanggung jawabkan. Rasulullah Saw bersabda: ”&lt;em&gt;Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinanmu&lt;/em&gt;.” (HR. Bukhari dan Muslim). &lt;em&gt;Wallahuallam&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-7275017295672495662?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/7275017295672495662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=7275017295672495662&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7275017295672495662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7275017295672495662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/01/polemik-di-balik-sakitnya-sang-jenderal.html' title='Polemik di Balik Sakitnya Pak Harto'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R5hNwhtZG5I/AAAAAAAAAiY/AcTQ68cO-QE/s72-c/9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-6781351075178533421</id><published>2008-01-21T17:51:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:36.965+07:00</updated><title type='text'>“Kapan Kawin?”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R5R8aCH-PAI/AAAAAAAAAiA/QC0G37CICEw/s1600-h/married+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R5R8aCH-PAI/AAAAAAAAAiA/QC0G37CICEw/s400/married+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157884259934813186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tuhan Beri Kami Kesempatan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menikah adalah salah satu syarat sempurnanya ibadah kita kepada Allah Swt. Menikah juga bisa memperlebar jalan kita ke surga, namun juga bisa sebaliknya; memperluas jurang kita menuju neraka jahanam. Subhanallah…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;jingle&lt;/span&gt; sebuah iklan, “Kapan kawin?” Kira-kira seperti itulah pertanyaan bernada guyonan yang dilemparkan beberapa kerabat saat saya menghadiri pernikahan adik perempuan saya tanggal 19-20 Januari 2008 kemarin, di Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Sebuah pertanyaan yang tak sekedar basa-basi, namun menurutku mengandung sebuah perhatian yang mendalam serta doa yang tercurahkan lewat kata-kata. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menyaksikan pernikahan adik saya, pun saat menghadiri pernikahan-pernikahan yang lainnya, saya sering melihat rona kebahagiaan yang terpancar dari wajah kedua mempelai. Melihat ini saya tiba-tiba ingat nukilan dari Sunan Ibnu Majah yang berkata: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tidak terlihat di antara dua orang yang saling mencintai (sesuatu yang sangat menyenangkan) seperti pernikahan&lt;/span&gt;.” Subhanallah, dalam hati saya berbisik; saya ingin merasakan perasaan seperti itu. Secepatnya (kalau bisa):-P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saya tidak mau melukiskan yang sedih-sedih di sini. Maksud saya mengenai seringnya timbul perasaan ragu-ragu, was-was dan kebat-kebit bagi mereka (terutama kaum lelaki yang masih sendiri) ketika memandang pernikahan. Rasa cemas yang menghinggapi terutama yang berkenaan dengan kewajiban seorang suami memberikan nafkah kepada isteri dan anak-anaknya kelak. Saya tidak mau. Saya takut kalau saya sering berpikir seperti ini saya malah tidak jadi-jadi menikah hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dalam Al-Quran jelas digambarkan mengenai kekhawatiran seperti ini, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;guys&lt;/span&gt;. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan menikahlah kamu. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui&lt;/span&gt;.” (QS. al-Nur:32). &lt;span style="font-style:italic;"&gt;So&lt;/span&gt;, kenapa harus takut? Maksudnya kenapa masih banyak yang ragu-ragu gitu loh? Tapi saya pikir ini cuma masalah waktu saja, siapa sih yang nggak mau menikah?:-D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri memaknai pernikahan ibarat dua sisi mata uang. Satu sisi menikah bisa memperlebar jalan kita ke surga Ilahi, namun di sisi lain bisa pula sebaliknya; memperluas jurang kita menuju neraka jahanam. Subhanallah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud saya begini. Produk pernikahan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kan&lt;/span&gt; adalah anak. Bila anak-anak kita nantinya bisa kita bina menjadi generasi-generasi yang bermanfaat bagi agama, keluarga, bangsa dan negara, tentunya mereka bisa menjadi ladang amal tak terhingga bagi kita meski kita telah tiada. Namun sebaliknya, bila kita tidak bisa membina anak-anak kita dengan baik, tentunya akan menjadi kontributor bagi ‘rekening’ dosa kita sendiri. Hayo siapa yang mau? Itu yang saya maksud dua sisi mata uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tuhan perkenankan hamba-Mu ini, di sisa-sisa usia yang teramat pendek ini, menikmati indahnya hidup berumah tangga dalam naungan cinta dan ridho-Mu. Kuatkan keyakinan di hati kami Tuhan, yang terkadang meragu padahal sungguh Tuhan, Engkau telah menjanjikan karunia yang tak terhingga bagi hamba-Mu yang beritikad baik, meski dalam kondisi seadanya yang jauh dari berkecukupan ini&lt;/span&gt;…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.zwani.com/graphics/animated/"&gt;&lt;img src="http://images.zwani.com/graphics/animated/images/animated234.gif"  alt="zwani.com myspace graphic comments" border=0&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.zwani.com/graphics/animated/" target="_blank"&gt;Percaya deh, aku akan selalu sayang sama kamu...&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-6781351075178533421?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/6781351075178533421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=6781351075178533421&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6781351075178533421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6781351075178533421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/01/kapan-kawin.html' title='“Kapan Kawin?”'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R5R8aCH-PAI/AAAAAAAAAiA/QC0G37CICEw/s72-c/married+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5304867489901951705</id><published>2008-01-15T10:50:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:37.062+07:00</updated><title type='text'>Ayat Ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R4xSciH-O_I/AAAAAAAAAh4/qZmh0db3DdE/s1600-h/Ayat-Ayat%2520Cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R4xSciH-O_I/AAAAAAAAAh4/qZmh0db3DdE/s200/Ayat-Ayat%2520Cinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155586323582434290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Hati Saya Gerimis Membacanya”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Sungguh takjub aku baca buku itu. Mengharukan, romantis. Sungguh membuat hatiku luluh membacanya. Bayangin, baru sekali ini aku baca buku sampai bisa meneteskan air mata.&lt;/em&gt; Ayat Ayat Cinta &lt;em&gt;judul buku itu, hatiku gerimis baca buku itu…” Yos Mahyudi, pembaca dan pengagum&lt;/em&gt; Ayat Ayat Cinta.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat diminta oleh seseorang untuk membelikannya sebuah novel berjudul &lt;em&gt;Ayat Ayat Cinta&lt;/em&gt;, saya sudah mulai curiga. Tumben-tumbenan nih orang minta dibeliin novel? Biasanya kalau nggak CD berisi lagu-lagu kesukaan, ia minta dibeliin oleh-oleh makanan or sejenis barang lainnya. &lt;em&gt;Hmm&lt;/em&gt;…saya jadi ingin tahu seperti apa sih isi novel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun pergi ke TB Gramedia Matraman, di kawasan Jakarta Timur, untuk membeli buku yang dimaksud. Tapi sayang, kata penjaganya, buku tersebut telah habis. Tambah penasaran hati saya. Dan akhirnya, waduh, dengan sangat terpaksa karena telah berkeliling ke sana kemari mencari buku tersebut tidak ketemu, saya lalu memutuskan pergi ke toko buku loakan di Pasar Senen. Dapat sih, tapi saya kurang begitu tahu apakah buku yang saya dapat tersebut asli apa bajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya memberikan buku tersebut kepada seseorang yang saya maksud, saya pun iseng membaca lembar demi lembar novel ini. Saya pada dasarnya memang gemar membaca, terutama jenis fiksi. Tapi akhir-akhir ini saya jarang tertarik untuk membaca kecuali benar-benar membuat saya penasaran. Dan rasa penasaran itu akhirnya benar-benar terjawab setelah usai saya membaca &lt;em&gt;Ayat Ayat Cinta&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel setebal 403 halaman karya sastrawan muda Habiburrahman El Shirazy ini benar-benar bisa memberikan inspirasi bagi yang membacanya. Novel bersetting Mesir ini benar-benar bertenaga dan kuat dalam penokohan, kaya dan detil dalam penuturan, benar-benar tidak ada lembar yang sia-sia. Setiap kalimat memberi kita informasi dan inspirasi dalam kehidupan dan akidah kita. Pemahaman kita tentang Islam menjadi bertambah, ayat-ayat yang diselipkan benar-benar terkesan alami dan tidak dipaksakan. Dan yang tak kalah penting novel ini benar-benar sangat romantis dan humanis. Hati saya bergetar membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai membaca buku ini saya pun kembali membeli satu lagi &lt;em&gt;Ayat Ayat Cinta&lt;/em&gt; untuk saya hadiahkan kepada adik saya yang saat ini sedang menempuh studi di IPB. Saya yakin dia senang membacanya. Oya, katanya ada pula versi layar lebarnya yah? &lt;em&gt;Hmm&lt;/em&gt;…saya jadi penasaran ingin menontonnya juga…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5304867489901951705?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5304867489901951705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5304867489901951705&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5304867489901951705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5304867489901951705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/01/ayat-ayat-cinta.html' title='Ayat Ayat Cinta'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R4xSciH-O_I/AAAAAAAAAh4/qZmh0db3DdE/s72-c/Ayat-Ayat%2520Cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-2417842477238874412</id><published>2008-01-09T11:31:00.000+07:00</published><updated>2008-01-09T11:46:52.048+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;embed src="http://text.glitterfy.com/show.swf?message=Selamat%20Tahun%20Baru%20Islam%201429%20Hijriah&amp;font=http://text.glitterfy.com/fonts/plainn_lib19.swf&amp;glitter=http://text.glitterfy.com/glitters/glitter3.swf&amp;clickURL=http://www.glitterfy.com/&amp;clickLABEL=Glitterfy.com&amp;bevel=0&amp;shadow=0&amp;glow=0&amp;blur=0&amp;fade=1&amp;blink=0&amp;gb=8.3&amp;ga=0.6&amp;gi=0&amp;gc=232195&amp;bb=0.8&amp;bc=0&amp;sb=7.6&amp;sa=0.7&amp;si=0&amp;sc=0&amp;blb=5.8&amp;ls=-1.5&amp;fontsize=28&amp;num=3" quality="best" wmode="transparent" bgcolor="#ffffff" width="403" height="93" name="Glitterfy Text" align="middle" allowScriptAccess="always" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" /&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.glitterfy.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-2417842477238874412?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/2417842477238874412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=2417842477238874412&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2417842477238874412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2417842477238874412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/01/glitter-text-glitterfy.html' title=''/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5557995254413794969</id><published>2008-01-09T10:57:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:37.182+07:00</updated><title type='text'>Mulan Jameela Mahluk Tuhan Paling Seksi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R4RHkCH-O9I/AAAAAAAAAho/vVCW4wujtZA/s1600-h/Mulan%2BJameela.gif.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R4RHkCH-O9I/AAAAAAAAAho/vVCW4wujtZA/s320/Mulan%2BJameela.gif.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153322557989862354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;”Hayo Ciptakan Imej Baru Anda Sendiri”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahun baru imej baru. Termasuk yang terjadi di dunia musik tanah air. Adalah penyanyi yang selama ini dikenal dengan nama Mulan Kwok. Tahun ini ia menjelma dengan nama dan imej baru: Mulan Jameela si “Mahluk Tuhan Paling Seksi.” Hmm…bagaimana dengan anda? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertarungan di dunia musik memang sangat ketat, &lt;em&gt;guys&lt;/em&gt;... Kalau tak pandai-pandai mengemas sebuah karya dengan strategi pemasaran yang jitu, sebuah &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; akan sulit terangkat secara politis eh, secara drastis maksudnya. Inilah yang dipahami benar oleh Ahmad Dhani, Presiden Republik Cinta (manajemen yang menaungi Mulan di album terbarunya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan Mulan dengan ‘&lt;em&gt;casing&lt;/em&gt;’ barunya itu tak lepas dari tangan dingin seorang Dhani. Kata ‘Jameela’ yang berarti baik, menurut Dhani lebih bagus ketimbang mempertahankan kata ‘Kwok’ yang tidak memiliki arti. &lt;em&gt;So&lt;/em&gt; apa arti sebuah nama, kata William Shakespeare, di dunia musik nama ternyata merupakan salah satu strategi pemasaran yang cukup ampuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau anda merasa selama ini sulit mendapatkan pasangan alias jomblo melulu, atau mungkin nama anda terlalu ‘njelimet’, ‘ndeso’ dan tidak punya nilai jual sehingga anda sulit mengembangkan diri ;-P, mungkin anda perlu berpikir untuk mengubah nama belakang anda. Bagi yang cowok mungkin bisa mengubah nama belakang anda menjadi Stokhist, Semangai, Gundav, Bendits, Jelatank, atau Ridats. Untuk yang cewek mungkin bisa mempertimbangkan nama-nama seperti Centili, Ndesis, Rumphis, Cemekek, or Similikiti. Hehe ngaco yah…  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo nama belakang anda sudah dirubah, sekarang tinggal menciptakan sebuah julukan yang pas untuk menggambarkan diri anda. Kalo si Mulan Jameela sudah pakai “Si Mahluk Tuhan Paling Seksi”, anda mungkin bisa memakai “Si Mahluk Tuhan Paling Nyebelin” or “Si Mahluk Tuhan Paling Norak” or “Si Mahluk Tuhan Paling Nggak Tahu Malu.” Hehe makin ngaco nih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang ini serius loh, bagi yang cowok anda mungkin tidak sepakat bila Mulan Jameela disebut sebagai satu-satunya “Mahluk Tuhan Paling Seksi” di jagad raya  (apalagi yang cewek nih, pasti pada sirik:-D). Mungkin anda punya kandidat lain selain si Mulan, &lt;em&gt;why not&lt;/em&gt;. Asal jangan, hehe maaf nih, si Mpok Nori yang anda bela-belain sebagai “Mahluk Tuhan Paling Seksi”. Nah, kalau sudah seperti itu maka siap-siaplah memerikasakan mata anda sendiri:-P,,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5557995254413794969?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5557995254413794969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5557995254413794969&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5557995254413794969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5557995254413794969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/01/mulan-jameela-mahluk-tuhan-paling-seksi.html' title='Mulan Jameela Mahluk Tuhan Paling Seksi'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R4RHkCH-O9I/AAAAAAAAAho/vVCW4wujtZA/s72-c/Mulan%2BJameela.gif.png' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5647366382989521675</id><published>2008-01-08T07:41:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:37.305+07:00</updated><title type='text'>Semakin Banyak Saya Tahu ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R4LJiiH-O8I/AAAAAAAAAhg/JeYBGGF5JFA/s1600-h/dandy-pink+copy.jpg100"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R4LJiiH-O8I/AAAAAAAAAhg/JeYBGGF5JFA/s200/dandy-pink+copy.jpg100" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152902518778248130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Semakin Banyak Saya Tidak Tahu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sangat naif bila ada yang berkata: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya paling tahu&lt;/span&gt;.” Lebih tahu sedikit mungkin iya. Akhir-akhir ini saya kembali dibuat sadar betapa benar sebuah ungkapan yang berbunyi: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Semakin banyak saya tahu, semakin banyak saya tidak tahu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Blogger, saat berhasil membuat blog sendiri dan telah sedikit mahir memasukkan artikel plus gambar-gambarnya, jujur ada sedikit perasaan jumawa dalam diri saya. Dalam hati saya berkata: Sekarang saya adalah anak gaul yang telah berhasil berinteraksi di dunia maya dengan banyak orang dan tanpa batas tempat. Terpenting, sekarang, saya sudah lepas dari sebutan yang terkadang membuat saya minder sendiri: gaptek abizz! :-P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perasaan jumawa tadi, saya sadar banyak sisi positif yang bisa saya ambil dari aktifitas baru saya sebagai seorang blogger. Yang paling terasa adalah meningkatnya semangat dan intensitas saya dalam menulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pula, menjadi seorang blogger membuat saya terpacu membuka mata dan telinga lebih lebar. Ibaratnya begini, saya memiliki sebuah perusahaan yang baru saja me-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;launching&lt;/span&gt; produk terbarunya. Sebagai pemilik dan pengelola, untuk tetap &lt;span style="font-style:italic;"&gt;survive&lt;/span&gt; dan dihargai khalayak, saya harus berpikir bagaimana memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan konsumen saya. Pendeknya, bagi saya, selain sebagai media komunikasi dan aktualisasi, menjadi seorang blogger merupakan ajang pertaruhan kredibilitas dan pencitraan diri (kata lain dari tebar pesona hehe). Dasar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu, entah saya tidak tahu apakah ini sikap yang wajar atau tidak. Dari yang sudah saya tahu itu, lagi-lagi sering muncul perasaan jumawa, perasaan hebat sendiri dalam diri. Betapa antusiasnya saya mana kala bercerita tentang dunia blogger kepada teman-teman saya seolah-olah saya paling tahu. Betapa antusiasnya saya mengenalkan hasil karya saya kepada orang lain. Sampai-sampai di kartu nama saya yang telah jadi jauh sebelum saya mengenal blog, yang jumlahnya ratusan itu, rela saya bercapek-capek ria menempeli alamat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;weblog&lt;/span&gt; saya satu-satu. Hmm kebayang kan? Teman satu kantor saya pun geleng-geleng kepala melihat kelakuan saya. Dan sudah bisa ditebak kemudian ia berkomentar: “Cape deh…” :-(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak terlalu peduli dengan komentar tersebut, tapi saya sering berpikir betapa gilanya saya akhir-akhir ini. Bayangkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;men&lt;/span&gt;, saking antusiasnya saya pada dunia maya, hampir tiap hari saya selalu datang ke kantor lebih pagi dari yang lainnya, dan pulang lebih terakhir (hanya untuk mencuri-curi waktu berinternet ria di sela-sela melaksanakan tugas kantor!). Bahkan di hari libur pun, saya habiskan waktu saya di depan komputer! Gila yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nge-blog! Yah, inilah magnet yang membuat saya akhir-akhir ini begitu intens berhadapan dengan mesin yang terkoneksi dengan dunia tanpa batas. Beberapa waktu berjalan saya sangat puas dengan kreasi saya yang saya pikir sudah sangat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;perpect&lt;/span&gt; sekali. Namun setelah saya baca-baca lagi buku tentang blog dan saya lihat blog-blog karya orang lain, ya ampun ternyata masih banyak yang saya belum ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, ini memang dunia yang baru bagi saya. Baru kemarin-kemarin saya tahu apa itu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;posting&lt;/span&gt;, apa itu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shoutbox&lt;/span&gt;, apa itu kode-kode HTML, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;template&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;navbar&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sidebar&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;link&lt;/span&gt;… Sebanyak itu yang saya tahu, saya pikir saya telah banyak tahu. Tapi nyatanya kemudian saya masih meraba-raba apakah gerangan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;commenting system&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gravatar&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;link manager&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;favicon&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pagerank&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;site feed&lt;/span&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai, masih pantaskan saya berjumawa diri dengan apa yang saya capai, sementara saya baru menyadari sebanyak itu pula (mungkin malah lebih banyak lagi) yang belum saya ketahui. Oya, ini juga berlaku untuk hal-hal lainnya dalam kehidupan kita. Pesannya adalah; Jangan cepat puas dengan apa yang kita ketahui seolah-olah separuh dunia telah berada dalam kepala kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam blogger!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.zwani.com/graphics/animated/"&gt;&lt;img src="http://images.zwani.com/graphics/animated/images/animated22.gif"  alt="ZWANI.com - The place for myspace comments, glitters, graphics, backgrounds and codes" border=0&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.zwani.com/graphics/animated/" target="_blank"&gt;Semakin berat bebanku, semakin penuh tantangan hidupku. Aloha!&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5647366382989521675?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5647366382989521675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5647366382989521675&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5647366382989521675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5647366382989521675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/01/semakin-banyak-saya-tahu.html' title='Semakin Banyak Saya Tahu ...'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R4LJiiH-O8I/AAAAAAAAAhg/JeYBGGF5JFA/s72-c/dandy-pink+copy.jpg100' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-807617712227018294</id><published>2008-01-07T08:51:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:37.493+07:00</updated><title type='text'>Sriwijaya FC Tumbangkan PSMS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R4HjOSH-O6I/AAAAAAAAAhQ/mS-84VTL6wo/s1600-h/Jakabaring.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R4HjOSH-O6I/AAAAAAAAAhQ/mS-84VTL6wo/s400/Jakabaring.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152649283211508642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dukung Terus Laskar "Wong Kito"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akhirnya tim kebanggan "Wong Kito" Sriwijaya FC melaju ke babak semifinal Turnamen Copa Dji Samsoe. Pada pertandingan laga kedua perempat final di Stadion Gelora Sriwijaya, Jaka Baring, Palembang, yang digelar tadi malam, PSMS takluk dari tim tuan rumah dengan skor 0-4.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi warga Sumsel tentunya kemenangan ini sangat menggembirakan. Tim tangguh sekelas PSMS yang memiliki julukan "Ayam Kinantan" bisa ditumbangkan dengan skor telak 0-4 atau agregat gol 2-4. Kemenangan ini sekaligus membuktikan siapa sebenarnya macan yang paling ditakuti di wilayah Sumatera. Ini komentar pegamat di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laga 2 x 45 menit yang disiarkan langsung oleh Lativi ini memang sangat menarik. Kedua tim saling menunjukkan suguhan permainan terbaiknya. Namun Laskar "Wong Kito" ternyata lebih dominan dari sisi strategi dan penguasaan bola. Gol pertama Sriwijaya FC dicetak melalui sundulan Renato Elia. Kemudian pada menit ke 55 keunggulan bertambah melalui gol Keith Kayamba. Berturut-turut gol ketiga dan keempat dicetak oleh Keith Kayamba dan Christian Lenglolo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang patut dicatat dari kemenangan ini. Pertama, menghadapi tim setangguh PSMS, tim "Wong Kito" benar-benar menunjukkan keperkasaannya. Kita berharap, mudah-mudahan prestasi ini bukan hanya karena kebetulan anak-anak Sriwijaya FC bertanding di kandang sendiri. Kedua, tim asuhan Rahmat Darmawan ini juga konsisten menunjukkan sportifitasnya, meski di menit-menit akhir tim PSMS sempat menunjukkan gelagat yang "kurang baik" akibat, mungkin, sudah terlalu frustasi menghadapi keganasan Laskar "Wong Kito".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar kemenangan, kebanggan "Wong Kito" tentu saja berkenaan dengan tempat pertandingan yakni Stadion Gelora Sriwijaya, Jaka Baring itu sendiri. Seperti diketahui, Stadion Gelora Sriwijaya yang berkapasitas 40.000 penonton itu merupakan stadion kebanggaan masyarakat Sumsel. Stadion ini juga merupakan stadion terbesar kedua di Indonesia setelah Stadion Gelora Bung Karno. Stadion ini juga diakui sebagai salah satu stadion terbarik bertaraf internasional.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai warga Sumsel, tentunya kita bangga memiliki stadion semegah itu. Dan yang tak kalah penting kita juga memiliki tim tangguh yang patut dibanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada babak semifinal nanti, Sriwijaya FC telah ditunggu Pelita Jaya Purwakarta. Adu gengsi ini rencananya akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis mendatang. Laga semifinal lainnya Persipura Jayapura versus Persija Jakarta. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;So&lt;/span&gt;, kita doakan semoga Laskar "Wong Kito" kembali bisa memetik kemenangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-807617712227018294?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/807617712227018294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=807617712227018294&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/807617712227018294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/807617712227018294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/01/sriwijaya-fc-tumbangkan-psms.html' title='Sriwijaya FC Tumbangkan PSMS'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R4HjOSH-O6I/AAAAAAAAAhQ/mS-84VTL6wo/s72-c/Jakabaring.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-6953924859181541762</id><published>2008-01-04T15:37:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:37.799+07:00</updated><title type='text'>Angin Segar untuk Infotainmen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R38X1SH-O2I/AAAAAAAAAgw/2Sw9t_w1BWs/s1600-h/2gertgertetgergeg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R38X1SH-O2I/AAAAAAAAAgw/2Sw9t_w1BWs/s400/2gertgertetgergeg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151862702900919138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Infotainmen Sejajar dengan Karya Jurnalistik Lain"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berita infotainmen yang selama ini dianggap jurnalistik remeh-temeh, ternyata punya kekuatan sendiri dan sejajar dengan pemberitaan lainnya seperti politik, ekonomi, dan sosial. Bahkan, banyak kasus publik yang sering kali tidak bisa dilakukan oleh media pemberitaan lain, berita infotainmen mampu mengupas tuntas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Media Indonesia, Jumat 4 Januari 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini saya membaca sebuah berita di Harian &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Media Indonesia&lt;/span&gt; yang membuat saya sedikit terhibur. Sebuah berita tentang infotainmen. Maklum, sebagai orang yang pernah bekerja di dunia infotainmen kurang lebih 1,5 tahun (di tayangan Kroscek, Lens dan situs berita Kroscek), saat membaca berita tersebut ingatan saya tiba-tiba kembali pada masa-masa saat masih bergelut di dunia yang satu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Agus Maladi Irianto, mahasiswa S3 FISIP UI Depok yang mengangkat disertasi berjudul: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kontestasi Kekuasaan Sajian Acara Televisi: Studi Tentang Program Tayangan Infotainment&lt;/span&gt;. Agus mempertahankan disertasinya dan mendapatkan nilai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cum laude&lt;/span&gt; untuk penelitiannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Agus, infotainmen bukan sekedar berita remeh-temeh. Sebab, dari liputan-liputannya sering kali mampu membongkar persoalan publik, yang boleh jadi tidak mampu dilakukan oleh liputan di bidang lain.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R332GyH-OgI/AAAAAAAAAeA/XKXbpqIO-8E/s1600-h/1+myngsari.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R332GyH-OgI/AAAAAAAAAeA/XKXbpqIO-8E/s320/1+myngsari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151544145176574466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Agus mencontohkan kasus pengakuan pengacara muda Farhat Abbas yang tidak pernah menikah dengan perempuan lain kecuali Nia Daniaty. Kasus itu akhirnya terbongkar dan muncul perempuan lain yang pernah menjadi isteri Farhat. Kasus menghebohkan dari keluarga Cendana, terkait dengan pernikahan siri Mayangsari dan Bambang Trihatmodjo yang selama ini tertutup akhirnya juga terbongkar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus meyakini sajian acara yang bertarung lebih dari 15 jam itu telah melibatkan sejumlah kepentingan. Selain kepentingan televisi, juga telah merembet ke kepentingan negara menyangkut regulasi, rumah produksi, biro iklan, lembaga survei penonton, partai politik, dan organisasi kemasyarakatan yang merespons tayangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sajian televisi, kata Agus yang dulunya wartawan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jakarta-Jakarta&lt;/span&gt; dan harian sore &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wawasan&lt;/span&gt; Semarang itu, berita infotainmen mampu memporoduksi representasi realitas sosial dengan melibatkan interaksi dan negosiasi dengan sejumlah pelaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kata Pak Agus Maladi Irianto.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-6953924859181541762?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/6953924859181541762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=6953924859181541762&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6953924859181541762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6953924859181541762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/01/angin-segar-untuk-infotainmen.html' title='Angin Segar untuk Infotainmen'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R38X1SH-O2I/AAAAAAAAAgw/2Sw9t_w1BWs/s72-c/2gertgertetgergeg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-7381275497671317417</id><published>2008-01-03T10:39:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:38.025+07:00</updated><title type='text'>Banjir Oh Banjir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R3xcrCH-OdI/AAAAAAAAAdo/roxpDK9lwaI/s1600-h/banjir-roni07.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R3xcrCH-OdI/AAAAAAAAAdo/roxpDK9lwaI/s400/banjir-roni07.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151093968179444178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Politisi Jangan Cuma Berjanji!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seperti biasa, Jakarta kembali “berlangganan” banjir. Hujan sedikit saja sebagian besar jalanan dan rumah penduduk sudah digenangi air. Sungguh ironis, Jakarta yang di waktu musim kemarau termasuk daerah rawan sumber air, di musim hujan malah dihadiahi air yang melimpah ruah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pagi kemarin, Rabu 2 Januari 2008, saya tiba di Jakarta dari Kota Bengkulu dengan menumpang bis Putra Rafflesia. Memasuki Kota Jakarta, dari mulai wilayah tol Kebun Jeruk, hujan berfrekuensi sedang sudah menyambut bis yang kami tumpangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berita yang saya lihat di televisi, ternyata hujan memang sudah mulai melanda ibukota sejak beberapa hari yang lalu. Dan benar saja, beberapa titik langganan banjir seperti sebagian wilayah Kampung Melayu, Jatinegara, Cawang dan Cililitan seperti tahun yang sudah-sudah harus rela didatangi tamu yang tak diundang.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R3xdYyH-OeI/AAAAAAAAAdw/XmtK3RwMEYs/s1600-h/123674.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R3xdYyH-OeI/AAAAAAAAAdw/XmtK3RwMEYs/s320/123674.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151094754158459362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa penyebab banjir? Ada banyak. Tapi tentu tidak bisa sepenuhnya menyalahkan masyarakat, misalnya, yang mempunyai kebiasaan membuang sampai sembarangan di got dan sungai-sungai. Dalam hal ini, menurut saya, semua pihak harus bertanggung jawab menjaga lingkungan tetap bersih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sudah sewajarnya pula bila pihak yang paling disorot dari masalah banjir yang seperti tidak pernah selesai ini adalah pemerintah. Ada banyak hal mengapa banyak yang menuntut pertanggung jawaban pemerintah terhadap persoalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, soal penegakan hukum aparat pemerintah (kepolisian, departemen terkait dan lembaga peradilan) terhadap pelaku penebangan hutan (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;illegal logging&lt;/span&gt;) yang seperti menegakkan benang basah. Kedua, pemerintah tidak punya konsep yang jelas bagaimana menciptakan dan membangun infrastruktur kota yang bebas banjir. Sejauh ini pemerintah beralasan terkendala persoalan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun, sudah sewajarnya bila pemerintah membuka mata terhadap persoalan ini. Apalagi Gubernur yang sekarang, Bapak Fauzi Bowo, seingat saya pada waktu kampanye dahulu pernah berjanji bisa mengatasi banjir apabila ia terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012. Waktu itu jargon yang diusung Fauzi Bowo bunyinya begini: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Persoalan Banjir, Serahkan pada Ahlinya&lt;/span&gt;!” Jadi wajar kalau sekarang masyarakat bertanya, kemanakah gerangan ahlinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu terlalu cepat untuk menagih janji itu mengingat untuk mengatasi persoalan banjir bukanlah perkara mudah. Namun, setidaknya ini menjadi ukuran ternyata mengatasi banjir tak bisa selesai hanya dengan bicara. Mari sama-sama kita berbuat tanpa harus menunggu janji pemerintah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-7381275497671317417?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/7381275497671317417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=7381275497671317417&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7381275497671317417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7381275497671317417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/01/banjir-oh-banjir.html' title='Banjir Oh Banjir'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R3xcrCH-OdI/AAAAAAAAAdo/roxpDK9lwaI/s72-c/banjir-roni07.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-1205875919317526648</id><published>2008-01-02T16:06:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:38.117+07:00</updated><title type='text'>Tahun Baru Harus Ada Perubahan yang Lebih Baik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R3tWrSH-ObI/AAAAAAAAAdY/l_DiqDjOIsQ/s1600-h/jpg+oke.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R3tWrSH-ObI/AAAAAAAAAdY/l_DiqDjOIsQ/s320/jpg+oke.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150805900427934130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kuingin Ada Perubahan Penghasilan yang Lebih Baik, Setuju!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Detik-detik pergantian tahun baru telah kita lewati. Betulkah kita menginginkan ada perubahan (resolusi) yang signifikan di tahun baru ini? Tapi bagaimana mungkin bisa ada perubahan yang lebih baik bila kita tidak segera berbenah, merencanakan, bekerja keras merealisasikan keinginan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Blogger, apa sih sebenarnya cita-cita kita “singgah” di dunia ini? Ingin mencari ketenaran? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mungkin&lt;/span&gt;. Ingin disegani? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hmm&lt;/span&gt;… Ingin kaya? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bisa jadi&lt;/span&gt;. Ingin membuat orang-orang di sekitar kita bahagia? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wow, sungguh mulia&lt;/span&gt;. Atau ingin masuk surga saat kita sudah tidak di dunia ini? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hehe…maunya&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, saat masih kuliah di Bengkulu (sekitar tahun 2000), saya punya tetangga yang kata-katanya cukup berkesan di kepala saya. Tetangga saya ini, biasa, teman ngolor-ngidul saya. Waktu itu ia bertanya kepada saya apa tujuan kita hidup di dunia ini? Saya menjawab sekenaknya: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hidup kaya raya mati masuk surga&lt;/span&gt;! Dasar! :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada betulnya juga, kata tetangga tadi menanggapi jawaban saya. Tapi lengkapnya begini (tetangga saya pun bercerita), pertama tujuan kita hidup di dunia ini adalah ingin punya pendidikan, kalau bisa setinggi-tingginya. Kalau sudah punya pendidikan kita ingin punya pekerjaan (penghasilan). Lalu kalau sudah punya pekerjaan keinginan berlanjut ingin punya keluarga (menikah dan punya anak). Kalau yang ini juga sudah terpenuhi keinginan berlanjut ingin punya rumah sendiri. Terakhir kalau semua keinginan itu telah terpenuhi, kelak kalau kita mati, kita ingin masuk surga! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dipikir-pikir sih betul juga apa yang dikatakan tetangga saya itu. Istilahnya itu tujuan mendasar (prinsipil) hampir setiap orang di muka bumi ini (kalau bisa): &lt;span style="font-style:italic;"&gt;punya pendidikan&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;punya pekerjaan tetap&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;punya keluarga&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;punya rumah sendiri&lt;/span&gt; dan, kalau mati, ingin &lt;span style="font-style:italic;"&gt;masuk surga&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar tujuan tadi? Itu hak setiap orang untuk meraihnya. Menyangkut apa yang dikatakan tetangga saya itu, mungkin saat ini ada yang masih menjalani tujuan tadi dari awal, ada pula yang sudah separuh bisa menempuhnya, bahkan ada yang hampir di ujung tujuan tadi alias yang sudah serba punya dan tinggal menuju tujuan akhir yaitu mati masuk surga hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, apa pun persepsi kita tentang tujuan hidup di dunia ini, tetaplah berbuat yang terbaik, berbuat yang benar, tidak melanggar aturan dan merugikan pihak lain. Tetaplah bersemangat dan yakin bahwa apa yang kita cita-citakan akan bisa kita raih dengan kerja keras dan doa yang sungguh-sungguh. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keep the fight&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam manis… :-D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-1205875919317526648?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/1205875919317526648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=1205875919317526648&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1205875919317526648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1205875919317526648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2008/01/tahun-baru-harus-ada-perubahan-yang.html' title='Tahun Baru Harus Ada Perubahan yang Lebih Baik'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R3tWrSH-ObI/AAAAAAAAAdY/l_DiqDjOIsQ/s72-c/jpg+oke.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-912693149894368112</id><published>2007-12-18T07:16:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:38.263+07:00</updated><title type='text'>Selamat Tahun Baru 2008</title><content type='html'>&lt;a href=http://www.ZangyGraphics.com/picture.php?c=newyear&amp;n=48&gt;&lt;img src=http://zangygraphics.com/happynew/b0025d3ff19b5e47bef1c65323afa31768.gif border=0&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://zangygraphics.com/imgs/logo.php"&gt;&lt;img src="http://zangygraphics.com/imgs/zangylogo.jpg" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pulang Kampung Ah…&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin kemarin, kami mendapat surat edaran dari &lt;em&gt;bigbos&lt;/em&gt;. Isinya membuat semua merasa senang berseri-seri: cuti bersama dari tanggal 20 Desember sampai tanggal 2 Januari. Wah, benar-benar berita baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membaca surat edaran yang dinanti-nanti itu, pun saat sebelumnya saya telah mendengar kasak-kusuk soal cuti bersama ini, dalam kepalaku sudah terbayang kampung halaman. &lt;em&gt;That’s right&lt;/em&gt;, saya memutuskan untuk pulang kampung sajalah. Insya Allah dalam waktu dekat ini saya luncur ke kampung halaman saya, Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. &lt;em&gt;Ikutikutikut&lt;/em&gt;... :-P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan apa-apa, selain senang--mudah-mudahan--bisa kumpul bersama keluarga lagi, momentum pulang kampung kali ini bisa dikatakan putaran episode kedua dari “terbukanya” isi kepala ini mengenai dunia wirausaha (UKM maksudnya). Momen pulang kampung kali ini akan kumanfaatkan untuk menindaklanjuti angan-angan saya mengenai dunia yang satu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oyah, di penghujung Desember 2007 ini, di kalender tertera tanggal yang manis-manis dan cantik-cantik (maksudnya banyak tanggal merahnya). Mulai Idul Adha, Natal dan Tahun Baru. Tanggal merah, bagi mereka yang biasa terjebak pada rutinitas kantoran merupakan tanggal yang dinanti-nantikan alias tanggal keramat. Yang lebih menggembirakan, penghujung tahun 2007 ini sebagian institusi seperti PNS menerapkan cuti bersama untuk karyawannya. Asik yah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk tahun baru, saya yakin banyak yang sudah punya rencana-rencana spesial. Saya ucapkan selamat menyambut Tahun Baru 2008 dengan tenang dan damai. Semoga tahun 2007 menjadi tahun kenangan indah, dan tahun 2008 adalah tahun harapan yang jauh lebih indah. HappY nEW YeAR!!! :-D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKLAN NIH ...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R2fIhcFW6OI/AAAAAAAAAdQ/DE0Ggz8IMYA/s1600-h/1_385050346l.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R2fIhcFW6OI/AAAAAAAAAdQ/DE0Ggz8IMYA/s400/1_385050346l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145301576093984994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-912693149894368112?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/912693149894368112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=912693149894368112&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/912693149894368112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/912693149894368112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/12/selamat-tahun-baru-2008.html' title='Selamat Tahun Baru 2008'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R2fIhcFW6OI/AAAAAAAAAdQ/DE0Ggz8IMYA/s72-c/1_385050346l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-2989663136603306333</id><published>2007-12-17T11:25:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:38.396+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Kita Harus Berkurban</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R2ZDIMFW6NI/AAAAAAAAAdI/KDh6285zZTk/s1600-h/gugguyg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R2ZDIMFW6NI/AAAAAAAAAdI/KDh6285zZTk/s400/gugguyg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144873432279083218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Sosial Idul Qurban&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ibadah kurban hakikatnya adalah perintah Tuhan untuk mengorbankan dan menyembelih sifat egois, sikap mementingkan diri sendiri, rakus dan sikap serakah yang dibarengi dengan kecintaan kepada Allah yang diwujudkan dalam bentuk solidaritas dan kesetiakawanan sosial.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh saya sangat beruntung dilahirkan sudah beragama Islam. Entah bagaimana ceritanya kalau, seumpama yah, saya dilahirkan dari keluarga yang non muslim. Saya tidak yakin orang seperti saya bisa memiliki kecerdasan spiritual yang tajam sehingga saya tercerahkan dengan kesadaran sendiri (menjadi &lt;em&gt;muallaf&lt;/em&gt;). Hehe bukan saya &lt;em&gt;under-estimate &lt;/em&gt;pada diri sendiri loh... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam, bagi saya yang awam ini, benar-benar menjadi penuntun jalan hidup yang sangat mulia. Tentu saja kalau tuntunan Rasul dijalankan dengan sebenar-benarnya seperti sholat lima waktu, puasa, zakat, syukur-syukur bisa berhaji ke tanah suci. Itu tuntunannya, pelaksanaannya? Wah itu mah dikembalikan ke diri kita masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti agama-agama lain, Islam juga mengenal hari-hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha, Isra Mi’raj, Maulid Nabi dan Tahun Baru Islam. Berkaitan dengan hari besar ini, sebentar lagi umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Idul Adha 1428 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 20 Desember 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ritual yang ada dalam Islam, kalau kita cermati, ternyata mengandung nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi. Lagi-lagi, ini dari kacamata orang awam loh. Contoh misalnya sholat, kalau kita menjalankannya dengan keikhlasan, ternyata sholat bisa menjadi rambu-rambu kita mencegah perbuatan munkar. Dari sisi kesehatan? Tak sedikit yang telah merasakan manfaat dari gerakan sholat bagi kebugaran tubuh. Bahkan ada loh yang telah membuktikan sendiri, ternyata sholat bisa menyembuhkan berbagai penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau diurai satu demi satu makna-makna dari tuntunan Islam yang lainnya, lagi-lagi dari kacamata orang awam loh, tentunya akan sangat panjang sekali, &lt;em&gt;guys&lt;/em&gt;... Nah, kebetulan sebentar lagi umat Islam akan merayakan Idul Adha 1428 Hijriah. Tentunya, bagi umat muslim sendiri, sedikit banyak sudah tahu pesan apa yang terkandung dari ibadah kurban ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sejarah yang tertulis di Al-Quran, ibadah kurban sendiri diambil dari sejarah pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putra satu-satunya, Ismail AS. Namun, saat keimanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS telah ditunjukkan, dengan kebesarannya Allah mengganti Ismail AS dengan seekor domba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS itulah, penyembelihan hewan kurban yang rutin dilaksanakan umat Islam hakikatnya, menurut beberapa ustadz yang saya sering dengar ceramahnya, tidak lebih dari bentuk ibadah yang meniscayakan arti pentingya kesetiakawanan sosial dan wujud ketakwaan seorang hamba kepada Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut terlihat jelas dari pesan dalam kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS, dan diperkuat firman Allah dalam Alquran: “&lt;em&gt;Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah&lt;/em&gt;.” (QS Al-Kautsar:1-2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah kurban, menurut ustad lagi, hakikatnya adalah perintah Tuhan untuk mengorbankan dan menyembelih sifat egois, sikap mementingkan diri sendiri, rakus dan sikap serakah yang dibarengi dengan kecintaan kepada Allah yang diwujudkan dalam bentuk solidaritas dan kesetiakawanan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Idul Adha 1428 Hijriah. Semoga kita bisa memaknai ibadah kurban lebih dalam lagi dari sekedar yang dituliskan di sini. Maaf kalau ada salah-salah yah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.zwani.com/graphics/islam/"&gt;&lt;img src="http://images.zwani.com/graphics/islam/images/religionislam8.gif"  alt="zwani.com myspace graphic comments" border=0&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.zwani.com/graphics/islam/" target="_blank"&gt;Myspace Islam Comments&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-2989663136603306333?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/2989663136603306333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=2989663136603306333&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2989663136603306333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2989663136603306333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/12/mengapa-kita-harus-berkurban.html' title='Mengapa Kita Harus Berkurban'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R2ZDIMFW6NI/AAAAAAAAAdI/KDh6285zZTk/s72-c/gugguyg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-7321459428490907565</id><published>2007-12-14T08:10:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:38.633+07:00</updated><title type='text'>Haruskah Seumur Hidup Jadi Orang Gajian?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R2HZFcFW6KI/AAAAAAAAAcw/wtZl-M3a-f4/s1600-h/sendbinaryad.asp.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R2HZFcFW6KI/AAAAAAAAAcw/wtZl-M3a-f4/s320/sendbinaryad.asp.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143630936895056034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kata Orang Pintar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sih&lt;/span&gt; Jangan Mau&lt;/span&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kehidupan Anda hari ini adalah hasil dari cara berfikir Anda kemarin. Kehidupan Anda besok akan ditentukan oleh apa yang Anda pikirkan hari ini&lt;/span&gt;.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentino Dinsi, penulis buku “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika saya (secara tak sengaja) berada di sebuah toko buku terkenal di Jakarta, ada sebuah buku yang cukup menggelitik tersempil di antara buku-buku lainnya. Dari judulnya saja sudah sangat menggugah rasa ingin tahu setiap yang membaca. Judulnya, menurutku, sangat amat provokatif banget: ”Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hmm&lt;/span&gt;… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, daku tidak sampai hati eh, tidak sampai habis maksudnya, membaca buku setebal 315 halaman yang termasuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;best seller&lt;/span&gt; itu. Maklum, namanya juga baca di tempat alias numpang alias &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nebeng&lt;/span&gt;, jadi bacanya tidak terlalu leluasa gitu loh:-P…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya buku karya Valentino Dinsi ini tak berbeda dengan buku-buku lainnya yang bercerita mengenai prospek dunia wirausaha (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;entrepreneurship&lt;/span&gt;). Lebih spesifik buku ini memberi semangat dan menuntun pembaca, terutama Anda yang saat ini berstatus karyawan, untuk menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt; sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin dan hadiroti yang terhormat, dalam mengarungi hidup yang penuh ombak dan kerikil ini tentunya kita punya pilihan-pilihan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sok ateuh&lt;/span&gt;, asalkan pilihan tersebut membuat kita bahagia dan cara mendapatkan keuntungan itu tidak merugikan pihak lain, syukur-syukur bisa mendatangkan manfaat buat banyak orang. Nah, semua berpulang pada diri kita masing-masing, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;guys&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R2HjjsFW6LI/AAAAAAAAAc4/VKq_-xtGxNk/s1600-h/gbr+500.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R2HjjsFW6LI/AAAAAAAAAc4/VKq_-xtGxNk/s320/gbr+500.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143642451702376626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bekerja pada pihak lain (menjadi karyawan) atau menciptakan pekerjaan sendiri (wiraswasta), tentunya juga merupakan pilihan. Sebagai sebuah pilihan, keduanya juga memiliki prospek dan resiko masing-masing. Lagi-lagi, tinggal berpulang ke kitanya, siapkah kita dengan resiko-resiko itu? Atau kita sudah terlanjur nyaman dengan apa yang kita raih saat ini, dengan hanya menjadi karyawan misalnya? Atau kita mau mencoba mengembangkan sumber penghasilan lain di luar pekerjaan tetap kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sodara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;soda’a&lt;/span&gt;, di dunia ini tidak ada orang yang tidak ingin menjadi kaya secara finansial, bahkan orang sanggup melakukan perbuatan apa pun untuk menjadi kaya, termasuklah melakukan korupsi. Saya sangat sepakat sekali &lt;span style="font-style:italic;"&gt;soda’a soda’a&lt;/span&gt;. Semua orang pasti memiliki keinginan dan berjuang untuk meraih impian menjadi kaya, minimal bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;soda’a&lt;/span&gt;ku yang berbahagia, bukan kapasitas saya untuk menjabarkan bagaimana menjadi kaya. Orang-orang seperti penulis buku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian&lt;/span&gt; yang super-keren itu mungkin salah satu yang bisa dijadikan rujukan. Kalau kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ane&lt;/span&gt; sih, semua berpulang kepada diri kita masing-masing. Sedikit membuka cakrawala tentang sesuatu yang menarik minat kita, tak ada salahnya untuk dilakukan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Slow but sure, man&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat merenungi dan tetap bersemangat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-7321459428490907565?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/7321459428490907565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=7321459428490907565&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7321459428490907565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7321459428490907565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/12/haruskah-seumur-hidup-jadi-orang-gajian.html' title='Haruskah Seumur Hidup Jadi Orang Gajian?'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R2HZFcFW6KI/AAAAAAAAAcw/wtZl-M3a-f4/s72-c/sendbinaryad.asp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-4023049832420222250</id><published>2007-12-13T08:17:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:38.716+07:00</updated><title type='text'>Setiap Hari adalah Spesial...</title><content type='html'>&lt;a href=http://www.ZangyGraphics.com/picture.php?c=bday&amp;n=16&gt;&lt;img src=http://www.zangygraphics.com/bday/16.gif border=0&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://zangygraphics.com/imgs/logo.php"&gt;&lt;img src="http://zangygraphics.com/imgs/zangylogo.jpg" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memaknai Hari Ulang Tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari ulang tahun bagi banyak orang adalah hari yang sangat spesial, bagi sebagian lagi mungkin dianggap biasa-biasa saja. Begitu pula halnya dengan merayakan ulang tahun, bagi banyak orang mungkin sebuah keharusan, namun bagi yang lain mungkin sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jujur, dari sejak saya lahir hingga sebesar ini, tidak pernah saya merayakan hari ulang tahun, pesta-pestaan tiup lilin atau apalah…(kecian deh loh:-P). Merayakan ritual satu ini memang tidak terlalu populer di keluarga kami, kuno yah? Dan saya pun tidak pernah protes dengan kondisi tersebut. Yang berkesan pada momen ini, paling, pernah satu kali saat duduk di kelas III SMU, saya dilempari telur dan tepung oleh teman-teman. Sejak itu saya jadi trauma hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, saya memang termasuk cuek untuk urusan peringat-memperingati hari ulang tahun. Saking acuhnya, saya bahkan sering lupa hari ulang tahun sendiri. Tapi saya bersyukur masih ada yang perhatian dan mengucapkan selamat. Ya ampun, bertambah lagi usia dan berkurang satu tahun lagi umur ini…&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R2DKTZFEArI/AAAAAAAAAco/htiazjVhLNM/s1600-h/ergegggtg.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R2DKTZFEArI/AAAAAAAAAco/htiazjVhLNM/s200/ergegggtg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143333208955552434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa sih sebenarnya makna hari ulang tahun itu? Saya tidak begitu paham. Kata orang, ulang tahun adalah momentum yang sangat tepat untuk mengevaluasi apa saja yang telah kita perbuat, pencapaian apa saja yang telah kita raih, plus kegagalan apa saja yang bisa membuat kita belajar pada satu tahun belakang ini. Semua itu menjadi bekal bagi kita untuk lebih baik lagi mengarungi hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merayakan ulang tahun dengan pesta-pestaan juga bukan sesuatu hal yang dilarang. Toh bila dengan merayakan ulang tahun kita bisa lebih mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, kerabat, teman-teman dan orang terdekat lainnya, yah kenapa tidak. Perayaan ulang tahun baru bisa dilarang ketika ia menjadi alat untuk merugikan pihak-pihak lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya merayakan ulang tahun membutuhkan kesiapan. Terutama waktu dan materi. Saya termasuk orang yang tidak mau ribet “meluangkan” waktu untuk hal seperti itu. Apalagi untuk sebuah pesta-pestaan, dikerubuti banyak orang yang bernyanyi-nyanyi untuk kita. Entah, saya terlalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;low-profile&lt;/span&gt; untuk hal semacam itu:-(. Bukan apa-apa, malu dan risih rasanya hehe... (Dasar emang nggak berbakat jadi selebritis lu!).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, tanggal 13 Desember saya ulang tahun. Yang ke berapa? tujuhbelas dong:-P. Jujur, tidak ada yang spesial (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;nothing special&lt;/span&gt;) selain ucapan dari seseorang. Subuh-subuh tadi, saat mata ini masih terpejam di lautan kapuk, dia SMS dan telepon: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Selamat ulang tahun yah&lt;/span&gt;… &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Traktirannya jangan lupa&lt;/span&gt;…?” :-D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-4023049832420222250?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/4023049832420222250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=4023049832420222250&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/4023049832420222250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/4023049832420222250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/12/setiap-hari-adalah-spesial.html' title='Setiap Hari adalah Spesial...'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R2DKTZFEArI/AAAAAAAAAco/htiazjVhLNM/s72-c/ergegggtg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-974723680139547943</id><published>2007-12-12T09:07:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:39.490+07:00</updated><title type='text'>Pesan Moral Film Horor Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R19GvpFEAiI/AAAAAAAAAbg/gLHxckVwCVE/s1600-h/grtgrtgrgrg.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R19GvpFEAiI/AAAAAAAAAbg/gLHxckVwCVE/s400/grtgrtgrgrg.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142907083775279650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Untuk Para Koruptor dari Hantu Paling Mulia di Dunia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mereka tidak korupsi, bila pun ada yang merasa takut atau pura-pura takut, itu dasar orangnya saja yang penakut. Mereka juga tergolong makhluk yang ikhlas, bayangkan dengan bumingnya film horor yang mengeksploitasi keberadaan para hantu itu, toh mereka tidak meminta royalti sepeser pun dari keuntungan tersebut. Dan yang terpenting, mereka telah menghibur masyarakat kita yang sudah terlalu jenuh dengan berita korupsi yang tidak ada habis-habisnya di republik “horor” ini.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R19JLpFEAkI/AAAAAAAAAbw/qe2SN1VOkRQ/s1600-h/rgegerge.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R19JLpFEAkI/AAAAAAAAAbw/qe2SN1VOkRQ/s200/rgegerge.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142909763834872386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari pro-kontra film horor yang katanya tidak memberikan nilai-nilai edukasi kepada masyarakat penonton kita, ada pertanyaan menarik seputar film horor &lt;em&gt;made in&lt;/em&gt; Indonesia yang belakangan marak diproduksi. Mengapa film horor banyak digemari masyarakat? Ternyata, salah satu faktornya karena hantu-hantu kita adalah hantu yang paling mulia di dunia. Nah, gimana ceritanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba saja Anda saksikan film horor Indonesia. Pasti hantu atau setan dalam film horor Indonesia bisa memberi nasihat moral yang mencerahkan,” kata budayawan dan sineas Garin Nugroho saat memberikan orasi budaya bertema Pendidikan Karakter Kunci Kemajuan Bangsa, di Jakarta, belum lama ini. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R19J25FEAlI/AAAAAAAAAb4/n8ELR9gEXMM/s1600-h/rrwrwer.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R19J25FEAlI/AAAAAAAAAb4/n8ELR9gEXMM/s200/rrwrwer.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142910506864214610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Garin mengatakan, ada sebuah film horor yang menampilkan cara-cara memperoleh kekayaan dengan cara yang instan. Misalnya, dengan menjadi hewan. Orang yang ingin kaya menjadi hewan lalu mengambil uang. Namun, sang dukun menasihatinya, kalau mau mengambil uang, ambillah uang para koruptor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lha kalau begini, tidak usah ada KPK alias Komisi Pemberantasan Korupsi. Semua hewan jadi-jadian kumpul, lalu mengambil uang para koruptor. Tidak perlu alat penyadap. Cukup konsesi para hewan jadi-jadian itu saja,” kata Garin Nugroho seolah  mentertawakan realitas bangsa ini. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1-sO5FEApI/AAAAAAAAAcY/hvbXhu0w2Lw/s1600-h/gergegeg.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1-sO5FEApI/AAAAAAAAAcY/hvbXhu0w2Lw/s200/gergegeg.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143018671320597138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman (berbudi dan beriman), anekdot/ilustrasi di atas rasanya agak sedikit &lt;em&gt;nyambung&lt;/em&gt; dengan kondisi kekinian kita dewasa ini. Pertama, soal fenomena film horor kita yang belakangan ini sangat digandrungi masyarakat (terutama kalangan muda), plus dengan kontroversi yang membuntutinya. Kedua, tanggal 9 Desember lalu diperingati sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sadar, bahwa sebenarnya dampak dari ulah para koruptor yang menjarah uang rakyat memang jauh lebih pedas dari sekedar mendebatkan film-film bergenre horor. Meminjam istilah Wapres Repubik mimpi Jarwo Kwat--&lt;em&gt;that’s right brother&lt;/em&gt;. Meski sama-sama kita pahami, tentu ada saja ekses yang bisa timbul dari film yang “hanya” menawarkan nuansa berdarah-darah dan hantu-hantuan. Toh tidak semua orang bisa mengambil benang merah (pesan) yang positif dari sebuah film. Seperti Mas Garin Nugroho itu loh… &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R19NTpFEAnI/AAAAAAAAAcI/sXFSsJy5p-0/s1600-h/fwfwfwf.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R19NTpFEAnI/AAAAAAAAAcI/sXFSsJy5p-0/s200/fwfwfwf.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142914299320337010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang berpendapat korupsi adalah penyakit kronis bangsa ini. Rasanya kita sangat sepakat sekali, &lt;em&gt;brother&lt;/em&gt;!:-P Ingat pernyataan Bung Hatta, Prof Dr Sulmitro dan Kwik Kian Gie yang mengatakan korupsi sudah membudaya di negeri ini. Dari korupsi remeh-temeh seperti dalam proses pembuatan KTP di kelurahan hingga korupsi kelas kakap seperti kasus BLBI yang merugikan negara lebih dari Rp 650 triliun. Masya ampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat korupsi, yang merusak sendi-sendi perekonomian makro, kita menjadi bangsa yang tidak pernah bisa bangkit seperti tetangga kita, Malaysia dan Singapura. Padahal, &lt;em&gt;beuh&lt;/em&gt;, katanya negara kita kaya akan sumberdaya alam yang melimpah dari Sabang sampai Merauke. Ingat sebuah julukan yang disematkan bagi negeri ini: “&lt;strong&gt;Negeri Untaian Zamrud Khatulistiwa&lt;/strong&gt;”. Di dalam perut bumi kita terdapat kekayaan yang melimpah ruah dari mulai batu mulia, gas, minyak bumi dan sumberdaya air. Soal tanah, negeri kita juga terkenal sangat subur. Kelompok Koes Plus bahkan mengibaratkan tanah kita sebagai tanah syurga, lempar tongkat saja bisa tumbuh jadi tanaman. Hebat yah?&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1-sx5FEAqI/AAAAAAAAAcg/HAmUYnJMU50/s1600-h/rwerwrwrwef.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1-sx5FEAqI/AAAAAAAAAcg/HAmUYnJMU50/s320/rwerwrwrwef.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143019272616018594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Brother&lt;/em&gt;, inilah fakta tentang bangsa kita yang tercinta ini. Meski sumberdaya alam kita melimpah, tapi kita termasuk dalam kategori negara miskin. Dari sisi utang, menurut data Departemen Keuangan per Maret 2005, utang kita mencapai Rp 1.282 triliun. Pengangguran untuk tahun 2007 mencapai lebih dari 15 juta orang. Angka kemiskinan? Jangan dikata, hampir separoh dari jumlah penduduk yang mencapai 230 juta jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, mari kita sama-sama camkan dalam diri kita bahwa korupsi adalah tindakan tidak terpuji yang bisa menghancurkan bangsa ini hingga ke titik nadir. Kita tidak pernah beranjak besar meski sumberdaya alam kita melimpah ruah. Itulah faktanya, &lt;em&gt;brother&lt;/em&gt;. Para koruptor itu, merekalah yang sepatutnya kita takuti dan menjadi musuh kita bersama. Merekalah hantu yang sebenarnya yang kebetulan memakai topeng yang bagus-bagus dan selalu tampil kinclong loh… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam manis...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-974723680139547943?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/974723680139547943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=974723680139547943&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/974723680139547943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/974723680139547943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/12/pesan-moral-film-horor-indonesia.html' title='Pesan Moral Film Horor Indonesia'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R19GvpFEAiI/AAAAAAAAAbg/gLHxckVwCVE/s72-c/grtgrtgrgrg.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-9064063017124085564</id><published>2007-12-07T21:10:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:40.509+07:00</updated><title type='text'>Ada Apa dengan Perubahan Iklim?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1lU1pFEANI/AAAAAAAAAY4/gTreGWziLKQ/s1600-h/Es-Cair.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1lU1pFEANI/AAAAAAAAAY4/gTreGWziLKQ/s400/Es-Cair.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141233730157019346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ini Serius Lohh…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nusa Dua, Bali, saat ini sedang di puncak sorotan dunia. Ini berkaitan dengan perhelatan akbar Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim dan Pemanasan Global (UNFCCC), yang berlangsung tanggal 3-14 Desember 2007. KTT ini dihadiri sedikitnya sepuluh ribu peserta dari 189 negara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Blogger, perubahan iklim atau bahasa kerennya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;climate change&lt;/span&gt;, beberapa tahun terakhir sudah sangat mengkhawatirkan. Inilah salah satu poin yang dibahas oleh pemimpin dunia di KTT Nusa Dua, Bali. Jadi, ini serius loh...&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1oB_5FEAPI/AAAAAAAAAZI/HtuHe_e_sFo/s1600-h/ertetrty.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1oB_5FEAPI/AAAAAAAAAZI/HtuHe_e_sFo/s320/ertetrty.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141424121762283762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kata para ahli, perubahan iklim bisa menimbulkan dampak yang sangat merugikan kehidupan umat manusia. Dampak tersebut sudah kita rasakan saat ini seperti tidak menentunya musim hujan dan kemarau, lalu suhu udara terasa panas menyengat, kekeringan di mana-mana, kebakaran hutan, banjir, tanah longsor, serta munculnya berbagai wabah penyakit. Cape deeyyy…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini tentunya membuat kualitas hidup manusia, terutama di negara miskin seperti Indonesia, menjadi semakin terpuruk. Perubahan iklim memperparah tingkat kemiskinan penduduk dunia. Ini serius loh! Belum lagi dampak lain perubahan iklim yang seringkali tidak kita sadari adalah mencairnya es di Kutub Utara &lt;em&gt;sono&lt;/em&gt;. Mencairnya es di kutub ini, masih menurut para ahli, dalam prosesnya terjadi secara perlahan alias &lt;em&gt;slow motion&lt;/em&gt;. Namun, meski proses pencairan es di Kutub Utara terjadi secara perlahan-lahan, tapi jangan dianggap sepele, dampaknya akan sangat terasa bagi generasi mendatang loh...&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1oggpFEAQI/AAAAAAAAAZQ/h3IJKn--J-M/s1600-h/fghfhfgh.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1oggpFEAQI/AAAAAAAAAZQ/h3IJKn--J-M/s200/fghfhfgh.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141457669751832834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi menurut para ahli, terus mencairnya lapisan es di Kutub Utara dalam empat tahun terakhir membuat Benua Arktik menyusut hingga ke ukuran yang terkecil dalam seabad terakhir. Sampai dengan September 2007 lalu, seperti dilaporkan Dewan Arktik (Arctic Council) yang terdiri dari 250 ilmuan, luas area es di Laut Arktik menciut menjadi hanya 2,05 juta mil atau setara dengan 5,31 juta kilometer persegi. Jika hal ini terus terjadi, kata para ahli, sebelum berakhirnya abad ke-21 Kutub Utara akan mengalami musim panas yang sepenuhnya tanpa es! :-( &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1oynZFEASI/AAAAAAAAAZg/JFnWFQwoDqc/s1600-h/dfhhfhrftgh.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1oynZFEASI/AAAAAAAAAZg/JFnWFQwoDqc/s200/dfhhfhrftgh.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141477576925249826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blogger, jika hal tersebut benar-benar terjadi, tentu kita bertanya-tanya: “&lt;em&gt;Kemanakah gerangan larinya lelehan bongkahan es di Kutub Utara yang mencair itu&lt;/em&gt;?” Kata para ahli, larinya yah ke laut juga. Masa ke kotak amal sih? :-P Ini artinya permukaan air laut dunia akan semakin meningkat. Duhai, meningkatnya permukaan air laut (intrusi) bisa menimbulkan pasang yang berlebihan bahkan bisa menenggelamkan daratan! Kejadian pasang yang dialami sebagian wilayah Jakarta Utara dan Tangerang belum lama ini merupakan contoh yang sangat nyata. Masya ampun, serius kan!?  &lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1o1HJFEATI/AAAAAAAAAZo/UxEjGS8t4CY/s1600-h/wefwfwef.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1o1HJFEATI/AAAAAAAAAZo/UxEjGS8t4CY/s200/wefwfwef.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141480321409351986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut para ahli, fenomena alam ini terjadi karena peningkatan suhu bumi alias pemanasan global. Hampir semua ahli yakin, pemanasan global (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;global warming&lt;/span&gt;) terjadi karena terperangkapnya panas matahari di dalam atmosfer bumi. Hal itu disebabkan oleh makin banyaknya jumlah berbagai gas rumah kaca (&lt;em&gt;greenhouse gases&lt;/em&gt;). Di antaranya termasuk karbon dioksida yang berasal dari gas buangan kendaraan bermotor dan industri. Nah, Kota Jakarta, yang setiap hari macet itu, ternyata menyumbang kontribusi yang tidak kecil bagi percepatan pemanasan global!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wah pinter yah kamu&lt;/span&gt;…? Ini serius tauk! :-P&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1o2XZFEAUI/AAAAAAAAAZw/yGj2G5YqmSM/s1600-h/beruang+kutub.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1o2XZFEAUI/AAAAAAAAAZw/yGj2G5YqmSM/s320/beruang+kutub.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141481700093854018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blogger, melalui forum ini, duhai, marilah sama-sama kita lebih bijak dalam bersikap. Mari kita sama-sama “mendinginkan” bumi, meski cara yang bisa kita tempuh tidak terlalu signifikan mengurangi dampak pemanasan global yang sudah di ambang mengkhawatirkan ini. Toh kalau kesadaran telah dimiliki oleh banyak orang di dunia ini, tentu tidak sulit untuk menghambat fenomena perubahan iklim. Cara sederhana tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Matikan listrik ketika tidak digunakan. Usahakan jangan meninggalkan alat elektronik dalam keadaan &lt;em&gt;standby&lt;/em&gt;. Cabut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;charger&lt;/span&gt; HP, TV atau komputer serta alat-alat elektronik lainnya dari stop kontak. Meskipun listrik tidak mengeluarkan emisi karbon, tetapi ternyata pembangkit listrik PLN menggunakan bahan bakar fosil penyumbang besar emisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika anda memakai AC aturlah suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24º C. Tutuplah pintu dan jendela selama AC menyala dan gunakan &lt;em&gt;timer&lt;/em&gt; (untuk AC, TV, &lt;em&gt;microwave&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;oven&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;magic jar&lt;/em&gt;, dll).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1o6t5FEAYI/AAAAAAAAAaQ/Ap2EusPnm2w/s1600-h/rrrwerewrerw.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1o6t5FEAYI/AAAAAAAAAaQ/Ap2EusPnm2w/s320/rrrwerewrerw.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141486484687421826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Menanam pohon di lingkungan sekitar kita. Hal ini sangat bermanfaat untuk menambah rindang halaman rumah dan untuk penghijauan sehingga suasana terasa lebih dingin. Selanjutnya atur pengeluaran atau pembuangan asap pada kendaraan kita agar asap tidak menambah parah polusi di daerah kita. Jika perlu, bagi mereka yang punya kendaraan pribadi, apa salahnya menggunakan kendaraan umum ketika berangkat bekerja. Toh dengan cara ini selain bisa menghemat pengeluaran, juga bisa menurunkan kadar pengeluaran emisi karbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bagi anda yang suka membakar kertas, stop sekarang juga. Hematlah penggunaan kertas karena bahan baku kertas tersebut berasal dari kayu. Dan tidak bisa dipungkiri industri kertas adalah salah satu penyebab maraknya &lt;em&gt;illegal logging&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1o5W5FEAXI/AAAAAAAAAaI/sRqKvscCcwg/s1600-h/pdam2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1o5W5FEAXI/AAAAAAAAAaI/sRqKvscCcwg/s200/pdam2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141484990038802802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. Jangan bakar sampah plastik karena pembakaran plastik bisa menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Sebaiknya dikumpulkan saja untuk didaur ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;That's very simple&lt;/em&gt; kan? Seperti kata Aa Gym kuncinya 3 M; mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil, dan mulai dari sekarang! Mari sama-sama kita katakan: "&lt;strong&gt;Stop Global Warming&lt;/strong&gt;!"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;(Tulisan ini disarikan dari berbagai sumber online demi perbaikan kualitas hidup kita semua, serta masa depan generasi mendatang)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1yOvJFEAeI/AAAAAAAAAbA/v1l3GzU7tus/s1600-h/erwrwrwerr.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1yOvJFEAeI/AAAAAAAAAbA/v1l3GzU7tus/s400/erwrwrwerr.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142141815092412898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-9064063017124085564?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/9064063017124085564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=9064063017124085564&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/9064063017124085564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/9064063017124085564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/12/ada-apa-dengan-perubahan-iklim.html' title='Ada Apa dengan Perubahan Iklim?'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1lU1pFEANI/AAAAAAAAAY4/gTreGWziLKQ/s72-c/Es-Cair.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-959126477370049288</id><published>2007-12-06T08:43:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:40.908+07:00</updated><title type='text'>Apakah Etos Kerja Profesional Itu?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1dWFvur3zI/AAAAAAAAAYg/SzUMbWCutoo/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1dWFvur3zI/AAAAAAAAAYg/SzUMbWCutoo/s400/untitled.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140672156378324786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah Anda Pernah Mendengar Seperti Ini?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uugh ... BeTe banget nih. Masih pagi kerjaan udah numpuk gini, mana belum sarapan lagi, tadi macet di jalan, eehhh ... si Bos masih juga ngga punya perasaan, ngasih kerjaan ga pake takaran. Cuaaapeee deeeeyy...”  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Atau… &lt;br /&gt;“Gimana sih si Jeky ... udah tau deadline-nya hari ini, kerjaannya masih belum kelar, pake acara ga masuk segala lagi. Dasar ngga bertanggungjawab!!!” &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Atau… &lt;br /&gt;“Loh, bukannya harga 1 rim kertas Rp 25 ribu? Kok di kwitansinya Rp 50 ribu? Pppssssstttt… udahlah tenang aja, perusahaan ngga tau ini…” &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Atau… &lt;br /&gt;“Lo ngapain, cape-cape kerja keras, P10 (Pergi Pagi Pulang Petang Pantat Panas Penghasilan Pas Pasan Pula), mendingan santai kaya gue… gajinya sama aja kok, ga naik-naik…” &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Atau… &lt;br /&gt;“Ehh, coba liat deh, perusahaan X baru lounching produk baru, keren banget. Tim marketingnya kreatif sih... ga kaya kita, mulut sampe berbusa juga jualan ga bakalan laku produknya itu-itu melulu, iklannya begitu-begitu aja. Kita aja bosen jualinnya, apalagi pelanggan...”  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Atau… &lt;br /&gt;“Laporan Pak, bulan ini barang kita yang di-rejeck meningkat hampir 15%. Kemasannya mudah sobek akibat diganti dengan kualitas yang lebih rendah...” &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Atau… &lt;br /&gt;“Gimana nih Pak Adi, banyak customer komplain, katanya pelayanan kita lambat, distribusi sering telat, karyawannya judes-judes bisa-bisa pelanggan lari semua...” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nah ... itulah fakta yang terjadi di lapangan yang jika disimpulkan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1eWDfur31I/AAAAAAAAAYw/GVKPDhZP1Is/s1600-h/anger.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1eWDfur31I/AAAAAAAAAYw/GVKPDhZP1Is/s200/anger.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140742486467796818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adanya budaya suka mengeluh, banyak menuntut, egoisme tinggi, terbiasa kerja seenaknya, suka main terabas, gemar kambing hitam, senang manipulasi. Kebiasaan kerja serba tanggung, suka menunda-nunda, disiplin kerja rendah, malas, kurang inisiatif, daya juang rendah, tidak fokus, sinis dan apatis, minim gairah kerja. Terjebak rutinitas, alergi terhadap pembaharuan, miskin kreatifitas, standar mutu rendah, suka menggampangkan, minim ketekunan. Berkurangnya semangat melayani, meras diri dibutuhkan, besikap arogan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah Etos Kerja Profesional itu? &lt;br /&gt;Delapan Paradigma Kerja Profesinal:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etos 1: Kerja adalah &lt;strong&gt;Rahmat&lt;/strong&gt;; Aku Bekerja Tulus Penuh Rasa Syukur &lt;br /&gt;Etos 2: Kerja adalah &lt;strong&gt;Amanah&lt;/strong&gt;; Aku Bekerja Benar Penuh Tanggungjawab &lt;br /&gt;Etos 3: Kerja adalah &lt;strong&gt;Panggilan&lt;/strong&gt;; Aku Tuntas Penuh Integritas &lt;br /&gt;Etos 4: Kerja adalah &lt;strong&gt;Aktualisasi&lt;/strong&gt;; Aku Keras Penuh Semangat &lt;br /&gt;Etos 5: Kerja adalah &lt;strong&gt;Ibadah&lt;/strong&gt;; Aku Bekerja Serius Penuh Kecintaan &lt;br /&gt;Etos 6: Kerja adalah &lt;strong&gt;Seni&lt;/strong&gt;; Aku Bekerja Cerdas Penuh Kreativitas &lt;br /&gt;Etos 7: Kerja adalah &lt;strong&gt;Kehormatan&lt;/strong&gt;; Aku Bekerja Tekun Penuh Keunggulan &lt;br /&gt;Etos 8: Kerja adalah &lt;strong&gt;Rahmat&lt;/strong&gt;; Aku Bekerja Paripurna Penuh Kerendahanhati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Konsep dan pendekatan ini dikembangkan oleh Mr. Ethos Jansen Sinamo, Guru Etos Indonesia, yang diujungnya memperkuat karakter, kompetensi, konfidensi dan kinerja tinggi.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-959126477370049288?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/959126477370049288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=959126477370049288&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/959126477370049288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/959126477370049288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/12/apakah-etos-kerja-profesional-itu.html' title='Apakah Etos Kerja Profesional Itu?'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1dWFvur3zI/AAAAAAAAAYg/SzUMbWCutoo/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-2913710918369284536</id><published>2007-12-05T18:15:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:41.529+07:00</updated><title type='text'>Belajar Bikin Ketupat</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1eVF_ur30I/AAAAAAAAAYo/aPIheeaABy4/s1600-h/ketupat_gantung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1eVF_ur30I/AAAAAAAAAYo/aPIheeaABy4/s200/ketupat_gantung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140741429905841986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketupat? Wah semua orang pasti sudah tahu benda apakah gerangan. Apalagi bagi kaum muslimin yang di saat Lebaran tiba, biasanya akan selalu bertemu dengan anyaman daun kelapa yang di dalamnya diisi beras yang direbus ini. Hmm…ingat ketupat kok tiba-tiba jadi ingat teman-temannya yah; ada opor ayam, ati ampela, plus sambal goreng dan empingnya. ;-P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ngomong-ngomong, tidak semua orang loh bisa membuat ketupat. Terlebih bagi anak muda jaman sekarang yang biasanya lebih menyukai hal-hal yang berbau &lt;em&gt;hi-tech &lt;/em&gt;semacam internet dan telepon seluler (&lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt;). Menganyam ketupat ternyata gampang-gampang susah. Yuk, kita coba langkah berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1aKCPur3xI/AAAAAAAAAYQ/PK1O6MArNnU/s1600-h/ketupat+1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1aKCPur3xI/AAAAAAAAAYQ/PK1O6MArNnU/s400/ketupat+1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140447795876716306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Mula mula lilit daun kelapa seperti rajah di atas membentuk tiga gelungan pada setiap belah tangan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1aKZPur3yI/AAAAAAAAAYY/6yy6TovLGfc/s1600-h/ketupat+2.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1aKZPur3yI/AAAAAAAAAYY/6yy6TovLGfc/s400/ketupat+2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140448191013707554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Kemudian sisipkan daun dari kanan ke kiri berselang-seli atas dan bawah. Lakukan proses ini untuk setiap gelungan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1aJLPur3wI/AAAAAAAAAYI/ucRPrFIIA4s/s1600-h/ketupat+3.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1aJLPur3wI/AAAAAAAAAYI/ucRPrFIIA4s/s400/ketupat+3.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140446850983911170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Wow, sekarang ketupat Anda sudah selesai! Ingat, jika gagal coba saja terus sampai kapok, eh sampai bisa. Selamat mencoba! :-D&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-2913710918369284536?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/2913710918369284536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=2913710918369284536&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2913710918369284536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2913710918369284536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/12/belajar-bikin-ketupat.html' title='Belajar Bikin Ketupat'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1eVF_ur30I/AAAAAAAAAYo/aPIheeaABy4/s72-c/ketupat_gantung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-3417190269175292507</id><published>2007-12-03T11:43:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:42.019+07:00</updated><title type='text'>Media Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Uzwfur3rI/AAAAAAAAAXg/NR1vKywH0fg/s1600-h/fhhhh.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Uzwfur3rI/AAAAAAAAAXg/NR1vKywH0fg/s400/fhhhh.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140071457957338802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rendah, Perhatian atas Temuan Karya Anak Bangsa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian pemerintah dan beberapa elemen terkait lainnya terhadap temuan teknologi baru karya anak bangsa ternyata belum seperti yang diharap. Kenyataannya para penyelenggara negara lebih interest memikirkan bagaimana memperpanjang kekuasaan, berbagi-bagi proyek yang bisa memberikan keuntungan pribadi/kelompok, ketimbang memikirkan kesejahteraan rakyat, alih-alih memikirkan teknologi baru karya anak bangsa sendiri, yang bisa memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa sedih dengan kenyataan ini. Di negeri ini, ada sebuah temuan teknologi baru di bidang pembangunan fisik konstruksi yang diberi nama Teknologi Delta Qualstone SK.125 (selanjutnya disingkat TDQ SK.125) yang telah ditemukan 20 tahun yang lalu, namun hingga kini belum mendapat perhatian yang serius dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk diketahui TDQ SK.125 adalah temuan teknologi baru produk bahan bangunan multifungsi (untuk membuat rumah, talud, turap, jembatan, trotoar, jalan, dinding, bahkan landasan pesawat terbang dan lain-lain). Teknologi ini juga bisa menjadi solusi rehabilitasi pembangunan rumah penduduk yang rusak akibat bencana alam dalam waktu yang cepat, dan bisa dijadikan solusi pembangunan rumah di daerah-daerah rawan gempa dan tsunami. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1aDUfur3sI/AAAAAAAAAXo/kDhDjkdfxMI/s1600-h/building.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1aDUfur3sI/AAAAAAAAAXo/kDhDjkdfxMI/s320/building.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140440412827934402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teknologi ini memiliki beberapa keunggulan antara lain dari sisi kualitas sangat kuat (batu beton cetak/cor) standar K.125, anti gempa (karena dari setiap pertemuan batu terdapat toleransi 2 mm), knock-down, ramah lingkungan (karena tidak melakukan pengerukan tanah dan pembakaran dalam proses pembuatannya), cepat (untuk membangun rumah tipe 36 bisa selesai dalam hitungan jam), serta lebih murah hingga 20 persen dibanding menggunakan produk bahan bangunan sejenis (batubata merah dan batako). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah karya intelektual, TDQ SK.125 telah didaftarkan pada Departemen Kehakiman, Ditjen HAKI dan HAM dengan nomor Paten: S00.2002.00127, Desain: A00.2002.01748, dan Merek: D00.2002.18573-18783. Selain itu, TDQ SK.125  telah beberapa kali mengikuti pameran industri di Sumatera Selatan, serta telah diuji di Balai Besar Pengujian Barang dan Bahan Teknik (B4T) Bandung dan  terdaftar di Business Technology Center - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BTC-BPPT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila teknologi ini bisa dikembangkan secara industri, tentu akan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Lebih jauh akan berdampak positif bagi perekonomian bangsa apabila lisensi teknologi ini telah diakui dunia. Dari sisi kebanggaan (pride) sebagai bangsa, kita akan dicatat sebagai bangsa penemu teknologi yang bisa menjadi solusi pembangunan di bidang fisik konstruksi termutakhir di dunia. Tidak seperti selama ini, bangsa ini hanya dikenal sebagai salah satu negara terkorup di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya, apa pun karya anak bangsa yang sifatnya positif, bisa menjadi jawaban atas persoalan bangsa ini (kemiskinan, kebodohan, stigma negatif dll). Namun sangat disayangkan, penyelenggara negara ini tidak pernah berpikir panjang bagaimana mendorong anak bangsa bisa berkarya lebih baik, sekaligus mengangkat karya-karya tersebut sebagaimana mestinya. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1aDqPur3tI/AAAAAAAAAXw/qTo1BbbpbiU/s1600-h/ytujtyutyuyu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1aDqPur3tI/AAAAAAAAAXw/qTo1BbbpbiU/s320/ytujtyutyuyu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140440786490089170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melalui forum ini kami sangat berharap para penyelenggara negara bisa lebih memperhatikan temuan tekologi karya putra bangsa yang bisa memberikan nilai tambah dan dampak positif bagi kemajuan bangsa. Bila perlu, melalui instansi yang berwenang, temuan-temuan teknologi baru yang selama ini belum diperhatikan, yang jumlahnya mencapai ribuan, diregistrasi ulang. Selanjutnya, dipilah-pilah mana saja teknologi yang benar-benar bermanfaat dan bisa memberikan nilai tambah dalam kehidupan. Teknologi seperti itulah kiranya yang diberikan bantuan untuk dikembangkan sebagai aset bangsa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggara negara (pemerintah dan DPR), demi keberlanjutan bangsa ini ke depan, sudah saatnya mengubah paradigma dan pola pikir negatif hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok, tanpa memikirkan kepentingan yang lebih luas. Persoalan demi persoalan yang mendera bangsa yang tak ada habis-habisnya harus segera dicarikan solusi penyelesaian. Salah satunya dengan memberdayakan temuan teknologi anak negeri yang bisa bersaing di dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengirim: Ahmad Zazili&lt;br /&gt;Dimuat di rubrik “FORUM” Media Indonesia&lt;br /&gt;Sabtu, 1 Desember 2007&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-3417190269175292507?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/3417190269175292507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=3417190269175292507&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3417190269175292507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3417190269175292507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/12/rendah-perhatian-atas-temuan-karya-anak.html' title='Media Indonesia'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Uzwfur3rI/AAAAAAAAAXg/NR1vKywH0fg/s72-c/fhhhh.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-2209648673874115519</id><published>2007-11-30T10:09:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:42.360+07:00</updated><title type='text'>Menulis Mudah Tapi Sulit</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0-CpEw8eTI/AAAAAAAAAWQ/kJ9y5iQZhCo/s1600-R/write.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0-CpEw8eTI/AAAAAAAAAWQ/yzxPXVCYGlk/s400/write.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138469342018304306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menjadi Kaya dengan Menulis? So What Gitu Loh…&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bila budaya lisan (&lt;em&gt;oral of culture&lt;/em&gt;) telah begitu akrab dengan keseharian kita, mengapa kita enggan mengakrabkan diri dengan budaya menulis (&lt;em&gt;write of culture&lt;/em&gt;)? Padahal kegiatan ini bisa dilakukan di waktu yang menyebalkan sekalipun.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah pada suatu hari di tahun 1990, J. K. Rowling sedang menunggu kereta api dari Manchester ke Kota London. Hampir empat jam Rowling menunggu kedatangan kereta. Padahal kita tahu salah satu kegiatan yang paling menyebalkan di dunia ini adalah menunggu. Namun siapa menyangka momen menyebalkan itu menjadi awal lahirnya sebuah mahakarya (kesusteraan) yang sangat digemari masyarakat di banyak penjuru dunia. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0-DX0w8eUI/AAAAAAAAAWY/zguIAlugUn0/s1600-R/cmROWLING_ARTICLE_narrowweb__300x369,0.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0-DX0w8eUI/AAAAAAAAAWY/j8k4nmn2wk8/s320/cmROWLING_ARTICLE_narrowweb__300x369,0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138470145177188674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari kegiatan menunggu, Rowling mengambil inisiatif untuk menjadikan Harry Potter sebagai inspirasi hidupnya. Dia menghabiskan waktu di dalam perjalanannya itu dengan memikirkan plot yang lengkap tentang Harry Potter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya telah menulis hampir tanpa jeda sejak umur enam tahun, tapi sebelumnya saya tidak pernah merasa begitu bergairah akan suatu gagasan. Saya hanya duduk dan berpikir, selama empat jam (menunggu keterlambatan kereta api), dan semua detil bermunculan di otak saya. Dan anak laki-laki ceking berambut hitam dan berkaca mata yang tidak menyadari bahwa ia adalah seorang penyihir menjadi semakin lama semakin nyata bagi saya,” tulis Rowling dalam situs pribadinya.   &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0-Dtkw8eVI/AAAAAAAAAWg/GU-rtOs6UkQ/s1600-R/haryy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0-Dtkw8eVI/AAAAAAAAAWg/UU1vnWse1gQ/s320/haryy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138470518839343442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1997, buku pertama Rowling berjudul &lt;em&gt;Harry Potter and Philosopher's Stone&lt;/em&gt; (Harry Potter dan Batu Bertuah) dirilis ke pasaran. Tanpa diduga serial fantasi ini mendapat sambutan luar biasa di seluruh penjuru dunia. Kesuksesan buku pertama mengilhami Rowling untuk melanjutkan kisah penyihir cilik hingga menjadi tujuh serial, lima di antaranya telah diadopsi dalam bentuk film. Film keenam, &lt;em&gt;Half-Blood Prince&lt;/em&gt; dan film ketujuh, &lt;em&gt;The Deathly Hallows&lt;/em&gt; akan segera dirilis tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, toh kita tidak harus menjadi J.K Rowling yang menjadi miliuner karena pekerjaan luar biasanya itu. Bahwa menulis bisa membuat orang menjadi kaya itu sebuah keniscayaan bila kita benar-benar tekun menjalaninya. Lebih dari itu, cukuplah kita merasa bahagia saat curahan pikiran kita, minimal ada yang membaca. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-2209648673874115519?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/2209648673874115519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=2209648673874115519&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2209648673874115519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2209648673874115519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/menulis-mudah-tapi-sulit.html' title='Menulis Mudah Tapi Sulit'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0-CpEw8eTI/AAAAAAAAAWQ/yzxPXVCYGlk/s72-c/write.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-883009053678342717</id><published>2007-11-27T07:23:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:42.515+07:00</updated><title type='text'>Syair Abu Nawas</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0tkQ0w8ePI/AAAAAAAAAVs/8QNyqxEh47I/s1600-h/abunawasada+zili.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0tkQ0w8ePI/AAAAAAAAAVs/8QNyqxEh47I/s400/abunawasada+zili.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137310040150800626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-883009053678342717?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/883009053678342717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=883009053678342717&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/883009053678342717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/883009053678342717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/syair-abu-nawas.html' title='Syair Abu Nawas'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0tkQ0w8ePI/AAAAAAAAAVs/8QNyqxEh47I/s72-c/abunawasada+zili.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-4563931439781693918</id><published>2007-11-23T15:16:00.001+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:43.119+07:00</updated><title type='text'>Cari Aku di Sini</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Foto ini diambil waktu di Puncak, belum lama ini loh. Pas ada acara kantor Bintang Group untuk tayangan dan situs Kroscek, serta tayangan Lens. Hayo cari tahu di mana saya...? :-D&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0aNSUw8eLI/AAAAAAAAAVM/xC8dKOhIFME/s1600-h/1_805895932l.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0aNSUw8eLI/AAAAAAAAAVM/xC8dKOhIFME/s400/1_805895932l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135947771013789874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bhoo, masa ga ketemu sih..? :-(&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0aNGkw8eKI/AAAAAAAAAVE/Vqzr76uZmcU/s1600-h/1_760971942l.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0aNGkw8eKI/AAAAAAAAAVE/Vqzr76uZmcU/s400/1_760971942l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135947569150326946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ah yang bener...? :-P&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0aM1Ew8eJI/AAAAAAAAAU8/lxy3ktu6VsI/s1600-h/1_560182754l.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0aM1Ew8eJI/AAAAAAAAAU8/lxy3ktu6VsI/s400/1_560182754l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135947268502616210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ada kok, itu tuh yang di balik pintu... :-)&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-4563931439781693918?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/4563931439781693918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=4563931439781693918&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/4563931439781693918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/4563931439781693918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/cari-aku-di-sini.html' title='Cari Aku di Sini'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0aNSUw8eLI/AAAAAAAAAVM/xC8dKOhIFME/s72-c/1_805895932l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-7195968735217010094</id><published>2007-11-23T11:38:00.001+07:00</published><updated>2007-11-23T12:38:17.767+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.blinkyou.com/glitters.php" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://image.blinkyou.com/glitter_images/getwelllights.gif" border="0" alt="myspace layouts"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0"&gt;&lt;a href="http://www.blinkyou.com/glitters.php"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-7195968735217010094?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/7195968735217010094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=7195968735217010094&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7195968735217010094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7195968735217010094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/myspace.html' title=''/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-6161768194515716331</id><published>2007-11-23T10:42:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:43.526+07:00</updated><title type='text'>Meneropong Para Sagitarius</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0ZMyEw8eEI/AAAAAAAAAUM/BUh4NbowlvY/s1600-h/sagitarius.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0ZMyEw8eEI/AAAAAAAAAUM/BUh4NbowlvY/s400/sagitarius.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135876848218830914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Si Pemanah yang Romantis dan Serius&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ini sekedar intermezo buat mereka yang berzodiak Sagitarius. Katanya sih para Sagitarius merupakan sosok yang jujur, terus terang, energik dan pandai membawa diri. Mereka mencapai tujuan karena memiliki pikiran yang positif, namun demikian ide-ide mereka sering kali sulit dimengerti…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Sagitarius, bukan karena kebetulan penulis berzodiak ini loh--katanya lagi sih--suka mengambil kesimpulan tanpa mengumpulkan fakta terlebih dahulu. Mereka memiliki wawasan yang luas, fleksibel dan diplomatis. Keinginan untuk berpetualang membawanya ke tempat yang jauh. Kaum Sagitarius dapat menjadi teman perjalanan yang menyenangkan karena pandai beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Mereka pribadi mandiri. Sebagai teman seperjalanan, mereka penuh pesona dan menyenangkan. Walaupun uang saku mereka habis, namun mereka tidak pernah menyesalinya karena mereka menikmati apa yang telah mereka dapatkan. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0ZOXUw8eGI/AAAAAAAAAUc/KyN9wOYetOk/s1600-h/sagitarius4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0ZOXUw8eGI/AAAAAAAAAUc/KyN9wOYetOk/s200/sagitarius4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135878587680585826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sagitarius adalah pemula yang pandai membawa diri, selalu sedia menolong yang lain. Mereka membuat orang lain terinspirasi oleh antusiasme yang ada dalam pribadi mereka. Mereka suka menjadi pemimpin dan mudah tenar. Mereka suka bekerja di luar, asalkan nyaman dan penuh gaya. Mereka pesaing yang tangguh, suka bergabung di klub bergengsi. Sagitarius adalah jiwa yang bebas, menyenangkan dan mempunyai banyak teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Asmara para Sagitarius&lt;/strong&gt;: Mereka tidak suka komitmen, mereka takut terikat dan kehilangan kebebasannya. Mereka menjalin hubungan yang memungkinkan mereka untuk datang dan pergi sesuka hatinya. Namun bila mereka menemukan pasangan yang setuju dengan gaya hidupnya, mereka akan menghabiskan waktu bersama pasangannya selamanya. Sagitarius suka mencoba hal baru, demikian juga dalam hal bercinta. Mereka gemar mencoba dan akan cepat bosan bila bercinta di tempat yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, apa pun kata orang tentang Sagitarius, yang jelas mereka juga manusia biasa yang memiliki kelemahan dan kelebihan. Untuk para pemanah, teruslah berkarya dan selamat ulang tauuuuun yaaah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0ZOE0w8eFI/AAAAAAAAAUU/KhylWPRcDlc/s1600-h/sagitarius+data+2+ok.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0ZOE0w8eFI/AAAAAAAAAUU/KhylWPRcDlc/s400/sagitarius+data+2+ok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135878269853005906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-6161768194515716331?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/6161768194515716331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=6161768194515716331&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6161768194515716331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/6161768194515716331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/meneropong-para-sagitarius.html' title='Meneropong Para Sagitarius'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0ZMyEw8eEI/AAAAAAAAAUM/BUh4NbowlvY/s72-c/sagitarius.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-3286577834946847960</id><published>2007-11-22T13:55:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:43.658+07:00</updated><title type='text'>Kata-kata Mutiara Jully Cheung</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0Uw_Uw8eCI/AAAAAAAAAT8/i-cEKU_6ANU/s1600-h/ewferf.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0Uw_Uw8eCI/AAAAAAAAAT8/i-cEKU_6ANU/s400/ewferf.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135564814549809186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata yang Menusuk dalam Batin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;"Orang mulia menyalahkan dirinya, orang bodoh menyalahkan orang lain"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal diri yang paling penting, adalah utama demi kesadaran jagat raya.&lt;br /&gt;Berarti pula memahami kesalahan, serta kekeliruannya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak yang dipikirkan.&lt;br /&gt;Semakin banyak yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;Berarti semakin menumpuk pula resikonya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menunggu sangatlah mengesalkan, membosankan dan menggelisahkan.&lt;br /&gt;Meskipun duduk dalam mobil mewah dan cukup makanan.&lt;br /&gt;Apalagi ulahnya orang pemalas.&lt;br /&gt;Yang seumur-umur hanya menunggu waktu yang tidak kunjung berakhir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mendidik bukan hanya dengan nasihat saja.&lt;br /&gt;Sebab yang menjadi sukses adalah memberikan contoh dengan perbuatan yang baik.&lt;br /&gt;Sesuai dengan apa yang dikatakannya.&lt;br /&gt;Jangan lain di kata lain di perbuatan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semua yang ada di sekitar kita, meskipun tinggi nilainya, tidak ada artinya sama sekali. &lt;br /&gt;Tampaknya seakan semua gersang, jika kita terjangkit penyakit bosan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesuatu yang &lt;em&gt;baik&lt;/em&gt;, belum tentu &lt;em&gt;benar&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Sesuatu yang &lt;em&gt;benar&lt;/em&gt;, belum tentu &lt;em&gt;baik&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Sesuatu yang &lt;em&gt;bagus&lt;/em&gt;, belum tentu &lt;em&gt;berharga&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Sesuatu yang &lt;em&gt;berharga/berguna&lt;/em&gt;, belum tentu &lt;em&gt;bagus&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-3286577834946847960?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/3286577834946847960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=3286577834946847960&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3286577834946847960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3286577834946847960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/kata-kata-mutiara-jully-cheung.html' title='Kata-kata Mutiara Jully Cheung'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0Uw_Uw8eCI/AAAAAAAAAT8/i-cEKU_6ANU/s72-c/ewferf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5313377152373324695</id><published>2007-11-22T11:11:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:43.971+07:00</updated><title type='text'>Titanic, Romantisme Sepanjang Masa</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0UB5Uw8d9I/AAAAAAAAATU/mEPho0laQgQ/s1600-h/ocha+akhirnya.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0UB5Uw8d9I/AAAAAAAAATU/mEPho0laQgQ/s400/ocha+akhirnya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135513034424088530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jack Dawson dan Rosa Winslet&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentunya kita sudah sangat tahu Film Titanic. Itu loh film yang diperankan aktor dan aktris beken Hollywood,  Leonardo Di Caprio dan Kate Winslet. Tapi maaf ada kesalahan teknis nih, si Mpok Kate-nya untuk sementara digantiiin dulu sama Rosa Winslet, aktris beken juga from Kebon Jeruk :-D&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titanic. Film ini mengisahkan perjalanan seorang pemuda Inggris bernama Jack Dawson yang punya impian naik kapal Titanic ke Amerika. Tanpa diduga, ia memenangkan permainan judi kartu dan berhak mendapat tiket gratis naik kapal Titanic, yang saat itu merupakan kapal termegah di zamannya. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0UCx0w8d-I/AAAAAAAAATc/FHD1mCYCVL0/s1600-h/titanic+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0UCx0w8d-I/AAAAAAAAATc/FHD1mCYCVL0/s320/titanic+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135514005086697442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di atas kapal yang kini jadi legenda itu, Jack bertemu seorang putri bangsawan bernama Rose De Witt Bukatter yang pada saat itu sudah bertunangan dengan seorang pengusaha muda, Caledon Hockley. Pertemuan Jack dan Rose sendiri tergolong dramatis. Terjadi saat Rose hendak bunuh diri terjun dari atas kapal Titanic lantaran tidak setuju dengan pertunangannya dengan Hockley. Dengan kepiawaiannya, Jack berhasil meyakinkan Rose untuk tidak melakukan tindakan dungunya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0UFz0w8d_I/AAAAAAAAATk/bwEArnAJIac/s1600-h/titanusius.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0UFz0w8d_I/AAAAAAAAATk/bwEArnAJIac/s320/titanusius.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135517337981319154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah aksi penyelamatan itu, benih-benih cinta keduanya mulai bersemi meski hubungan mereka mendapat tentangan dari banyak pihak, termasuk sang bunda sendiri. Jack sempat diundang makan malam bersama keluarga Rose, keluarga Hockley di dek kelas satu sebagai tanda terima kasih atas aksi heroik yang dilakukannya. Sebaliknya Rose juga sempat ikut menikmati pesta kalangan bawah bersama Jack, di mana di saat yang bersamaan Titanic menabrak gunung es (wuiihhh...) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kesetiaan cinta mereka diuji. Di saat penumpang lain sibuk menyelamatkan diri masing-masing, mereka tetap bertahan untuk selalu bersama. Terlebih dari intervensi yang dilakukan Hockley dan bodyguard-nya. Diiringi lantunan lagu My Heart Will Go On dari Celine Dion, film ini memang layak dinobatkan menjadi film teromantis sepanjang masa so sweettt…:-P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5313377152373324695?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5313377152373324695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5313377152373324695&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5313377152373324695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5313377152373324695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/titanic-monumen-cinta-sejati-sepanjang.html' title='Titanic, Romantisme Sepanjang Masa'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0UB5Uw8d9I/AAAAAAAAATU/mEPho0laQgQ/s72-c/ocha+akhirnya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-2461809275697833866</id><published>2007-11-21T18:07:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:44.373+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Sukses Itu ...</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0TtYUw8d8I/AAAAAAAAATM/QOOTAtvvMaA/s1600-h/FINAL+TOTALY.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0TtYUw8d8I/AAAAAAAAATM/QOOTAtvvMaA/s400/FINAL+TOTALY.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135490477255849922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketidakwarasan adalah melakukan hal yang sama serta terus menerus dan mengharapkan hasil yang berbeda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Albert Einstein&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang teman--sebut saja namanya Suhendro--sedang menyaksikan kegigihan para kuli batu bekerja di sebuah proyek perumahan. Tak begitu jauh dari para kuli batu yang sedang bekerja menurunkan batu sebesar kepalan tangan dari mobil angkut, terlihat seorang lelaki berusia hampir setengah abad berkulit agak pucat dan bermata sipit. Ia terlihat sedang memandori para pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namanya Abah Ahong. Di daerah teman tadi, Abah Ahong dikenal sebagai warga keturunan Tionghoa yang sukses berwiraswasta. Abah Ahong adalah pengusaha material bahan bangunan yang kini mulai merambah bisnis perumahan, bahasa kerennya developer. Namun tak berbeda jauh dengan pengusaha lainnya, jauh sebelum seperti sekarang ini, Abah Ahong juga harus melewati proses yang tidak mudah untuk bisa sukses berwiraswasta.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0U1-0w8eDI/AAAAAAAAAUE/ISA1GiVL-qs/s1600-h/wjfoierjfoijrff.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0U1-0w8eDI/AAAAAAAAAUE/ISA1GiVL-qs/s320/wjfoierjfoijrff.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135570303518013490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teman tadi, si Suhendro, yang dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang besar mengenai berbagai hal, menghampiri Abah Ahong yang hanya memakai kaos singlet lusuh serta celana pendek selutut. Setelah cukup lama berbasa-basi, pembicaraan Suhendro berlanjut pada rahasia kesuksesan Abah Ahong. “Abah, kira-kira apa rahasia agar kita bisa sukses seperti Abah Ahong ini yah?” tanya Suhendro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abah Ahong mengerling sekejap kepada Suhendro, lalu pandangannya diarahkan pada para kuli batu yang sedang bekerja. “&lt;em&gt;Lakukanlah pekerjaan itu secara total, dalami sampai hal-hal yang terkecil sekalipun. Contohnya jadi tukang batu, bisa jadi sukses kalau kita paham banyak hal tentang batu. Jangan punya perasaan malu akan pekerjaan yang kita lakukan. Yang penting halal dan tidak mencuri hak orang lain&lt;/em&gt;!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini perkataan dari orang keturunan Cina yang sukses. Kita tahu warga keturunan Cina yang berdomisili di tanah air, hampir sebagian besar sukses berwiraswasta. Malah, katanya, salah satu pilar perekonomian negeri ini sebagaian besar berada di tangan mereka itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan Abah Ahong, Suhendro hanya bisa menganggukan kepala. Entah paham entah tidak. Tak pahamlah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0UO6Ew8eBI/AAAAAAAAAT0/I9IR9ywoq9c/s1600-h/dgg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0UO6Ew8eBI/AAAAAAAAAT0/I9IR9ywoq9c/s400/dgg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135527340960151570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-2461809275697833866?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/2461809275697833866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=2461809275697833866&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2461809275697833866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2461809275697833866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/kunci-sukses-totalitas.html' title='Rahasia Sukses Itu ...'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/R0TtYUw8d8I/AAAAAAAAATM/QOOTAtvvMaA/s72-c/FINAL+TOTALY.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-1079510729359999314</id><published>2007-11-17T14:48:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:44.550+07:00</updated><title type='text'>Wiraswasta Lebih Membahagiakan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rz6gjUw8d2I/AAAAAAAAASc/jv__U59SGdk/s1600-h/bisnis.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rz6gjUw8d2I/AAAAAAAAASc/jv__U59SGdk/s400/bisnis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5133717153978808162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hajar, Jangan Tunda Peluang!!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ini sebuah penelitian menarik yang dilakukan di Australia tentang berwiraswasta. Ternyata berwiraswasta jauh lebih membahagiakan ketimbang bekerja di bawah orang lain.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, dalam penelitian yang dilakukan terhadap 7.000 pekerja Australia tersebut, ditemukan fakta, secara umum mereka yang mempunyai usaha sendiri lebih berbahagia daripada yang menjadi karyawan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hasil penelitian ini sangat jelas. Jika Anda mencari kepuasan dan kebahagiaan hidup, Anda bisa mempertimbangkan untuk membuka usaha sendiri,” ujar Profesor Michael Schaper, Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Murdoch, Australia, pemimpin penelitian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rz6ebUw8d0I/AAAAAAAAASM/Zy6VcirQFdo/s1600-h/bisnis+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rz6ebUw8d0I/AAAAAAAAASM/Zy6VcirQFdo/s200/bisnis+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5133714817516599106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan data yang dikumpulkan Badan Rumah Tangga, Pendapatan, dan Pekerja Australia, para peneliti membandingkan tingkat kepuasan dari 536 wiraswasta dengan 6.840 karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian itu membandingkan berbagai hal, di antaranya kepuasan hidup, kerja, prioritas, harapan pendapatan, risiko kerja, dan kesehatan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, Anda bisa menjadikan penelitian ini sebagai titik tolak untuk melirik satu peluang yang selama ini tidak terlalu menarik bagi kita, karena kita terlalu asyik dengan status kita sebagai karyawan, yaitu dunia wirausaha. Selamat berbenah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-1079510729359999314?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/1079510729359999314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=1079510729359999314&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1079510729359999314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1079510729359999314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/wiraswasta-lebih-membahagiakan.html' title='Wiraswasta Lebih Membahagiakan'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rz6gjUw8d2I/AAAAAAAAASc/jv__U59SGdk/s72-c/bisnis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-7821795473187290321</id><published>2007-11-17T13:09:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:44.807+07:00</updated><title type='text'>Jangan Ambil Angklung Kami, Pakcik...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rz6OEkw8dyI/AAAAAAAAAR8/JM2JViQ7B4k/s1600-h/angk.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rz6OEkw8dyI/AAAAAAAAAR8/JM2JViQ7B4k/s320/angk.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5133696834488530722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Petinggi Negeri Pliis Selamatkan Kekayaan Bangsa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Belakangan ini--baik yang tercermin lewat media internet, cetak maupun elektronik--terasa sebuah  kegalauan, keresahan dan keprihatinan yang mendalam dari kita semua sebagai bagian dari bangsa. Ini berkaitan dengan klaim Malaysia terhadap angklung yang diakui sebagai &lt;em&gt;local instrument&lt;/em&gt; mereka. Duh, apa saja sih kerja para petinggi negeri sehingga kita kecolongan lagi kecolongan lagi yah...?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan beberapa kalangan akan serangan neo-kolonialisme ala Malaysia kembali mengemuka, begitu bunyi &lt;em&gt;headline&lt;/em&gt; media massa. Rupanya ini berkaitan dengan klaim Negeri Jiran yang secara implisit mengakui angklung sebagai budaya mereka. Seperti diketahui Malaysia menampilkan permainan angklung dalam salah satu segmen iklan pariwisata mereka. Padahal, secara historis dan budaya angklung merupakan produk asli (&lt;em&gt;national heritage&lt;/em&gt;) Indonesia, yang berasal dari Bumi Parahyangan, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, tentu saja hal ini membuat kita terperangah, kok bisa yah? Indonesia yang katanya sebuah negara besar dengan kekayaan seni dan budayanya, dilecehkan identitasnya begitu saja oleh sebuah negara kecil? Padahal kita memiliki beberapa departemen yang secara khusus mengurusi masalah seni, budaya, pariwisata, kekayaan intelektual, serta politik luar negeri. Kenapa hal ini bisa terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, di saat negara lain sibuk mempromosikan pariwisatanya, kita malah sibuk sendiri--seperti anak autis itu loh--misalnya dengan polemik pengaturan kekuasaan,  menentukan harga minyak goreng, nasib TKI kita, kasus BLBI yang tidak jelas juntrungannya, mencari seribu alasan berkelit dari cap sebagai salah satu negara terkorup di dunia, atau soal nasib PSSI yang--katanya--carut-marut itu loh blablabla....   &lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rz6MmEw8dxI/AAAAAAAAAR0/0FSdH-lNnbo/s1600-h/tahutem.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rz6MmEw8dxI/AAAAAAAAAR0/0FSdH-lNnbo/s320/tahutem.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5133695210990892818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kembali soal klaim Malaysia atas alat musik angklung, beragam reaksi masyarakat tidak bisa diabaikan begitu saja oleh pemerintah. Masalah tentu akan semakin rumit dan kompleks manakala misalnya, ketika angklung dan batik dipatenkan oleh Malaysia, atau tempe dan tahu oleh Jepang. “&lt;em&gt;Jangan-jangan kita yang nanti malah dituding meniru desain angklung atau batik, serta dianggap melanggar oleh pemegang hak paten&lt;/em&gt;,” kata Tatty Aryani, dosen Fakultas Hukum Universitas Bandung (Unisba). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sangat masuk akal apa yang dikatakan para pelaku dan pengamat budaya kita, bahwa sebelum semuanya terlambat, pemerintah harus segera melakukan upaya legal formal atas aset kekayaan nasional. Salah satunya dengan melakukan registrasi ke World Trade Organization (WTO) atas--jika perlu--semua kekayaan budaya kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, atas semua kelukaan yang telah ditorehkan oleh Malaysia, yang katanya masih serumpun dengan kita itu, tentunya kita sepakat bahwa kita harus punya sikap yang tegas, jika perlu dengan melakukan perlawanan. Namun, tentu tidak dengan cara kekerasan seperti politik “Ganyang Malaysia” tahun 1963 yang bisa berdampak tidak baik bagi kedua negara dan juga bagi perdamaian dunia. Zaman dulu dengan zaman sekarang kondisinya sudah berbeda, bung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepakat dengan &lt;em&gt;statement&lt;/em&gt; orang-orang bijak, bahwa kita harus belajar dari sejarah. Cukup kita kehilangan pulau, jangan sampai kita kehilangan identitas sebagai bangsa. Setuju?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-7821795473187290321?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/7821795473187290321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=7821795473187290321&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7821795473187290321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7821795473187290321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/jangan-ambil-angklung-kami-pakcik.html' title='Jangan Ambil Angklung Kami, Pakcik...'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rz6OEkw8dyI/AAAAAAAAAR8/JM2JViQ7B4k/s72-c/angk.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-7433092053688769348</id><published>2007-11-13T08:29:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:45.517+07:00</updated><title type='text'>Konstruksi Tahan Gempa</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzlS1qJAHmI/AAAAAAAAAQc/3dnqLBsKHqc/s1600-h/rumah+ff.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzlS1qJAHmI/AAAAAAAAAQc/3dnqLBsKHqc/s400/rumah+ff.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132224332163980898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang Bingung dan Yang Diabaikan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masih ingat beberapa kejadian gempa bumi di beberapa daerah seperti di Bengkulu, Padang, Nias, Yogya yang meluluhlantakkan banyak fasilitas umum dan rumah-rumah penduduk? Selain pasrah, kenyataannya, hingga kini pemerintah belum menemukan cara yang jitu untuk mengantisipasi dampak kekuatan gempa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, saat ini telah ditemukan teknologi mutakhir yang bisa mengantisipasi hal ini. Temuan ini diberi nama &lt;strong&gt;Teknologi Delta Qualstone S.K.125 &lt;/strong&gt;karya putra terbaik bangsa yang telah diuji di Balai Besar Pengujian Barang dan Bahan Teknik (B4T) Bandung, terdaftar di Business Technology Center - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BTC-BPPT), serta telah memiliki sertifikat Hak Paten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, aset yang sangat berharga ini belum dilirik secara serius oleh pemerintah sehingga sampai saat ini untuk mewujudkan bangunan rumah contoh masih terkendala persoalan dana. Padahal untuk mewujudkan hal itu, tidak terlalu menguras dana yang besar. Bandingkan dana rehabilitasi yang harus dikeluarkan pemerintah di daerah-daerah yang terkena musibah gempa semisal di Bengkulu yang pada tanggal 12 September 2007 lalu diguncang gempa 7,9 skala richter. Dana rehabilitasi yang harus dikucurkan pemerintah mencapai Rp 2 triliun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Toleransi gempa hingga 9 skala richter &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Teknologi Delta qualstone S.K.125 disebut-sebut sebagai teknologi yang bisa beradaptasi pada getaran gempa hingga 9 skala richter? Menurut penemunya, beton cetak produk teknologi ini per piece-nya memiliki berat ± 3,85 kg dan kuat tekan 125 kg/cm³.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzlZ-aJAHrI/AAAAAAAAARE/3B16bjV92D4/s1600-h/fwqfqwfeqrf.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzlZ-aJAHrI/AAAAAAAAARE/3B16bjV92D4/s320/fwqfqwfeqrf.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132232179069230770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila dibandingkan dengan produk bahan bangunan sejenis semisal batubata merah dan batako, bahan bangunan ini memiliki kekuatan tekan yang sangat tinggi. Keunggulan teknis lainnya, produk teknologi ini apabila telah tersusun akan menciptakan beban  nol atau seimbang menjadi merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil riset sementara ini, bangunan dari bahan beton ini juga memiliki kemampuan untuk bertahan dari guncangan gempa karena di antara ikatan (pertemuan batu) satu sama lain memiliki toleransi ± 2 mm yang memang disiapkan sebagai antisipasi terhadap getaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi daerah-daerah yang jauh dari pusat (episentrum) gempa, dapat menggunakan beton standar K.125. Namun untuk daerah-daerah yang rawan gempa, pemilik lisensi menganjurkan menggunakan K.225 ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzpP_qJAHvI/AAAAAAAAARk/3XRYeMKKkuw/s1600-h/hub3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzpP_qJAHvI/AAAAAAAAARk/3XRYeMKKkuw/s400/hub3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132502680404500210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-7433092053688769348?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/7433092053688769348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=7433092053688769348&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7433092053688769348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7433092053688769348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/rumah-anti-gempa.html' title='Konstruksi Tahan Gempa'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzlS1qJAHmI/AAAAAAAAAQc/3dnqLBsKHqc/s72-c/rumah+ff.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-7303676169008875948</id><published>2007-11-09T17:41:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:58:46.031+07:00</updated><title type='text'>Kabupaten Empat Lawang</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzQ7baJAHcI/AAAAAAAAAPM/tp2pQi5RtY4/s1600-h/EMPAT+LAWANG+OKE.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzQ7baJAHcI/AAAAAAAAAPM/tp2pQi5RtY4/s400/EMPAT+LAWANG+OKE.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130791217541422530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jalankan Amanah Pliiss Jangan Korupsi!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Selama dalam masa transisi (kurang lebih 2 tahun) pemda mendapat bantuan dari provinsi sebesar Rp 10 miliar dan dari kabupaten induk sebesar Rp 5 miliar per tahun. Lepas dari itu pejabat bupati sudah semestinya memanfaatkan peluang dan potensi yang dimiliki demi kesejahteraan rakyat.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kabupaten Empat Lawang&lt;/strong&gt; adalah kabupaten baru di provinsi Sumatera Selatan hasil pemekaran dari Kabupaten Lahat. Kabupaten ini diresmikan pada tanggal 20 April 2007, setelah disetujui oleh pemerintah dan DPR. Jauh sebelumnya, Rancangan Undang-Undang tentang pembentukan Kabupaten Empat Lawang telah disetujui pada tanggal 8 Desember 2006 bersama 15 kabupaten/kota baru lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa-masa transisi atau sebelum adanya bupati defenitif, kabupaten dengan luas 225.644 km² dan penduduk 229.552 jiwa ini, dipimpin seorang bupati caretaker &lt;strong&gt;Drs. H. Abdul Shobur&lt;/strong&gt;. Namun dalam perjalanannya Abdul Subur sudah terlalu jauh merambah wilayah politis sehingga yang bersangkutan didesak mundur. Pengganti Abdul Shobur saat ini adalah &lt;strong&gt;Drs. H. Indra Rusdi&lt;/strong&gt;. Sebelumnya Indra Rusdi menduduki posisi Asisten I Pemrop Sumsel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas pejabat bupati tidaklah ringan. Selain melakukan pembenahan terhadap infrastruktur pemerintahan, menyusun struktur pemerintahan, melakukan pelayanan terhadap masyarakat, bersama DPRD bupati juga mempunyai PR untuk memfasilitasi pemilihan bupati defenitif yang waktunya semakin dekat.  &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzROvKJAHdI/AAAAAAAAAPU/I2b-VJI9nSA/s1600-h/tebing+tinggi.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzROvKJAHdI/AAAAAAAAAPU/I2b-VJI9nSA/s320/tebing+tinggi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130812447564766674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Guna melaksanakan semuanya itu penjabat bupati diberi batas waktu paling lama 1 tahun, dengan dukungan dana dari kabupaten induk sebesar Rp 5 miliar dan pemerintah provinsi sebesar Rp 10 miliar setahun selama 2 tahun. Tak hanya itu, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pejabat bupati juga harus memanfaatkan dan menggali peluang serta potensi SDA yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Letak Geografis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebelah Utara&lt;/span&gt; berbatasan dengan Kabupaten Musi Rawas &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Sebelah Selatan&lt;/span&gt; berbatasan dengan Kabupaten Lahat dan Kabupaten Bengkulu Selatan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebelah Timur&lt;/span&gt; berbatasan dengan Kabupaten Lahat &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebelah Barat&lt;/span&gt; berbatasan dengan Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rzfuh6JAHjI/AAAAAAAAAQE/ol3RFYEj_wU/s1600-h/shobur+cscs.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rzfuh6JAHjI/AAAAAAAAAQE/ol3RFYEj_wU/s320/shobur+cscs.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131832566722076210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terdiri dari 7 Kecamatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(1) Lintang Kanan, (2) Muara Pinang, (3) Pasemah Air Keruh, (4) Pendopo, (5) Talang Padang, (6) Tebing Tinggi, (7) Ulu Musi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Singkat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada masa penjajahan Hindia Belanda (sekitar 1870-1900), Tebing Tinggi memegang peran penting sebagai wilayah administratif (&lt;em&gt;onderafdeeling&lt;/em&gt;) dan lalu lintas ekonomi karena letaknya yang strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebing Tinggi pernah diusulkan menjadi ibukota keresidenan saat Belanda berencana membentuk Keresidenan Sumatera Selatan (Zuid Sumatera) tahun 1870-an yang meliputi Lampung, Jambi, dan Palembang. Tebing Tinggi dinilai strategis untuk menghalau ancaman pemberontakan daerah sekitarnya, seperti Pagar Alam, Pasemah, dan pinggiran Bengkulu. Rencana itu batal karena Belanda hanya membentuk satu keresidenan, yaitu Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa penjajahan Jepang (1942-1945), &lt;em&gt;onderafdeeling&lt;/em&gt; Tebing Tinggi berganti nama menjadi wilayah kewedanan dan akhirnya pada masa kemerdekaan menjadi bagian dari wilayah kabupaten.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-7303676169008875948?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/7303676169008875948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=7303676169008875948&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7303676169008875948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7303676169008875948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/kabupaten-empat-lawang.html' title='Kabupaten Empat Lawang'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzQ7baJAHcI/AAAAAAAAAPM/tp2pQi5RtY4/s72-c/EMPAT+LAWANG+OKE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-3362380557152424477</id><published>2007-11-09T17:34:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:26.005+07:00</updated><title type='text'>Rumah Kita adalah Keluarga</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzhcBqJAHkI/AAAAAAAAAQM/gJ72JKsrnXM/s1600-h/fghehrhrh.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzhcBqJAHkI/AAAAAAAAAQM/gJ72JKsrnXM/s400/fghehrhrh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131952958950350402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ruang Indah itu Bernama Keluarga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rumah kita yang sesungguhnya adalah keluarga&lt;/span&gt; (dalam konteks duniawi). Rasanya tak ada yang tidak sepakat dengan ungkapan ini. Hayo siapa yang tidak sepakat? Tanpa keluarga kita seperti manusia yang tanpa identitas (bahasa kerennya &lt;em&gt;luntak-lantung&lt;/em&gt;) dan kering kayak kerupuk...&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga adalah segalanya. Tentu saja, karena keluargalah yang senantiasa ada di saat kita bahagia maupun di saat kita sedang berduka. Kebanggaan kita adalah kebanggan keluarga, pun dengan kesedihan dan kemeranaan kita. Yang pertama sekali, keluargalah yang akan turut merasakan. Setelah itu baru--kalau ada: teman sejati, pacar sejati, tetangga idola dan orang-orang baik hati lainnya yang keberadaannya dewasa ini sudah sangat langka! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, ketergantungan terhadap keluarga akan sangat terasa di kala kita jauh. Kalau masih sangsi, coba deh jauh-jauh dari keluarga. Dalam kesendirian, acap kita membayangkan kebersamaan yang terekam bersama keluarga tercinta. Dan ibarat figura, rumahlah yang senantiasa membingkai setiap kenangan itu. Coba putar kembali memori kita. Sungguh indah bukan?&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzRVnKJAHgI/AAAAAAAAAPs/MxP5byd7mEE/s1600-h/mother.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzRVnKJAHgI/AAAAAAAAAPs/MxP5byd7mEE/s320/mother.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130820006707207682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di rumah kita mendapatkan segalanya. Perhatian, kasih sayang, masakan favorit bikinan ibu, sampai hal-hal terkecil seperti soal sisiran rambut kita yang terlihat kurang rapi, atau tentang seseorang yang saat ini sedang dekat dengan kita. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wuiihhh&lt;/span&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, ibu, kakak, adik-adik, saudara, ponakan dan seterusnya merupakan pelangi yang memberi warna indah bagi kehidupan kita. Sungguh, merekalah yang pertama mengerti soal terkecil tentang kita. Yang terkecil sekalipun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dari keluarga, kita seperti kapas yang tertiup angin &lt;span style="font-style:italic;"&gt;guys&lt;/span&gt;… Lunglai tanpa akar dan pegangan. Cuma sehelai ingatan yang mendadak terhempas. Rindu yang sangat tiba-tiba membuncah. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;So&lt;/span&gt;, jangan sia-siakan keluarga kita. Meski terkadang kita jauh, tetapi--sekuat tenaga--berusahalah untuk membuat mereka bangga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-3362380557152424477?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/3362380557152424477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=3362380557152424477&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3362380557152424477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3362380557152424477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/rumah-kita-adalah-keluarga_09.html' title='Rumah Kita adalah Keluarga'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzhcBqJAHkI/AAAAAAAAAQM/gJ72JKsrnXM/s72-c/fghehrhrh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-1115149030084430471</id><published>2007-11-07T13:32:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:26.283+07:00</updated><title type='text'>Mukesh Ambani, Orang Terkaya di Dunia</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzFcpY89FLI/AAAAAAAAAO0/0A-FhlLYj88/s1600-h/time.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzFcpY89FLI/AAAAAAAAAO0/0A-FhlLYj88/s320/time.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129983316694209714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kekayaan mereka bisa melunasi hutang Indonesia &lt;br /&gt;yang katanya sampai 7 turunan pun belum tentu bisa dilunasi &lt;em&gt;bow&lt;/em&gt;….&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, di sebuah koran nasional ditulis tentang orang terkaya baru sedunia saat ini dipegang oleh putra India bernama &lt;strong&gt;Mukesh Ambani&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertulis kekayaan Mukesh, seperti dilansir surat kabar berbahasa Inggris terbitan India &lt;em&gt;The Times of India&lt;/em&gt;, Selasa 30 Oktober 2007 mencapai US$ 63,2 miliar (Rp 568 triliun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan pria kelahiran Aden, Yaman, itu melampaui Bill Gates dan taifun Meksiko Carlos Slim yang kekayaannya sekitar US$ 62,29 miliar, pakar investasi Warren Buffet dengan kekayaan US$ 56 miliar, atau saudagar baja India Laksmi Mital dengan pundi-pundi sekitar US$ 50,9 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan Mukesh Ambani, pemilik Reliance Industries Limited (RIL), raksasa petrokimia India itu meroket sangat menakjubkan dan terjadi dalam beberapa bulan terakhir saja. Sebab, akhir Agustus 2007 lalu, dalam daftar orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, ia masih diurutan ke-14 orang terkaya dunia, dengan kekayaan US$ 20 miliar.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzFdto89FMI/AAAAAAAAAO8/THaZ9esDH3o/s1600-h/mukeshwefwferf.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzFdto89FMI/AAAAAAAAAO8/THaZ9esDH3o/s320/mukeshwefwferf.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129984489220281538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Uniknya adik kandung Mukesh, Anil, yang sama-sama mewarisi bisnis peninggalan orangtua mereka, Dhirubhai Ambani, juga tercatat sebagai orang terkaya nomor enam dengan kekayaan mencapai US$ 32,4 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kekayaan mereka digabung, keduanya layak dinobatkan sebagai keluarga paling kaya di seluruh dunia dengan total kekayaan melebihi US$ 100 miliar atau senilai dengan hutang negara kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, luar biasa sekali yah kekayaan mereka. Hanya dengan kekayaan dua orang saja bisa melunasi hutang Negara Indonesia yang katanya sampai 7 turunan pun belum tentu bisa dilunasi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-1115149030084430471?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/1115149030084430471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=1115149030084430471&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1115149030084430471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/1115149030084430471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/mukesh-ambani-orang-terkaya-di-dunia.html' title='Mukesh Ambani, Orang Terkaya di Dunia'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzFcpY89FLI/AAAAAAAAAO0/0A-FhlLYj88/s72-c/time.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5702908141921889499</id><published>2007-11-07T13:17:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:26.553+07:00</updated><title type='text'>Tirta Dharma</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzFaV489FJI/AAAAAAAAAOk/d4QXjkFXXCs/s1600-h/dscn0833.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzFaV489FJI/AAAAAAAAAOk/d4QXjkFXXCs/s320/dscn0833.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129980782663505042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mereka yang Mengibarkan Panji-panji Tirta Dharma&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, dari sekian banyak kebutuhan hidup manusia, yang paling tidak bisa ditunda adalah kebutuhan akan air. Air adalah sumber kehidupan di muka bumi ini. Menurut penelitian, susunan tubuh manusia sendiri mengandung air sekitar 70-80 persen dari berat tubuhnya. So, bekerja melayani masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, menurutku adalah tugas mulia seperti halnya pekerjaan seorang guru, penyapu jalan, penjaga lintasan rel kereta api atau para petani yang menghasilkan makanan yang kita makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk persoalan air, rasanya kita patut berterima kasih pada para tukang ledeng yang bekerja mengibarkan panji-panji Tirta Dharma demi melayani masyarakat yang kekurangan akses terhadap air bersih. Seribu kata sanjungan dan terima kasih, tak salah bila kita haturkan untuk para tukang ledeng yang bekerja di PDAM-PDAM di seluruh Indonesia. Mereka adalah para pejuang di bidang perairminuman yang patut diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, seperti juga isu-isu yang gencar disuarakan di dunia semisal pemanasan global (&lt;em&gt;global warning&lt;/em&gt;), perubahan cuaca (&lt;em&gt;climate change&lt;/em&gt;) dan juga penebangan liar (&lt;em&gt;illegal logging&lt;/em&gt;), isu kelangkaan air bersih juga menjadi isu krusial. Bayangkan, menurut catatan WHO, di seluruh dunia lebih dari 1,1 miliar orang kurang memiliki akses terhadap air bersih. Sementara di Indonesia, diperkirakan lebih dari 100 juta penduduk (46 %) baik yang ada di perkotaan maupun yang ada di perdesaan masih kesulitan mengakses air bersih.     &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzFbKY89FKI/AAAAAAAAAOs/5BLsLLoq40A/s1600-h/wat+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzFbKY89FKI/AAAAAAAAAOs/5BLsLLoq40A/s320/wat+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129981684606637218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan untuk bekerja menyuarakan panji-panji Tirta Dharma, tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya. Per 1 Agustus 2007, aku mulai mengenal dunia perairminuman bergabung dengan Majalah Air Minum yang diterbitkan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi). Sebuah pengalaman yang memperkaya ruang pemahaman mengenai satu persoalan lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5702908141921889499?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5702908141921889499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5702908141921889499&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5702908141921889499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5702908141921889499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/tirta-dharma.html' title='Tirta Dharma'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzFaV489FJI/AAAAAAAAAOk/d4QXjkFXXCs/s72-c/dscn0833.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-7370393040386991281</id><published>2007-11-02T14:35:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:28.119+07:00</updated><title type='text'>Teknologi Delta Qualstone</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysMuo89FII/AAAAAAAAAOc/u6d8Kr8rTFY/s1600-h/1_DINDING4.psd.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysMuo89FII/AAAAAAAAAOc/u6d8Kr8rTFY/s320/1_DINDING4.psd.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128206596098036866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saatnya Teknologi Kita Bicara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pernahkah Anda bayangkan bagaimana Nabi Ibrahim AS membangun Ka’bah? Sebuah bangunan paling monumental penyedot devisa terbesar di dunia. Demikian pula bangunan Candi Sewu yang konon dibangun dalam satu malam…?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Ryra7I89FAI/AAAAAAAAANc/3a00NRSNJQs/s1600-h/GAMB015.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Ryra7I89FAI/AAAAAAAAANc/3a00NRSNJQs/s200/GAMB015.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128151835265012738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di negara kita, mewujudkan dua “keajaiban” di atas, saat ini bukanlah sesuatu yang mustahil. Saat ini telah hadir sebuah teknologi mutakhir di bidang fisik konstruksi yang mampu membangun rumah tipe 36 plus, dalam hitungan 2-4 jam. Temuan ini adalah Teknologi Delta Qualstone buah karya putra terbaik bangsa dari hasil penelitian dan riset lebih dari 20 tahun.&lt;br /&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyrZ2I89E_I/AAAAAAAAANU/6H97LpbZaGg/s1600-h/TYPE+BATU+ANGKUR+KEMBAR.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyrZ2I89E_I/AAAAAAAAANU/6H97LpbZaGg/s200/TYPE+BATU+ANGKUR+KEMBAR.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128150649854039026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teknologi ini telah didaftarkan pada Departemen Kehakiman, Ditjen HAKI dan HAM dengan nomor Paten: S00.2002.00127, Desain: A00.2002.01748, dan Merek: D00.2002.18573-18783.&lt;br /&gt;Teknologi yang dikembangkan dengan sistem waralaba (franchise) ini merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya. Aset bangsa yang digali dari sumberdaya alam (SDA) yang melimpah dan tersedia di belahan dunia manapun (batu, koral, semen).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyrcCI89FBI/AAAAAAAAANk/bnzsGQuxOkY/s1600-h/cara+pasang.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyrcCI89FBI/AAAAAAAAANk/bnzsGQuxOkY/s200/cara+pasang.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128153055035724818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apabila mendapat perhatian dari pemerintah temuan teknologi ini akan mampu mengangkat martabat bangsa dengan menterjemahkan arti kata Indonesia sebagai negeri “Untaian Zamrud Khatulistiwa”. Kata-kata yang sering kita dengar di penghujung kantuk kita.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysDz489FCI/AAAAAAAAANs/NoBTJHLf3QQ/s1600-h/dinding+dalam21.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysDz489FCI/AAAAAAAAANs/NoBTJHLf3QQ/s200/dinding+dalam21.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128196790687700002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Delta Qualstone, Batu Beton Cetak&lt;br /&gt;Berstandar Minimal K.125&lt;br /&gt;Multifungsi, Bermutu dan Ekonomis&lt;br /&gt;Nomorsatu di Dunia.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysEdo89FDI/AAAAAAAAAN0/DuGmFS8SOVI/s1600-h/1+aca.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysEdo89FDI/AAAAAAAAAN0/DuGmFS8SOVI/s320/1+aca.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128197507947238450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diciptakan untuk segala jenis bangunan: dinding, saluran irigasi, jalan, talud/turap (penahan tanah), kolom dan lantai jembatan, pagar, pelabuhan peti kemas bahkan landasan pesawat terbang dsb.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysFbY89FEI/AAAAAAAAAN8/q_vNFcdHhUA/s1600-h/saluran_01.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysFbY89FEI/AAAAAAAAAN8/q_vNFcdHhUA/s200/saluran_01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128198568804160578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dicetak dari bahan dasar batu koral, pasir dan semen dengan sistem saling mengunci (mengikat) satu sama lain sehingga pemasangannya tanpa menggunakan adugan perekat (semen). &lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysGOo89FFI/AAAAAAAAAOE/1vEF-7sO1F4/s1600-h/Sloof.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysGOo89FFI/AAAAAAAAAOE/1vEF-7sO1F4/s200/Sloof.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128199449272456274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai inovasi di bidang fisik konstruksi, Teknologi Delta Qualstone saat ini paling unggul di dunia karena sangat kuat, tahan api, pemasangan cepat, knockdown, mampu beradaptasi terhadap getaran gempa hingga 7-9 skala richter. Dengan harga yang relatif murah dan ramah lingkungan teknologi ini juga sangat cocok untuk daerah rawan gempa dan rawa-rawa.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysHuI89FGI/AAAAAAAAAOM/MdRctabMaDU/s1600-h/Cetakan+Panjang+120.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysHuI89FGI/AAAAAAAAAOM/MdRctabMaDU/s200/Cetakan+Panjang+120.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128201089949963362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teknologi Delta Qualstone dirancang sebagai solusi untuk menggantikan komponen bahan bangunan lainnya seperti batu kali, batubata, batako, conblock, pavingblock, seng, genteng, asbes dll.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Atasi Krisis Bangun Industri Teknologi Delta Qualstone&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysI-Y89FHI/AAAAAAAAAOU/gIXbDCVb5Y8/s1600-h/KAP_ATAP.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysI-Y89FHI/AAAAAAAAAOU/gIXbDCVb5Y8/s200/KAP_ATAP.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128202468634465394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Temuan Teknologi Delta Qualstone dapat menjadi solusi mengatasi krisi multi-dimensi. Menyiapkan lapangan pekerjaan bagi jutaan penganggur, mengentaskan kemiskinan, menyelamatkan lingkungan, menjamin kualitas bangunan, bahkan penjualan lisensi ke luar negeri dapat membayar hutang negara Indonesia yang mencapai lebih dari Rp. 1.000,- trilyun. Masya ampun!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-7370393040386991281?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/7370393040386991281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=7370393040386991281&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7370393040386991281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/7370393040386991281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/11/teknologi-delta-qualstone.html' title='Teknologi Delta Qualstone'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RysMuo89FII/AAAAAAAAAOc/u6d8Kr8rTFY/s72-c/1_DINDING4.psd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-420312564616875789</id><published>2007-10-27T13:10:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:28.584+07:00</updated><title type='text'>Bengkulu, Kota Seribu Gempa</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLZ9o89E2I/AAAAAAAAAMM/HcgBOXS7k7E/s1600-h/DSCN3566.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLZ9o89E2I/AAAAAAAAAMM/HcgBOXS7k7E/s320/DSCN3566.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125898978889372514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seribu Gempa Seribu Kenangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, sebelum kembali ke Jakarta Kamis 25 Oktober 2007, selama dua hari aku berada di Kota Bengkulu. Selama berada di sana, tak lupa kusempatkan berziarah ke rumah sanak saudara. Namun aku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah paman di daerah Panorama dan di rumah ayuk (kakak perempuan) di BTN Padang Harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Bengkulu memiliki banyak kenangan di benakku. Maklum hampir tiga tahun aku berada di sana menyelesaikan kuliah Diploma III Jurnalistik di Universitas Bengkulu. Selebihnya, pengalaman merasakan gempalah yang sangat berkesan di hatiku. Terlebih baru-baru ini, tanggal 12 September 2007, kota ini kembali diguncang gempa 7,9 skala richter yang meluluhlantakkan banyak fasilitas umum dan rumah penduduk.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLdXY89E8I/AAAAAAAAAM8/_QbtgYplIpM/s1600-h/gempa.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLdXY89E8I/AAAAAAAAAM8/_QbtgYplIpM/s200/gempa.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125902719805887426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu gempa pertama mengguncang Bengkulu, 4 Juni 2000 aku sempat merasakan gempa berkekuatan 7,4 skala richter. Bayangkan, selama kurang lebih 5 menit lamanya, bumi berguncang bagaikan berada di tengah lautan yang dilanda ombak dahsyat. Entah, mungkin seperti itulah hari kiamat! Syukur nyawa yang cuma satu ini, juga saudara-saudara, masih diberi keselamatan. Pun bangunan-bangunan rumah yang kami tempati tidak mengalami kerusakan berarti.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLbwo89E6I/AAAAAAAAAMs/ZrLauAJYsxY/s1600-h/NorthSea_0007.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLbwo89E6I/AAAAAAAAAMs/ZrLauAJYsxY/s200/NorthSea_0007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125900954574328738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, hingga kejadian gempa 7,9 skala richter yang baru-baru ini terjadi, gempa seakan telah akrab dengan warga Bengkulu. Susul menyusul, gempa berkekuatan kecil, menengah dan besar silih berganti datang bagai hantu yang menakutkan. Semua itu menyadarkan betapa tiada kekuatan paling dahsyat selain kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Kuasa, Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, subuh tanggal 25 Oktober 2007 atau hari dimana aku kembali ke Jakarta (saat menginap di rumah ayuk di BTN Padang Harapan), aku juga sempat merasakan kedahsyiatan gempa yang mengguncang Kota Bengkulu. Kali ini, menurut catatan resmi, kekuatannya tak kalah dahsyat, 7,0 skala richter. Lagi-lagi, syukur kepada Allah, kami masih diberi keselamatan dan bangunan rumah sanak saudara tidak mengalami kerusakan berarti.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLcUo89E7I/AAAAAAAAAM0/kiAD2kw2Ihk/s1600-h/Infra7.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLcUo89E7I/AAAAAAAAAM0/kiAD2kw2Ihk/s200/Infra7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125901573049619378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Kota Bengkulu, siangnya sekitar pukul 13.00 WIB aku terbang dengan menumpang pesawat Sriwijaya Air menuju Jakarta. Dari ketinggian, terbentang pemandangan yang mempesona. Tidak tampak kalau di bawah sana banyak bangunan yang rusak akibat gempa. Dan tak sedikit warga yang selalu dicekam ketakutan kapan gempa akan kembali mengguncang. Duh, Bengkulu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-420312564616875789?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/420312564616875789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=420312564616875789&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/420312564616875789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/420312564616875789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/10/kota-seribu-gempa.html' title='Bengkulu, Kota Seribu Gempa'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLZ9o89E2I/AAAAAAAAAMM/HcgBOXS7k7E/s72-c/DSCN3566.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-667075197478183946</id><published>2007-10-27T09:47:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:29.655+07:00</updated><title type='text'>24 Jam di Pagaralam</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyK6QI89EnI/AAAAAAAAAKY/6oFRsuWnp5M/s1600-h/scene1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyK6QI89EnI/AAAAAAAAAKY/6oFRsuWnp5M/s400/scene1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125864112344863346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Reuni Kecil para Bujang Belantan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis-Jumat, 18-19 Oktober 2007, masih dalam suasana mudik lebaran, aku menyempatkan mengunjungi Kota Pagaralam, yang masih termasuk dalam wilayah Propinsi Sumatera Selatan. Jarak tempuh kota berhawa sejuk karena berdekatan dengan Gunung Dempo ini, tidak begitu jauh dari kampungku, Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Kalau menggunakan kendaraan bermotor sekitar 2,5 jam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyKrYo89EkI/AAAAAAAAAKA/bO3rK1TX1JU/s1600-h/IMG_9304.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyKrYo89EkI/AAAAAAAAAKA/bO3rK1TX1JU/s320/IMG_9304.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125847765699334722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Pagaralam, selain menikmati hawa pegunungan Bukit Teh yang sejuk, mengunjungi situs peninggalan jaman purbakala, dan singgah di obyek wisata Sungai Lematang, kami juga beziarah ke rumah teman-teman seperjuangan sewaktu kami sama-sama di Leuwiliang-Bogor dahulu. Tak ada hal yang lebih istimewa selain menumpahkan kerinduan, bercerita mengenang masa lalu yang penuh pelajaran, dan yang tak kalah seru bercerita mengenai prospek ke depan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyKuPY89ElI/AAAAAAAAAKI/rY_V34xmocc/s1600-h/IMG_9308.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyKuPY89ElI/AAAAAAAAAKI/rY_V34xmocc/s200/IMG_9308.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125850905320428114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Pagaralam, kami bermalam di rumah Kak Agus yang sederhana. Banyak hal menarik dari apa yang dikatakan Kak Agus. Di antara hal yang paling menarik, dari sekian banyak hal menarik, adalah keinginan Kak Agus untuk maju menjadi calon Walikota Pagaralam melalui pintu calon independen. Pilkada Pagaralam akan digelar sekitar bulan Februari 2008.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyK5zo89EmI/AAAAAAAAAKQ/pFxgLEnSs8A/s1600-h/IMG_9301.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyK5zo89EmI/AAAAAAAAAKQ/pFxgLEnSs8A/s200/IMG_9301.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125863622718591586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blogger, wacana calon independen dalam sistem pemilihan kepala daerah di Indonesia saat ini memang sudah mengalami sedikit kemajuan. Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan calon independen bisa mengikuti pemilihan kepala daerah tanpa harus melalui pintu partai politik. Peraturannya tinggal menunggu pembahasan dan pengesahan dari para Wakil Rakyat di DPR RI saja. Berdasarkan perkembangan inilah Kak Agus akhirnya memutuskan maju melalui pintu calon independen pemilihan Walikota Pagaralam.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyK8GI89EoI/AAAAAAAAAKg/aeMdaPsgBwo/s1600-h/IMG_9297.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyK8GI89EoI/AAAAAAAAAKg/aeMdaPsgBwo/s200/IMG_9297.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125866139569427074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keinginan Kak Agus maju, menurutku merupakan langkah yang sangat strategis baik bagi Kak Agus sendiri maupun bagi pendidikan politik rakyat Pagaralam. Apalagi wacana "kontrak mati" yang akan didengungkan Kak Agus saat benar-benar maju nantinya. Menurutku ini merupakan &lt;em&gt;starting point&lt;/em&gt; yang benar-benar akan menggugah kesadaran masyarakat akan arti pentingnya sebuah komitmen, hal mana sangat dibutuhkan bagi seorang figur pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyK9Wo89EpI/AAAAAAAAAKo/GhTmtW2-9aI/s1600-h/IMG_9245.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyK9Wo89EpI/AAAAAAAAAKo/GhTmtW2-9aI/s320/IMG_9245.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125867522548896402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pribadi dan tim, kami akan mendukung apa yang diperjuangkan Kak Agus, asalkan masih dalam koridor yang benar dan lurus. &lt;em&gt;Keep the fight boy&lt;/em&gt;!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-667075197478183946?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/667075197478183946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=667075197478183946&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/667075197478183946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/667075197478183946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/10/24-jam-di-pagaralam.html' title='24 Jam di Pagaralam'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyK6QI89EnI/AAAAAAAAAKY/6oFRsuWnp5M/s72-c/scene1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5536156628882127629</id><published>2007-10-27T09:11:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:30.034+07:00</updated><title type='text'>Sejuta Berkah Pulang Kampung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzRQVqJAHeI/AAAAAAAAAPc/60xBDj-nbjY/s1600-h/ahmadzazilblogok.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzRQVqJAHeI/AAAAAAAAAPc/60xBDj-nbjY/s400/ahmadzazilblogok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130814208501358050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Inspirasi dan Spirit Baru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 25 Oktober 2007, kembali kaki ini menjejak Jakarta, kota yang masih banyak orang percaya memiliki berjuta mimpi. Puas sudah setelah dua minggu lamanya--bisa dikatakan begitu--aku mudik ke kampung halamanku, Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Aku berangkat dari Jakarta Rabu, 10 Oktober 2007 atau tiga hari sebelum lebaran. Liburan terpanjang ini, tentu tak akan pernah kudapatkan di tempatku bekerja sebelumnya yang paling lama cuma dapat libur tiga hari!&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyKjro89EhI/AAAAAAAAAJo/Ub_k0DVx3iA/s1600-h/IMG_9361.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyKjro89EhI/AAAAAAAAAJo/Ub_k0DVx3iA/s320/IMG_9361.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125839296023826962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blogger, mudik tahun ini memang sedikit membawa berkah bagiku. Tak disangka, aku ditugaskan melakukan wawancara khusus dengan seorang narasumber di Palembang, dilanjutkan meliput kondisi PDAM di daerahku pasca pemekaran, PDAM Kabupaten Empat Lawang, lalu meliput profil PDAM Kota Lubuk Linggau. Tentu saja pekerjaan “dinas” ini kulakukan di sela-sela mudik lebaran. Yang paling menyenangkan, ini yang paling menyenangkan, dari sisi akomodasi dan transportasi semuanya ditanggung kantor. Wuiihhh…&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyKkIY89EiI/AAAAAAAAAJw/BZKB5_J8Lps/s1600-h/timbangan.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyKkIY89EiI/AAAAAAAAAJw/BZKB5_J8Lps/s320/timbangan.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125839789945066018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, momentum pulang kampung tahun ini selain bisa menumpahkan kerinduan dengan keluarga tercinta, juga telah memberikan sebuah spirit dan inspirasi baru dalam diriku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, setelah melihat kondisi di daerahku pasca pemekaran dari kecamatan menjadi kabupaten, aku terpikir untuk mengubah jalan hidup menjadi seorang wiraswasta (Hehe mohon dukungannya ya dengan mengirim SMS ke 0813 8011 8125 ;-D). Saat ini telah terpikirkan olehku bentuk usaha yang tepat kukembangkan di kampungku. Namun maaf, untuk alasan bisnis belum bisa kujelaskan di sini loh...:-P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, hidup memang harus dimulai dari yang kecil sebelum menjadi besar. Kalau kita yakin bisa kita pasti bisa. Yakinlah perubahan akan membawa kita menjadi lebih baik. Selamat berbena-benah yah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5536156628882127629?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5536156628882127629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5536156628882127629&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5536156628882127629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5536156628882127629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/10/sejuta-berkah-pulang-kampung.html' title='Sejuta Berkah Pulang Kampung'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RzRQVqJAHeI/AAAAAAAAAPc/60xBDj-nbjY/s72-c/ahmadzazilblogok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-2128256019546642726</id><published>2007-10-09T10:01:00.000+07:00</published><updated>2007-10-09T10:15:38.133+07:00</updated><title type='text'>Minal Aidin Walfa'idzin</title><content type='html'>&lt;embed src="http://text.glitterfy.com/show.swf?message=untuk%20lisan%20yang%20berkata%20salah%2C%2C%2C%0Dhati%20yang%20menduga%20salah%2C%2C%2C%0Dsikap%20yang%20bertingkah%20salah%2C%2C%2C%0D%22Mohon%20maaf%20lahir%20%26%20batin%22%20yah%2C%2C%2C%0D%0Dahmadzazili%2Eblogspot%2Ecom&amp;font=http://text.glitterfy.com/fonts/plainn_lib.swf&amp;glitter=http://text.glitterfy.com/glitters/glitter1.swf&amp;clickURL=http://www.glitterfy.com/&amp;clickLABEL=Glitterfy.com&amp;bevel=1&amp;shadow=1&amp;glow=1&amp;blur=0&amp;fade=1&amp;blink=0&amp;gb=5.1&amp;ga=0.6&amp;gi=0&amp;gc=10027263&amp;bb=5.8&amp;bc=0&amp;sb=7&amp;sa=0.7&amp;si=0&amp;sc=0&amp;blb=7&amp;ls=1&amp;fontsize=23&amp;num=1" quality="best" wmode="transparent" bgcolor="#ffffff" width="451" height="236" name="Glitterfy Text" align="middle" allowScriptAccess="always" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" /&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.glitterfy.com/"&gt;Glitter Text @ Glitterfy.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-2128256019546642726?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/2128256019546642726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=2128256019546642726&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2128256019546642726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/2128256019546642726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/10/minal-aidin-walfaidzin.html' title='Minal Aidin Walfa&apos;idzin'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-3599077872142481440</id><published>2007-10-08T16:34:00.001+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:30.197+07:00</updated><title type='text'>Lebaran oh Lebaran</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwcn7Nzc4DI/AAAAAAAAAH4/VaEFH1jJcUo/s1600-h/mimin_lebaran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwcn7Nzc4DI/AAAAAAAAAH4/VaEFH1jJcUo/s320/mimin_lebaran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118103399801086002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menanti Hari yang Dinanti&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu kecil dulu, dari sekian banyak hari, hari yang puaaliing dinanti adalah hari Lebaran. Pun, rasanya, hingga sekarang masih sama. Iya toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa waktu kecil, hari Lebaran menjadi hari yang selalu kita nanti? Banyak sekali jawabannya. Yang paling utama, karena pada hari itu semua yang kita pakai serba baru; baju baru, celana baru, topi baru... Ditambah makanan yang serba lezat; ada ketupat, opor ayam, juadah basah, kueh kering hmmm… Dan yang terpenting juga hadiah angpao dari orang-orang terdekat. Wuiihh senengnya… :-P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, waktu kecil hari Lebaran benar-benar indah untuk bermain. Namanya anak kecil, tak pernah terpikir untuk memaknai Lebaran sebagai hari kemenangan dan penyucian hati, seperti makna Idul Fitri itu sendiri. Sedikit pun, mugkin tak pernah terpikir untuk memaknai Lebaran tak sekedar jabat tangan dan ungkapan maaf. Namanya juga anak kecil. :-(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yu, mari, di sepeninggal usia kanak-kanak, kita maknai Idul Fitri kepada makna yang hakiki, tak sekedar hari penuh suka cita. Yu, mari,,,, :-D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-3599077872142481440?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/3599077872142481440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=3599077872142481440&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3599077872142481440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3599077872142481440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/10/lebaran-oh-lebaran_08.html' title='Lebaran oh Lebaran'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwcn7Nzc4DI/AAAAAAAAAH4/VaEFH1jJcUo/s72-c/mimin_lebaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-279081878517808780</id><published>2007-10-06T12:50:00.002+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:30.565+07:00</updated><title type='text'>Pulang Kampung Gretong</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwYNt9zc30I/AAAAAAAAAF0/Yrf0ISbrQAc/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwYNt9zc30I/AAAAAAAAAF0/Yrf0ISbrQAc/s400/untitled.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117793109888786242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Horee...Pulang Kampung Yuuu....&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tradisi pulang kampung di saat lebaran sudah menjadi tradisi tahunan sejak lama. Pun di lebaran tahun 2007 ini. Yang menyenangkan justru bagi mereka yang bisa mudik merayakan lebaran bersama keluarga tercinta. Alhamdulillah termasuklah aku sendiri ;-P.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tahun kemarin aku tidak bisa pulkam karena libur pekerjaan yang super-singkat, alhamdulillah di tahun ini--setelah pindah kantor baru tentunya--aku bisa mudik juga. Asyiiiikkk……&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwYOatzc32I/AAAAAAAAAGE/9cBqATPK9B8/s1600-h/ketupat.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwYOatzc32I/AAAAAAAAAGE/9cBqATPK9B8/s200/ketupat.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117793878687932258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih membahagiakan--selain bayangan kumpul keluarga, bercengkrama dengan ponakan-ponakan (karena aku masih buzangan alias belum punya anak coii), ketemu teman-teman lama, dan juga makan masakan ueeenaak buatan ibu--mudik tahun ini aku pulang secara gretong alias dibiayai kantor. Naik pesawat coii. Lha kok bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang namanya rejeki nggak kemana-mana bro... Ceritanya 3 hari sebelum lebaran kantorku ada janji wawancara dengan Dirut PDAM “Tirta Musi” Palembang, DR. Ir. Syaiful, CES, DEA. Berkat kebijaksanaan editorku Pak Dwike Riantara, akhirnya akulah yang ditunjuk untuk wawancara (padahal pssstt…aku kan masih reporter junior?). So, sehabis wawancara aku bisa langsung bertolak ke kampung halamanku, Tebing Tinggi-Lahat. Ueenaak tenaaann…&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwYN_dzc31I/AAAAAAAAAF8/5TRJ2ztQTk8/s1600-h/mudik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwYN_dzc31I/AAAAAAAAAF8/5TRJ2ztQTk8/s200/mudik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117793410536496978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syukur kepada Allah SWT yang senantiasa memberikan karunia kepada hamba-Nya. Mudah-mudahan keberkahan Ramadhan 1428 Hijriyah tahun ini, membawa kita pada perubahan yang lebih baik. Salam pulang kampung. Jangan sedih bagi yang belum bisa pulkam. Terus berusaha dan berdoa yah. Jangan lupa bayar zakat :-P.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-279081878517808780?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/279081878517808780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=279081878517808780&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/279081878517808780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/279081878517808780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/10/lebaran-oh-lebaran.html' title='Pulang Kampung Gretong'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwYNt9zc30I/AAAAAAAAAF0/Yrf0ISbrQAc/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-8935649422373676978</id><published>2007-10-06T10:05:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:31.614+07:00</updated><title type='text'>Favorit di Kamboja belum Tentu di Indonesia</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Daging Tikus, Menu Favorit di Kamboja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwn87dzc4GI/AAAAAAAAAIQ/HjpGgqMYaV8/s1600-h/8.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwn87dzc4GI/AAAAAAAAAIQ/HjpGgqMYaV8/s320/8.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118900550026190946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di Kamboja, daging tikus merupakan salah satu menu favorit. Bagaimana dengan di Indonesia? Wah, jelas saja semua pasti sepakat—&lt;span style="font-style:italic;"&gt;no way&lt;/span&gt;! Tapi kasihan yah, tak sedikit pedagang bakso kita yang nakal mengoplos daging sapi dengan daging tikus. Hiii,,,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Phnom Penh, 18 Pebruari 2004 11:16/AFP/GATRA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwn9ndzc4HI/AAAAAAAAAIY/ShbEZdACG4I/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwn9ndzc4HI/AAAAAAAAAIY/ShbEZdACG4I/s200/1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118901305940435058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wabah flu burung sudah merugikan, bahkan membikin bangkrut peternak di Asia. Namun kini ada peluang baru bagi para pedagang, khususnya di Kamboja: jualan daging tikus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya selalu mendapatkan permintaan terus menerus dari pembeli," ujar Van Vath, seorang tukang daging tikus di Battambang, sebuah kota di Barat Kamboja, kepada harian Cambodge Soir, sebagaimana dilansir AFP.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwn-iNzc4II/AAAAAAAAAIg/U5iyIoLn3_M/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwn-iNzc4II/AAAAAAAAAIg/U5iyIoLn3_M/s200/2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118902315257749634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah pembeli yang sekarang sudah menjadi pelanggan, permintaan akan tikus semakin tinggi. Sejak mewabahnya virus flu burung yang tercatat telah mematikan jutaan ayam dan sedikitnya 20 nyawa manusia, wanita ini telah menjual lebih dari 200 kilogram daging hewan pengerat ini setiap paginya-dua kali lebih banyak dari penjualan biasanya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwn_O9zc4JI/AAAAAAAAAIo/JPQrwaVurO0/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwn_O9zc4JI/AAAAAAAAAIo/JPQrwaVurO0/s200/3.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118903084056895634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sejumlah negara Asia Tenggara yang tertinggal, tikus dikonsumsi manusia setelah digoreng atau dipanggang dan dimakan dengan sayur. Harganya pun terhitung sangat terjangkau, yakni 40 sen AS per kilogram. Tikus merupakan makanan favorit di pedesaan Kamboja.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwoAPNzc4KI/AAAAAAAAAIw/-0eJKZRJilM/s1600-h/5.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwoAPNzc4KI/AAAAAAAAAIw/-0eJKZRJilM/s200/5.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118904187863490722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, laba-laba, kumbang air, jangkerik, ular, katak, dan semut juga merupakan makanan tradisional di Kamboja. Menurut sejarah, jenis hewan tersebut dikonsumsi oleh para petani yang kelaparan, saat rezim Khmer Merah di tahun 1970-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana dengan di Indonesia? Kita patut waspada!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwoBINzc4LI/AAAAAAAAAI4/6pJqh1WhBv4/s1600-h/6.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwoBINzc4LI/AAAAAAAAAI4/6pJqh1WhBv4/s200/6.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118905167116034226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lain negara, lain pula selera. Blogger, saya pikir kita sepakat, senikmat apa pun yang namanya daging tikus di lidah orang Kamboja, namun di negara kita tentu lain persoalan. Belum ada ceritanya dalam sejarah kuliner kita yang menyebutkan daging tikus itu mak nyuusss rasanya… Kalau tidak percaya coba saja tanya ke Om Bondan Winarno. Kalau ke Islam sendiri sudah jelas hukumnya; daging tikus tak beda jauh dengan daging celeng dan daging anjing.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwoCHNzc4MI/AAAAAAAAAJA/SBTPGap5CqI/s1600-h/7.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwoCHNzc4MI/AAAAAAAAAJA/SBTPGap5CqI/s200/7.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118906249447792834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blogger, isu tentang penjual bakso yang mengoplos daging sapi--daging yang banyak digunakan sebagai bahan olahan bakso--dengan daging tikus pun bukanlah isu baru. Bahkan hingga sekarang, para penikmat bakso sering kali dihinggapi perasaan was-was saat akan memakan panganan yang satu ini. Bagi penikmat bakso, tentu hal ini amat merisaukan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwoCc9zc4NI/AAAAAAAAAJI/bGWxCzrwcAg/s1600-h/fsfrg.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwoCc9zc4NI/AAAAAAAAAJI/bGWxCzrwcAg/s320/fsfrg.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118906623109947602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya bakso, sebenarnya, yang harus kita waspadai. Di pasaran juga sering kita dengar ulah para pedagang nakal yang mementingkan kepentingan sesaat. Ada daging yang disuntik dengan air biar tambah berat, daging tiren (mati kemaren) alias bangkai, daging yang diberi formalin dan pengawet sejenis lainnya, daging babi/tikus yang dioplos, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada cara lain, sebagai konsumen selain mengharapkan keseriusan pemerintah untuk segera mengatasi para pedagang yang curang, kita harus lebih hati-hati dan lebih teliti. Ingatlah pesan Bang Napi:  “Waspadalah…waspadalah…”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-8935649422373676978?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/8935649422373676978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=8935649422373676978&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/8935649422373676978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/8935649422373676978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/10/pulkam.html' title='Favorit di Kamboja belum Tentu di Indonesia'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwn87dzc4GI/AAAAAAAAAIQ/HjpGgqMYaV8/s72-c/8.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-3661342465389349905</id><published>2007-10-05T17:01:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:31.774+07:00</updated><title type='text'>Superman Never Die</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Ingin Jadi Superhero? Gampang!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwcAAdzc33I/AAAAAAAAAGM/5NaL_DNQWAM/s1600-h/SUPERMAN+jil+copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwcAAdzc33I/AAAAAAAAAGM/5NaL_DNQWAM/s200/SUPERMAN+jil+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118059509530287986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ingin jadi seorang superhero yang sebenarnya? Gampang. Ga perlu jauh-jauh dan mahal. Di Indonesia ada seorang ibu-ibu tua yang bisa melahirkan superhero-superhero yang sesungguhnya. Siapakah dia?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat membuat karikatur Superman, sambil tertawa-tawa sendiri karena lucu sendiri, aku terkenang saat masih kecil dahulu. Waktu itu, aku termasuk penggemar berat serial tivi Superman loh. Hampir tidak pernah kulewatkan serial yang satu ini. Dalam benakku, terkagum-kagum betapa hebat dan gagahnya sosok Superman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun setelah itu, tokoh rekaan dari DC Comics karya seniman Kanada, Joe Shuster dan penulis AS Jerry Siegel pada tahun 1932 itu, tetap hidup dan melegenda hingga sekarang. Mengiringi kesuksesan The Man of Steel, kini bermunculan pula tokoh-tokoh yang nggak kalah oke lainnya seperti Batman, Spiderman, Catwomen, Wonderwomen dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So and the so, kapan yah tokoh-tokoh superhero kita seperti Lutung Kasarung, Gatot Kaca, Si Buta dari Goa Hantu, Jaka Sembung, Jaka Tarub, Samson Betawi, Suparman, Suparmin, truz ada Mak Lampir, Mak Erot, Nyi Blorong… Eh, emak-emak dan nyi-nyi masuk nggak yah superhero made in Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm…sepertinya kalau Mak Lampir dan Nyi Blorong patut dipertanyakan kredibilitasnya. Tapi kalau Mak Erot? Wah, cocok sekali menyandang julukan superhero yang sebenarnya. Lah kok bisa? Ya iyalah, karena dia bisa membantu ribuan lelaki menjadi ‘superhero’ yang tadinya superloyo. :-D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ketimbang mengagumi tokoh rekaan asal luar, rasanya lebih bermakna kalau kita mengagumi superhero kita sendiri seperti Mak Erot itu. ;-P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-3661342465389349905?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/3661342465389349905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=3661342465389349905&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3661342465389349905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/3661342465389349905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/10/pulang-kampung-gretong.html' title='Superman Never Die'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwcAAdzc33I/AAAAAAAAAGM/5NaL_DNQWAM/s72-c/SUPERMAN+jil+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5488788834931162137</id><published>2007-10-05T16:17:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:32.393+07:00</updated><title type='text'>Duh Infotainmen</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Infotainmen Cermin Wajah Bangsa-kah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwca5tzc3-I/AAAAAAAAAHQ/QXU7yZ86E5k/s1600-h/tv.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwca5tzc3-I/AAAAAAAAAHQ/QXU7yZ86E5k/s320/tv.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118089080380121058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sedikit catatan dari orang yang pernah merasakan bekerja sebagai pewarta infotainmen. Sekedar curahan pendapat, bukan untuk mengecilkan arti sebuah upaya. Tak ada masalah, masalahnya justru terletak pada masalah itu sendiri. Bingung kan? "Bo, ini kan infotainmen…"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja di dunia infotainmen membuatku banyak belajar dan belajar banyak. Lebih satu setengah tahun (Agustus - Nopember 2005 dan dilanjutkan Mei 2006 - Juli 2007) aku merasakan pengalaman cukup mengesankan selama bekerja sebagai reporter di sebuah production house (PH) yang memproduksi tayangan Lens-JakTV, Kroscek-TransTV dan situs Krosceknews.com. Keseharian pekerjaanku tak jauh-jauh dari dunia keartisan yang, jujur saja, banyaklah menyimpan kepalsuan (geto lohh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepalsuan yang kumaksud berkenaan dengan pola kehidupan artis--tapi tidak semuanya juga loh--yang serba glamour dan cenderung tidak memiliki empati pada keseharian rakyat kita yang serba susah, juga dipenuhi retorika yang, meminjam istilah Tukul "Katro" Arwana-narsis tralala, dengan statemen-statemen yang (lagi-lagi kebanyakan loh)-dangkal dan tidak penting amat gitu loh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bo, namanya juga infotainmen? :-P&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang lagi, materi pertanyaan cenderung menjungkirbalikkan logika keilmuan seorang reporter (oya, rata-rata pewarta infotainmen pendidikannya Strata Satu loh). Bayangkan kita bertanya tentang hal yang tidak sebanding dengan kompetensi seperti: “Berapa kali Anda pacaran”, “Berapa kali Anda diputusin”, “Anda sekarang lagi jalan ama siapa”, “Mengapa Anda bercerai”, “Kapan kamu menstruasi pertama kali”, “Mengapa kamu senang anjing” blablabla… Ya ampun, sungguh, anak kecil pun kalau cuma seperti itu bisa juga dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang, tak bisa dipungkiri predikat artis, menurutku, adalah sebuah kapital. Beruntunglah bagi mereka yang berpredikat sebagai artis. Mereka adalah ‘barang dagangan’ yang super-ekslusif, mahal dan bisa menaikkan promosi suatu produk. Tak salah bila untuk menjadi seorang artis atau selebritis, orang bisa mengorbankan segalanya. Tak terkecuali kehormatan dan rasa malu (masa sih?).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwcb9Nzc4BI/AAAAAAAAAHo/rFE4KTrJ2Z8/s1600-h/070223.w.4543"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwcb9Nzc4BI/AAAAAAAAAHo/rFE4KTrJ2Z8/s200/070223.w.4543" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118090240021291026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jurnalisme infotainmen sendiri, yang kabarnya menjadi anak tiri PWI, rupanya tanggap dengan fenomena ini. Sejak kebangkitan era televisi swasta tahun 1996, infotainmen bermunculan bak jamur di musim hujan di hampir setiap televisi swasta. Bayangkan, setidaknya kita punya 12 stasiun televisi swasta. Bila rata-rata setiap televisi memiliki 4 acara infotainmen, berarti ada 48 infotainmen di Indonesia. “Jangan salah, ini menyumbang lapangan pekerjaan yang tidak kecil,” kata seorang saudagar pemilik infotainmen mencoba menakar dampak positifnya, saat heboh kontroversi tayangan infotainmen belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas itu, masyarakat memang mengapresiasi dengan baik beragam acara infotainmen itu. Terbukti--meski pernah difatwakan haram oleh NU untuk pemberitaan yang mempergunjingkan terlalu dalam rumah tangga orang lain--infotainmen tidak pernah surut dari masa ke masa. Bahkan bisa menandingi rating program acara berita di televisi. Sudah pasti, media yang banyak peminatnya mendatangkan fulus berupa pemasangan iklan. Buah karya para jurnalis infotainmen, diganjar dengan omzet miliaran rupiah. Tapi bukan milik para pekerja loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurnalisme infotainmen tergolong baru. Hal ini muncul justru disebabkan efek ikutan dari apa yang disukai massa. Bicara massa, dalam perspektif dunia pemasaran, adalah uang. Fakta ini tak terbantahkan. Uniknya, infotainmen tidak mementingkan apa inti pembicaraan. Pembicaraan yang terkesan dungu sekali pun bukanlah sebuah masalah. Tak penting apa yang mereka katakan, tetapi siapa yang mengatakan apa. Ujung-ujungnya tak jelas, siapa yang melayani siapa dan untuk apa (sebenarnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bo, ini kan infotainmen…?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyambungnya lagi, artis mengapresiasi infotainmen dengan sukacita. Bahkan ada--sebagian loh--yang mencari-cari masalah untuk digosipkan supaya menjadi bahan perbincangan. Catet, ini tak berlaku bagi artis yang terkenal atau pun tidak. Sama saja. Sedikit kepalsuan untuk menaikkan nilai jual tak apalah, meski kehidupan pribadi dikunyah-kunyah oleh khalayak. Promosi gratis untuk menaikkan pamor geto lohh…&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwccSNzc4CI/AAAAAAAAAHw/mcU0JecvQQs/s1600-h/gosip1.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwccSNzc4CI/AAAAAAAAAHw/mcU0JecvQQs/s200/gosip1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118090600798543906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Simbiosis mutualisme pun melanggengkan hubungan ini. Tapi benarkah itu menguntungkan artis dan pekerja infotainmen? Kalau dipikir, sebenarnya, bukan keuntungan pekerjanya, melainkan para saudagar-saudagar pemilik infotainmen dan televisi itu loh. Tidak sama sekali masyarakat. Tidak sama sekali selain waktu yang terbunuh secara manis dengan menikmati tingkah pola para artis yang dibungkus dalam balutan karya jurnalistik. Mereka menyebutnya “hiburan”. Tapi benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Jujur kacang ijo, sudah lama aku ingin hengkang dari dunia yang satu itu. Namun karena keadaan dan belum ada pekerjaan yang benar-benar cocok, akhirnya aku tetap bertahan dengan hati yang setengah terpaksa (kesian yah?). Betapa perihnya digosipin, tapi tahukah Anda, betapa perih juga jadi tukang gosip hehe… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bo, namanya juga infotainmen.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, bukan cara mencari beritanya yang aku tidak suka. Untuk bahan pembelajaran mengasah kemampuan jurnalistik, sebenarnya bekerja di dunia infotainmen tidak ada yang salah, bahkan cenderung dianjurkan. Teknik-teknik pelaporan yang diterapkan tak berbeda jauh dengan news-broadcasting dan media cetak populer. Bahkan tak hanya mengandalkan pakem jurnalistik 5W+1H, tetapi juga seni mengemas berita menjadi investigative reporting, narrative reporting dengan sentuhan sastra yang memukau (kata lain dari puitis) hehe….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, terlepas dari ketidaknyaman bekerja di dunia infotainmen--terutama yang dimiliki PH--semisal soal pembagian ranah waktu yang terlalu ekstrem, dan juga sistem bekerja yang belum ada keberpihakan kepada kelas pekerja, infotainmen--lagi-lagi bukan cara mencari beritanya--sungguhlah sebuah pekerjaan yang apa yah? Buah simalakama? Entahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bo&lt;/em&gt;,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ah! Bo, bo, mulu emang kebo ;-P? Salam takzim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5488788834931162137?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5488788834931162137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5488788834931162137&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5488788834931162137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5488788834931162137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/10/duh-infotainmen.html' title='Duh Infotainmen'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/Rwca5tzc3-I/AAAAAAAAAHQ/QXU7yZ86E5k/s72-c/tv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-4012961886210017247</id><published>2007-10-05T14:39:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:32.491+07:00</updated><title type='text'>Jembatan Selat Sunda</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwxHRtzc4PI/AAAAAAAAAJY/ysfy3WKfP5Q/s1600-h/Selat+Sunda+Bride.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwxHRtzc4PI/AAAAAAAAAJY/ysfy3WKfP5Q/s400/Selat+Sunda+Bride.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5119545246092157170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Proyek Prestisius itu Bernama Jembatan Selat Sunda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 4 Oktober 2007, Pemda Lampung dan Pemda Banten, bersama rekanan mereka dari Artha Graha Network, menandatangani nota perjanjian pelaksanaan prastudi kelayakan pembangunan jembatan Selat Sunda sepanjang 29 kilometer yang diperkirakan menelan dana Rp. 100 trilyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model konstruksi jembatan yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera itu kemungkinan besar adalah tipe suspensi. Seperti diketahui, salah satu kendala pembangunan di tengah laut adalah adanya palung laut sedalam 200 meter dengan panjang 2,5 kilometer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya di atas jembatan juga akan dibangun jalur kereta api Trans-Jawa-Sumatera. Studi kelayakan akan dilakukan selama 2 tahun. Apabila dinyatakan layak, baru pada tahun 2012 pembangunan jembatan Selat Sunda bisa dimulai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dapat menimbulkan &lt;em&gt;multi-flier effect&lt;/em&gt; dari sisi ekonomi dan budaya bangsa, pembangunan jembatan ini tentu akan meningkatkan kebanggan (&lt;em&gt;pride&lt;/em&gt;) kita sebagai bangsa. Namun yang menjadi pertanyaan, dari manakah sumber dana pembangunan jembatan tersebut? Serta yang tak kalah penting teknologi manakah yang akan dipakai nantinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah, lagi-lagi, harus mengandalkan teknologi dan sumberdaya manusia dari luar? Padahal, di negeri ini, telah ditemukan sebuah teknologi baru karya anak bangsa yang bisa mengatasi problematika dunia pembangunan (fisik konstruksi) seperti persoalan kecepatan, kekuatan, termasuk persoalan gempa dan pembangunan dasar laut yang mengandung tingkat kerumitan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai petinggi negeri, teknologi itu adalah “&lt;strong&gt;Teknologi Delta Qualstone&lt;/strong&gt;” karya anak bangsa sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-4012961886210017247?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/4012961886210017247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=4012961886210017247&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/4012961886210017247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/4012961886210017247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/10/jembatan-selat-sunda.html' title='Jembatan Selat Sunda'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwxHRtzc4PI/AAAAAAAAAJY/ysfy3WKfP5Q/s72-c/Selat+Sunda+Bride.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-5137438665320904940</id><published>2007-10-04T12:54:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:33.120+07:00</updated><title type='text'>Cerpen "Tragedi di Sungai Musi"</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwSBHdzc3bI/AAAAAAAAAC4/Sx63uvBpIDs/s1600-h/Ampera.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwSBHdzc3bI/AAAAAAAAAC4/Sx63uvBpIDs/s400/Ampera.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117357041859222962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tragedi di Sungai Musi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Cerita Pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sinaps&lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;Kisah seorang gadis desa bernama Marni yang hidup di pinggiran Sungai Musi, sungai besar yang membelah Kota Palembang. Kisah yang berakhir tragis di antara hening Sungai Musi dan gemuruh sebuah pesta rakyat: organ tunggal!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WANITA itu, Marni namanya, mengelus-elus rambutnya yang panjang sampai menjela bahu. Matanya yang bulat memandang keindahan Sungai Musi yang masih ditutupi kabut tipis. Pagi itu, entah pagi yang ke berapa, Marni kembali melakukan aktivitasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepagi itu, Marni terbiasa melakukan kebiasaannya. Bangun subuh-subuh sekali untuk membantu ibunya membuat jajanan warung, mencuci, lalu mandi di sungai yang membelah Kota Palembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marni membetulkan letak kain mandi yang membelit tubuhnya. Hati-hati dituntunnya kaki menuju rakit. Selesai mandi ia harus segera mengantarkan kue-kue yang dibuat ibunya, sebelum anak-anak berangkat sekolah. Dan sepagi itu, Marni hanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dinginnya Sungai Musi bagai mencucuk tulang, bukan hambatan baginya untuk menceburkan diri ke dalam sungai. Rasa segar setelah mandi sangat terasa manfaatnya. Dari bibirnya yang mungil terdengar senandung kecil. Hitung-hitung menghibur diri dari sergapan dinginnya Sungai Musi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marni merasa apa yang dirasakannya merupakan rahmat dari Tuhan. Meski cuma tinggal di pinggiran kota, jarang ia dapat bercengkrama secara leluasa dengan alam. Ia pun menyadari kebiasaannya mandi pagi-pagi sekali itu, merupakan pilihan yang tepat. Tepat karena bila saja ia mandi agak siang maka sungai yang jernih itu sudah tidak asli lagi. Tangan-tangan manusia sudah mulai mencemari sungai dengan berbagai limbah dan kotoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merasa sedih, sungai yang menjadi salah satu sandaran hidup banyak orang kini telah tercemar dimana-mana. Padahal, sungai itu sendiri dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berbagai keperluan seperti mandi dan mencuci. Sungai juga tempat habitat banyak ikan yang bisa dimanfaatkan untuk santap sehari-hari. Tapi kini, sulit menemukan kondisi sungai yang bersih selain sepagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marni ingat kata-kata gurunya di SMU dulu. Gurunya mengatakan kebiasaan masyarakat membuang sampah dan kotoran di sungai sulit dihilangkan karena sudah dilakukan sejak dahulu. Semacam sudah menjadi tradisi. Di samping memang karena berbagai faktor seperti kemiskinan dan kurangnya pemahaman masyarakat akan budaya hidup bersih. Toh, meski berbagai macam alasan, Marni tetap tak habis pikir dengan kebiasaan masyarakatnya yang kurang sehat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kali Marni pernah membaca artikel di sebuah koran lokal tentang budaya dan perilaku masyarakat di luar negeri. Sungai-sungai di sana benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kenyamanan warganya. Selain dijadikan air baku untuk air minum, sungai di luar negeri juga dikelola sebagai tempat wisata. Hukum pun benar-benar ditegakkan bagi mereka yang mencemari sungai. Ujung-ujungnya, dengan pengelolaan yang baik tak hanya pemerintahnya yang senang, warga pun merasakan manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwWZXdzc3mI/AAAAAAAAAEQ/vwnhlNgardA/s1600-h/wanitaku.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwWZXdzc3mI/AAAAAAAAAEQ/vwnhlNgardA/s320/wanitaku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117665179992907362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak mau berlama-lama dengan pikirannya, Marni segera saja menyelesaikan mandinya membasuh tubuh dengan sabun wangi. Tak hanya itu, berendam lama-lama nanti bukannya menyegarkan malah mendatangkan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marni mengangkat tubuhnya yang basah ke atas rakit di pinggir sungai. Agak kaget ia melihat orang yang datang. Orang itu tak lain Zainal, lelaki yang di kampungnya dikenal dengan julukan si hidung belang. Maklum, sudah punya anak isteri tetapi gemar menggoda anak gadis orang. Tiba-tiba perasaan Marni jadi tidak enak. Terlebih dengan sepinya suasana pagi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat pagi manis,” ujar Zainal, bibirnya menyungging sebuah senyuman nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marni segera menyadari keadaan dirinya. Kain mandinya yang basah benar-benar seperti mencetak lekuk-lekuk tubuhnya yang molek. Gadis itu tidak ingin keadaanya itu menimbulkan pikiran-pikiran jorok dalam diri lelaki itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh sombongnya. Sendirian saja ya?“ kembali suara si lelaki terdengar, seolah ingin secepatnya minta ditanggapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marni hanya melempar senyum kecut sekedar membalas sapaan orang. Dia lalu bergegas meninggalkan tempat itu. Entah, ia tiba-tiba merasa risih. Apalagi sambil berlalu tadi masih sempat dilihatnya pandangan liar lelaki itu yang seolah hendak menelannya.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari dilewati Marni seperti biasa. Bangun pagi-pagi sekali untuk membantu ibunya, lalu merasakan nikmatnya belaian air sungai yang menyejukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun di tempat lain, tanpa disadari si gadis, sepasang mata liar milik Zainal selalu mengawasi gerak-geriknya. Hati lelaki berusia 35 tahun itu rupaya telah tertambat dengan kemolekan tubuh Marni. Timbul pikiran-pikiran jorok dalam diri Zainal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Zainal pusing. Dan jawaban dari semua itu adalah Marni.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu bulan sepertinya sedang menunjukkan pesonanya. Marni bukannya tak menyadari itu. Dari tadi ia bersenandung riang di teras rumahnya sembari menikmati bulan yang malam itu begitu sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas menikmati pemandangan malam, Marni lalu masuk ke dalam kamarnya. Ia kini asyik mematut diri di depan cermin. Sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwSTJtzc3dI/AAAAAAAAADI/ZHBhvD0HOZ8/s1600-h/mawar2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwSTJtzc3dI/AAAAAAAAADI/ZHBhvD0HOZ8/s200/mawar2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117376871723228626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Marni sering mendengar pujian dari orang lain mengenai dirinya. Mereka bilang ia gadis yang cantik dan rajin membantu orang tua. Jujur saja, Marni bukannya tidak bangga dengan segala macam pujian itu. Hatinya berbunga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bersyukur atas anugrah yang telah diberikan Tuhan kepadanya. Sebisanya Marni memelihara kecantikannya dengan menjalani hidup bersih dan sehat. Itu saja rahasianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kembang desa, Marni sering dicap sombong oleh banyak lelaki lantaran menolak cinta ataupun pinangan mereka. Padahal, ia hanya mencoba bersikap jujur kepada para pemuda itu. Ia sudah memiliki tambatan hati. Seorang pemuda baik hati yang kini sedang bekerja di Malaysia. Seorang TKI. Bagaimana mungkin ia mengkhianati cinta kekasihnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun lalu, sebelum kekasihnya berangkat ke Negeri Jiran, mereka telah berikrar untuk menjaga cinta suci mereka. Sepulangnya nanti, sang kekasih telah berjanji untuk menyunting dirinya sebagai isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sepulangnya Abang nanti, Abang janji akan melamar Marni,” begitu janji sang kekasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat kata-kata itu Marni jadi tersenyum sendiri. Seketika rindu menyergap dirinya. Kalau sudah begitu, foto sang kekasih di sudut kamar menjadi pelabuhan berbagai rasa yang membuncah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berada dalam suasana rindu berat, membuat Marni terkaget tatkala mendengar ketukan pintu kamarnya. Pasti sahabatnya Tika, pikir Marni. Malam itu, mereka memang sudah janji menonton orgen tunggal di ujung kampung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Marni merasa sungkan mengingat acara seperti itu bukanlah acara yang baik untuk gadis seperti mereka. Tapi karena desakan sahabatnya, Marni akhirnya tidak bisa menolak. Apalagi mereka sudah sepakat untuk tidak berlama-lama di sana.  Tak apalah, hitung-hitung sebagai hiburan dari pada terus-terusan disiksa rindu pada sang kekasih.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai berdandan seadanya, Marni lalu pamit pada orang tuanya. Ibunya wanti-wanti agar ia jangan terlalu larut pulang dari sana. Mereka berangkat dari rumah sekitar pukul 20.30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di sana acara resmi ternyata baru saja dimulai. Marni dan Tika dipersilahkan duduk di kursi undangan yang masih kosong. Di atas panggung, terdengar kata sambutan bernada basa-basi dari ahli rumah. Lelaki yang menyampaikan pidato seadanya itu mengungkapkan acara itu diadakan dalam rangka syukuran atau selamatan salah satu keluarga yang baru saja dilantik sebagai anggota Bintara Polri. Seluruh keluarga malam itu tampak sukacita, termasuk si polisi muda yang duduk paling depan di kursi undangan. Marni mengenal pria muda itu. Seorang sahabat kecilnya yang pernah menyatakan cinta kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara resmi selesai, acara berlanjut ke acara hiburan. Acara yang paling banyak dinanti. Seorang biduanita membuka acara hiburan dengan nomor-nomor lagu pilihannya. Suara musik dangdut sontak membahana. Seorang lelaki tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan lagak seorang jawara ia menyawer sang biduan yang berpakaian dan bersuara seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marni mengenal orang yang menyawer si biduan. Ia tak lain si lelaki hidung belang Zainal. Dari atas panggung mata lelaki itu mengerling ke arahnya. Dari tadi rupanya Zainal memperhatikan kehadiran Marni di acara tersebut. Dan Marni bukannya tak memperhatikan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum pukul sepuluh Marni lalu mengajak Tika pulang. Ia jengah berada di tempat seperti itu. Apalagi dilihatnya orang-orang banyak yang mabuk. Belum lagi pandangan jalang si Zainal. Lengkap alasannya untuk lekas-lekas pulang ke rumah.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang, Tika tiba-tiba bertemu Tono, pacarnya. Karena rumahnya sudah tidak terlalu jauh, dan lagi Marni tidak mau mengganggu pasangan yang sedang dimabuk asmara itu, ia lalu memutuskan pulang sendiri. Dan, justru di sinilah petaka itu dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marni tak menyadari sepasang mata membuntutinya sejak ia dan Tika memutuskan pulang. Mata itu merah. Bau alkohol tercium dari mulutnya yang menyunggingkan seringai. Terlebih saat mengetahui Marni kini sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu begitu cepat. Ketika melewati pengkolan jalan gang rumahnya yang memang agak gelap, Marni merasakan tangan kekar mendekapnya dari belakang. Dia mau berteriak minta tolong, tetapi mulutnya sudah disumpal orang dengan sapu tangan. Hidungnya mencium bau sesuatu yang begitu menyengat. Entah bau apa, seperti bau obat. Napas gadis malang itu megap-megap. Sejurus kemudian ia sudah tidak sadar lagi apa yang telah terjadi atas dirinya.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu menatap mangsanya yang tergolek tak berdaya di semak-semak pinggir sungai. Bibirnya mengumbar seulas seringai kemenangan. Napasnya turun naik dikuasai hawa nafsu dan alkohol. Tanpa tunggu lebih lama si lelaki menggagahi tubuh Marni yang tergolek tak berdaya. Tidak cukup hanya satu kali, gadis malang yang belum lagi sadar dari pingsannya itu diperkosa berulang kali. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwWghtzc3qI/AAAAAAAAAEw/wbPWl_LQC0A/s1600-h/vampire+blog.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwWghtzc3qI/AAAAAAAAAEw/wbPWl_LQC0A/s200/vampire+blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117673052667960994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, di pinggir Sungai Musi yang beriak kecil telah terjadi peristiwa kebiadaban anak manusia. Tak begitu jauh dari sana, penduduk mulai ramai menabuh kentongan tanda terjadi sesuatu yang tidak beres. Yah, sesuatu yang tidak beres malam itu adalah raibnya seorang gadis yang beberapa saat lalu habis menonton acara organ tunggal di kampung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan malam itu serasa lebih panjang bagi para penduduk, terutama keluarga si gadis yang tak lain adalah Marni. Mereka sibuk mencari Marni ke sana kemari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, saat sinar matahari mulai menerpa wajahnya, Marni tiba-tiba tersadar dari pingsannya. Yang pertama kali dirasakan gadis itu adalah perih di bagian bawah tubuhnya. Dilihatnya pakaian yang ia kenakan berserakan di mana-mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari apa yang telah menimpa dirinya, Marni menjerit sekuat yang bisa dilakukannya. Beberapa orang penduduk yang mendengar jeritan gadis malang itu tergopoh-gopoh mencari sumber suara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menemukan seorang gadis yang sedang menangis di atas perahu yang tertambat di tepian Sungai Musi. Ya Tuhan, gadis itu Marni. Gadis yang tadi malam dikabarkan hilang setelah menyaksikan acara pesta organ tunggal! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dimuat di Harian &lt;em&gt;Sriwijaya Post&lt;/em&gt; Minggu, 19 Januari 2003&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3190953805199430163-5137438665320904940?l=ahmadzazili.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/feeds/5137438665320904940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3190953805199430163&amp;postID=5137438665320904940&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5137438665320904940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3190953805199430163/posts/default/5137438665320904940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadzazili.blogspot.com/2007/10/cerpen-tragedi-di-sungai-musi.html' title='Cerpen &quot;Tragedi di Sungai Musi&quot;'/><author><name>AHMAD ZAZILI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18002622407146327076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PTtDTyWX4Xw/R1Nm5a_SnXI/AAAAAAAAAW8/D6v0xeMqJtQ/S220/monalusuh%2Bada%2Btulisan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwSBHdzc3bI/AAAAAAAAAC4/Sx63uvBpIDs/s72-c/Ampera.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3190953805199430163.post-8996495830208387758</id><published>2007-10-04T12:38:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T06:59:34.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antara Tebing Tinggi dan Bogor'/><title type='text'>Banyak Belajar dari Kesulitan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwR9Jtzc3aI/AAAAAAAAACw/2VI3ugiDtYc/s1600-h/1_411424314l.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RwR9Jtzc3aI/AAAAAAAAACw/2VI3ugiDtYc/s400/1_411424314l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117352682467417506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bermain Kolecer Jadi Kegiatan yang Menyenangkan &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Catatan perjalanan Teknologi Delta Qualstone di Leuwiliang-Bogor&lt;/em&gt; ***3&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hidup adalah sebuah proses. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan. Tapi kita punya keyakinan. Dan keyakinan itulah yang membuat kami bertahan meski dalam kondisi sesulit apapun. Catatan ini kurangkum dari tanggal 14 Maret-14 April 2006 --(sebelum membaca tulisan ini disarankan untuk membaca "Sang Mpu Pergi Meninggalkan Kami" -bagian tiga dari tiga tulisan).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * *&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sebuah Renungan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatanku kali ini kuawali dengan sebuah pertanyaan besar. Mungkin. Di setiap sudut pandang individu, yang kebanyakan masyarakat dalam wilayah persinggahan orang-orang Delta. Juga orang-orang di sekitar Delta, sahabat, bahkan tak sedikit dari anggota keluarga, yang menurutku belum sepenuhnya memahami arti perjalanan ini. Mengapa orang-orang seperti kami, yang dintaranya memiliki potensi di bidangnya masing-masing, rela “menyia-nyiakan” waktu demi sesuatu yang belum tampak hasilnya. Bahkan bagi yang sudah berkeluarga, sanggup meninggalkan anak dan istri hingga berbulan-bulan lamanya. Sungguh. Semua itu rela ditinggalkan. Ada Apa dengan Kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa kujelaskan secara gambalang. Tapi, sebelum pertanyaan-pertanyaan di atas coba kujawab, aku ingin mengingatkan tentang karakter masyarakat kita pada umumnya, yang pada galibnya telah kita mafhumi bersama. Tapi ini bukan untuk sok tahu. Cuma untuk menyegarkan ingatan kita bahwa telah menjadi kultur masyarakat kita bahwa sesuatu terkadang lebih berat dinilai dari sudut pandang penghasilan (income) yang diperoleh seseorang. Jamak kita tahu bahwa keberhasilan lebih dilihat dari seberapa besar seseorang punya sesuatu secara materi. Kasarnya ia punya penghasilan pasti dari pekerjaan yang dilakoni. Apakah pegawai negeri, swasta, anggota DPR, pedagang, tukang parkir, satpam dan sebagainya. Umumnya semua jenis pekerjaan tersebut secara penghasilan punya limit waktu berjangka: harian, mingguan, dwi-mingguan atau bulanan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLCDo89EqI/AAAAAAAAAKw/1apdFKdqry0/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLCDo89EqI/AAAAAAAAAKw/1apdFKdqry0/s320/7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125872693689520802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Logika bekerja dan mendapat penghasilan seperti ini adalah sangat masuk akal dan tidak ada yang bisa membantahnya. Inilah yang selama berpuluh-puluh tahun telah menjadi semacam ‘nilai’ yang terpola dengan begitu presisinya. Mungkin salah, bisa juga benar, itulah pendapatku. Toh semua itu dikembalikan kepada pribadi masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, adakah hubungannya pendapat di atas dengan pekerjaan yang kami lakukan? Ada saja. Karena tak sedikit dari kami (angggota Delta Qualstone Grup), yang karena keterlibatan dan konsekuensi yang harus diterima seringkali dianggap individu yang tidak punya pertimbangan, tidak perhitungan, egois, bahkan tak sedikit yang dianggap sudah gila. Walah! Lagi-lagi pendapat seperti ini kuanggap wajar. Mungkin karena mereka belum sepenuhnya memahami. Atau mungkin mereka melihat dari kacamata pekerja kebanyakan, yang bekerja langsung dapat uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar bahwa hidup memang harus dihadapkan pada persoalan keseharian seperti makan, kontrakan, listrik, air, punya rumah sendiri, kondangan, pendidikan atau pergi berlibur kemana kek: Taman Safari, Gunung Leuser atau ke Ujung Kulon. Tak melulu soal akan seperti apa hidup kita lima atau sepuluh tahun ke depan, meski hanya sedikit yang berpikir jauh seperti ini. Boro-boro mau memikirkan kapan kira-kira utang Negara ini bisa dilunasi? Serta apa yang bisa dilakukan untuk memberikan sesuatu yang berarti bagi kemajuan bangsa dan Negara. Minimal bisa menjadi yang terbaik buat diri sendiri dan keluarga saja, rasanya sudah cukup. Tapi sebentar. Bisakah kita berubah dari apa yang kita pikirkan hari ini? Tentu bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi sebuah pendapat yang mengungkapkan fakta berikut ini. Tanpa disadari kebanyakan dari kita, mungkin juga penulis sendiri, masih terobsesi dengan paham ‘pekerja-isme’ warisan kaum penjajah. Mental pekerja memang lebih baik dari mental pemalas. Tapi mungkin pesannya bukan itu. Sepatutnya kita memang harus berkaca dari Negara yang sudah lebih maju dari kita. Kita patut prihatin dengan para pemimpin kita yang tak pernah beres membawa bangsa ini menjadi lebih baik. Hasil yang paling terlihat dari pemimpin kita setelah maupun ketika masih menjabat adalah menggelembungnya pundi-pundi kekayaan. Bukan kesuksesan mereka membawa amanah yang dipikul. Bayangkan, era reformasi yang sebentar lagi akan memasuki usia 10 tahun, belum juga mampu mengikis budaya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, dan terutama para pemimpin kita masih larut dalam eufhoria mencari kestabilan diri, pribadi dan keluarga sendiri. Parahnya, kebobrokan mental pemimpin, diperparah dengan rendahnya kesadaran yang dipimpin untuk bangkit dan maju tanpa harus menunggu berkah para pemimpin (pemerintah). Begitulah kondisinya. Memang sedikit yang mau bersusah, dan meyakini sesuatu meski harus dimulai dari kondisi nol dan tanpa arti apa-apa. Entah, mungkin karena hanya sedikit yang berjiwa pelopor dan pendobrak pakem. Makanya, kata orang-orang pintar, bangsa ini sulit untuk maju bukan karena kemiskinan sumberdaya alamnya, tetapi lebih kepada miskinnya sumber daya manusianya. Coba, logika manakah dipakai saat kita menjual bahan baku seperti kulit, karet, tembaga, besi, timah dan sebagainya, yang kita ekspor ke luar negeri, justru yang kembali ke kita adalah barang-barang siap pakai dari negara-negara yang membeli hasil bumi kita. Ironis kan? Sumberdaya melimpah, tapi tidak diimbangi dengan daya saing di bidang sumberdaya manusianya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLCwo89ErI/AAAAAAAAAK4/mWiYvKndEYY/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLCwo89ErI/AAAAAAAAAK4/mWiYvKndEYY/s320/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125873466783634098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekedar membongkar kembali kesuksesan perjalanan orang-orang hebat, bolehlah kita mengulik kisah-kisah tentang kesuksesan anak masnusia di muka bumi ini. Bukankah, kisah-kisah orang besar selalu dipenuhi berbagai romantisme, kontradiksi, intervensi, resistensi, yang semuanya menjadi pengiring setia berabad-abad lamanya. Bagi yang tak kuat tentu akan tersingkir dan ditelan masa. Bagi yang memiliki keyakinan dan ketekunan hebat akan memetik buah yang dicita-citakan. Bahkan sejarah akan mengenangnya dengan tinta emas. Kisah kerasulan Nabi Muhammad SAW yang diiringi kebencian dan penolakan bahkan dari keluarga dan kaumnya sendiri, pun kisah keilmuan Albert Einstein yang dianggap gila oleh masyarakatnya, atau kisah sukses raksasa bisnis software dunia Bill Gates, yang menjadi milyuner di usia yang belum 30 tahun. Toh semua itu tidak selalu melewati jalan-jalan mulus. Selalu dipenuhi liku, dibanjiri keringat dan berbagai macam rintangan, bahkan tak sedikit harus dibayar mahal dengan darah dan air mata. Hikmah yang mungkin bisa dipetik adalah spririt juang dan pelajaran ketahanan mental yang luar biasa demi mencapai apa yang telah menjadi keyakinan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali mengenai pertanyaan besar di awal pembahasan ini. Apa gerangan yang membuat orang-orang Delta begitu yakin, hingga harus tahan menderita, menghadapi konsekuensi yang sering dianggap tidak logis dan sia-sia? Bagi kami, tentu alasannya tak sekedar dari hitungan mate-matis. Banyak hal yang membuat kami merasa yakin akan teknologi yang kami perjuangkan. Tapi kembali lagi, bila parameternya dari hitungan mate-matis, kami juga tak bisa menampiknya. Toh, terkadang tak selamanya keyakinan tumbuh dan berkembang hanya dari satu aspek alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum dibakukan secara formil, telah terpikirkan ide untuk membentuk Keluarga Besar Basma (KBB), sebagai wadah kesatuan orang-orang yang telah berjasa dan berandil bagian terhadap pengembangan Teknologi Delta Qualstone. Soal bagaimana teknis pengaturan dan pembagian peran nanti, tentu hanya orang-orang tertentulah yang mempunyai hak untuk mengaturnya. Yang jelas sudah lebih dari 100 orang yang telah melibatkan diri untuk turut membangun cita-cita Teknologi Delta Qualstone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsepnya, KBB direncanakan merupakan pusat kebijakan pengelolaan dan kepemilikan lisensi Teknologi Delta Qualstone atau TDQ. TDQ adalah sebuah temuan teknologi baru di bidang fisik konstruksi ter-mutakhir yang ditemukan oleh putra terbaik bangsa. Teknologi ini dikembangkan secara bisnis dengan sistem lisensi waralaba dengan pasar dunia seperti halnya CFC, KFC, McDonald, Donkin Donuts, bahkan acara televisi paling popular di tahun 2005 seperti Akademi Fantasi Indosiar (AFI) dan Indonesian Idol dikembangkan dengan sistem serupa. Tentu, jika kita berbicara income sebuah Negara asal pemilik lisensi yang baru segelintir disebutkan itu, bayangkan berapa juta dolar uang Negara miskin seperti Indonesia, yang seharusnya digunakan untuk pembangunan mengalir bak air bah ke Negara-negara asal lisensi yang dibeli tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita patut bersyukur, di tengah keringnya kreatifitas di bidang keilmuan, kini di negeri ini telah hadir sebuah temuan teknologi terbaru, yakni Teknologi Delta Qualstone yang mulai memperkenalkan dan menyiapkan bisnis waralaba untuk pengembangan dan pemasaran produk yang memang digali dari kekayaan bumi Indonesia. Bila rata-rata bisnis lisensi bergerak dalam bidang makanan dan entertainmen sudah sedemikian hebatnya, bayangkan betapa dahsyat sebuah bisnis berbasis teknologi yang memang menjadi dasar kebutuhan pokok manusia yaitu tempat tinggal, dikembangkan pula dengan sistem waralaba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saat kubaca kembali proposal penawaran investasi TDQ dengan bunyi kalimat: “Kami berani dan dengan bangga menampilkan produk teknologi andalan Indonesia yang bisa menaikkan harga diri bangsa di mata dunia internasional. Kami punya keyakinan bahwa melalui perwujudan teknologi inilah akan dibangun infrastruktur perekonomian Indonesia. Seluruh mega-proyek pembangunan TDQ mengarahkan visi dan misi ke depannya disesuaikan dan sejalan dengan orientasi dan tujuan pembangunan nasional (going concern concept). KBB-TDQ siap menjadikan Indonesia sebagai pusat distributor lisensi dan franchise produk TDQ untuk pasar global. Dari penjualan sistem lisensi beserta multi flier effect yang ditimbulkan, akan membawa Indonsia mempunyai potensi ekonomi yang tak kalah dengan negara maju di dunia.” Begitulah. Mungkin sedikit banyak ada benarnya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLDeY89EsI/AAAAAAAAALA/kveC89-phdc/s1600-h/ok.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PTtDTyWX4Xw/RyLDeY89EsI/AAAAAAAAALA/kveC89-phdc/s320/ok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125874252762649282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan ini semata bukan gambaran yang penuh mimpi dan mengada-ada. Bagi kami, ini merupakan gambaran yang sangat logis dilihat dari kacamata kebutuhan, keunggulan dan  hitungan mate-matisnya. Sebagai ilustrasi dan analisa pasar yang kami lakukan, Indonesia membutuhkan setidaknya 200 juta pcs produk TDQ per-hari untuk pembangunan fisik konstruksi (estimasi dari perhitungan produk sejenis yang konvensional). Bila royalty franchisor (pemilik lisensi) adalah Rp. 300 per-satuan barang (pcs), maka Rp. 300x200 juta pcs = Rp. 60 milyar per-hari atau Rp. 1,56 trilyun per-bulan. Bagaimana kalau kita bicara dunia? Dari perhitungan kami, pasar dunia membutuhkan sedikitnya 5 milyar pcs produk TDQ per hari. Bila royalty fee untuk tingkat dunia adalah Rp. 1000 per pcs, maka 5 milyar x Rp. 1000 = Rp 5 trilyun per hari atau Rp. 130 trilyun pe rbulan. Kemana uang sebanyak itu mengalir? Kepada siapa lagi kalau bukan kepada franchisor. Dan tentu saja income sebesar ini akan menjadi sumbangan devisa terbear bagi negara di sektor pajak. “Dengan income sebesar itu &lt;br /&gt;Indonesia bisa terbebas dari belitan utang yang mencapai Rp. 1000 trilyun, dalam waktu yang tidak terlalu lama,” begitulah kira-kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika yang agak sulit dimengerti kan? Memang semua itu sebatas di atas kertas. Lebih jauhnya, tentu harus ada riset yang lebih mendalam dan pembuktian pasar yang lebih konkret. Tapi minimal, atau setidaknya, itu yang menjadi dasar pemikiran teknologi ini. Itulah yang menjadi roh dan spirit yang tetap hidup (survive) dalam setiap jiwa mereka yang terlibat di teknologi ini. Sebuah pencapaian maksimal yang masih harus terus diperjuangkan. Yup, meski untuk itu harus melewati berbagai persoalan dan pendakian yang terjal dan beresiko tidak kecil.&lt;br /
